Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

# HAI READERS... AKU SEDANG GALAU NIH, KIRA KIRA CERITA INI MENARIK GAK SIH!( EH.. SIAPA TAHU MALAH BIKIN SAKIT MATA).


KALAU KURANG MENARIK, AKU AKAN MEMPERBAIKI ATAU MUNGKIN MENGAKHIRI KISAH NANA. DAN AKU AKAN MENCOBA MENULIS CERITA LAIN MAYBE.#



"GIVE ME KOMENT YANG MEMBANGUN DUNK!!! "



**********



"Alvin pulang nanti anterin gue ke rumah sakit ya! gue mau anterin temen pulang dari RS. kasian gak ada yang nungguin dan gak ada yang jemput juga," ucap Nana pada Alvin.



"Emang siapa yang sakit yank?" tanya Alvin balik.



"Nauli,... itu loh yang rumahnya sekomplek dengan Lo. dia mengalami kecelakaan, nyokap nya di luar negeri, jadi gue mau anterin dia pulang, Lo mau ikut gak?"



"Gue ikut yank... takutnya entar Lo nyangkut sama Nauli, gue yang rugi," sahut Alvin.



Rita, Toni dan Riri sudah pulang duluan. sementara Alvin dan Nana pulang belakangan karena tadi masih ada keperluan di Mall.



Saat berjalan keluar dari mall, ada seseorang yang menabrak Nana hingga terjerembab . Mata Nana mengarah ke orang yang menabraknya. seorang perempuan cantik tinggi semampai berdiri dengan angkuhnya di depan Nana.



"Eh... dasar jalang, tidak cukup dengan satu lelaki disebelahmu, sampai kau juga merebut kekasihku." ucap cewek cantik dihadapan Nana.



Alvin yang ada disebelah Nana membantu Nana berdiri, dia merasa geram dengan tingkah gadis didepannya. Nana masih bingung dengan perempuan itu, siapa dia? ngapain marah marah tidak jelas.



"Kalo Lo laki dah gue tonjok muka Lo," geram Alvin dengan mengepalkan tangannya.



"Lo juga, ngapain mau dengan jalang seperti dia, apa sih yang Lo lihat dari dia, cantik? .... jauuuuh dari dia, jelek ...iya," ucap perempuan itu dengan nada mengejek.



"eh... dedemit mulut cabe, dia jauuuuh lebih baik dari Lo, yang cantik wajah doang tapi hati busuk," balas Alvin


__ADS_1


Nana yang menyadari pandangan orang-orang disekitar mulai tertuju pada mereka lantas menarik Alvin keluar dari Mall.



"Dah... Vin!! gak usah diladeni, malu dilihatin sama orang orang," ucap Nana sambil menarik tangan Alvin.



Siapa dedemit itu Yank? tanya Alvin



"gue gak tau, tapi rasanya gue pernah lihat tuh cewek tapi di mana ya? gue lupa Vin," jawab Nana yang masih berusaha untuk mengingat cewek itu.



Alvin sudah siap di atas motornya, Nana dengan sigap membonceng Alvin.



"Sini Yank tangan Lo," Alvin memegang tangan Nana dan memasukkan ke saku jaketnya. Alvin menstarter motornya dan melaju dengan kecepatan sedang.



Nana merasakan nyaman saat memeluk punggung Alvin.



"Makasih Vin... Lo udah belain dan jagain gue," ucap Nana dengan lirih tapi masih terdengar oleh Alvin.




Setelah setengah jam perjalanan mereka sampai di rumah sakit X. Nana dan Alvin bergegas ke ruang perawatan Nauli.



Nauli sudah bersiap pulang, semua administrasi sudah dia bayarkan, tinggal menghubungi Nana. Ternyata saat dihubungi Nana sudah berdiri di depan ruangan Nauli.



"Hai Nau... sudah beres semua?" tanya Nana sambil mengamati sekeliling.



" Gimana keadaan Lo Nau? tanya Alvin yang baru masuk karena tadi habis dari toilet.



"Baik, gue dah boleh pulang, oh iya Na... semua sudah beres termasuk administrasi," jawab Nauli.



"ya udah... yuk pulang, tadi gue dah menghubungi grab, sekarang dah nunggu di depan,ucap Nana sambil mengulurkan tangannya ke Nau untuk membantu berjalan, namun dengan cepat Alvin mengambil alih


__ADS_1


"gue aja Na, yang bantu Nau berjalan! Lo bawa aja tas Nauli.



"Vin gue ikut mobil yah..," ucap Nana yang diangguki oleh Alvin.



*sesampai di rumah Nauli*



Nana membantu Nau turun dari mobil dan membawa Nau ke dalam kamarnya. Nana mengedarkan pandangannya ke kamar Nau yang luas dan rapi dengan cat putih dan abu tua yang terkesan maskulin.



Nana mendudukkan tubuh Nau ke ranjang spring bed king size.



"Makasih Na," ucap Nau dengan senyum manisnya.



"Dapur ada di mana Nau?gue masakin ya! ntar kalo gue tinggal pulang Lo gak kelaparan." tanya Nana.



Nauli menunjukkan dapur, Nana dengan sigap menuju dapur. Nana membuka pintu kulkas, ternyata isinya lengkap.



Nana memasak ayam kecap dan tumis brokoli bakso. Nana menata hasil masakannya di meja makan. Nana menyiapkan makan untuk Nauli dan membawa ke kamar.



"Nau makan dulu, hasil masakan gue, ntar kalo gak enak jangan dimakan ya!" ucap Nana sambil menyodorkan piring.


Nauli menyantap habis makanan yang diberikan Nana.



"Masakan Lo enak banget Na! senengnya gue kalo dimasakin tiap hari! puji Nauli pada masakan Nana



...






__ADS_1




__ADS_2