
seminggu setelah lamaran
Nana bersiap siap masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas hampir satu bulan.
Nana berjalan ke arah meja makan, "pagi ...Ayah, ibu, kakak, "ucap Nana dengan senyum mengembang dari wajahnya dan mendudukkan dirinya di kursi sebelah kak Elang.
mereka memandang Nana dan membalas senyum Nana. Ayah mbuka percakapan di meja makan.
" Nana ... kemarin Papa Alvin telpon, pembicaraan tentang lamaran kemarin akan diteruskan seminggu kemudian setelah resepsi pernikahan mbak Dewi," ucap ayah pada Nana.
"Na... mbak heran dan gak habis pikir, kenapa Alvin begitu terburu buru mau nikahi Kamu, yang sama sama masih duduk di bangku SMA lagi, kalian gak berbuat yang aneh aneh kan," tanya Dewi yang masih heran dengan kelakuan adik perempuan dan sahabatnya itu.
"gak tahu lah mbak, Nana sendiri heran, mbak tanya aja ke Alvin tentang hal itu," jawab Nana yang masih menikmati sarapan nasi goreng buatan ibunya.
"Bucin mbak ..., takut kalah saing dengan temannya." sahut Kak Elang.
Saat keluarga Nana sibuk menikmati sarapan terdengar suara salam dan ketukan dari pintu depan.
"Assalamu'alaikum..."
"Waalaikum salam," sahut semua yang dimeja makan.Elang yang berada di bagian meja paling dekat pintu bergegas membuka pintu dan mempersilahkan masuk.
__ADS_1
"Siapa yang pagi pagi sudah bertamu Lang?" tanya Ayah pada Elang yang sudah kembali ke meja makan.
"Teman Nana Yah, kayaknya anak orang kaya, dia berangkat sekolah saja, naik mobil Fortuner, jawab Elang yang kembali duduk di meja untuk menghabiskan sarapannya.
"Lelaki apa perempuan Lang," tanya mbak Dewi penasaran
" Lelaki tampan mbak, namanya Nauli, lihat aja sendiri kalo tidak percaya." sahut elang yang diikuti langkah Dewi mengamati tamu yang datang dari balik tirai pintu
Mendengar temannya datang, Nana permisi hendak menemui tamu itu dan bergegas ke ruang tamu.
"Ehh... Nauli, tumben pagi-pagi ke sini, ada apakah! sapa Nana dengan keheranan, karena baru kali ini Nauli bertamu di pagi hari.
"eh...tapi...Nana sudah ada janji mau berangkat bareng temen, bukannya Nau dah lulusan, ngapain ke sekolah," tanya Nana yang kembali bertanya lagi
"Oh ya... Nau mau melanjutkan sekolah ke mana," lanjut pertanyaan Nana.
"Mau cap tiga jari, kalau keinginan aku sih kuliah di Universitas Indonesia mau ambil jurusan IT, tapi kalo keinginan papa, aku kuliah di luar Negeri ambil jurusan Manajemen Bisnis." balas Nau yang raut wajahnya nampak sedih.
" Kalau menurut Nana gimana?
" waduh... kan kamu yang kuliah, kok menurut aku sih, eh... tapi kalo menurut aku nih, mumpung ada yang bayarin sekolah mahal, mending ke sana saja, itung-itung cari Ilmu di tempat yang tidak semua orang bisa kuliah di sana, ibaratnya manakala ada peluang ya sahut sekalian." jawab Nana sambil terkekeh, Nau yang gemez dengan jawaban Nana mencubit hidung pesek Nana.
__ADS_1
"Eh...Ada tamu, siapa Na? tanya Ayah yang bersiap hendak berangkat ke kantor.
Nauli langsung berdiri dan mencium tangan Ayah Nana.
"Saya Nauli Om, teman Nana," sahut Nauli memperkenalkan diri.
"Oh... silahkan dilanjutkan, ayah berangkat dulu Nana, Nauli," pamit ayah sambil melangkah keluar.
Ayah terkejut melihat Alvin sudah berdiri di depan pintu rumah Nana
"Assalamu'alaikum, Papa mertua," sapa Alvin sambil tersenyum dan mencium tangan Om Adrian.
"waalaikum salam, kok nggak masuk ke dalam rumah Vin, itu Nana sedang ada temannya, masuk saja," jawab Om Adrian.
"Iya...Om, ini Alvin baru sampai," jawab Alvin.
Alvin melangkah masuk ke ruang tamu dan sangat terkejut melihat siapa yang duduk di ruang tamu itu mendadak perasaanya berubah jadi badmood.
" Eh... ada Nauli, tumben ada apa ke rumah Nana," sapa datar Alvin yang langsung duduk di sebelah Nana.
...
__ADS_1