Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

Nana menolak untuk bernyanyi, dia paham sampai dimana kualitas suaranya, yang ada bukannya menikmati suara Nana tapi sakit telinga, itu yang ada di pikirannya.



Panji tampil bernyanyi dengan memegang mix,


sebenarnya Nana heran mengapa Panji yang biasa miskin bicara dan kata kok mau bernyanyi. musik mulai diputar, Nana mengamati dengan seksama




"Berdebar rasa di dada


setiap kau tatap mataku


Apakah arti pandangan itu


menunjukkan hasratmu


Sungguh aku telah tergoda


saat kau dekat denganku


Hanya kau yang membuatku begini


Melepas panah asmara



Sudah katakan cinta


sudah kubilang sayang


Namun kau hanya diam


tersenyum kepadaku


Kau buat aku bimbang


kau buat aku gelisah


Ingin rasanya kau jadi milikku"



ditengah Panji bernyanyi Alvin mengambil mix di meja dan ikut bergabung dan menyanyikan lagu panah asmara Afgan. Nana dan yang lain terpesona dengan duet mereka berdua.


sedangkan pandangan Alvin dan Panji terarah pada Nana.



"Ku akan setia menunggu


satu kata yang terucap


Dari isi hati sanubarimu


yang membuatku bahagia


Sungguh aku telah tergoda

__ADS_1


saat kau dekat denganku


Hanya kau yang membuatku begini


Melepas panah asmara"



"Sudah katakan cinta sudah


kubilang sayang


Namun kau hanya diam


tersenyum kepadaku


Kau buat aku bimbang


kau buat aku gelisah


Ingin rasanya kau jadi milikku"



"ohhww cinta...


(Sudah kubilang sayang) ohhww sayang...


(Namun kau…



Sumber: Musixmatch




"Kalian berdua benar-benar membuat dirikuh terkedjut, gila ... keren banget duet maut kalian," puji Nana dengan bersemangat.



Alvin yang duduk di sebelah Nana berbisik ke telinga Nana," lagu itu mewakili perasaanku, aku mencintaimu Nana" sambil menggenggam tangan Nana yang tersembunyi di balik meja.



Tante Naning yang duduk berhadapan dengan Nana membuka percakapan. "Nana bagaimana kalau kamu Tante jodoin dengan Panji,"



"Nana masih kecil Tante belum pantas dijodohkan, lagian kita masih duduk kelas dua SMA loh Tante, kayaknya masih panjang perjalanannya Tan," jawab Nana yang tangan masih dipegangi Alvin.



Ada gurat kekhawatiran diwajah Alvin, ketakutan kalau Nana beneran dijodohkan dengan Panji, terus bagaimana dengan nasib cintanya.



"Ya gak papa setidaknya kalian bertunangan dulu agar lebih saling mengenal satu dan lain, masalahnya Tante takut melihat anak sekarang itu kalau pacaran sampai kebablasan, lagian nih ya Na, kalo mau cari jodoh itu harus lihat bobot, bibit dan bebet," jelas Tante Naning pada Nana yang terlihat bingung.


__ADS_1


"Waduh Tante sebenarnya Nana tersanjung nih, tapi Nana tahu diri Tante, Nana itu gak ada kelebihannya. mungkin satu satunya kelebihan Nana yaitu banyak sekali kekurangannya, kasihan Panji Tante, biarkan dia dapat yang sepadan Tan ," jawab Nana sambil menunduk.



Panji yang duduk disebelah Alvin hanya terlihat diam tanpa ekspresi, tak ada yang tahu apa sebenarnya yang sebenarnya ada di benaknya..



"Bagaimana menurutmu ***," tanya mamahnya.



"Apanya?



"Kalo Panji dijodohin sama Nana, jawab ibu.



"Serah... mamah sajalah!, jawab Panji dengan muka datarnya.



Dalam benak Panji dia sedang memikirkan sosok Nana, perempuan dengan hidung pesek tapi berisik, penuh perhatian dan selalu positif thinking. mungkin bisa jadi



Beda lagi dengan Alvin saat ini yang berkecamuk dalam benaknya, Nana milik gua, gak boleh laki laki lain memilikinya, "masak iya aku harus lamar Nana duluan, gimana caranya ya agar orang tua Nana menolak usul perjodohan ini." gumam Alvin dalam hati.



Tiba-tiba Alvin menyeletuk


"Tante Naning... kok kayak cerita Siti Nurbaya, masih ada perjodohan segala, biarlah dua orang ini menikmati masa muda dulu Tan." ucap Alvin sambil menunjuk Nana dan Panji.



"jodoh sudah ada yang atur Tante, sudah ditetapkan juga, kita tidak tahu siapa calon pendamping Nana, bisa Panji, Alvin ataupun yang lainnya ucap kak Elang yang tahu Raut wajah adiknya cemberut



"Kan usaha Lang, biar penjajagan dulu," ucap Tante Naning sambil tersenyum.



Acara barbeque sudah selesai. satu persatu meninggalkan halaman, termasuk Nana ia sangat ngantuk dan pingin tidur di ranjang empuk di kamar.



Nampak Alvin Sorang diri masih bertahan di halaman yang berhawa dingin. Pikirannya masih menerawang jauh ke depan



***




__ADS_1



__ADS_2