
#PEMIRSAH SEBENARNYA KEMARIN THOR DAH UP TP MASIH DI REVIEW PIHAK MANGATOON, #
Rumah Nana.
Hari ini Tante Naning datang sendiri ke rumah Mayang.
May.... apa kabar? tanya Naning.
Baik.. tumben nih kesini sendiri aja, ada apa Naning ?"jawab Mayang .
Tidak ada apa, hanya mau main saja, di rumah sepi, papi kerja, Panji pergi camping ya kupikir kesini saja.
mereka saling mengingat kejadian lucu yang terjadi saat kuliah dulu. sampai dia bercerita tentang keinginan Ayah Panji untuk mendekatkan keluarga mereka dengan keinginan menjodohkan anak-anak mereka.
"May... mas Surya ingin menjodohkan anak-anak kita, kamu tahu kan anak zaman sekarang kalau pacaran sering kebabalasan, mending kita jodohkan anak anak kita dengan yang jelas kita tahu bobot, bibit dan bebetnya.
bagaimana menurutmu usul mas Surya?" ucap Naning.
"Gimana ya Nan... kalau aku sih gak papa dijodohkan asal anaknya mau, kalau tidak mau ya tidak usah dipaksakan," jawab Mayang menanggapi pertanyaan Naning.
"Ntar kamu coba bilang sama Nana yah kalau bisa dirayu sekalian agar mau! siapa tahu Nana mau kan nanti kita bisa jadi besan," sahut Naning.
__ADS_1
#Tempat Camping #
Alvin yang mendengar Nana terluka, langsung meninggalkan kelompoknya menuju pos tempat Nana dirawat.
"Yang... Lo gimana keadaannya? mending kita ijin pulang dulu yuk, gue priksain luka ditangan dan kaki Lo, ucap Alvin dengan wajah yang cemas.
"Tidak usah ... kita pulang bersama yang lain aja besok pagi," ucap Nana berusaha untuk meyakinkan.
"gak pokoknya Lo pulang sekarang, gue mau pinjam motor pak Kelvin, kemarin beliau Naik motor kesini, biar nanti pak Kelvin pulangnya naik bus bareng rombongan." paksa Alvin.
Alvin pun menemui pak Kelvin untuk meminjam motor dan mengantar Nana pulang.
pak Kelvin mengizinkan Alvin mengantar Nana ke pusat kesehatan dan mengantar pulang.
"Oke... jaga baik baik temen gue, jangan sampai ada yang cuil loh ya! jawab Rita.
Alvin pun menyalakan motor dan melaju pergi. setelah hampir satu jam perjalanan dia menemukan klinik kesehatan, diapun memarkirkan motornya,
"Yang, ayok turun... gue gendong!" ucap Alvin.
"ehhh... gak usah .. gue bisa jalan, Lo pegangi aja tangan gue., elak Nana sambil memegang bahu Alvin.
Dokter pun memeriksa engkel kaki Nana dan menjahit dua untuk luka di tangan Nana.
__ADS_1
"Untuk kaki hanya terkilir saja kemudian untuk luka di tangan tunggu kering dan jangan terkena air. ini obat untuk penghilang rasa sakit dan ini obat antibiotik yang harus dihabiskan," jelas dokter.
"Lo yang sakit gue yang gemetaran," ucap Alvin sambil memegang bahu Nana.
"Kita mampir ke warung makan itu dulu. Lo siang ini belum makan Khan?" ucap Alvin mengajak Nana ke warung sebelah klinik.
"Iya... gue emang laper banget, yuk makan... gue mau pesen pecel lele." sahut Nana bersemangat kalo berhubungan dengan makanan.
Mereka pun melanjutkan perjalanan, Alvin membelokkan motornya ke arah pantai yang pernah dikunjungi bersama Nana. karena jarak dari jalan yang dilalui dari tempat camping hanya 5 km.
"Lahhh... kenapa kita ke pantai lagi? gue belum bisa jalan normal, yang ada nanti Lo harus gendong gue," ucap Nana sambil mengerucutkan bibirnya.
"Sini gue gendong Lo, mau gendong depan apa gendong belakang, kata Alvin sambil menaikkan alis matanya.
Alvin menggendong Nana menuju ke kursi panjang yang dulu diduduki bersama Nana.
mereka duduk bersebelahan dan mengamati ombak bergulung saling berkejaran dan merasa nikmatnya semilir angin.
"Vin... sekali lagi makasih ya! Lo memang sahabat gue yang paling baik, gue rasa sangat bahagia bisa bertemu dan mengenal sosok Alvin, Siapa coba yang gak terharu, siswa paling ganteng di sekolah mau bersahabat dengan gue yang wajahnya biasa.
semoga kita bisa bersama sampai akhir hayat," ucap Nana sambil memandang ombak di pantai.
Tiba-tiba Alvin meletakkan kepalanya di bahu Nana,"Gue yang bahagia banget denger kalimat barusan. Yang... kayaknya gue semakin jatuh cinta sama Lo deh!
__ADS_1