Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
Kamarku berisik


__ADS_3

Alvin dan temannya memasuki kamar Nana, terlihat penuh sesak seperti naik angkot pasar, maklum lah kamar Nana bukan kamar mewah yang ada hanya kamar ukuran tiga kali tiga meter.



"Mau gue kerokin gak Na, biar meriangnya minggat, itu nenek gue kalo demam pasti sembuh dengan kerokan" seru Rita sambil tersenyum dan mendekati ranjang Nana.



"Nana itu meriang karena gue," seru Kak Anto.



"loh kok bisa!" sahut Riri.



"iya lah... Nana meriang artinya merindukan kasih sayang,, kayaknya dia perlu curahan kasih sayang gue" ucap Kak Anto sambil menaik turunkan alisnya.



"dihhh .... kak Anto mulai pinter gombal, kesambet apa nih, kok tiba-tiba pinter gombal. seru Riri.



Alvin pun menyela perkataan teman-temannya.



"Apa mau gue pijitin Na... kalo perlu pijet plus plus." kata Alvin menambahi.



"wow otak lu mesum..." seru Riri



"eh yang mesum tu Lo Ri, kan yang gue maksud pijat plus kerokan plus yeh!!.. Lo kan yang mesum," sungut Alvin dengan wajah tersenyum.



"Gimana dah baikan? tanya Kak Anto yang dijawab anggukkan oleh Nana.



"Na... tuh Anto merana, saat tahu Lo gak berangkat sekolah karena sakit," sahut Faris.



"Eh... Nana tahu gak tadi di sekolah ada kejadian luar biasahhh, Tadi Alvin di peluk sama cewek cuantiiikk. parah gak Na, masak Lo baru gak masuk sehari si Alvin dah selingkuh aja!" ucap Riri dengan muka tengilnya.

__ADS_1



"Sialan Lo Ri... mana mungkin gue selingkuhin Nana, tu cewek aja yang nubruk gue," sahut Alvin.



"Lo pingin gue peluk juga ri? sini gue peluk!"



"Ogah gue dipeluk sama Lo yang ada ntar gue ketularan gila kaya lo," tolak Riri dengan pura pura begidik.



"Apa mau gue yang peluk Ri... " tiba tiba Toni ikut nyeletuk.Kontan semua melongo, Toni si pria datar nan miskin bicara karena pendiam dan pemalu kok tiba-tiba ikut godain Riri.



"Wah berat nih... Toni mulai ketularan mesumnya Alvin!" saut Rita.



Nana yang mendengar celotehan teman-temannya hanya tersenyum dan kadang ikut tertawa. kamar Nana yang tadinya sepi jadi rame serasa Pasar pindah ke kamar.


kamar Nana jadi berisik sekali, tapi ada kebahagiaan di sana.



Ayo lekas sembuh ntar gue traktir Lo di kafe kakak gue Na," lanjut Faris.



"Gihhh yang ditawarin traktir masak Nana doang, gue juga mau dong kak, seru Rita dengan wajah memohon, dilanjutkan Riri," gue juga ya Kak, sahut Riri dengan wajah yang sama juga.



"Iya deh semua yang disini gue traktir," jawab kak Faris.


"Gitu dhong Kak, kak Faris emang👍." ujar Rita sambil mengacungkan jempolnya.



"Nana Lo istirahat saja dulu, untuk urusan ketinggalan pelajaran serahkan saja pada Sang Master Toni," ucap Rita.



"Iya Mak, makasih banget buat semuanya, dah hibur gue yang kesepian di rumah," ucap Nana dengan tubuh yang lemah terbaring.


__ADS_1


Rita dan yang lain pun pamit pulang karena sudah semakin sore. setelah menghabiskan es teh yang dibuat Tante Mayang mereka langsung melaju. tapi ada satu orang yang sengaja balik lagi ke Kamar Nana.



Na... gue balik lagi nih, ada sesuatu yang ketinggalan,ucap Alvin sambil mendekati ranjang Nana.



"Apaan yang ketinggalan...,' sahut Nana.



"Hati gue ketinggalan di sini, cup... cup... cup


cepat sembuh Yang," ucap Alvin yang dengan seenaknya mencium kening Nana.



"Ibu....ini Alvin mesum ... main cium aja." suara Nana lemah yang tidak didengar ibunya.



"Tadi mau kecup kening Lo gak enak sama yang lain, entar Anto ikut ikutan cium Lo, kan gue yang rugi, ya jadi gue tunggu yang lain pulang dulu." sahut Alvin.



"Gue pulang dulu. Lo istirahat yang bener, kalo kangen gue ntar gue VC lo ya," pamit Alvin yang diangguki Nana, Alvinpun pergi meninggalkan Nana.



"hus...hus... pulang sana gangguin istirahat gue aja!!" ucap Nana dengan tersenyum.



"Loh Vin Lo kok belum pulang, bukannya tadi sudah pamit seru Tante Mayang.


ada yang ketinggalan Tante, jawab Alvin sambil tersenyum.



*Rumah Panji*



Sementara itu di rumah Om Surya sedang ada diskusi serius antara suami istri itu.


"Mi... keluarga kita sudah sangat dekat dengan keluarga Mayang, bagaimana kalo kita jodohkan saja Panji sama Nana, ucap papinya Panji.


maminya Panji hanya manggut manggut berfikir, "tapi mereka kan masih sekolah SMA, apa gak terlalu cepat, lagian mereka belum tentu mau."

__ADS_1



__ADS_2