
Tiba-tiba Alvin meletakkan kepalanya di bahu Nana,"Gue yang bahagia banget denger kalimat barusan. Yang... kayaknya gue semakin jatuh cinta sama Lo deh!
"Yah... Nana membiarkan Alvin bersandar dibahunya.
"Ya Allah... gue bahagia saat ini, gue pingin meluk atau dipeluk Alvin, haish... pikiran gue mesum ihhhh ...."batin Nana sambil melirik ke arah Alvin.
Banyak orang yang menatap kami karena posisi duduk kami bersebelahan dan kepala Alvin bersandar di bahu Nana
"Emangnya gue pikirin, gue bahagia situ yang sengsara merana yeah... paling mereka iri lihat orang ganteng rebahan di bahu gue...he...he," gumam Nana menyikapi tatapan aneh orang orang.
Memang bukan hal aneh lagi bahkan sudah hal biasa bagi Nana dengan tatapan aneh orang orang yang melihat dirinya berjalan bersama Alvin.
"Eh... Bambang...,pulang yuk... dah sore, takutnya kemalaman di jalan," ajak Nana pada Alvin untuk pulang.
"Gue malas pulang Yang, gue masih ingin sejenak berada di sini berdua saja dengan Lo , Bagaimana kalau kita mencari penginapan saja dan malam ini kita menginap di sini, gue pingin lihat dan menikmati sunset dan sunrise bersamamu," usul Alvin yang diikuti gelengan Nana.
" Gila lo ya Vin, nanti dikiranya kita pasangan mesum lagi, belum lagi kalo ayah gue tahu bisa digorok leher gue, masih SMA sudah ngehotel aja, gih buruan pulang ayo bantu gue jalan!" bentak Nana pada Alvin yang memberi usul aneh.
__ADS_1
Dengan perasaan malas Alvin pun menggendong Nana kembali ke motor, Alvin menstater motornya dan menuju ke arah pulang.
Setelah hampir satu setengah jam perjalanan mereka sampai di depan rumah Nana Tapi Alvin tidak berhenti terus melajukan motornya ke arah rumahnya.
"Ehhh.... Buammmbang itu rumah gue dah kelewatan, Lo gak tidur kan? lah... kok jalan terus, mau kemana sih, jangan-jangan Lo mau nyulik gue yah! ucap Nana dengan wajah kesalnya.
Motorpun berhenti di gerbang depan halaman rumah Alvin yang tinggi. setelah memencet bel, gerbang dibuka oleh satpam, Alvin masuk dan memarkirkan motornya. Alvin menggendong Nana Ala bridal style
"Ya Tuhan... eh... kampret, kodok, kucing nakal turunin gue gak! malu, ngapain bawa gue ke rumah Lo, ini juga gendong gaya apaan malu maluin ihhhh....!" sungut Nana dengan muka memerah karena malu.
"Kalau Lo masih cerewet gue cium bibir Lo," Ancam Alvin pada Nana agar tidak banyak bergerak.
Alvin meletakkan Nana di sofa ruang tengah," Tante Nena atau mamah Alvin terkejut melihat Alvin pulang dengan menggendong Nana.
"Kok sudah pulang camping Vin?" katanya selesainya acara besok sore, tanya mamah pada Alvin.
"Lah ini, ada Nana juga toh!" ucap Mamah dengan wajah kaget.
__ADS_1
"Mah... Nana jatuh, kakinya terkilir dan tangannya terluka, Alvin berinisiatif mau memeriksakan Nana dan mengantar pulang.
Lah tadi... Alvin kepikiran merawat Nana, jadi... ya Alvin ajak ke sini." ucap Alvin sambil Mandang wajah mamahnya.
"Maaf Tante... Nana merepotkan Alvin, sebenarnya Nana gak papa Tan, tapi Alvin maksa harus periksa ke klinik, terus anterin pulang, Eh... malah dianternya kesini Tan, padahal tadi Nana dah teriak minta diturunkan di rumah, tapi Alvin gak mau dengar," adu Nana pada Tante Nena.
"Mah... nanti biar Nana tidur di kamar Alvin, biar Alvin tidur di sofa,"
"Eh Vin, gue mau pulang ke rumah aja ya!," pinta Nana dengan wajah memelas.
"Gak, pokoknya malam ini Lo tidur di sini, besok pagi gue anterin pulang," ucap Alvin dengan memaksa.
"Tante gimana nanti nasib Nana, masak anak perawan tidur di rumah bujang, entar digrebek satpam kompleks terus dikawinin gimana?"
"Ya syukur banget kalo digrebek, sekalian nanti gue bawa Lo ke penghulu, dihalalin terus Lo disini terusss sama gue, ucap Alvin dengan wajah tersenyum devil.
"Ya Allah, ... Lo masih waras kan Vin," kesal Nana.
..
__ADS_1