Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
108.


__ADS_3

sementara itu Katrina yang merasa kecewa pada hidupnya, sedang menenangkan diri di sebuah kafe," kenapa gue bisa kalah dengan perempuan yang tidak cantik, apa sisi menarik yang dimiliki perempuan itu sehingga Alvin lebih memilih Perempuan itu? apa kurangnya gue coba?" gerutu Cath lirih.


"Alvin, aku sangat mencintaimu, tapi mengapa kamu tak bisa membalas sedikitpun dengan menyukaiku. rasanya aku tidak ingin hidup lagi." ucap Catrin sambil menangis Bombay.


setelah hampir setengah hari menangis di dalam kafe, Kathryn berjalan keluar dengan gontai dan tanpa sadar dia berjalan menyeberang jalan, karena tidak menengok kanan dan kiri, hingga ia tidak menyadari ada mobil yang berjalan kearahnya. mobil itu langsung mengerem mendadak dan hampir menabrak Catherina.


Caterina terjatuh dengan posisi duduk, sambil menangis,ia jatuh bukan karena tersentuh mobil tapi ia menjatuh diri karena rasa sakitnya hati ditolak Alvin.


Seorang lelaki keluar dari dalam mobil dia hampir memarahi dan memaki perempuan yang menyebrang jalan sembarangan itu, namun dia urungkan karena melihat perempuan itu menangis tersedu-sedu walaupun tidak ada luka di tubuhnya.


...


sementara itu Alvin masih menikmati saat saat menjadi pengantin baru.


Alvin masih memandangi perempuan yang sedari kecil selalu bersamanya, pikirannya seperti sedang memutar kaset rekam jejak kehidupannya dengan Nana. semakin dia mengenang semakin dia mempererat pelukannya.


Ratna Dewi Pambudi," panggilnya pada Nana yang ada di depannya,


"hmm" jawab Nana.


" aku sangat mencintaimu,dari dulu hingga sekarang dan semoga sampai maut memisahkan kita,"Ucap Alvin mencium pucuk kepala Nana.

__ADS_1


"aamiin," jawab Nana singkat padat dan


pendek.


Kamu tahu Na, kenapa aku dulu ingin menikah muda denganmu? karena aku ingin selalu memelukmu, tanpa ada yang kita takutkan.


"tapi sekarang lepasin dulu pelukan kamu, aku ingin ke kamar mandi, kita sudah hampir setengah hari pelukan ," ucap Nana yang berusaha melepaskan pelukan Alvin.


Alvin melepaskan pelukannya dan membiarkan Nana ke kamar mandi.


Setelah mandi besar Nana keluar dari kamar mandi. ia hendak dhuhuran dulu, dan dia berencana cari makan yang enak .


Setelah selesai dengan aktivitasnya, Nana mengganti bajunya, belum selesai mengganti baju Alvin datang dan memeluknya lagi dari belakang.


Alvin membalik tubuh Nana dan mulai kissing dengan sangat lembut di bibir Nana.


" Yang aku mau lagi, "ucap Alvin di telinga Nana, Nana terlihat kaget dan bingung.


" tapi masih sakit rasanya," sahut Nana pelan.


" Aku akan pelan pelan Yang." Jawab Alvin yang sudah tidak sabar.

__ADS_1


mereka berdua kembali bergulat dengan keringat bercucuran.


"terima kasih yang, I lope u," ucapnya sambil tersenyum dan menuju kamar mandi, sedangkan Nana yang kecapekan lebih memilih tidur lagi, dari pada keluar cari makan.


Sore harinya mereka berniat untuk ceck out dari hotel dan kembali ke rumah Alvin yang searah dengan rumah Nana. Rumah yang dahulu sudah ditinggalkan selama lima tahun. Rumah itu tetap terawat, karena ada pembantu yang senantiasa membersihkan.


Alvin dan Nana sudah selesai mengurus administrasi. setelah semua barang masuk ke dalam mobil, Alvin membuka pintu depan mobil dan mempersilahkan Nana masuk mobil. Alvin memutar balik menuju ke pintu kemudi, namun saat berjalan ada seorang perempuan yang memanggilnya.


"Heiii... Kamu Alvin kan, the most wanted di SMA Jati." sapa perempuan cantik dengan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.


"Ya Tuhan, Kenapa bisa ketemu nenek lampir," gumam Alvin.


"Eh... iya, kamu Lily kan?" jawab Alvin.


"Wow... senangnya aku, Lo masih mengingat gue, Lo semakin tampan saja, boleh minta nomor telponmu?" pinta Lily yang berusaha memegang tangan Alvin.


" maaf, gue gak hafal no ponselku, sudah dulu ya, gue mau pulang dulu," ucap Alvin segera meninggalkan Lily.


"Ah... Alvin, calon suami masa depan gue tambah ganteng saja," gumam Lily yang tersenyum karena senang setelah bertahun-tahun baru bertemu lagi dengan Alvin.


"mending lusa gue main ke rumah Alvin saja." gumam Lily senang

__ADS_1


...


__ADS_2