
Nana yang kebelet meminta izin pada Nau mau ke toilet yang ada di luar kafe. dia berjalan agak cepat ke arah toilet, sekilas dia seperti melihat bayangan Alvin, Nana menengok kanan dan kiri berusaha mencari bayangan Alvin, benar saja Alvin nampak sudah bertengger di atas motor miliknya dan menghidupkan mesin, Nana berusaha berlari dan memanggil Alvin, namun Alvin tidak mendengar panggilan Nana dan melajukan motornya.
Nana terlihat ngos-ngosan karena berlari mengejar Alvin, sebenarnya perasaanya kacau tapi karena sudah kebelet dia melanjutkan pergi ke Toilet. "kenapa Lo Vin, kok kayaknya menghindar dari gue." pikir Nana sambil berjalan keluar dari toilet.
Nana langsung kembali ke meja dan melanjutkan makan dan menghabiskan kapucino dalam gelas. "kalau gue makan ginian terus bisa bisa gue gendut, makan dan kue nya enak, pingin nambah terus.
"Nau kamu jangan sering sering traktir gue bahaya, bisa bisa melar badan gue!" celetuk Nana yang masih menghabiskan muffin setelah sebelumnya menghabiskan red Velvet cake.
" tahu gak Nau, gue tuh mikir kalo sekolah di luar negeri apa gak bingung komunikasi yah! emang Nau bisa basa Jerman," tanya Nana tanya polos Nana.
"kalau gue ke sana gak bisa ngomong bahasa sana ya mubadzir lah...ngapain disana mau jadi patung! gue ikut kursus lah Nana, biar bisa caz ciz cuz pake bahasa Jerman," jawab Nau geli dan tersenyum.
Nau Lo pergi ke luar negeri berapa tahun?"
" kurang tahu, paling 4-5 th ,Lo mau nganterin gue ke bandara gak?" tanya Nau.
"lihat dulu kapan waktunya Nau," jawab Nana yang masih sambil memasukan suapan terakhir dari sendoknya.
"Lusa jam tiga sore,"
"gue usahain, kalau bisa gue kesana kalo gak bisa ya maafkan saya, yang hanya mengantar dengan doa dan kata, hati hati ya," senyum Nana mengembang, geli dengan ucapannya sendiri.
__ADS_1
"yuk pulang, dah semakin sore nih," pinta Nana.
"Nanti ke rumah gue bentar ya! mamah pingin ketemu dengan kamu! ucap Nau.
"lah ngapain ketemu gue, kayaknya kami juga gak begitu akrab, hanya beberapa kali ketemu, tapi memang mamah Nau baik banget sih orangnya," sahut Nana.
"kangen sama kecerewetan kamu paling Na," jawab Nau Asal.
"Gihhh... gue tuh dari lahir kalem ya,"balas Nana sambil cengengesan.
"kapan kapan aja ya Nau, gue capek banget hari ini," lanjut Nana.
Sebenarnya Nau merasa bahagia saat bersama Nana. Setiap untaian kalimat yang keluar dari mulut Nana seolah menjadi mantra yang menyihirnya sehingga membuat terlena. Nau dengan sengaja melakukan semua hari ini, karena ingin membuat kenangan dengan Nana sebelum berangkat ke luar negeri.
"yuk masuk" ajak Nau
"tapi bentar aja ya," pinta Nana.
Nau masuk kedalam rumah dan menggandeng tangan Nana, Nanapun terkejut melihat perlakuan Nau dan berusaha melepaskan tangannya.
"Selamat Sore Tante!" sapa Nana pada Tante Lina yang sedang duduk melihat TV. Nana tidak lupa mencium tangan Tante Lina sebagai bentuk penghormatan terhadap orang yang lebih tua.
__ADS_1
"Eh... Nana.. sini duduk dekat Tante, Na... gimana kabarnya nih! Tante kangen banget sama Nana loh, kok jarang main ke sini sih, ucap Tante Lina.
mereka berbincang dengan akrabnya, seolah melupakan kalau ada Nau di sebelah Nana.
"Tante Nana pamit pulang dulu, kapan kapan Nana main sini lagi," pamit Nana selepas Maghrib. Sebenarnya Tante Lina ingin menahan lebih lama, tapi karena alasan Nana , dia mengizinkan Nana pulang.
Nau mengantar Nana, namun saat lewat rumah Alvin, Nana minta berhenti.
" Gue turun sini saja, ada perlu sama Alvin, terima kasih atas traktirannya, jangan lupa traktir lagi tapi jangan sering sering." ucap Nana sambil keluar dari mobil.
Setelah Mobil Nau tak terlihat Nana memencet bel gerbang,terlihat pak satpam langsung membuka gerbang dengan tersenyum ke arah Nana dan mempersilahkan masuk, karena pak satpam sudah akrab sahabat dari majikannya itu.
Nana mengetuk pintu rumah Alvin, setelah agak lama menunggu akhirnya pintu terbuka juga, tampak dihadapannya Alvin dengan wajah kusut dan hendak menutup pintu lagi, namun dicegah oleh Nana yang memasukkan kaki ke dalam, untuk mencegah pintu di tutup.
"Mau ngapain Lo kesini! bukannya Lo gak pingin ketemu dan ingin menjauh dari gue, Lo gak pingin sahabatan lagi sama gue, kata Lo gue suruh menjauh, ngapain Lo malah ke sini!" ucap sarkas Alvin wajahnya memerah pada Nana yang bengong mendengar kemarahan dari Alvin.
" Lo gila ya, gue sama sekali gak pernah ngomong seperti yang Lo tuduhkan, sebenarnya ada apa sih, cerita ke gue sekarang! bentak Nana yang bingung dengan sikap Alvin.
tanpa di suruh Nana masuk dan menarik tangan Alvin. tapi Alvin berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Nana.
"Alvin!!! jelaskan semua pada gue!
__ADS_1