Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

Kak... kakak gak tahu sih, Bagaimana fokus sekolah bila saingan Alvin untuk mendapatkan Nana banyak, herannya yang menyukai Nana ganteng-ganteng semua, sebelas dua belas gantengnya dengan Alvin, tapi masih ganteng Alvin sih, jangan jangan ntar tambah si Panji juga," celoteh Alvin



"Aku ingin menapaki masa depan dengan Nana disampingku, sebagai penyemangat, pendorong dan motivator dalam setiap keputusan yang diambil." ucap Alvin melanjutkan pembicaraan tadi.



Kalau perasaan Nana dengan Alvin Bagaimana?" tanya kak Elang



Kalau kakak tanya perasaan Nana, rasanya jungkir balik gak karuan,dan masih gak percaya juga kalo Alvin beneran sayang dan cinta sama Nana yang gak ada cantik cantiknya Kak. Tapi Nana juga menyukai Alvin Kak sebagai sahabat dan sebagai seorang lelaki, jawab Nana sambil tersenyum malu dengan muka bersemu merah.



"Kalian boleh bersahabat, dan pacaran tapi awas aja kalo sampe kebablasan gue sendiri yang akan menghajarmu Alvin," ucap kak Elang dengan penekanan yang dibalas anggukan dan senyum bahagia Alvin




Alvin berjalan ke arah Nana Hendak memeluknya, namun ditahan kak Elang," dilarang pelukan sebelum halal."



"sudahlah ... ayo kakak dan juga Lo Alvin turun, sudah ditungguin sarapan di bawah."



mereka sarapan dengan tenang, rencana nanti sore sehabis ashar mereka akan kembali pulang. jadi masing masing merapikan barang bawaannya.


__ADS_1


Nana mengajak Alvin keluar untuk jalan jalan, karena Alvin baru datang jadi belum sempat berkeliling.



"Bu, nana mau mengajak Alvin jalan jalan ya!" izin Nana pada ibunya yang sedang beres beres dan dijawab dengan anggukan kepala.



di halaman depan ayah dan om Surya sedang bercerita sambil tertawa, entah apa yang dibicarakan. "Ayah .... , Nana dan Alvin keluar jalan dulu ya, oh iya... Panji mana Om, kok gak keliatan? tanya Nana yang dijawab dengan "tidak tahu" oleh om Surya.



Nana dan Alvin berjalan dengan bergandengan tangan,



"Vin... kita rahasiakan ya kalo kita pacaran, gue gak mau dibuli penggemar fanatik lo.bisa bisa nanti gue dibejek-bejek saat sendiri di sekolah. katanya Lo itu milik bersama dan kegantengan lo dinikmati bersama tidak ada yang boleh memonopoli," ucap Nana.




"Ehhh... buambang!!! Lo pingin lihat gue dibully cewek satu sekolah, mereka gak rela kampret tampan macem Lo, pacaran sama Upik Abu kayak gue. lagian kita kan selalu bareng kemana mana." jelas Nana pada Alvin.



tapi entar kalo ada yang naksir lo, gue yang rugi dunk, yang ditakutkan gue itu Lo Na, entar Nana tertarik sama cowok lain, karena gue dah Bucin Ama lo" ucap Alvin.



"gak usah ngomong unfaedah gitu, ntar kalo udah lulus baru kita umumkan kalo kita dah jadian, "tegas Nana tidak menerima penolakan


__ADS_1


"Minggu depan Lo temeni gue ikut turnamen bola voli antar club' se kota A ya!" ajak Alvin pada Nana



"oke, tapi boleh ajak teman teman kita yang lain juga yach,"sahut Nana yang diangguki Alvin.



Eh... kita sampai mana Nih... dari tadi jalan terus sampai gak perhatikan jalan, eh ...itu ada kebun buah strawberry dan bunga masuk yuk! ajak Nana sambil menggandeng tangan Alvin.



Yank... coba stroberi ini, ha..buka mulut Lo!



Eh... izin dulu sama yang punya kebon," sungut Nan



Alvin menemui pemilik kebun dan membeli enam kotak buah stroberi, dua pot bunga Krisan dan dua pot bunga mawar.



Alvin dan Nana kembali ke Villa, semua anggota keluarga sudah lengkap dan tinggal berangkat pulang.





__ADS_1



__ADS_2