
thanks banyak banyak bagi yang kasih koment, like, fav, ataupun sekedar buka dan baca.
* aku suka menulis, Namun tulisanku belumlah sempurna,masih perlu banyak perbaikan kanan,kiri, depan, belakang, atas, bawah juga 😁, jadi Thor izinkan pembaca untuk memberikan masukan, saran dll untuk menjadi lebih baik lagi!*
#########
Alvin masih memeluk Nana dengan erat.
"biarkanlah sebentar aku menikmati rasa nyaman, dan bahagia. seandainya setiap tidur bisa memelukmu seperti ini alangkah bahagianya diriku,"ucap Alvin berbisik pada telinga Nana.
"Emang... aku kayak guling ya! sengit Nana sambil berusaha melepaskan pelukan Alvin namun Alvin masih tidak mau melepaskan pelukannya.
"Eh kampret tubuh gue 48 kg, apa Lo gak keberatan, gih buruan lepasin gue," pinta Nana
"heh ni anak kenapa sih main peluk aja."
" Jangan kebangetan Lo Vin, gue mau pulang entar dicari emak gue, lepasin gak ... entar gue teriak loh, biar mamah Lo datang," spontan Nana berteriak," Tante. .. Tan... ini loh Alvin mesum, "teriak Nana memanggil mamah Alvin, sontak Alvin membekap mulut Nana.
Alvin melepaskan pelukan dan bekapannya. Dia Duduk di lantai berhadapan dengan Nana, "gak papa kok Lo panggil mamahku, gue seneng malah , paling gue disuruh bawa Lo ke KUA tuk nikahin Lo sekarang juga, gue seneng banget loh Na, ayo... teriak lagi!" perintah Alvin
__ADS_1
"Eh ... kampret kita tuh masih sekulah kelas Dua EsEmAa, entar anak orang mau dikasih makan apa? batu, ish...ish...tak patut,"ucapku pada Alvin sambil menggeleng kepala.
"Kalau masalah itu Lo gak usah khawatir, gue masih bisa kok kasih makan Lo dan anak-anak kita. gue dah mulai merintis usaha sendiri dari awal kelas dua kok Na. Gue buka kounter HP di Mall X." jelas Alvin meyakinkan Nana.
"duh... Gusti Allah... Alvin kesambet setan kebelet kawin apa ya?" gumam Nana tapi terdengar oleh Alvin.
"Sialan Lo Na, gue sungguh sungguh nih! sahut Alvin
"Siapalah gue, pantes gak gue untuk loh, Lo buat gue itu anugrah, lah gue buat Lo.. jangan-jangan musibah," ucap Nana selanjutnya sambil tersenyum manis.
"Lo bukan musibah buat gue, Lo adalah kebahagiaan yang dikirim tuhan untuk gue," jawab Alvin dengan suara mantap.
"Vin, boleh tahu gak apa yang Lo suka dari gue, kalo wajah sudah pasti bukan," tanya Nana
"Gue suka Lo yang apa adanya, yang baik, yang buat gue nyaman dan bahagia, cantik itu relatif Nana, tapi yang buat Gue jatuh cinta sama Lo adalah kecantikan hati Lo," jawab Alvin
__ADS_1
"Na... boleh gak gue peluk Lo lagi! pinta Alvin dengan wajah yang memelas.
"Gak... entar Lo kebablasan," tolak Nana.
Tanpa mereka sadari dibalik pintu ada sepasang telinga yang ikut mendengarkan pembicaraan mereka dengan muka tersenyum mengembang, ya... dia Mamahnya Alvin.
Pertahankan Nana Vin, Mungkin dia tidak cantik lahirnya, tapi cantik hatinya, gumamnya sambil berlalu menjauhi pintu kamar Alvin.
"Buruan mau anterin gue pulang apa gue pulang sendiri,"sungut Nana sambil berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Alvin .
"Tante... Nana pamit pulang,dah malem nih Tan," ucap Nana sambil mencium tangan pada Mama Alvin yang sedang duduk di ruang tengah.
"Iya hati hati, sampaikan terima kasih Tante pada ibumu, oh iya... Alvin biar anterin kamu pulang Na," ucap Mama Alvin.
ternyata Alvin sudah siap mengantar Nana sebelum diminta sama Mamahnya. dia sudah memakai jaket dan membawa kunci motornya.
Alvin keluar dulu Mah... Assalamu'alaikum.
__ADS_1