Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
delapan puluh satu


__ADS_3

Alvin langsung meremas surat itu tanpa membacanya. Nana yang penasaran dengan siapa pengirim surat , mengambil surat yang terjatuh di lantai, dan membaca isi surat. Nana agak terkejut, melihat siapa pengirim surat cinta itu, ya... dia adalah Risma, adek mas Wisnu.


" Eh...buambang, kayaknya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama sama Lo nih," ucap Nana sambil geli melihat tampang Alvin yang sedang manyun. Rita yang di sebelah Nana langsung merebut kertas di tangan Nana dan serius membacanya.


"Risma itu siapa Vin," tanya Rita penasaran.


"Gak tahu," ucap Alvin dengan mengangkat kedua bahunya dan tidak peduli pada apa yang ditanyakan Rita.


"Ya...ya...ya... resiko orang ganteng bin tampan, pasti banyak penggemarnya, jadi yang jadi ceweknya harus siap lahir batin nih menghadapi para pelakor yang bertebaran di mana-mana," sahut Riri sambil melirik ke arah Nana.


mereka berenam bercanda ria sambil menunggu sekolah agak sepi, baru pulang ke rumah masing-masing.


saat sedang asyik bercanda tiba tiba ada tangan yang menggeser posisi Nana agar menjauh dari Alvin.

__ADS_1


"Eh minggir...gue mau duduk sebelah babang Alvin tampan," perintah Lily sambil menggeser Nana agar memberikan tempat untuk duduk. setelah Nana tergeser Lily langsung duduk dan menggandeng tangan Alvin.


"enak saja, datang datang kok main seruduk, macam sapi saja, teriak Rita pada Lily.


"Eh... apaan sih, minggir sana," bentak Alvin pada Lily.


"Eh... ayang Tampan, jangan kasar dhong sama perempuan, gue ini perhatian sama Lo, gue beneran sayang sama Lo, gimana mau gak Lo jadi pacar dan suami masa depan gue," ucap Lily tanpa malu menyatakan perasaannya pada Alvin.


Semua yang ada di sana hanya geleng-geleng kepala. melihat tingkah Lily yang urat malunya sudah putus.


"teman teman ... gue sama Nana pulang duluan, untuk belajar kelompok gue ikut aja," ucap Alvin pamit pada semua.


Alvin berjalan beriringan dengan Nana menuju arah parkiran motor. sementara itu Lily masih kesal dengan Alvin karena cintanya ditolak. "Eh... Rita, siapa pacar Alvin kok gue gak pernah dengar Alvin punya pacar dan gue juga belum pernah melihat Alvin pacaran." tanya Lily yang masih menahan emosinya.

__ADS_1


"Aku aja gak tahu, kalo mau tahu ya Lo tanya saja langsung ke orangnya." balas Rita yang menatap Lily dengan perasaan sebel.


"wajah Nana terlihat biasa saja, kira kira dia cemburu gak ya dengan kejadian tadi," batin Alvin yang masih memandang wajah Nana.


"Ada apa Lo liat wajah gue, ada yang aneh? mau ditatap bagaimanapun, wajah gue juga gak akan berubah jadi bidadari." sungut Nana.


"Lo jangan cemburu ya Yang, yakin deh gue cintanya Sama Lo doang," ucap Alvin sambil menangkupkan tangan ke wajah Nana.


"Iya... gue gak cemburu kok, cuman ada karena gue tahu hati Lo milik gue kan!" mungkin benar kata Riri resiko punya pacar ganteng , ya harus siap dengan pelakor," balas Nana sambil memonyongkan bibirnya.


"itulah Vin salah satu penyebab mengapa aku memilih merahasiakan hubungan kita, bisa jadi rempeyek gue, dibuli penggemar Lo.


"yuk kita pulang saja, ajak Nana pada Alvin

__ADS_1


...


__ADS_2