
#cerita ini murni buah pemikiran thor yang alakadarnya, Thor tidak menjiplak punya tetangga sebelah. tryll and error, tapi banyak errornya 😁😁😁😍😝#
###
"Na... Lo lihat Alvin, kayaknya semalam tidak tidur di kamar kakak deh! kamu tahu tidak?
"sekarang Nana tidak lihat Alvin kak" ucap Nana ( kalau tadi aku lihat dikamar, batin Nana) berkamuflase karena sekarang memang Nana tidak melihat Alvin, yang dilihat kak Elang (aku tidak bohong loh...)
sebenarnya kalau kak Elang jeli dia akan tahu kalo Nana berbohong dengan melihat raut muka gelisah dan ketakutan ditambah wajah yang agak memerah.
"Nana mau kamar mandi dulu kak,"kakak kembalilah ke kamar, nanti Nana ikut bantu cari Alvin!" ucap Nana sambil berjalan dan tidak lupa menutup pintu kamarnya, siapa tahu kak Elang nyelonong masuk.
Setelah sepuluh menit Nana keluar dari kamar mandi dan bergegas menuju kamar untuk melaksanakan sholat.
"Eh kampret tampan, bangun loh, cepetan!! sholat dulu!! itu... dicari kak Elang, waduh...bisa koid gue kalo Lo ketahuan tidur sama gue," ucap Nana dengan penekanan dan menepuk tubuh Alvin.namun Alvin hanya menggeliat sedikit dan berusaha membuka mata yang terasa sulit sekali untuk dibuka.
"huihh... jangan tidur kayak kebo, buruan bangun..., tiba-tiba tangan Nana yang menepuk bahu Alvin ditarik dengan kuat sehingga Nana tubuh Nana terjerembab di atas dada Alvin, langsung Alvin mengunci tubuh Nana dengan pelukan erat.
__ADS_1
Ya.. Allah Gusti!... ngapain lo. jangan mesum ahhh..., belum halal,
"bentar ... Lo diem dulu atau gue lakuin lebih!" ancam Alvin.
Nana akhirnya diam, dia mendengar degub jantung Alvin yang bergerak cepat ibarat laju mobil Lamborghini. sebenarnya Nana merasa senang dengan pelukan itu, tapi belum di halalin jadi takut ntar kebablasan.
"Kalo Lo gak bangun bangun juga,Lo gue tinggal jalan sama Panji."
mendengar kalimat Nana Alvin langsung bangun dan hendak ke kamar mandi.
***
semua keluarga sudah berkumpul di ruang makan ibu dan Tante Naning sibuk memasak di dapur aku dan kak Dewi sibuk menata hidangan di meja. Satu persatu satu anggota keluarga datang tapi dua orang belum Nampak, kak Elang dan Alvin.
Nana pamit dengan mbak Dewi mau memanggil Kak Elang dan Alvin.
Nana Naik ke lantai dua menuju kamar kak Elang, karena pintu kamar tidak tertutup rapat maka Nana bisa mendengar pembicaraan kak Elang.
__ADS_1
Apa yang kau lakukan tadi malam di kamar adikku, suara kak Elang terdengar dengan penekanan, aku yang mendengar itu tiba-tiba gemetar badan ku.
"Kak... Niatan awal Aku cuma mau memandang wajah Nana dengan seksama, memang benar Nana tidak cantik, tapi saat aku bersamanya aku merasakan damai, nyaman dan bahagia. Aku tidak tahu kenapa aku bisa tergila gila dengan Nana, kak. Sungguh aku tidak berbuat lebih, aku tahu batasannya. Nana tidak tahu kalau aku tertidur disebelahnya, dia pikir aku sudah kembali ke kamar, Namun tadi pagi saat bangun Nana kaget melihatku disebelahnya, sedang kakak sudah di depan pintu, Nana takut makanya Nana bohong, ucap Alvin menjelaskan pada Kak Elang.
"Aku yang sedari tadi ada di depan pintu akhirnya memberanikan diri masuk.
"Enak... aja gue gak bohongi kak Elang Vin, gue jujur pas tadi di luar pintu kan gue gak lihat Lo, yang gue lihat kan kak Elang, wlee," jawab Nana.
"Kak Elang ... restuin kami pacaran ya, Aku beneran cinta sama ni Jaenab, aku ingin jagain Nana, kalau boleh pingin gue nikahin sekalian!" pinta Alvin dengan wajah memelas, sambil menunjuk wajah Nana.
"Kalian itu masih SMA, masih panjang perjalananya, jangan sampai nantinya kamu menyesal apalagi nikah saat masih Muda, kenapa tidak Fokus sekolah saja dulu."
"Kak... kakak gak tahu sih, Bagaimana fokus sekolah bila saingan Alvin untuk mendapatkan Nana banyak, herannya yang menyukai Nana ganteng-ganteng semua, sebelas dua belas gantengnya dengan Alvin, tapi masih ganteng Alvin sih, jangan jangan ntar tambah si Panji juga," celoteh Alvin
"Aku ingin menapaki masa depan dengan Nana disampingku, sebagai penyemangat, pendorong dan motivator dalam setiap keputusan yang diambil." ucap Alvin melanjutkan pembicaraan tadi.
Kalau perasaan Nana dengan Alvin Bagaimana?" tanya kak Elang
__ADS_1