Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
Whatttt!!!!!


__ADS_3

Alvin merangkul bahu Nana dan cekrek," Tante memfoto mereka berdua.



"Tante, sini kita foto bertiga! ajak Alvin.


Mereka foto bertiga dengan Nana berada ditengah yang memeluk ibunya.



"Sudah fotonya... sekarang ayo berangkat Vin, ajak Nana.



"Ayo... tuan putri," jawab Alvin sambil membungkuk dan memberikan tangannya kepada seorang putri, tapi Nana berlalu tanpa menanggapi permintaan Alvin.



"Walah...tuan putri tunggu diriku," kalimat Alvin lebay.


"Tante pamit dulu, assalamu'alaikum."



"Aduh... Na tahu gini gue bawa mobil, kalo naik motor ntar tatanan rambutmu rusak, itu loh kaya iklan di tv, rambutnya nanti jadi jegrak berdiri awut awutan," sesal Alvin sambil senyum usil.



"Nggak mau mobil maunya naik odong odong aja, balas Nana kesal.



"Apaan sih... sini helmnya, dah siyap berangkat, gak usah ribet deh, ayok!" ajak Nana." adanya motor ngapain nyari mobil, ntar kalo udah punya sendiri dari usaha sendiri. itu baru patut dibanggakan." celetuk Nana



Nana agak kesulitan membonceng motor karena pakai gaun, tapi bukan Nana namanya kalo gak beda. ternyata dia menggunakan celana panjang, jadi roknya diangkat saat membonceng Alvin.



lima belas menit perjalanan, Nana sudah sampai di depan rumah Nauli. Nana turun dari motor dan membenarkan posisi gaunnya dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Alvin sembari mengembalikan helm.



" Thanks ya Vin, eh... sebentar pinjem kaca spion, mau lihat tatanan rambut gue jadi jegrak gak! ucap Nana sambil nyelonong melewati bawah tangan Alvin yang masih posisi duduk di atas motornya. awas tangan Lo, minggir kan dulu, perintah Nana pada Alvin.



Alvin menyingkirkan tangannya dan membiarkan Nana didepan tubuhnya sedang berkaca dengan spion motor, dasar Alvin dia malah meletakkan tangan kembali ke stang, jadilah Nana terkungkung tubuh Alvin.



"Eh... masih rapi kok rambut gue. loh... Vin... minggirkan tangan Lo. gue mau masuk nih!"



"gue pingin kek gini sebentar, sambil meletakan tangannya mendekap dari belakang pundak Nana. udah Vin malu... lah dilihatin banyak orang, lagian kita belum halal loh, dilarang pegang pegang!!

__ADS_1



" biarin biar mereka tahu kalo Lo milik gue." sahut Alvin



"santai saja, gak akan ada yang rebut sahabat Lo ini, sahut Nana sambil melepaskan tangan Alvin.



"Gue masuk dulu.



------+++++------



"Assalamu'alaikum. Permisi!" Nana masuk ke dalam rumah Nauli yang pagar nya memang dibuka.



"Eh... Nana, sambut Nauli. yok... masuk!! tuh mama ada di sana bareng temen-temennya."



Nauli mengantar Nana menemui mamahnya.




" Terimakasih kasih Nana, atas kedatanganya, doa dan kadonya," ucap Tante Lina dan Nana langsung mencium tangan, kemudian dipeluk oleh Tante Lina.



"Tante seneng sekali kamu bisa datang, karena Nauli tidak punya banyak teman, ayo... silahkan dinikmati hidangannya, Tante mau menemui yang lain," ucap Tante Lina sambil tangannya melambai pada Nauli untuk mendekat.



Nauli langsung mendekat dan menghampiri Mamanya.



"Nau, temani Nana sana! mamah mau menemui yang tamu yang lain, perintah mama pada Nauli.



"iya Mah," jawab Nauli sambil menganggukkan kepala.



"Nau, mamahmu masih cantik banget, padahal sudah punya anak Segede gini," kataku membuka percakapan.



Pantas saja anaknya edisi terbatas begini, lah dari bibit unggul," celetuk Nana pada Nauli.

__ADS_1



Nauli hanya membalas dengan senyum coolnya. Nana mengambil hidangan dan mencari tempat nyaman untuk menikmati.


Nau Lo kelas berapa sih?



"kelas XII."



"kalo Lo kelas berapa Na?"



"gue kelas XI" sahut Nana.



"Wahhh ...sudah kelas duabelas, berarti sementara off yah main volinya, padahal gue tuh suka banget lihat Lo main voli terutama smash Lo yang keras dan menukik, kayak sohib gue tuh yang makan sate bareng kemarin, dia juga jago smash kayak Lo."celoteh Nana.



"Nau ..." panggil seorang gadis cantik, yang kemarin bertemu di Mall.



"Sedang menemani siapa Nau," kata gadis itu sambil menggandeng tangan Nauli dan kulihat Nau merasa risih.



"Nana, kenalin ini saudara sepupu jauh mamah," kata Nau.



Nana," ucapku Sambil mengajak Salaman.



"Almira Puteri," membalas jabat tangan Nana.



"Nau...ini temanmu satu sekolah yah," Almira membuka percakapan.



"Ini bukan teman sekolah Nau, ini ... pacar Nau," jawab Nau dengan muka datarnya.



"Whattt...." Gue yang denger jawaban Nau langsung tersedak, mataku juga melotot, dan Nau yang tadi memang sudah memegang segelas air langsung menyodorkan minumannya padaku.



bersambung.... ke chap berikutnya 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2