
Rumah Panji*
Sementara itu di rumah Om Surya sedang ada diskusi serius antara suami istri itu.
"Mi... keluarga kita sudah sangat dekat dengan keluarga Mayang, bagaimana kalo kita jodohkan saja Panji sama Nana, ucap papinya Panji.
maminya Panji hanya manggut manggut berfikir, "tapi mereka kan masih sekolah SMA, apa gak terlalu cepat, lagian mereka belum tentu mau."
Om Surya dan Tante Naning masih sibuk dengan perdebatanya tentang perjodohan Panji dan Nana. tanpa disadari Panji sudah masuk ke rumah dan mendengarkan apa yang dibicarakan ayah bundanya.
"Ayah... bunda, Panji pulang! sambil mencium tangan mereka. "Ayah dan bunda gak usah repot-repot mencarikan jodoh untuk Panji. Panji bisa cari sendiri, lagipula Panji masih sekolah, sama sekali belum kepikiran untuk berkeluarga,"ucap Panji menolak apa yang tadi diperbincangkan orang tuanya karena tadi Panji sempat mendengar perbincangan mereka.
Panji, maksud Ayah bunda ingin menjalin hubungan kekeluargaan dengan keluarga Adrian Pambudi, mereka adalah orang yang baik. dan ayah juga tahu kalau Nana itu anak yang baik juga.
"Maaf ayah, Panji belum siap, toh seandainya dia jodoh Panji pasti akan dipertemukan bagaimanapun caranya. ibarat harus melewati tujuh gunung, tujuh lautan tapi kalau jodoh pasti ketemu," ucap Panji berusaha meyakinkan ayah bundanya.
Panji berjalan menuju kamarnya. ia merebahkan badannya di spring bed empuk yang ada di kamarnya.
"Nana", gadis yang menyebalkan tapi kenapa hari ini gak masuk sekolah ya? ahhh... ngapain mikirin Nana!" gumam Panji sambil merubah posisi tidurnya.
"Zaman gini dijodohkan emangnya Siti Nurbaya dan Samsul Bahri eh... Datuk Maringgih.
#Rumah Nana#
Setelah kepulangan teman temannya Nana kembali tidur. pagi harinya badan Nana terasa lebih enak dan tidak pusing lagi tapi badannya masih terasa lemes sehingga masih belum diijinkan oleh ibu untuk pergi sekolah.
seperti biasa Alvin mampir dulu ke rumah Nana untuk menjemputnya, tapi karena Nana belum diijinkan masuk sekolah maka tetap di rumah.
__ADS_1
" Yang, Lo masih belum sehat juga? gue gak usah masuk sekolah aja ah, mau di sini nemeni Lo, ucap Alvin sambil duduk di kursi sebelah ranjang Nana.
? yang bener aja Lo vin,
...
"Terus Lo mau ngapain di sini, mau tiduran kayak gue gini...!!gihh... sana pergi sekolah, biar pinter!! seru Nana
"iya Na... pinginnya gue tiduran di sini peluk lo, biar itu sakit bablas karena takut sama gue," sahut Alvin sambil tersenyum.
"Woow... enak aja main peluk, dah sana pergi sekolah ntar telat lagi, apa sengaja mau telat biar dihukum bareng cewek dan ada yang peluk lagi!" terus gue dah sehat cuman butuh istirahat aja.
"Gue pinginnya cuma meluk Lo, lanjut Alvin sambil beranjak mendekat dan cup..., mencium kening Nana, gue sekolah dulu, ntar pulang gue ke sini lagi!
"Lo kalo kayak gini terus, gue bisa baper habis dong Vin, dan semakin jatuh dalam pesona Lo. gumam Nana yang masih bisa di dengar Alvin.
"itu yang gue harapkan," sambil berlalu menjauh menuju halaman rumah Nana, untuk mengambil motor.
" Assalamu'alaikum, Nana! sapa seseorang dari sana.
" maaf ini sapa ya, kok gue gak kenal no ini , tanya Nana balik.
"gue Nauli"
" ohh Nauli, ada apa Nau tumben Lo hub gue?"
"Ntar sore gue mau ke rumah Lo, ada titipan dari Mamah buat Lo,"
__ADS_1
"Ya udah, datang aja, gue di rumah kok!
Sambungan telpon Nauli sudah terputus, Nana melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan jam dua siang.
Nana turun dari tempat tidurnya, dia menuju ke kamar mandi, lengket semua badannya, jadi Nana bermaksud mandi.
Setelah selesai mandi Nana menuju ruang tengah rumahnya. dia menyalakan tv dan menyandarkan badannya di sofa.
"Ah... acaranya membosankan, siang- siang gini dah gosip aja." umpat Nana sambil mematikan TV.
Terdengar bunyi sepeda motor berhenti di halaman, Alvin dan temannya datang lagi!
Nana beranjak ke depan sebelum temannya salam.
"Haiii Nana!!!!" sapa Riri dan Rita yang langsung memeluk Nana.
"Dah sembuh kan Lo, syukurlah, dunia sekolah rasanya sepi na tanpamu, oh iya tadi Panji nanyain lo!" sapa Rita.
"Tumben manusia es tanyain gue, mungkin kangen diusilin gue kali," sahut Nana.
"Ayok masuk! ajak Nana pada temannya
__ADS_1