Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

#Mohon maaf nih sebelumnya ye... sebenarnya Thor dah ngetik naskah, ehhh... belum di save setelah itu naskah lenyap menghilang tanpa jejak akibat terdelet. doakan Thor kuat menyelesaikan kisah ini hu...hu...hu#



***


Alvin masih tetap pada posisinya duduk dengan menyedekapkan kedua tangannya dengan matanya masih menerawang jauh kedepan.



Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam tapi Alvin masih belum bergeming dari tempatnya. Nana terbangun dari tidurnya akibat kebelet pipis yang tidak bisa ditahan lagi, dia tergesa-gesa menuruni tangga menuju ke kamar mandi karena matanya yang masih mengantuk dia menabrak pintu kamar mandi, dia mengusap kepalanya yang sedikit benjol.



setelah beberapa saat ia keluar dari kamar mandi hendak kembali ke kamar tapi ia melihat pintu depan sedikit terbuka, Nana hendak menutup pintu namun terlihat bayangan hitam seorang laki-laki duduk termenung di halaman, Nana pun mengedarkan pandangan dan berjalan mengendap-endap menghampiri laki laki itu, Nana mengangkat tangannya ke atas hendak mengejutkan Alvin.



"dooor... dor ... "



Alvin terlontar karena kaget.



"ngapain lo duduk sendirian malam malam gini, mana dingin gini, kurang kerjaan banget apa! jangan ngelamun juga di tempat sepi dan gelap, ntar yang ada kesambet loh," ucap Nana sambil mendudukkan pantatnya dikursi sebelah Alvin.



Alvin masih diam tak merespon ucapan Nana, hanya tangannya yang bergerak merengkuh bahu Nana ke dalam dekapannya.



"Ada apa sih Vin, kok galau gitu muka Lo, gantengnya jadi berkurang loh," goda Nana.



"gak papa Na, gue cuma lagi berfikir bagaimana nasib cinta gue ke depannya, sekarang aja Lo mau dijodohkan sama Panji dan Panji kayaknya welcome aja dengan perjodohan ini, belum lagi Nauli, Kak Anto, kenapa semakin hari semakin bertambah saingan cinta gue, gue lagi berpikir langkah apa yang mesti gue ambil agar Lo jadi milik gue seutuhnya tanpa gangguan yang lain. kayaknya besok gue mau ketemu ayah Lo deh," jelas Alvin pada Nana yang masih bengong.



" mau ngapain ketemu sama ayah?



" mau meminta izin pacaran sama Lo, kalo perlu lamar Lo sekalian. gimana menurutmu?


__ADS_1


"serah Lo aja, yang penting sekarang ayo masuk udaranya bertambah dingin Vin, entar kalo masuk angin atau sakit, malah Lo gak jadi ketemu ayahku!" ucap Nana membujuk Alvin agar masuk ke villa dengan menggandeng tangan Alvin.



Na gue tidur di kamar Lo boleh gak" tanya Alvin yang masih digandeng tangannya oleh Nana.



Gak... ntar apa kata keluarga gue?



"Gue sumpah gak ngapa-ngapain Lo, paling pelukan doang," bujuk Alvin



"nah entar kalo yang lihat keluarga gue, bisa di bejek bejek gue sama ayah, apalagi kalo ketahuan kak Elang, bisa bisa gue dibunuh, belum Omelan mbak Dewi bisa sampai Berjam jam," gerutu Nana.



"pokoknya gue ikut tidur di kamar Lo satu jam saja, atau entar sebelum subuh gue pindah.



"gak..."




Alvin memeluk Nana dan mengecup kening Nana," Lo adalah milik gue Nana,"


batin Alvin yang masih memeluk Nana.



"Sudah .. pelukannya, sekarang keluar dari kamar gue" ucap Nana.



"Lo tidur dulu, ntar gue pindah,"



"ya sudah gue tidur, ntar Lo beneran pindah loh ya!


"Iya...iya... bawel ah..." gerutu Alvin.


__ADS_1


Nana masuk dalam selimut dan merapikan posisi selimut, Alvinpun ikut naik ke ranjang dan memeluk Nana dari belakang, terdengar bisikan Alvin.



" I love you, Ratna Dewi Pambudi. tidur lah dengan nyenyak,"sambil mengecup puncak kepala Nana.



***


Tok...tok...



"Nana... bangun ...,"teriak kak elang dengan suara keras.



Dalam hitungan Tiga tidak keluar, kakak dobrak pintu nya.


"sa....tu...."



"iya kak, Nana Sudah bangun ni mau ke kamar mandi."



Nana menggeliatkan tubuhnya, terasa berat di pinggang.



"Alviiiiin," pekik Nana tertahan, melihat Alvin disampingnya dengan memeluk pinggang Nana.



Secepat kilat Nana menutup tubuh Alvin dengan selimut dan bergegas keluar.



"Iya kakakku yang tampan, Nana mau ke kamar mandi dulu, sana kak kembali ke kamar!"



"Na... Lo lihat Alvin, kayaknya semalam tidak tidur di kamar kakak deh! kamu tahu tidak?



"sekarang Nana tidak lihat Alvin kak" ucap Nana ( kalau tadi aku lihat dikamar, batin Nana) berkamuflase karena sekarang memang Nana tidak melihat Alvin, yang dilihat kak Elang (aku tidak bohong loh...)

__ADS_1


__ADS_2