Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
40.


__ADS_3

Nana langsung ke kamar dan ganti baju. Nana mengenakan kaos lengan panjang dan celana blue jeans dan tidak lupa sepatu sneakers kesayangannya dan tas selempang.



"Ayok Nau, nanti keburu sore banget," ajak Nana pada Nau.



Mobil Nau sudah sudah keluar dari halaman rumah Nana melaju di jalan raya menuju ke toko buku dengan dipandu oleh Nana. setelah tiga puluh menit mobil Nauli sampai di toko buku. Nana dan Nauli masuk ke toko buku



"Mau cari buku apa Nau?" tanya Nana.



Cari buku latihan ujian Nasional, dua Minggu lagi ujian dimulai, doakan ya Na, biar aku lulus dengan Nilai sempurna!"jelas Nauli.



"Iya Gue doain moga Lo berhasil di UN dengan nilai memuaskan dan dapat melanjutkan ke perguruan tinggi yang diinginkan."



"Setelah lulus mau melanjutkan ke mana Nau?" tanya Nana berikutnya.



"Gue mau ambil management bisnis di Univ Indonesia." jawab Nau.



"Gue ke rak sebelah sini Nau, mau cari komik yah," ucap Nana yang di angguki oleh Nauli.



Sementara itu di lorong buku sebelah ada kak Anto yang juga sedang mencari buku untuk persiapan menghadapi UN. Anto menyusuri Rak buku tidak melihat ke samping.


saat dia balik badan, tubuhnya menubruk sosok yang ada dihadapannya. Anto langsung minta maaf, dan memandang ke arah orang yang ditunbruknya.



"Eh... Na...Nana... Lo gak papa kan?" ucap Anto sambil memegang dagu dan melihat wajah Nana.


__ADS_1


"Gue gak papa kak, eh... Kak Anto lagi cari buku untuk persiapan menghadapi UN juga kak? semoga ujian Nasional berhasil meraih nilai sempurna kak?" balas Nana.



"Anto hanya memandang lurus wajah Nana.


Gue kangen banget sama Lo Na!"batin Anto



"kita ngobrol bentar yuk di pujasera sebelah sana," ajak Anto sambil menunjuk arah pujasera.



"eh... bentar, gue kesini kan nemenin Nauli kak, gue bilang dulu ke dianya, kalo gue tunggu di pujasera sebelah sana."



Nana menemui Nauli yang masih memilih buku dan mengatakan akan menunggu di pujasera sebelah toko buku. Nauli mengiyakan dan melanjutkan memilih buku, sedangkan Nana menghampiri Anto dan mengajak ke puja Sera.



Anto memilih duduk dihadapan Nana, agar bisa puas melihat wajah Nana. kemudian Anto memanggil waiters dan memesan makanan.




"kakak kan tahu sendiri, gue kenal Nau dari pertandingan voli kemarin itu loh, ternyata rumahnya searah dengan rumah gue.



"Ohh...gitu. Na gimana keadaan Lo, dah sembuh beneran? gue sedih banget lihat Lo sakit, dan gue juga kangen banget sama Lo beberapa hari tidak ketemu terus gimana nanti kalo gue dah lulus yah!" gerutu Anto



"Lebay ah...sore sore gini dah dapat receh nih! seru Nana sambil tersenyum.



"mungkin di tempat baru nantinya kakak akan menemukan banyak teman baru yang lebih baik dari gue."



"Yang jelas Lo mau kan, tunggu gue sampe jadi orang sukses, gue akan pinang Lo jadi bini gue." ucap Alvin

__ADS_1



"Ayolah... kak! kita masih sekolah dan bagaimana ke depannya kita tidak akan tahu kan? Persiapkan diri kakak untuk menghadapi ujian seminggu lagi, kalau kita berjodoh pasti akan ketemu juga, sahut Nana.



"gue cinta sama Lo Nana! gue ingin Lo jadi pacar gue, biar semua tahu kalau Lo milik gue, gue seperti orang gila Na, sering senyum sendiri kalo teringat sama Lo, lanjut Anto.



"Kak apa sih yang dilihat dari gue? Kakak tuh ganteng banget loh, gue aja suka lihatnya, tapi kayaknya kita tuh pantes ya berteman aja Kak, kita gak sepantaran deh ntar seperti film the breast and the handsome man gak lucu ah...



"kalo yang dikejar kejar wanita cantik itu wajar..., lah gue rasanya gak ada cantik cantiknya, gak pantes untuk dikejar, yang ada ntar penonton kecewa he...he...he...," ujar Nana sambil terkekeh membayangkan dirinya dan Anto jadi pemain film.



Sementara dari pojok pujasera ada dua pasang mata yang menatap sinis ke arah Nana dan Anto, berapa kali dia memotret mereka berdua dan mengirimkan ke nomor HP lain.



Nauli yang sudah selesai membeli buku menyusul Nana ke pujasera. Nauli melihat Anto duduk di hadapan Nana.



"Hai... Anto, dari mana nih?" sapa Nau sambil menarik kursi di sebelah Nana.



"hai juga... ini membeli buku persiapan UN." jawab Anto singkat.



sementara di pojok pujasera dua orang itu semakin geram, bagaimana bisa gadis jelek begitu, dikelilingi banyak lelaki tampan.



" Sumpah deh, apa sih yang dilihat dari gadis jelek itu, kenapa Anto the most wanted bisa jatuh cinta dan nembak cewek culun itu." bisik salah satu orang.



dan yang lainnya menjawab "paling si centil itu pakai susuk kantil, atau kalau gak pakai ilmu pelet kali"


__ADS_1


__ADS_2