Serumah Dengan Aktor

Serumah Dengan Aktor
Chapter 22


__ADS_3

Jakson terkejut akan penuturan itu, ia sempat terdiam mematung. Gadis yang tadinya berkerumun membukakan jalan untuk Megan menghampirinya. Suasana tampak hening sejenak, penuturan Megan barusan membuat para gadis itu tercengang menatap sepasang kekasih ini.


“Apa kita salah orang ya!” seru salah satu gadis itu.


“Ka.. Kami minta maaf atas sikap kami yang lancang lada pacar anda!” sela salah satu dari mereka yang menghalang jalan Megan.


“Sudahlah, yang pasti kalian tak mengganggu lagi!” jelas Megan dengan tegas kemudian berlalu dari kerumunan itu, membawa Jakson bersamanya dengan masih memegangi tangan Jakson dengan erat.


Mata tertuju pada mereka, Jakson juga tak berani angkat suara dalam situasi ini. Ia hanya menurut, mengikuti Megan yang kerap menggenggam tangannya.


“Apa benar dia bukan Jakson? Tapi dia mirip sekali bukan!” seru gadis itu lagi dengan heran yang kian menatap teman-temannya kemudian menatap lekat pada Megan yang menuntun jalan Jakson dan kerap menjauh dari hadapannya.


“Sudah.. jangan di bahas lagi, jelas saja Jakson tak mungkin ada di tempat seperti ini!” sela salah satu temannya.


Sementara di sisi lain, tepatnya di lantai atas yang satu tingkat dari Jakson dan Megan berada, seseorang tengah menatap lekat mereka. Sosok Karin berdiri di sana dengan belanjaan yang bertengger di tiap jarinya. Jelaslah yang di tatapnya sedari tadi tak lain adalah Megan, sang sahabat tercinta.


“Dia di sini? Hmm.. Sudah tiga bulan aku tak bertemu denganmu, Megan!” ujarnya dengan seringai tipis.


“Apa aku harus bertemu denganmu dulu!”


“Setelah berpisah dengan Devan kau bertemu dengan lelaki lain rupanya, sungguh menarik!”

__ADS_1


*


*


Deg.. deg.. deg..


Jakson kerap berdebar jikala menatap tangannya yang bersentuhan degan tangan Megan. Situasi yang mereka alami ini di luar dugaan. Sungguh tak terpikir olehnya bahwa Megan akan melakukan hal nekat seperti tadi, mengaku di depan para fans bahwa ia adalah kekasihnya. Kalau sampai masalah ini di ketahui publik maka rumit urusannya.


Dengan langkah pasti, mereka menjauh dari kerumunan gadis tadi. Di depannya sudah berdiri Davin yang menunggunya di salah satu toko dengan banyak belanjaan di genggamannya.


Davin terkejut saat mendapati Megan yang menggenggam erat tangan Jakson, jelaslah ia sedikit cemburu atas sikap itu.


“Ada apa ini? Mereka terlihat akrab saja.. tidak seperti sebelumnya!” gumamnya.


“Tidak apa, kalian baik-baik saja kan!” tanya Davin peduli.


“Hmm..” seru Megan dengan anggukan pelan.


“Dia.. Dia baru saja memegangku!” batin Jakson tampak terkejut dengan menatap tangannya yang kian gemetar, sudah dari tadi Megan menggenggam tanganya tapi tak terjadi apa pun padanya.


“Apa aku akan drop di sini? tidak-tidak aku akan baik-baik saja! Ini pertama kalinya aku bersentuhan tangan dengan wanita kecuali mama dan Julia!” sambungnya yang tampak terkejut kemudian menatap lekat sosok Megan yang berbincang singkat dengan Davin.

__ADS_1


“Tapi, bagaimana bisa aku baik-baik saja!” lanjutnya.


Jakson masih terkejut jikala memikirkan tentang phobianya. Selama ini entah sudah berapa kali tubuhnya merespon jika bersentuhan dengan seorang wanita yang bukan lain dari keluarganya.


Jikalau ia mengingat kembali masa dimana dirinya langsung pingsan sehabis bersentuhan atau kulitnya akan merespons dengan bintik-bintik merah seperti alergi. Tapi ini yang pertama baginya, pertama kali dirinya tak mengalami itu semua, tentulah ia terkejut.


Selain dari Jasmine dan Julia tak ada perempuan lain yang pernah menyentuhnya seperti yang di lakukan Megan tadi, bahkan Nadia saja tidak pernah.


“Apa sudah ada kemajuan dengan penyakit ku ini?” jelasnya.


“Hei ada apa denganmu?” seru Davin bertanya pada sosok yang kian terlihat gundah.


“Aku.. Aku baik-baik saja!” jelasnya ragu.


"Benar tak apa?"


"Iyaaa"


To


Be

__ADS_1


Continue


Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.


__ADS_2