Serumah Dengan Aktor

Serumah Dengan Aktor
Chapter 59


__ADS_3

Di atas panggung pula, Jakson mulai menatap lautan penggemar yang membentang luas di sekitarnya. Tapi tatapannya ingin ia tujukan pada Megan. Di carinya Megan di barisan depan, dan benar saja ia melihatnya.


Bukan hanya Megan, Jakson juga melihat sang ibunda tersayang di sana. Tampak ia tercengang, bertanya-tanya ada apa di sana, lantaran yang di tatapnya sekarang terlihat jelas bahwa Megan sedang adu mulut, entah apa yang terjadi.


Jakson berusaha tak menghiraukan, berusaha menatap sudut lain dengan tersenyum lebar melambai ke segala arah menyapa penggemarnya, walau ia masih penasaran akan Megan di sana.


Para fans yang mendengar penuturan Megan sebelumnya tercengang dan saling menatap heran kemudian tertawa lepas terbahak-bahak.


“Apa? Apa tidak salah? Dia.. ibu Jakson? Kalau begitu aku juga ingin jadi ibu Jakson!” sahut fans itu lagi yang meremehkan, kemudian tertawa sejadi-jadinya.


Jasmine yang mendengarnya hanya terdiam kemudian tertawa kecut menahan emosi. Jelas sekali situasi Megan sedang terpojok karena membelanya. Tapi ia sengaja tak angkat suara, tak ingin berurusan atau mengungkap identitasnya yang sudah pasti di tertawakan lagi.


Jasmine bukan satu dua kali mengalami hal seperti ini, di remehkan oleh fans anaknya sendiri. Ia sudah lelah jika harus melakukannya lagi, tapi karena situasinya sekarang, ia ingin angkat suara dan membela Megan.


Sebelumnya ia merasa emosi karena perkataan fans itu yang menyinggung hati, tapi sekarang tidak lagi, lantaran amarahnya berubah jadi rasa haru. Ia bangga dan senang karena Megan membelanya sekarang ini.


“Apa kalian percaya dengan ibu dan anak ini? Jika Jakson memang anak ibu itu, bukan kah Jakson juga saudara mu!” sela fans itu lagi.


“Kalian ini sama saja.. Sukanya mengaku sembarangan!” decak salah satu fans yang terdengar kesal.

__ADS_1


“Kalian.. Aku bukan anaknya aku..” ujar Megan yang kian emosi kehabisan kata.


“Istriku.. Apa yang kau lakukan di sini!” suara tegas terdengar yang menghentikan ketegangan.


Sosok pria dingin dan dermawan bergabung di sana bersama seorang pria berkacamata lengkap dengan dasi dan setelan jas berwarna hitam. Sontak mata dan perhatian tertuju untuknya, kecuali Jasmine. Ia terkejut hebat mendengar suara itu, lantaran suara itu tak lain adalah milik suaminya, Jonatan.


“Ke kenapa dia ada di sini?” batin Jasmine tertegun membeku.


Bukannya Jasmine merespon atau menatap suaminya, ia malah siap berlalu. Diraihnya tas kemudian mengendap-endap ingin kabur. Tapi belum sempat ia beranjak dari sana, suaminya sudah menghalang jalan. Jelaslah Jasmine kian takut, tak berani menatap suaminya ini, lantaran kebohongannya sudah terungkap.


“Mau ke mana kamu!” jelas Jonatan menatap tajam.


“Apa? Seharusnya aku yang bertanya begitu?”


“Ikut dengan ku!” sambung Jonatan kemudian menyeret Jasmine bersamanya karena tak suka jadi bahan perhatian.


Megan yang melihat mereka juga terkejut, ia tidak tau siapa gerangan pria itu yang langsung saja menyeret Jasmine. Bahkan Megan tidak mendengar jelas percakapan Jasmine dan Jonatan barusan karena suara bising dari penonton yang kian riuh melihat Jakson di atas panggung.


“Ada apa dengan tante?” gumanya kemudian mengikuti, takut jika Jasmine di lukai oleh lelaki itu yang tampak sangar.

__ADS_1


“Bu bukan kah dia Jonatan dari J grup?” ujar salah satu fans memastikan apa yang di lihatnya tadi.


“Di dia ayahnya Jakson bukan? Ka kalau begitu wanita itu yang mengaku ibu Jakson..” sambung temannya tak percaya.


Di salah satu ruangan yang sunyi, Megan menatap Jasmine dan Jonatan di sana. Tatapan Jasmine yang ketakutan, dan Jonatan yang masih setia menatap sinis istrinya sedari tadi sukses membuat Megan ikut campur. Dengan sigap tanpa kata, sebelum Jonatan agkat bicara, Megan berlari dan berhenti tepat di antara Jasmine dan Jonatan.


“Siapa Anda, jangan berani menyakitinya!” ujar Megan tanpa basa-basi yang di tujukan untuk Jonatan.


Jelaslah Jonatan membulatkan mata terkejut melihat Megan yang sedang melindungi Jasmine sekarang.


“Tante tidak apa kan? Apa lelaki ini menyakiti tante?” tanya Megan yang kian panik memeriksa Jasmine dari atas ke bawah.


"A aku.." balasnya yang gelagapan, Jasmine hanya tersenyum kecut lantaran tatapan suaminya terus saja mengintimidasi.


To


Be


Continue

__ADS_1


Jika terdapat kesamaan nama, tokoh, karakter,dan tempat saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.


__ADS_2