
“Lihat, kita sudah datang jauh-jauh tapi dia mengusir kita!” ujar Megan sedikit kesal.
Mendengar suara itu Jakson terbelalak, ia bangun dari tidurnya sesigap mungkin lalu mencari sosok yang di nantinya itu. Tapi, pucuk di cinta ulan tak tiba. Bukannya bertemu Megan, pandangannya malah di cegal seorang wanita asing yang antusias kegirangan.
Jakson terkejut, wanita asing ini begitu dekat dalam pandangannya, seolah wanita itu sedang mengamati setiap ukiran wajahnya yang entah ada apa gerangan.
“Je, Jekky!” gumam Jessy yang tertahan karena perasaannya sekarang seakan ingin meledak dalam pandangan Jakson.
“Si siapa kau?” pertanyaan itu terlontar tak karuan dari bibir merah jambu Jakson.
Bagaimana tidak, orang yang di tunggunya tak terlihat melainkan orang asing yang langsung saja menyebutnya Jekky, padahal nama itu hanya ia dengar jika di panggung.
“Jessy.. jaga sikap mu!” seru Megan kemudian meraih sosok itu, memundurkannya sedikit dari hadapan Jakson karena menghalangi pandangan.
“Baiklah-baiklah, aku akan jaga sikap!” bisik Jessy walau terasa bergema.
Jakson menatap lekas sosok Megan. Sungguh, sosok inilah yang dinantinya, setidaknya untuk mengobati kegelisahan yang tak tau penyebabnya ini.
“Kau, ternyata datang!” ujar Jakson tak percaya.
“Aku yang membujuknya, kau tau bagaimana aku berlutut memohon untuk bertemu denganmu!” sela Jessy.
“Be begitu!” entah perasaan tak enak apa yang Jakson rasakan kala mendengar seruan Jessy, yang jelas ia tak suka.
Jakson kembali menatap Megan, mengisyaratkan pertanyaan siapa wanita ini.
“A.. Dia? Dia Jessy, teman kuliahku sekaligus penggemarmu!” jelas Megan.
__ADS_1
“Pe penggemar!”
“Ya.. Aku penggemar yang bicara dengan oppa di telepon tadi!” ujar Jessy makin kegirangan.
“Kalau begitu terima kasih sudah membawa dia, kau telah menepati janji!” bisik Jakson.
“Tentu saja, apa pun akan kulakukan demi melihat oppa!” Jessy kembali kegirangan hingga urat malunya pun serasa sudah terputus, padahal sebelum datang kemari ia sudah berjanji pada Megan akan jaga sikap, bersikap elegan dan tidak banyak bicara tapi yang terlihat sekarang sangat berbeda.
“Btw.. oppa tidak apa kan? Pasti sangat bosan di sini terus!” seketika Jessy kembali angkat suara membuat Megan dan Davin makin merasa malu, tentu ini juga bukan salah Jessy melainkan Megan sendiri karena memberi tahukan keadaan Jakson, hingga rasa khawatir Jessy sebagai fans memuncak tak karuan pula.
“Jessy, dia akan tambah sakit jika kau berisik di sampingnya!” Davin mulai tak tahan melihat tingkah Jessy di sana.
“Aku kan hanya ingin berbicara dengan oppa! Kapan lagi aku bisa bertemu dengannya, kan oppa!” tutur Jessy membela diri dengan wajah memelas ditambah bertingkah imut saat melihat Jakson.
“I iya..!” Jakson hanya mengiyakan, walau sedikit canggung dan tak paham akan sikap Jessy ini.
“Kau membeli itu untukku?” tanya Jakson mulai kegirangan.
“Ini memang untuk mu, tapi Jessy yang membelinya!” jelas Megan yang seketika membuat Jakson tak jadi kegirangan, malah melirik kecut pada Jessy yang masih saja tersenyum-senyum melihatnya.
“Oppa suka!” ujar Jessy.
“Hhmm.. Terima kasih!” Jakson tak bisa mengelak atas kebaikan yang juga tak bisa ia tolak.
Jim dan Davin hanya mengamati dari sofa tempat mereka duduk.
“Tapi, benarkan Nadia dan Sam tak akan datang jam segini?” ujar Davin dengan nada pelan takut jika Megan mendengarnya, karena sebelum datang kemari Davin sudah lebih dulu menelpon Jim.
__ADS_1
“Tentu saja!”
“Apa Jakson tau perdebatan Nadia dan Megan!”
“Tidak! Sekarang ini tidak baik bagi Jakson untuk tau soal itu! Aku juga tidak ingin jika Megan dan Nadia semakin jauh, tapi aku tidak tau ada apa dengan Nadia hingga mengatakan hal buruk pada Megan!”
“Aku bisa mengerti mengapa Nadia melakukan itu!”
“Maksudmu? kau tau penyebabnya padahal aku yang temannya pun tak bisa mengerti!” jelas Jim sedikit kecewa.
Di lihat dari pandangan mana pun, Jim tak sadar akan sikap Nadia. Padahal Davin sudah tau semenjak masih tinggal seatap dengan mereka.
“Apa Jim dan Sam belum sadar jika Nadia menyukai Jakson!” batin Davin.
“Jelas sekali, Nadia terusik akan kedatangan Megan! Apalagi saat Jakson selalu lebih peduli pada Megan!”
“Tapi.. Bukan hanya dia aku juga..”
“Saat ini sudah jelas kalau Megan menyukai Jakson, begitu pun Jakson sendiri! Apa mereka tidak sadar!”
To
Be
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
__ADS_1