
“Lu, Lupakan saja! Enteng sekali bicaranya! Jelas dia yang mulai mengatakan hal itu, lalu memegang tanganku! Mana mungkin bisa ku lupakan begitu saja!” batin Jakson kesal seraya menatap lekat tangannya mengingat genggaman Megan di sana kemudian kembali menatap luar jendela mencari hiburan.
“Hmm.. Bagaimana ini, aku bersikap sembarang pada Jakson, kalau tadi ada paparazi atau reporter bisa gawat, dan lagi.. dia benar tidak marah kan akan tindakan ku itu! kau sungguh ceroboh, Megan!” batin Megan pula yang gundah jikala mengingat kejadian tadi.
Megan berpikir terlalu jauh, takut dirinya menimbulkan masalah pada Jakson nantinya. Ia juga tau diri, ia mengaku salah saat tak mempercayai bahwa Jakson adalah orang terkenal. Dan lagi, sungguh takdir tak terduga bahwa sekarang ia tinggal serumah dengan aktor terkenal ini.
Megan mengingat kejadian makan tadi, sikap Jakson mengingatkannya pada Devan. Pikirannya juga kian kembali menyusuri masa lalu, bayangannya terhenti saat mengingat pertengkaran hebatnya dengan Devan di jalan itu tiga bulan lalu.
Meski sudah mengatakan akan melupakan masa lalu kelamnya, tapi masih sangat sulit baginya melupakan Devan. Memang banyak kenangan indah, tapi kenangan itu juga harus di bayar rasa sakit dari pengkhianatan yang lebih kejam lagi.
Mereka tiba di rumah, pak Jojo sang satpam membukakan gerbang untuknya masuk. Tepat di halaman depan, terparkir mobil BMW milik Jakson sendiri. Di sana berdiri sosok Sam dan Nadia yang bersandar pada mobil, sesekali mereka menatap jam tangan yang melilit pergelangannya menunggu sosok yang dinanti.
Sam dan Nadia tidak bisa masuk ke dalam rumah karena melihat kunci digital di sana, menggunakan kata sandi dan hanya di ketahui Jakson sendiri.
“Siapa mereka?” gumam Megan heran menatap mereka dari balik jendela mobil.
Tepat setelah mereka keluar dari mobil, Jakson langsung menghampiri dua sosok yang di rindukannya itu.
“Hei.. Kalian kenapa tidak menghubungi dulu! Kalian juga pulang lebih awal, apa yang terjadi?”
“Apa yang terjadi? Seharusnya aku yang bertanya begitu! Aku di sini karena menghawatirkanmu tau!” ujar Sam.
“Kau tidak menjelaskan sesuatu pada kami akan situasimu, makanya aku dan Nadia langsung pulang!” sambungnya.
__ADS_1
“Hehe, aku minta maaf, kita masuk dulu.. bahas di dalam saja!” seru Jakson mengajak Sam dan Nadia masuk seraya di susul Julia bersama Davin dan Megan.
“Megan sudah sadar? Kapan di sadar?” seru Nadia saat mendapati Megan bergabung di sana.
“Dia sadar saat kalian pergi!”
“Mereka mengenaliku?” gumam Megan heran, ia terkejut siapa gerangan dua sosok ini yang tau akan namanya.
“Kenalkan Mereka temanku! Lebih tepatnya, dia manajerku Sam dan ini Nadia tata busana ku!” seru Jakson memperkenalkan Sam dan Nadia bergantian.
“Na.. Nadia? dia yang kamu maksud waktu itu!” ujar Megan ragu seraya mengingat saat Jasmine bertanya padanya tentang Nadia.
“Hmm..” Angguk Jakson pelan mengiyakan.
*
*
“Apa kau sudah lebih baik?” tanya Nadia yang berusaha mengakrabkan diri dengan Megan.
“Sekarang aku lebih baik, terima kasih sudah peduli padaku!”
“Itu bukan masalah besar! aku juga ingin meminta maaf atas nama Jakson.. Dia sama sekali tidak sengaja menabrakmu malam itu!”
__ADS_1
“I itu, lupakan saja! Aku tidak ingin mempermasalahkannya lagi..”
“Apa kau betah tinggal di sini?”
“Aku juga belum tau, tapi sepertinya kalian orang baik!”
“Aku tidak sebaik yang kau pikirkan! Oh iya apa temanmu itu yang namanya Devan?”
Megan terdiam sejenak, tak di sangka Nadia akan bertanya tentang Devan, dan bagaimana Nadia bisa tau nama itu. Megan menghela nafas menjawabnya dengan tersenyum kaku “Dia bukan Devan, dia Davin teman SMA ku!”
“Tapi.. bagaimana kau bisa tau nama Dev..”
“Kak Megan, malam ini aku tidur di kamarmu mu ya!” sahut Julia dari arah pintu yang menghentikan pembicaraan singkat Nadia dan Megan di sana.
“Bo boleh saja!” ujar Megan tak bisa menolak, mengingat Julia adalah adik dari sang pemilik rumah.
“Kak Nadia juga! Kita tidur bersama malam ini!” perintah Julia yang langsung saja merangkul dua sosok itu yang masih sibuk.
“Aku! baiklah kalau itu maumu” ucap Nadia tak bisa menolak ajakan manja Julia.
To
Be
__ADS_1
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.