
“Jakson!! apa kau sudah siap!!” teriak Sam memberi kode agar sosok yang di panggilnya menyegerakan keberangkatannya.
“Sebentar!!” jelasnya mulai terburu-buru merias dirinya dengan semburan Parfum khas lavender kesukaannya.
Jakson keluar dari sana, ia tampak terburu-buru, ia sempatkan melihat Jim yang masih terbaring nyenyak kemudian mengintip ruangan dimana Megan masih terbaring lemah.
“Jim, rawat gadis itu dengan baik!” bentaknya sebelum meninggalkan ruangan memberi perintah pada sosok yang terlelap menyapa dunia mimpi.
Sampai di dalam mobil, mereka menyegerakan berangkat ke lokasi Suting.
“Apa hari ini ada sesi pemotretan untukku!!” tanya Jakson sambil melihat naskah yang bertumpuk di depannya, perlahan ia meraihnya seraya mendesah lemah sebelum membuka tiap lembaran kertas.
“Ada, setelah istilah, gambarmu akan di ambil bersama Luna!!” jelas Sam ingat akan jadwal dari Jakson, dirinya juga membayangkan sosok Luna yang tak lain adalah artis favoritnya.
“Luna!! Apa kau tak akan cemburu, idolamu berfoto bersamaku!!” seru Jakson menggoda sosok yang tengah serius menjalankan setir mobil dengan tatapan lurus ke depan memperhatikan jalan.
“Cemburu!! Tapi sudahlah, kau penghasil uangku!!” jelasnya dengan seringai tipis melirik Jakson dari pantulan cermin tepat di depannya.
__ADS_1
“Cih, soal uang saja kau tau!!” gerutu Jakson.
“Ehh, scan hari ini!!” saru Nadia yang kerap melongo menatap lembaran kertas di tangannya, mendapati adegan romantis di sana, apa lagi kalau bukan adegan ciuman.
“Ada apa dengan scan hari ini?" tanya Sam kerap penasaran.
“Ini, lihat!! ada adegan Kiss untukmu!” jelas Nadia menyodorkan kertas itu pada Jakson, memperlihatkan letak adegan di sana.
“Bagaimana bisa! Jelas aku sudah memberitahu sutradara dan kru untuk tak menaruh adegan seperti ini!!” gerutunya menolak dan membantah seketika.
“Jelas tidak bisa, kau ingin aku drop di sana!! Sekalipun aku minum obat tetap saja aku tak yakin apa yang terjadi nanti, ini hanya akan mempermalukanku!!” tegas Jakson dengan keputusan bulat menolak.
“Pokoknya tidak ada adegan seperti itu, kalau mereka mau suruh saja cari pengganti ku!!” sambungnya lagi mengambil keputusan bulat.
Seperti inilah sikapnya ketika harus di hadapkan pada hal yang tak ia sukai apalagi bersangkutan dengan phobianya. Selama ini Jakson kerap menjauh dari hal yang akan berdampak pada phobia yang menjadi trauma terberatnya.
Selama ini juga, ia tak pernah bertemu bayak wanita atau bahkan merasa di cintai. Mantan sebelumnya juga meninggalkannya hanya karena masalah tak tahan akan sikap protektifnya, apa lagi kalau tak membatasi diri dari berhubungan intim. Selama ini tak pernah ia merasakan pacaran layaknya sepasang kekasih normal.
__ADS_1
Hal inilah yang membuat Jakson lebih fokus pada kerja dari pada membuang waktu untuk seorang wanita. Dapat dilihat dari siapa saja yang menemaninya sekarang, begitulah cerminan dirinya yang hanya berlandaskan dan bergantung pada sepasang sahabatnya ini, Sam dan Nadia.
“Aku akan meminta sutradara menghilangkan adegan itu!!” seru Sam memberi masukan agar nantinya Jakson tak membatalkan kontrak dengan drama populer ini, jelaslah karena tak mau uangnya menipis.
Suasana agak canggung karena pembahasan itu. Nadia dan Sam tahu betul hal ini bertentangan dengan Jakson, yang tak lain dan bukan lain karena phobia dari sang idola. Selama ini hanya seorang Nadialah wanita yang dapat akrab dengan Jakson si pemilih dan gila kerja ini, selebihnya hanya keluarga dekat saja.
Jakson menatap ke luar jendela, ia mulai membuka pelan kaca mobil, merasakan terpaan angin agar dirinya berpikir jernih. Desahan lemah terus keluar bersama terpaan angin yang menampar pipi mulusnya. Ia memejamkan mata sejenak. Sam dan Nadia bertukar tatap lewat kaca spion, mereka tahu beban pikiran Jakson.
Selama ini mereka kerap membantu Jakson dari phobianya itu, sengaja memperkenalkan beberapa teman wanita padanya, bahkan pernah sekali seorang wanita memeluknya langsung, kala itu Jakson bak orang gila berteriak histeris karena baru saja di lecehkan, sampai sekarang pun tak ada kemajuan pada dirinya atas phobianya itu.
To
Be
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
__ADS_1