Serumah Dengan Aktor

Serumah Dengan Aktor
Chapter 57


__ADS_3

“Kau tidak boleh menggantinya!” tegas Jakson.


“Seharusnya kau merasa bangga dan bahagia, aktor seperti aku mau berfoto denganmu! Di luar sana, orang-orang mengantri untuk berfoto, dan di sini aku yang berfoto dengan mu!” sambungnya yang mulai narsis.


“Bukankah foto itu lebih pantas di jadikan walpaper untuk di kenang!”


Jakson bersandar di sisi pintu menatap Megan yang tampak kecewa akan perbuatan Jakson ini.


“Ka kau memang benar, tapi..”


“Tidak ada tapi, dan tidak ada komentar! Jadikan itu walpaper atau hanya diriku saya yang jadi walpaper di sana!” syarat Jakson dengan seringai tipis.


“Bu bukan begitu aku..”


“Atau kau ingin mengambil foto ku sekarang!” sela Jakson yang tak membiarkan Megan menyelesaikan ucapannya.


“Me mengambil foto mu?” gumam Megan yang tampak lebih heran lagi, pikirnya untuk apa ia mengambil foto Jakson.


Jelas sekali Megan terkejut, wajahnya mulai terlihat gelisah, entah apa yang ada di benaknya sekarang ini. Bisa di bilang situasinya sekarang sangat beruntung. Lantaran Jakson sendiri yang mengatakan ingin di foto, dan bayak orang di luar sana yang ingin melakukan ini.

__ADS_1


Megan terdiam berpikir, “Jika aku mengambil fotonya apa bisa di jual?” batin Megan, ia tidak tau akan di apakan foto Jakson nantinya dan lagi saat ini ia sangat membutuhkan uang.


“Apa yang kau pikirkan!” seru Jakson yang mengejutkan Megan dari lamunannya.


“Ti tidak ada!” jelas Megan terkejut.


“Ka kalau begitu, aku gunakan ini sebagai walapaper, aku pergi dulu!” ujar Megan yang beranjak dari sana, tak ingin berbicara panjang lebar lagi dengan Jakson, entah mengapa setiap kali ia berbicara dengan Jakson, dirinya kerap kehabisan kata dan juga tak berani menatap dan mendekati Jakson walau sebenarnya ia ingin.


Cepat-cepat Megan berlalu, membuka pintu kamar yang tepat di samping kamar Jakson dan memasukinya. Sementara mata Jakson sedari tadi terus tertuju pada Megan hingga Megan tak terlihat lagi di balik pintu itu.


Jakson tersenyum lantaran baru saja menggoda Megan yang membuatnya puas, walau ia masih ingin melakukannya.


Begitu pun dengan Nadia, ia terbaring tepat di sofa. Dan sudah pasti menyimak pembicaraan itu juga.


“Menyebalkan!” decaknya tak suka, kemudian meneguk habis coca-cola yang sedari tadi menemaninya mendengar musik.


*


*

__ADS_1


Tak terasa, hari ini tiba saatnya kemeriahan yang di tunggu-tunggu. Sudah empat hari mereka menginap di sebuah hotel bersama beberapa kru untuk mempersiapkan acara spektakuler dari Jakson tentunya.


Dan sudah empat hari pula suting pertama Jakson untuk drama terbaru musim ini di mulai. Tentu saja Megan dan yang lainnya juga sangat sibuk, sibuk mempersiapkan keperluan Jakson dan lainnya.


Dan saat yang tak di duga terjadi di sana. pemandagan yang tidak pernah Megan lihat sebelumnya. Selama Megan tinggal di rumah besar Jakson, baru kali ini ia melihat Jakson yang begitu cuek dan dingin.


Memang itu bukan hal sepele, tapi sukses membuatnya merasa heran. Lantaran sikap yang di tunjukkan Jakson padanya sangat berbeda saat Jakson berhadapan dengan lawan mainnya atau aktris cantik di dalam drama ini. Padahal banyak wanita cantik yang mendekatinya tapi Jakson sama sekali tak megubris


Megan sadar, bahwa Jakson tampak menghindari para wanita itu. Bahkan tak hanya satu atau dua kali Jakson berbicara kasar pada mereka. Dan setiap kali Megan mengirim tatapan pastilah Jakson selalu membalas dengan senyuman, dan respon itu sungguh sangat berbeda untuk wanita lain. Megan mulai mencari tau, ada apa gerangan atas sikap Jakson ini yang seolah berubah-ubah dan tak bisa ia tebak.


Persiapan demi persiapan mereka lakukan untuk menyambut malam ulang tahun Jakson. Para penggemar sudah memenuhi gedung, walau acara belum di mulai tapi tempat sudah penuh, mereka bersorak menunggu sang bintang hadir.


Sementara di belakang layar, Jakson masih sibuk untuk bersiap. Matanya tampak sudah lelah, lantaran beberapa hari ini tak cukup beristirahat. Tapi lelahnya ini akan terbayar di atas panggung, saat ia bersuka cita dengan para penggemarnya yang setia dan selalu mendukungnya selama ini.


To


Be


Continue

__ADS_1


Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.


__ADS_2