
“Be benarkah yang kau katakan itu!” tutur Jonatan yang masih ragu akan penuturan Jasmine.
Setelah beberapa menit berbicara, Jonatan kerap berpikir dan pada akhirnya menyetujui kepergian Jasmine ke Yogyakarta dengan alasan ingin menjenguk ibunya yang tengah sakit.
Tapi alasan itu hanya alasan tambahan agar Jasmine bisa menghadiri konser ulang tahun Jakson di sana.
Lebih tepatnya 5 hari ke depan, Jakson akan sangat sibuk, lantaran ulang tahunnya semakin dekat. Di Yogyakarta nanti, sebuah konser yang diadakan setiap tahun untuk merayakan ulang tahun dari Jakson, dan kali ini konser itu di adakan di ibu kota kelahiran Jasmine.
Setelah menerima izin dari suaminya, Jasmine sangat senang. Bagaimana tidak, ia berhasil membohongi suaminya itu. Setelah Jasmine meninggalkan ruangan, Jonatan mendapat kabar dari informannya, tentu saja itu mengenai Jakson putranya.
“Konser ya.. Pantas saja Jasmine ingin ke sana!” tuturnya tersenyum kecut, sudah berapa kali ia mendapati istrinya berbohong seperti ini dan ia hanya pura-pura tak tau. Ia juga tau, tau kalau istrinya itu sangat merindukan Jakson.
“Kalau begitu, aku juga akan membuatnya terkejut!” sambungnya dengan seringai tipis, siap merencanakan kejutan untuk istrinya ini.
*
*
Di rumah Jakson pula, Davin kerap mengobrol dengan Megan perihal kepergiannya dari kediaman ini yang tertunda.
__ADS_1
“Apa benar yang di katakan tante tadi?” tanya Davin memperjelas yang di balas anggukan oleh Megan.
Mereka tengah membahas Jakson. Jasmine sudah mengatakan padanya bahwa ulang tahun Jakson sudah dekat. Dan Jasmine meminta agar mereka berdua tetap tinggal di sini, untuk memeriahkan ulang tahun Jakson nantinya.
Mau tidak mau, Megan hanya bisa menuruti permohonan Jasmine itu, sehingga mengundur kepergiannya dengan Davin sampai minggu depan.
Yang jadi beban pikiran mereka sekarang adalah, hadiah apa yang akan mereka berikan untuk Jakson nantinya. Di ruang tamu mereka berkumpul, sebelumnya Sam juga telah di hubungi oleh pihak sutradara mengenai konser tunggal Jakson di Yogyakarta nantinya.
Dan pas sekali, jadwal suting untuk adegan pertama juga akan di lakukan di sana. Tentu saja ini adalah rahasia, bentuk kejutan untuk Jakson nantinya walau sepetinya hal ini juga tidak bisa di sembunyikan lebih lama dari Jakson. Cepat atau lambat dia juga akan menyadarinya.
Sesuai perkataan Jasmine sebelumnya, mereka akan bertemu di Yogyakarta, membawa beragam hadiah untuk Jakson tentunya.
Bayangan itu menghantuinya, jelas sekali bahwa ia masih ingin Megan tinggal di sini, tapi tentu saja juga tak bisa mengganggu gugat keputusan Megan jika pergi bersama Davin nantinya.
“Akkk.. Memikirkan dia akan pergi, mengapa aku tidak rela!” resah Jakson memijat kasar kepalanya.
“Jika dia memang ingin pergi maka aku tak akan ikut campur, ku harap setelah ini aku tidak akan bertemu lagi dengannya! Tapi jika dia kembali, aku jamin tidak akan melepasnya!" tekad Jakson.
Jakson berusaha terlelap, pasrah akan kegundahannya yang masih memikirkan Megan. Entah bagaimana harinya besok, ia harus menghadapinya, walau bagaimana pun keputusan Megan nantinya, ia harus berpisah dengan senyum.
__ADS_1
*
*
Pagi tiba, matahari mulai memanjat naik, bersinar benderang ke segala arah. Sementara penghuni kamar di rumah besar Jakson masih terlelap.
Pelan-pelan Jakson membuka mata, lantaran deringan jam weker kesayangannya terus bergema. Jakson bangun dari tidurnya, sepintas bagai kilat, teringat lagi bahwa Megan akan pergi hari ini. Buru-buru ia beranjak, mencari sosok Megan. Harapnya Megan masih belum pergi sehingga ia masih sempat berpamitan.
Jakson membuka pintu dengan kasar, dan Megan sudah berdiri tepat di depan pintu itu. Jakson terkejut hebat kemudian kembali menutup pintu dengan kasar pula yang membuat Megan terkejut.
"Ada apa ini? kenapa aku masih memikirkannya sampai-sampai berlalusinasi seperti ini!" guman Jakson yang bersandar pada pintu, pikirnya ia sedang berhalusinasi melihat Megan di mana-mana.
To
Be
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
__ADS_1