
Sam berdiri, kemudian meraih tangan Nadia dan menjauh dari sana. Mereka tampak mengobrol di kejauhan, dan sesekali menatap Megan yang terdiam membisu di sana.
Megan tau, tau bahwa dirinya penyebab semua ini. Kalau bukan Jakson yang menolongnya mungkin saja yang terbaring sekarang adalah dirinya. Ia juga sadar, sadar kalau Sam dan Nadia mulai tak suka dengannya, terlihat dari seberapa sering tatapan Sam dan Nadia yang begitu mengintimidasinya.
Sembari mengobrol, Sam kerap menahan Nadia agar tak menghampiri Megan di sana. Sam tau Nadia akan berkata kasar pada Megan dalam situasi sekarang, apalagi Nadia juga sudah termakan emosi. Tapi usaha Sam tak berhasil, Nadia semakin meluap dan sekarang menghampiri Megan di sana yang duduk termenung.
“Megan, kau sadar tidak ini semua terjadi karena mu!” bentak Nadia seketika, membuyarkan pandangan Megan dari rasa gugup dan paniknya.
“A aku..” bibir Megan bergetar menjawabnya, ia juga tak tau harus berekspresi seperti apa di hadapan sahabat Jakson ini.
“Nadia tahan emosi mu!” saran Sam.
“Tidak, hari ini dia harus tau kalau dirinya penyebab dari kesialan Jakson! Sejak dia datang Jakson sudah berubah, dan sekarang lihat.. Bagaimana Jakson melindunginya! Bukankah kau punya Davin yang bisa membantu mu? Kenapa harus Jakson yang terluka!”
“Aku sarankan, sebelum aku berbuat hal yang lebih nekat terhadapmu, lebih baik kau segera pergi! Pergi dari Jakson dan pergi dari kami, karena dari awal kami hanya mengasihanimu!” pinta Nadia menatap sinis.
__ADS_1
Nadia sudah keterlaluan mengatakan semua hal itu, ia bahkan tidak tau mengapa Jakson selalu saja menolong dan membantu Megan selama ini. Yang jelas semakin Jakson dekat dengan Megan semakin ia ingin menjauhkan Megan dari hidup Jakson, dan ini adalah saat yang tepat untuk itu.
Di tambah lagi amarahnya sekarang tengah meluap, kemarin ia sudah memendam rasa ini tapi terluapkan dalam situasi genting sekarang seperti sekarang.
Para dokter dan suster yang ada di sana mendengar semua penuturan Nadia. Cibiran dan cemohan mulai bergosip berpindah bibir. Sesekali para suster yang lewat di sana melirik dan memperhatikan Megan dan Nadia, tapi mereka juga berusaha tak peduli dan tak ikut campur.
Sementara Megan sendiri hanya terdiam mematung, ia merasa bersalah. Yang di katakan Nadia saat ini memang tidak salah, semua karena dirinya, karena dirinya. Tatapan orang-orang yang tengah menyaksikan membuat Megan makin gelisah, perasaannya mulai campur aduk tak bisa ia kontrol sedikit demi sedikit.
Jemarinya bergetar, Megan menundukkan kepala dan juga tak bisa membalas perkataan Nadia yang menyalahkannya. Air matanya mulai membendung, tapi berusaha ia menahan agar tak jatuh. Megan ingin angkat bicara tapi suaranya serasa tertahan dan berat. Tangannya makin bergetar saling berpautan.
Megan juga berpikir untuk segera pergi dari Jakson. Tapi, dalam situasi ini tentu saja ia tak ingin, apalagi Jakson sedang sakit dan itu semua karena menolongnya. Setidaknya ia ingin merawat Jakson, melihat Jakson sembuh total baru menetapkan hati untuk pergi sambil berpamitan.
“Pikirkan baik-baik, ini demi Jakson.. Kau harus segera pergi dari kehidupannya, kalau perlu menghilang lah jauh-jauh!” tambah Nadia yang makin membuat Megan sakit hati.
“Aku, bi bisakah aku pergi setelah Jakson baik-baik saja! A aku janji akan pergi setelah itu, ta tapi untuk saat ini izinkan aku merawatnya, ku kumohon!” pinta Megan, ia tau permintaan ini terlalu berlebihan.
__ADS_1
Walau bagaimana pun ia ingin bersikap egois untuk membalas budi Jakson, semua yang ia lakukan selama ini untuk Jakson tak berarti apa-apa di banding yang di lakukan Jakson untuknya.
“Haa.. Kau sungguh tidak tau malu, bukankah Jakson sudah menolongmu, Jakson bahkan merelakan dirinya terluka untukmu! Setidaknya jangan tampilkan wajah mu lagi di depannya kalau kau memang ingin berterima kasih! Jadi sudah seharusnya kau pergi dari hidup kami, ketenangan kami sudah terganggu karena kehadiranmu!” jelas Nadia dan dengan kesal berlalu dari sana, menahan segala luapan amarahnya sebelum dirinya makin tak bisa ia kendalikan.
“Saat ini.. aku juga tidak bisa membelamu!” tutur Sam kemudian mengikuti Nadia.
“Ta tapi aku ingin bersamanya sampai ia sembuh! Aku hanya ingin merawatnya!” gumam Megan makin sendu.
To
Be
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
__ADS_1