
“Me Megan.. Ta tante tidak apa-apa! Sebaiknya kamu pergi saja!” suruhnya.
“Tidak, bagaimana bisa aku membiarkan tante di sini bersama orang asing, kalau dia melukai tante, apa yang akan ku katakan pada Jakson nanti!” jelas Megan tak mau beranjak dari sana takut jika pria di depannya ini menyakiti Jasmine.
Jasmine hanya tersenyum kecut, entah bagaimana ia harus berekspresi sekarang ini. Ia merasa senang lantaran Megan setia membelanya tapi juga merasa takut jikala Jonatan malah berbuat yang tidak-tidak pada Megan.
Ia mengaku salah sekarang, salah karena tak mengatakan yang sejujurnya pada suaminya ini. Walau bagaimana pun ia telah membohonginya.
“Siapa gadis kecil ini? Berani sekali melawanku demi membelamu!” tutur Jonatan sinis sedingin es.
“Pak.. Tolong jangan sakiti wanita ini! Aku memang tidak berhak ikut campur dalam masalah Anda dengannya, tapi Anda bisa menyelesaikannya dengan damai bukan! Dan lagi.. Anda tidak bisa membawa dia sekarang!” tutur Megan yang tak tau apa pun dan malah ikut campur, pikirnya Jasmine di seret keluar karena masalah hutang dan lainnya.
“Kenapa tidak bisa? Jika aku ingin, aku bisa membawanya ke mana pun!” jelas Jonatan.
“Be begini, di dalam ada konser, ibu ini sudah datang dari jauh untuk menonton konser itu, jadi biarkan dia tetap di sini!” mohon Megan yang hanya di balas tatapan sinis oleh Jonatan.
Jasmine yang sedari tadi di bela hanya menatap lekat pada suaminya seraya mengirim senyum kecut, "Bagaimana ini?" batinya gugup takut jikala Jonatan marah besar sekarang.
Jonatan mendesah kasar, “Sepertinya kamu salah paham di sini!” jelasnya membenarkan.
__ADS_1
“Apanya yang salah paham pak, saya hanya ingin membantu ibu ini!” tutur Megan lagi dengan nada masih sama.
“Saya tau kau membantunya, tapi aku berhak membawanya ke mana pun yang ku mau! Dan siapa kamu ini yang berani menghalangi saya?”
“Sa saya bukan siapa-siapa, ha hanya kenalan saja!” jelas Megan tertunduk dalam, ia tau posisinya, tau dirinya hanya orang luar bagi Jakson dan Jasmine, dan tindakannya sekarang ini sudah berlebihan.
“Bukan siapa-siapa tapi berani sekali di hadapan ku!”
“Su suami ku.. aku akan jelaskan semuanya, tapi tolong jangan persulit wanita muda ini!” seru Jasmine langsung mengambil alih situasi ini.
Megan yang tertunduk langsung angkat kepala, tercengang akan penuturan itu, “Su suami?” ujarnya tak percaya.
“Aaa.. Nak Megan, perkenalkan dia suami tante!” jelas Jasmine memperkenalkan dengan tersenyum kecut.
“Su suami ku.. aku minta maaf untuk segalanya, aku tau kau pasti kecewa sekarang tapi ku mohon jangan bahas itu di sini!" tutur Jasmine.
"Jadi apa yang kau lakukan di sini?” sambungnya bertanya.
“Aku? Kau sendiri apa yang kau lakukan!” Jonatan malah bertanya balik seraya mengirim tatapan elang.
__ADS_1
“I itu.. aku hanya sedang jalan-jalan!” tutur Jasmine memberi alasan padahal Jonatan suaminya sudah tau kedatangannya ini.
“Hanya jalan? Itu saja?” sambungnya bertanya kembali dengan nada yang sama.
Jasmine hanya mengangguk pelan, yang di balas tatapan sama oleh Jonatan. Sementara Megan masih diam melongo mengamati apa yang tengah terjadi ini.
“Ja jadi lelaki ini suaminya tante? Yang berarti dia juga papa Jakson! Dan aku malah..” gumam Megan yang terdiam mematung lantaran masih terkejut akan apa yang di ketahuinya sekarang.
"Ya ampun.. apa yang sudah ku lakukan!" sambungnya kian kesal dan merasa bersalah akan sikapnya barusan pada Jonatan.
"Se sepertinya aku pernah melihatnya? tapi di mana ya?" gumamnya lagi yang tengah mengamati Jonatan sekarang ini, seraya mengingat-ingat di mana gerangan ia pernah melihatnya.
Megan kembali terkejut, lantaran sudah ingat akan salah satu foto di koran. Dalam koran itu terlukiskan tentang Jonatan dan J grup tempat yang ingin di tujunya untuk bekerja.
"J grup? di dia pemilik J grup!" jelas Megan masih terkejut hebat.
To
Be
__ADS_1
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.