Serumah Dengan Aktor

Serumah Dengan Aktor
Chapter 42


__ADS_3

Langkah Jakson terhenti, sungguh tak di duga bahwa Davin sendiri yang mengajukan perkataan itu. Hampir saja ia lupa akan hal itu, padahal Jakson sudah berpikir bahwa Megan akan tinggal lebih lama di sini.


“Di dia akan membawa Megan?” batin Jakson yang serasa tersengal menyisakan rasa sesak di dadanya.


“Ada apa Jakson?” tanya Nadia, ia tau Jakson berhenti karena mendengar tuturan Davin, tapi ia masih bertanya, berusaha membuat Jakson menampakkan ekspresinya.


“Ti tidak ada, aku baik-baik saja! Dan ya.. Kalau kau memang ingin Membawa Megan, bicarakan itu padanya!” Jelas Jakson kemudian berlalu meninggalkan mereka dengan sedikit kaku.


Jakson melangkah dengan sedikit gelisah, harapnya Megan masih ingin tinggal di sini, setidaknya untuk beberapa hari lagi.


“Bagaimana Megan, apa kau setuju ikut denganku? Aku sudah mempersiapkan semuanya, kau bisa tinggal di apartemenku, aku jamin di sana aman!” tanya Davin lagi.


Sekali lagi langkah Jakson terhenti, ia penasaran akan jawaban Megan, akan kah yang di katakan Megan sesuai harapannya atau tidak. Dengan mencari alasan, Jakson mengambil sebingkai foto di atas nakas, ia amati dan kemudian diraba lalu di bersihkan, padahal bingkai itu sangat bersih, entah hal konyol apa yang ia lakukan di sana dengan fotonya itu.


“A apa yang sedang kau lakukan Jakson?” tanya Nadia lagi, tapi kali ini bukan ia saja yang merasa heran menatap Jakson di sana, yang duduk bersamanya juga kian heran melihat Jakson yang tampak konyol.


“Aa.. Jangan pedulikan aku, aku hanya membersihkan foto jelek ini!” jelasnya dengan polos yang tanpa sadar mengatai dirinya jelek, karena foto yang ia bersihkan adalah fotonya sendiri.


Davin hanya menatap heran pada Sam dan Nadia begitu pun sebaliknya. Megan mulai menimbang keputusannya “A aku, mau ikut dengan mu!” setuju Megan.

__ADS_1


Brak..


Tiba-tiba bingkai foto yang di pegang Jakson lepas dari tangannya. Mata kembali tertuju padanya, memancarkan pertanyaan ada apa lagi sekarang. Dengan sigap Jakson mengambil bingkai itu, untung saja tidak rusak, tapi sukses menarik perhatian.


Setelah meletakkan kembali foto itu dengan aman, Jakson tersenyum kaku menatap mereka yang menatapnya, kemudian berlalu dari sana karena merasa malu.


“Apa dia sedang tidak enak badan?” tanya Davin heran menatap Sam dan Nadia yang hanya di balas galengan kepala tanda tidak dari pertanyaan itu.


Davin masih heran tapi ia berusaha tak peduli pada Jakson “Jadi.. besok kau mau ikut denganku!” jelas Davin lagi.


“Besok?” ujar Megan yang di balas anggukan pelan oleh Davin.


“Be begini.. Aku setuju ikut dengan mu, ta tapi.. biskah kita pergi beberapa hari lagi! A aku masih harus berberes-beres!” alasan Megan, dengan sedikit gugup ia mengutarakannya tapi alasan itu tampak tak meyakinkan mereka.


“Aku juga masih harus membereskan beberapa barang!” sambungnya.


*


*

__ADS_1


Megan termenung di kamarnya. Sengaja ia mengundur waktu kepergiannya agar ia masih sempat membalas budi Jakson atas segalanya.


Sementara Jakson sudah temakan kesal jikala mengingat kembali persetujuan Megan yang akan ikut dengan Davin. Pikirannya kian penuh akan bayangan Megan berdua degan Davin di satu rumah, menjalani hari layaknya sepasang suami istri.


“Jadi dia akan pergi besok! Bahkan melupakan janjinya!” gumam Jakson yang masih kesal seraya menatap lekat lampu yang tepat di atasnya, lurus dengan pandangannya.


“Sunggu menyebalkan! Sekarang juga aku akan bertanya padanya!” Jakson kerap beranjak dari bidang empuknya, mencari sosok Megan, meminta kejelasan akan balas budi itu.


Jakson mencari Megan di kamarnya, walau agak canggung tapi ia memberanikan diri untuk menanyakan hal itu yang mengganggunya sedari tadi.


Pintu ia ketuk, perasaannya kian gundah. Perlahan pintu terbuka, menampakkan sosok Megan. Jakson tercengang menatapnya, dari kepala hingga kaki, semuanya membuat Jakson terdiam kaku. Lantaran Megan yang di tatapnya sekarang hanya berbalutkan sehelai handuk dengan rambut basah, tanda bahwa sosok itu baru selesai mandi. Sungguh menawan bagi mata yang memandangnya, terutama Jakson.


Megan terkejut, pikirnya Nadia yang mengetuk pintu dan tanpa pikir panjang ia membukanya. Sadar akan tatapan tajam Jakson yang sedari tadi mengamatinya membuat Megan malu.


“A apa yang kau lihat!” tegas Megan yang langsung menutup pintu segera.


To


Be

__ADS_1


Continue


Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.


__ADS_2