
Krek..
Pintu terbuka, langkah kaki juga kian mendekati Jakson yang terduduk di depan kaca dengan mata terpejam santai. Jakson mendengarnya, kiranya itu adalah Nadia.
Sosok wanita anggun dan dewasa mendekat dengan langkah kaki bergema di setiap langkahnya.
“Jakson, aku kangen padamu!” ujarnya lembut.
“Hmm.. Siapa!” respons Jakson kemudian membuka mata, dan mendapati sosok yang di duganya tepat di depannya yang kian mendekat.
Sosok itu adalah Jesika, seorang model yang akan berfoto bersama Jakson hari ini.
Kedatangannya tak lain adalah menggoda Jakson, sedari dulu ia selalu ingin mengambil hati dan menjadi bagian dari Jakson. Tapi apalah daya Jakson membuat dinding pembatas baginya dengan setiap wanita yang mendekat.
“Pergi dari hadapanku!” ujar Jakson sinis.
“Hei-hei, aku kan ingin menyapa mu saja!” ucapnya mendayu yang perlahan membalikkan kursi putar yang diduduki Jakson.
Jesika kian mendekatkan wajahnya, mungkin ia ingin mencium Jakson. Dan Jakson hanya menatap sinis tak berpaling atau beranjak dari posisinya, ia tau bahwa Jesika tak berani melakukan apa pun padanya, tak lain karena semua orang juga tau bahwa ia paling tidak suka di sentuh.
Rumor mengatakan Jakson tak suka di sentuh atau lebih tepatnya Jakson si gila bersih, padahal ini hanya alasan untuk merahasiakan phobianya dari publik.
Masih pada posisi yang sama, perlahan terdengar dentuman pintu yang terbuka. Di ambang pintu berdiri Megan yang membuat dua sosok itu terkejut menatap heran kearahnya. Megan juga sama terkejutnya mendapati seorang wanita di sana yang seolah sedang bermesraan dengan Jakson.
__ADS_1
“Siapa gadis ini, menggagu saja!” gumam Jesika sinis dengan tatapan mematikan.
“Aakkk.. Ma maaf, aku mengganggu, ka kalian lanjutkan saja!” ujar Megan terbata kemudian langsung menutup pintu.
“Hmm.. Dia peka juga!” gumamnya lagi.
Jakson mendesah, pikirnya Megan sudah salah paham akan apa yang baru saja ia lihat.
“Pergi dari hadapanku!” ujar Jakson sinis, kemudian mendorong Jesika dengan gulungan kertas di tangannya, tak ingin menyentuh Jesika sama sekali.
Jakson berdiri, ia segera menuju pintu dan membukanya lebar-lebar “ke lu ar!” tegasnya.
Jesika yang mendengar itu terkejut, ia serasa di permalukan, baru kali ini ada lelaki yang menolak pesonanya, dan itu adalah aktor pemilih ini.
Saat akan menutup pintu kembali, Jakson melihat Megan yang berjongkok tepat di samping pintu itu.
“Masuk!” seru Jakson pada Megan.
Megan terkejut akan suruhan itu, pikirnya ia akan mendapat petuah tutup mulut akan apa yang di lihatnya tadi. Dengan gugup Megan mengikuti perintah, ia masih mendekap beberapa camilan dan minum dingin.
Megan meletakkan bawahnya di salah satu meja, tepat setelah ia mulai berbalik badan, Jakson sudah berada di sana, menatap sinis padanya yang juga kian mendekat. Tubuh Megan terhalang meja sehingga tak bisa mundur atau menghindar dari Jakson yang perlahan mendekatkan wajahnya.
“A aku tak akan mengatakan kepada siapa pun tentang yang ku lihat tadi, aku berjanji!” ujar Megan gugup setengah mati dengan dentuman jantung kian berdetak, ia seolah tau akan apa yang ingin di sampaikan Jakson padanya.
__ADS_1
“Aku tidak mengatakan apa pun! Tapi kalau kau mau merahasiakannya itu lebih baik!” ujar Jakson menyeringai, dirinya sukses membuat Megan ketakutan.
“Baik.. Aku akan tutup mulut! Ka kalau begitu bisa kau minggir sekarang!” ucap Megan lagi yang ingin agar Jakson segera menjauh darinya.
“Jakson, fotografernya memanggilmu, pemotretan akan dimu..lai!” seru Sam dari ambang pintu menatap heran pada dua sosok yang tampak mesra di sana.
Mendengar itu Megan langsung saja mendorong tubuh Jakson darinya. Kemudian ia mulai gugup akan tatapan Sam.
“Ka kalau begitu aku permisi” ujar Megan langsung keluar.
Sam hanya menatap heran, serasa dirinya tengah memergoki sesuatu antara mereka.
“Apa yang kau lakukan dengannya?” tanya Sam penasaran.
“Tidak ada! ayo..” ujar Jakson seraya berlalu menunaikan panggilan.
To
Be
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
__ADS_1