
Megan masih menatap lekas sepasang suami istri di depannya yang terlihat sedang cekcok menyelesaikan masalah di antara mereka. Setelah mereka selesai, Jasmine mengirim senyum lebar pada Megan yang tengah menatapnya.
“Ikut denganku! Aku sudah siapkan tempat untukmu! Ajak juga anak muda itu!” seru Jonatan yang menatap Megan tengah terdiam.
Tentu saja sesuai permintaan suaminya, Jasmine menyuruh Megan ikut dengannya. Entah apa yang di rencanakan Jonatan padanya, dan Jasmine hanya mengikuti setiap langkah suaminya, hingga akhirnya mereka tiba di salah satu ruangan yang tepatnya satu tingkat di atas para penonton.
Dari arah jendela yang polos, membentang luas lautan penonton di bawahnya. Terlihat jelas pula sosok Jakson di atas panggung. Jasmine terkagum akan apa yang di liatnya ini, begitu pun dengan Megan. Rasa kagum Jasmine hilang seketika, saat menatap tajam suaminya ini, pikirnya suaminya tengah merencanakan sesuatu.
“Apa kau datang kemari untuk melihat putra mu juga?” tanyanya tanpa rasa takut atau ragu, menatap curiga pada suaminya.
“Menurut mu aku ada waktu untuk ini!” tutur Jonatan yang tak mau mengakuinya.
“Terserah kau saja, apa pun alasan mu yang pasti jangan halangi aku untuk melihat putra ku yang satu ini!” jelas Jasmine kemudian kembali menatap lekas sosok anaknya di atas panggung.
Megan hanya terdiam, ia merasa bersalah lantaran baru saja salah paham. Sikapnya itu sungguh tidak sopan, memang tidak di sengaja tapi sukses membuatnya tersulut emosi, dan lagi ia juga belum tau akan hal ini sebelumnya, entah mengapa ia harus ikut campur tanpa pikir panjang dulu.
Megan memberanikan diri mendekati Jonatan yang berdiri di belakang dengan masih menatap sinis padanya.
Ragu-ragu megan mendekat “Sa saya mau minta maaf atas sikap saya yang telah lancang pada Anda!” tuturnya.
“Lupakan saja!” jelas Jonatan ketus.
__ADS_1
“Suami ku..” tegas Jasmine yang seolah bersyarat agar Jonatan lebih lembut dan perhatian pada Megan.
“Se sekali lagi saya meminta maaf atas kelancangan saya!” tutur Megan lagi yang tertunduk dalam, tak berani menatap Jonatan lantaran merasa bersalah akan apa yang sudah ia perbuat, menuduh Jonatan ingin menyakiti Jasmine.
“Aku bilang su..” ujar Jonatan yang tersengal lantaran Jasmine tengah mengirim tatapan elang padanya.
“Maksudku tidak apa! Lupakan saja!” tutur Jonatan yang berubah lembut kemudian membalas tatapan sinis Jasmine.
Megan kembali duduk, menonton penampilan Jakson dari tempatnya sekarang. Tapi Jasmine masih belum puas lantaran ingin mengambil beberapa potret Jakson dari dekat, tapi tak berani meninggalkan tempat karena suaminya terus saja mengawasi dengan pandangannya yang dingin.
Mau tidak mau ia mencari cara agar keinginannya tersampaikan, hingga akhirnya ia mengambil keputusan agar Megan yang mengambil foto Jakson dari jarak dekat. Dengan kata lain, ia menyuruh Megan agar ke sisi panggung dan mengambil beberapa potret Jakson yang tampan dan rupawan.
“Bagaimana? Apa kamu bisa melakukannya?” bisik Jasmine pada Megan.
“Maaf ya, tante merepotkanmu.. tante butuh foto itu untuk di kenang!” tutur Jasmine merasa sedikit bersalah lantaran menyuruh Megan melakukannya karena situasinya sekarang tidak memungkinkan untuk meninggalkan tempat apalagi meninggalkan suaminya.
“Tidak apa tante, kalau begitu aku pergi dulu!” tutur Megan yang mengerti situasi Jasmine sekarang ini.
Perlahan ia beranjak dari sana. Walau tampak canggung ia berpamitan pada Jonatan yang duduk di samping Jasmine, senyuman hanya terkirim untuk kepergiannya.
“Jangan lupa hubungi tante!” pinta Jasmine memberi kode karena barusan ia sudah bertukar nomor dengan Megan.
__ADS_1
“Aku akan mengirim fotonya ketika aku mendapatkannya!” jelas Megan dengan pelan yang kemudian menutup pintu rapat-rapat.
Tinggallah Jasmine dan Jonatan dalam ruangan itu. Tatapan elang tertuju lagi pada Jasmine.
“A apa? Kenapa kau menatap ku begitu?” ujar Jasmine juga membalas tatapan itu.
“Bukankah kau perlu menjelaskan siapa gadis lancang itu!” tuturnya.
“Dia hanya anak muda yang malang! Aku minta padamu ke depannya jangan membuat dia kesulitan, dia termasuk orang terpenting Jakson saat ini!” pinta Jasmine yang malah keceplosan menyebut nama Jakson.
Tatapan Jonatan masih sama, “Apa hubungan wanita itu dengan Jakson!” jelas Jonatan bertanya.
“I itu..”
“Jangan bahas lagi, aku tidak ingin mendengar perihal anak tengik itu!” sela Jonatan dengan nada sama.
“Dan.. Bukankah kau juga harus menjelaskan sesuatu?” ujar Jasmine menatap lekas suaminya dengan seringai, yang di balas tatapan yang sama oleh Jonatan.
To
Be
__ADS_1
Continue
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.