
“Jakson, ada apa?” seru Megan di depan pintu.
Jakson mempertajam pendengarannya, perlahan ia sadar bahwa itu bukan halusinasinya “Me Megan? Ternyata aku tidak berhalusinasi!” gumamnya kemudian kembali membuka pintu.
“A apa? Kenapa kau terkejut melihatku?” tanya Megan yang juga kian merasa heran, pikirnya ada sesuatu di wajahnya yang membuat Jakson ketakutan.
“Ka kau masih di sini?” ujar Jakson gelagapan mencari sosok Davin pula di sudut ruangan.
“Kenapa?”
“Ti tidak, hanya saja.. Bukannya kau akan pergi!”
“Hmm.. Aku akan pergi minggu depan! ya.. Walau aku sudah berkemas sih! Tapi tidak apa kan aku masih di sini sampai minggu depan tiba!” ujar Megan mendesah kasar sebelum menjelaskan keputusan yang sudah ia sepakati dengan Davin sebelumnya.
“Bagus!” kata itu terlontar tanpa sadar dari mulut Jakson.
“Apa? Apanya yang bagus!”
“A tidak.. maksudku keputusanmu sudah bagus! Setidaknya kau masih butuh waktu sampai minggu depan tiba baru pergi!” jelas Jakson gelagapan,
seketika kegundahan dan cemasnya menghilang tanpa jejak walau semalaman ia memikirkan perihal ini.
__ADS_1
Megan masih menatap heran pada Jakson, seolah penuturan itu tidak mampu meyakinkan keheranannya.
“A apa? Mengapa kau menatap ku seperti itu?” tanya Jakson yang kian mengirim tatapan heran pula.
“A aku tidak.. Ah iya, Aku datang ingin mengambil ponsel ku, menurutku kemarin tertinggal di kamarmu!” ujar Megan yang ingat akan kedatangannya menemui Jakson.
“Hmm, tunggu sebentar!” Jakson mendesah kasar kemudian mencari ponsel itu di kamarnya. Pikirnya Megan datang karena hal lain.
“Ini ponsel mu!” sodor Jakson memberikan ponsel itu.
“Dan ya, apa kau masih suka dengan walpaper itu!” Sambungnya bertanya saat ponsel itu sudah di genggam Megan, ia masih tidak suka jika walpaper itu masih saja sama, sengaja ia menyinggung tentang walpaper itu agar kiranya Megan segera menggantinya.
“A.. Walpaper ini! Sepertinya aku masih menyukainya, setidaknya ini kenangan ku yang pahit tentangnya, bukankah ini layak di simpan dan di kenang!” ujarnya tersenyum kecut mengutarakan isi hatinya yang sudah terluka.
Sebelumnya Davin juga sudah mengeluh padanya, mengeluh agar Megan segera mengganti walpaper ponselnya itu. Tapi perkataan Davin belum cukup menggoyahkan Megan untuk melakukannya, dan foto itu masih bertahan jadi walpaper di sana.
“Lucu sekali! Kau ingin mengenang lelaki yang pernah menyakiti mu?” tutur Jakson seolah mengejek Megan.
Megan hanya menatap tajam “Apa dia akan melakukan hal yang sama?” tutur Jakson lagi membalas tatapan Megan yang mulai sayu.
“Kau bisa menyimpannya sebagai kenangan! Tapi.. Kau juga jangan larut akan kenangan ini, yang harus kau lakukan adalah melupakannya, dan fokus pada dirimu sekarang ini!” saran Jakson kemudian meraih ponsel Megan dan menyuruhnya membuka pola ponselnya.
__ADS_1
Jakson mendekat dan perlahan merangkul Megan, mendekatkan wajah mereka sedekat mungkin. Satu tangannya memegang ponsel, ia ingin berselfi bersama Megan, mengambil foto tanpa pemberitahuan atau aba-aba sama sekali.
Ceklek ....
Satu foto pun jadi. Sedari tadi Megan hanya menatap Jakson, dan hasil fotonya juga sama. Dengan ekspresi heran Megan menatap Jakson dalam foto itu, ia terpana akan penuturan Jakson barusan yang terdengar menyentuh baginya. Perasaan hangat dan di pedulikan, perasaan itulah yang sudah jarang ia dapatkan belakangan ini.
Jakson kembali mengutak atik ponsel Megan saat selesai mengambil foto, dan Megan masih mengirim tatapan yang sama.
“A apa yang kamu lakukan?” tanya Megan akhirnya walau tampak masih tercengang.
“Sudah!” jelas Jakson memperlihatkan foto yang baru saja di ambilnya, dan foto itu sudah ia tetapkan sebagai walpaper depan dari ponsel Megan.
“Eh.. Ka kau menggantinya?” ujarnya sedikit terkejut lantaran Jakson sama sekali tak memberi tahu dan langsung mengganti walpaper itu.
“Ta tapi, aku terlihat sangat jelek!” sambungnya memberi komentar atas foto yang di lihatnya.
To
Be
Continue
__ADS_1
Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.