Serumah Dengan Aktor

Serumah Dengan Aktor
Chapter 24


__ADS_3

“Uhuk Uhuk.. Si siapa sih!” tegas Jakson kian penasaran akan sosok yang langsung mengejutkannya seperti ini.


“Kakak!” seru seorang gadis yang langsung saja muncul di depannya kemudian duduk bersebelahan dengan Megan tepat di hadapannya.


“Julia!” seru Megan.


“Anak tengik ini, apa tidak bisa lembut sedikit! Kau membuat ku terkejut!” gerutu Jakson kesakitan akan cap tangan yang menempel di punggungnya barusan.


“Apa yang kamu lakukan di sini? Dan.. bagaimana kau tau ini aku?” tanyanya kesal.


“Di sini ada kak Megan, jadi aku berpikir pasti orang aneh ini adalah kakak!” jelas Julia dengan senyum lugunya.


“Sungguh bermuka dua!” gumam Jakson.


Dirinya kerap kesal jikalau harus berhadapan dengan Julia yang selalu usil padanya. Ya walaupun sudah terbiasa jadi bahan usilannya tapi ia tetap saja tak bisa marah pada adik manjanya ini.


“Aku ini bukan orang aneh ya.. Aku seperti ini juga demi kebaikan ku!” seru Jakson tak mau mengalah.


“Hmm.. Kak Megan, siapa lelaki tampan ini?” tanya Julia seraya menatap imut sosok Davin yang duduk bersebelahan dengan Jakson yang duduk tepat di depannya.


“Apa kau mendengarku bicara juli!” pekik Jakson kesal karena tak di hiraukan.


“Dia? Kenalkan dia Davin, temanku!” seru Megan memperkenalkan.


“Ohh, Davin.. aku Julia adik dari orang aneh ini!” ujarnya ramah memperkenalkan diri yang seolah menyindir Jakson.


“Salam kenal!” balas Davin seraya menjabat tangan Julia di depanya dengan senyum ramahnya.

__ADS_1


“Hei-hei apa bisa bicara dengan benar? Aku bukan orang aneh!” ujar Jakson kesal.


“Tidak!” jelas Julia tak peduli.


Mendengar penuturan itu, Jakson tampak kesal, ia mengepal tangannya erat menahan emosi. Di depan Megan dan Davin ia seolah di permalukan oleh saudari sendiri. Selama ini Julia memang seperti ini, usil dengan Jakson.


Keusilannya hanya untuk Jakson saja, sekedar menghibur diri dari rasa bosan. Ia tak berani jikalau harus berbuat hal yang sama pada kakak pertamanya yang sedingin es kutub.


“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Jakson akhirnya setelah meredam kesalnya.


“Aku hanya jalan-jalan, apa tak boleh?” jawabnya.


“Apa kau tidak bersama mama?” tanyanya lagi, seraya mengingat Jasmine yang biasanya Julia tak pernah berpisah dengannya.


“Aku kabur dari omelan mama! Dia sama sekali tak mengizinkanku membeli mobil!” jelas Julia kesal jikala mengingat pertengkaran kecilnya dengan sang ibunda.


“Kau meremehkanku!”


Megan dan Davin saling menatap canggung, mereka kerap heran akan adu mulut kecil antara saudara ini yang tampak hangat.


“Apa mereka selalu seperti ini!” ucap Davin berbisik pelan, yang entah Megan sadari atau tidak.


“Hmm..” jelas Megan dengan menggeleng kepala pelan, mengirim tatapan bersama senyum kakunya melirik pada dua bersaudara yang tepat di samping dan di depannya.


“Baiklah kita makan dulu.. Kamu pesan sendiri oke!” seru Jakson saat melihat pelayan datang membawakan pesanannya.


“Aku pesan jus jeruk saja mba” jelas Julia saat setelah pelayan itu memberikan pesanan di meja.

__ADS_1


Pelayan itu hanya mengangguk kemudian meninggalkan pelanggannya bermaksud memberikan pelayanan terbaik. Julia kerap sibuk dengan ponselnya, desahan lemah juga kerap mengikuti nafasnya yang seolah sedang dilema.


“Kakak.. Ayah masih berharap padamu!” ujar Julia ragu memulai pembicaraan mengenai Jonatan ayahnya, ia tau Jakson pasti tak ingin membicarakannya.


“Jangan bicara kan itu juli!” selanya, tak ingin membahas masalahnya dengan sang ayah.


“Tapi ayah..”


“Sudah!” tegas Jakson.


“Ba baiklah!” balas Julia mengalah.


Tampak hening suasana di meja itu, bahkan Megan dan Davin tak berani angkat bicara. Mereka pendatang baru, tentu belum kenal dengan Jakson yang baru di kenalnya beberapa hari. Tapi Julia selalu punya cara mencairkan situasi canggung seperti ini, mudah baginya.


“Oh iya, malam ini aku akan menginap di tempat kakak!” serunya dengan merubah raut wajah kian ceria.


“Menginap..”


“Aku sudah memberi tahu mama, dan dia se tu ju!” jelas Julia tak ingin ada penolakan.


“Hmm.. terserah kau saja!” ujar Jakson dengan desahan pasrah di akhir kata.


To


Be


Continue

__ADS_1


Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. Cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.


__ADS_2