Shattering Heart

Shattering Heart
(S3): Extra part 3 : Kisah Anastasia dan Nikolai


__ADS_3

Nikolai membungkuk hormat pada Feodor Chapayev, orang tua Kira untuk memohon permintaan maafnya, karena telah membatalkan pernikahannya dengan Kira. Pada awalnya mereka sangat marah mendengar Nikolai tiba-tiba memutuskan untuk membatalkan pernikahan itu yang tinggal empat hari lagi. Keputusan ini membuat Kira shock dan pingsan. Hal itu membuat Nikolai menjadi merasa bersalah, karena telah melukai hatinya, tapi ia tidak mempunyai pilihan lain selain membatalkannya. Ia sudah membulatkan tekad untuk mengejar dan memperjuangkan cintanya pada Anastasia. Ia tidak ingin seperti ayahnya, Konstsntin yang tidak mampu memperjuangkan cintanya untuk wanita yang dicintainya.


Setelah Nikolai menjelaskan semuanya pada orang tua Kira, akhirnya mereka menerima keputusan Nikolai. Kira masih mengurung dirinya di kamar dan menangis. Sebelum pergi Nikolai memandang ke lantai atas dengan tatapan sedih.’’Selamat tinggal Kira,’’bisik hatinya.


Dengan perasaan lega Nikolai pergi dari kediaman Kira tidak ada lagi beban dihatinya, kareba urusannya dengan keluarga Chapayev telah selesai, sekarang tinggal satu masalah lagi yang harus ia selesaikan, yaitu Anastasia. Nikolai menghirup dalam-dalam udara sampai memenuhi paru-parunya. Ia tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil.


Saat ini Anastasia tengah disibukkan dengan pekerjaannya. Pada saat jam istirahat siang, Anastasia langsung duduk di sudut ruangan melepas rasa lelahnya. Sebenarnya yang membuat ia lelah selama beberapa hari ini adalah hatinya. Hatinya sudah lelah mengharapkan cinta yang tidak mungkin terwujud dan yang menyebabkan ia tidak berkonsentrasi dalam pekerjaannya adalah ia terus mengingat Nikolai akan segera menikah dengan Kira.


Setiap kali memikirkannya hatinya terasa sakit dan ingin sekali menangis, meskipun ia sudah menumpahkan air matanya berliter-liter untuk seorang Nikolai yang tidak mungkin membalas cintanya. ’’Kenapa aku harus jatuh cinta kepadanya?’’tanyanya dalam hati, lalu menghembuskan napas panjang.


Sekarang ini dirinya tengah menjalin hubungan khusus dengan Grigor, teman kerjanya. Usia pacaran mereka baru 2 bulan. Grigor mendekatinya dan mengenggam kedua tangannya.


’’Ayo kamu jangan sedih lagi,’’kata Grigor dengan mata berbinar-binar dan ada semangat menyala dimatanya. Kata-kata Grigor sedikit menghangatkan hatinya, meskipun kata-katanya tidak seberapa. Sariya, sekretaris Nikolai yang sejak dari tadi memperhatikan Anastasia mulai meninggalkan restoran tempat Anastasia bekerja.


Nikolai memasuki ruangan kantornya dan tidak menemukan sekretarisnya. Hatinya sudah merasa kesal, tapi akhirnya rasa kesal itu berangsur-angusr hilang, karena ia teringat kalau Sariya ditugaskan untuk mengawasi Anastasia. Tidak sengaja matanya menangkap sesuatu di meja kerja Sariya sebuah amplop yang disimpan di paling bawah tumpukan kertas.


Pelan-pelan ia menariknya dan membawanya ke ruangannya. Wajah Nikolai memerah dan menegang, karena marah melihat dan Grigor tengah mencium Anastasia, ketika mereka pulang kerja, ia pun melempar foto-foto itu.


‘’Aku harus melakukan sesuatu. Anastasia adalah milikku dan tidak akan kubiarkan pria mana pun menyentuhnya termasuk Grigor."


Nikolai menghabiskan waktunya hanya dengan melamun. Dia ingin mencintainya, memeluknya, menciumnya, membuatnya, seperti yang terjadi dalam mimpinya, dimana kemudian mereka menjadi sepasang kekasih dan belaian Anastasia akan memberikan dunia baginya.


Sariya terkejut melihat ruangannya sedikit berantakan, ada cangkir yang telah pecah menjadi berkeping-keping, lalu ia pun mengerti kenapa ruangan ini berantakan. Ia melihat sebuah foto-foto yang tergeletak di lantai. Sariya menghela napas panjang.’’Rupanya ia telah melihatnya,’’bisik hati Sariya.


"Tuan Nikolai, Anda baik-baik saja?’’tanyanya pelan-pelan.


Sariya terkejut, ketika melihat Nikolai yang tengah menangis. Sariya selama bekerja dengannya belum pernah sekalipun melihat Nikolai menangis dan ia tahu satu-satunya orang yang membuatnya seperti ini adalah Anastasia


"Aku mencintainya, Sariya."


"Saya tahu. Anda memang mencintai Anastasia, itu sudah tidak diragukan lagi."


‘’Tidak seorang pun yang mencintai Anastasia seperti halnya aku."


"Saya juga tahu itu. Anda sudah mencintainya begitu lama."


"Tapi sepertinya Anastasia tidak akan pernah mau mencintaiku. Dia membenciku."


"Saya rasa mungkin sekarang Anastasia sudah tidak benci Anda lagi."


Nikolai segera menatap Sariya setelah menghapus air matanya. "Apa maksudmu?’’


"Maksudku sekarang ini Anastasia kelihatannya tidak membenci Anda lagi. Coba Anda pikirkan saja sendiri, kalau seorang wanita membenci seorang pria, wanita akan menolak kehadiran pria yang dibenci di sisinya, apa lagi diajak dibicara atau pun berada di dekatnya pasti wanita akan langsung mengusirnya dan tidak ingin melihat pria yang dibencinya itu, tapi Anda berbeda, kalau memang Anastasia membenci Anda, Anastasia tidak akan mau diajak bicara oleh Anda ataupun pergi bersama dengan Anda kesuatu tempat. Bukankah dua hari yang lalu Anda mengajaknya makan malam dan Anastasia menyanggupinnya. Pasti kalian bicara banyak bukan? Kalau begitu apa itu ciri-ciri wanita yang sedang membenci seorang pria. Sebaiknya Anda sekarang mengatakan perasaan Anda sebenarnya padanya sebelum semuanya terlambat."


Setelah mengatakan itu Sariya pergi. Nikolai kemudian kembali memikirkan kata-kata Sariya tadi dan dia mengakui kalau perkataannya ada benarnya juga.


Ketika matahari sudah benar-benar tenggelam dan langit sudah diselimuti oleh kegelapan yang membuat langit terang adalah cahaya bulan dan ribuan bintang yang bersinar. Nikolai tengah bersandar pada mobilnya sambil menatap ke arah jendela apartemen Anastasia. Ia berharap dapat melihat sesosoknya. Ia ingin sekali mengatakan semua perasaan kepadanya tidak perduli ia akan menolaknya nanti, meskipun ia masih merasa takut akan penolakannya. Nikolai sudah putus asa.


Sekarang atau sama sekali tidak pikirnya. Ia mulai merasa kedinginan dan tubuhnya mulai menggigil. Nikolai merapatkan mantelnya untuk melindungi dirinya dari dingin. Ia mulai masuk ke halaman apartemen Anastasia, tapi ketika dia sudah melangkah beberapa langkah terdengar suara motor, Nikolai cepat-cepat bersembunyi. Anastasoa turun dari motor Grigor dan selama beberapa menit mereka terlihat akrab berbicara.


Nikolai hanya memperhatikannya dari kejauhan. Grigor mengecup lembut bibir Anastasia. Nikolai begitu marah. Rasanya ia ingin sekali memukul wajahnya, tapi ia berhasil menahan rasa marahnya, karena tidak ada gunanya, jika harus berkelahi dengan Grigor sekarang. ’’Aku akan segera menghapus ciumanmu untuk Anastasia,’’ bisik hatinya.


Rintik-rintik hujan mulai turun. Grigor telah pergi dengan motornya tanpa membuang waktu lagi Nikolai segera menarik lengan Anastasia.


"Nikolai,’’katanya terkejut.


Nikolai menatap Anastasia dengan intens langsung menusuk jiwanya dan ada sinar kemarahan di matanya. Anastasia merasa ketakutan ditatap seperti itu olehnya. Hujan mulai turun dengan deras dan dalam sekejap pakaian mereka telah basah kuyup. Nikolai sudah tidak memperdulikan lagi rasa dinginnya.

__ADS_1


Nikolai kemudian mendorong Anastasia ke tembok dan tangan kirinya ditekankan ke tembok dengan kuat dan tangan satunya lagi dicengkeram dengan kuat oleh Nikolai. Anastasia berusaha melepaskan diri, tapi tenaga Nikolai lebih besar.’’Lepaskan aku !’’


Nikolai tidak mempedulikan permintaan Anastasia


"Aku menicintaimu, Anastasia. Aku mencintaimu sampai membuatku gila."


Anastasia terkejut mendengar perkataan pria yang dihadapannnya sekarang. Di tengah guyuran hujan di malam hari Nikolai menyatakan cinta kepadanya. Ia membuka mulutnya hendak mengatakn sesuatu, tapi bibir Nikolao telah mendarat di bibirnya. Anastasia merasakan kehangatan bibir Nikolai tengah merayapi dirinya. Bibir maskulinnya bergerak dengan ganas, membuka, membelai lidahnya berkali-kali, tanpa sadar Anastasia berjinjit untuk menyesuaikan posisinya.


Anastasia pun menutup matanya dan membalas setiap ciumannya. Nikolai merasa senang ia mendapat respon perlahan-lahan dan ia tersenyum diantara sela-sela ciumannya.


"Menikahlah denganku,’’katanya setelah melepaskan bibirnya dari Anastasia masih dengan napas yang memburu.


Anastasia kembali terkejut. ’’Apa aku tidak salah dengar. Nikolai ingin menikah denganku. Itu tidak mungkin,’’bisik hati Anastasia.


"Kenapa...kenapa kamu ingin menikah denganku?’’


"Itu sudah jelas karena aku mencintaimu."


"Tapi bagaimana dengan tunangan Anda, bukannya kalian sebentar lagi akan menikah?’’


"Aku sudah membatalkan pernikahan itu. Antara aku dan Kira sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Menikahlah denganku, Anastasia. Aku akan membuat hidupmu bahagia setiap hari sepanjang hidupku."


Anastasia menatap mata Nikolai. Ia mencari kebenaran dalam matanya. Matanya terlihat begitu teduh. Anastasia memalingkan wajahnya, ia tidak begitu percaya dengan mudahnya apa yang dikatakan Nikolai tadi.


"Aku tidak bisa menikah dengan Anda?’’


"Apa kau membenciku dan tidak ingin menikah denganku?’’


Nikolai menangkupkan wajah Anastasia di kedua tangannya dan menatapnya menuntut jawaban darinya. Tetes-tetes hujan mengalir diwajahnya yang tampan. Tiba-tiba air mata mengalir diwajah Anastasia. ’’Aku tidak bisa karena aku sekarang sudah memiliki Grigor. Aku tidak mungkin meninggalkan dia sekarang."


"Apa kamu mencintainya?’’


Anastasia menangis terisak-isak, kemudian mengelengkan kepalanya. ’’Jadi kamu tidak mencintainya?’’


Anastasia mengangguk lemah di dalam dekapan tangan Nikolai. ’’Aku mencintaimu."


Tangisan Anastasia semakin keras. ’’Benarkah itu? Kalau kamu mencintaiku?’’


Hati Nikolai bersorak gembira. Sekali lagi Anastasia mengangguk. ’’Jangan menangis cintaku. Kamu telah menumpahkan terlalu banyak air mata untukku. Maafkan aku."


’’Tapi aku tidak bisa menikah denganmu, karena sekarang ada Grigor di sisiku."


Nikolai semakin terlihat kesal dan gemas.


"Kalau kamu tidak mencintainya kenapa kamu ingin bersamanya?’’


"Karena dia sangat baik padaku dan juga mencintaiku."


"Tapi kamu tidak mencintainya dan selamanya kamu tidak akan pernah bisa mencintainya, karena hatimu sudah memilihku l,karena kau mencintaiku . Aku ingin memulai hubungan dari awal lagi denganmu. Lupakan masa lalu dan lupakan Grigor. Aku yakin dia akan dapat mengerti dengan perasaanmu."


"Aku tidak ingin melukai hatinya."


"Kamu akan terus melukai hatinya kalau terus berhubungan dengannya, karena kamu memberikan cinta palsu untuknya."


Nikolao membelai wajahnya. ’’Aku mencintaimu’’, bisik dimulutnya sebelum akhirnya ia kembali mencium Anastasia.


Anastasia menanggapi ciuman itu.

__ADS_1


‘’Aku rasa Grigor belum pernah menciummu seperti itu bukan?"


Wajah Anastasia sedikit memerah, lalu mengelengkan kepala. Nikolai mendorong Anastasia kembali dengan punggung bersandar pada dinding memenjarakan pergelangan tangannya dengan kedua tangannya, kemudian menciumnya dengan penuh gairah.


Anastadia merasa semakin lemah dalam ciuman itu. Nikolai semakin menekankan bibirnya ke bibir Anastasia dan meremas tangan Anastasi dengan kuat dan bibirnya semakin panas ditengah guyuruan hujan. Ciuman itu semakin intim dan lebih dalam. Lidah mereka kembali saling membelai dan bertautan.Tidak perduli derasnya air hujan menghantam tubuh mereka.


Anastasia semakin tidak berdaya dalam ciuman Nikolai. Nikolai melepaskan tangannya dan meletakkan salah satu tangannya dipinggang Anastasia sementara tangan yang satunya lagi merayap ke bawah rok Anastasia membelai-belai pahanya. Bibir Nikolai telah berpindah ke leher, lalu berbisik ditelinga Anastasia dengan lembut. ’’Kamu adalah wanitaku dan aku tidak akan membiarkan pria manapun menyentuhmu, aku akan membunuh siapa saja, jika ada orang yang berusaha menjauhkanmu dariku."


Nikolao memeluk Anastasia dengan erat. ’’Kita pergi dari sini,’’katanya setelah melepaskan pelukannya. Nikolao menarik lengan Anastasia dan masuk ke dalam mobil.


Selama dalam perjalanan masing-masing tenggelam dalam pikirannya. Anastasia masih belum mempercayai kalau Nikolai mencintainya begitu pun juga dengan Nikolai kalau Anastasia memiliki perasaan yang sama dengannya. Ia tidak tahu kemana Nikolai akan membawanya pergi ditengah hujan deras. Ia sudah tidak perduli k emana pria itu akan membawa pergi dirinya. Kemana pun Nikolai membawa pergi dirinya, ia percaya kepadanya.


Akhirnya mobil memasuki sebuah halaman rumah mewah. Anastasiamenyadari kalau ini adalah rumah keluarga Nikolai. Ia sama sekali tidak tahu kenapa Nikolai membawa dirinya ke sini. Nikolai kembali menarik tangan Anastasia, lalu melintasi perkarangan rumah menjauhi rumah utama. Dibalik pepohonan ia melihat sebuah bangunan.


Nikolai segera membuka pintu dan menyuruhnya masuk. Di luar hujan turun semakin deras, tidak ada tanda-tanda untuk segera berhenti. Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan besar yang terdapat perapian terbuat, dindingnya ditutupi oleh rak-rak buku dan di depan perapian ada sofa beludru berwarna coklat. Lantai kayunya ditutupi oleh karpet lembut berwarna krem. Anastasia meleppas mantelnya kulitnya, lalu pergi ke kamar mandi sementara itu Nikolai menyalakan perapian, lalu melepaskan pakaiannya yang basah.


Anastasia segera membersihkan dirinya dengan guyuran air hangat, lalu memakai mantel mandi. Ia kembali keruangan di mana Nikolai berada. Ia begitu terkejut melihat pemandangan di depannya. Nikolai kini setengah telanjang di depan perapian sedang mengeringkan rambutnya yang basah.


Tubuhnya terlihat berkilau tertimpa cahaya api. Ia begitu indah pikir Anastasia. Jantungnya berdebar kencang, ia ingin sekali membelai punggungnya yang kokoh itu. Perlahan-lahan Anastasia masuk dan duduk di samping Nikolai.


Nikolai tersenyum ketika melihat Anastasia telah kembali. ’’Kamu duduk saja di sofa."


"Tidak aku ingin duduk di sini bersamamu. Di sini lebih hangat."


"Terserah kamu saja."


Nikolai kembali memasukkan kayu ke dalam perapian. Api kembali menyala dengan terangnya. Anastasia meluruskan kakinya. Nikolai menelan ludahnya ketika melihat kaki Anastasia yang setengah terbuka, rambut hitamnya yang masih basah tergerai sampai bahu dan terlihat berkilau. Ia tercengang dan tersipu, mencoba untuk menahan hasratnya berusaha menjaga jarak dengan Anastasia, tapi hal itu sia-sia.


Anastasia semakin mendekatinya, ketika ia kembali menoleh ke samping, ia dapat melihat dengan jelas belahan dada Anastasia dibalik mantel mandinya. Anastasia meraih tangan Nikolai dan mereka berdua saling menatap satu sama lain. Di matanya kini Anastasia terlihat sangat mempesona. Perlahan-lahan ia mengangkat tanganya menyentuh dan membelai rambutnya, lalu ke pipinya, lalu ke bibirnya di mana ia sudah berkali-kali membelainya dengan bibir miliknya.


Nikolai kembali melihat ke arah dibalik mantel mandi Maya. Ia tercekat membayangkan tubuh Anastasia di balik mantel mandi itu. Nikolai berusaha mati-matian untuk tidak menyentuhnya, tapi tangannya kembali merasa gatal-gatal ingin sekali menyentuhnya.


Keinginan untuk menyentuhnya sudah begitu kuat dan ia tidak dapat menahannya lagi. Nikolai mengikuti kata hatinya dengan memeluk Anastasia membenamkan wajahnya di lekuk lehernya dan membelai kepalanya. Ia dapat mencium aroma lemon di lehernya. Anastasia hanya terdiam ketika sekali lagi Nikolao mendaratkan ciumannya.


Kali ini ciumannya begitu lembut dan juga memabukkan. Anastasia perlahan-lahan mengikuti gerakan irama bibir Nikolai. Ciuman mereka menjadi semakin intim dan juga sensual. Anastasia mengerak-gerakan tangannya dengan liar di punggung Nikolai yang begitu halus dan hangat dan juga dadanya. Ia ingin menjadi miliknya.


Anastasia telah melupakan segalanya termasuk Grigor ketika berada dalam pelukan Nikolai dan percaya dalam pelukannya.


Nikolai mencium lehernya dan membisikkan kata-kata cinta. ’’Aku mencintaimu. Aku mencintaimu."


"Aku juga sangat mencintaimu,’’jawab Anastasia.


Nikolai kembali mencium bibirnya membuka rongga mulutnya dengan giat sementara tangannya menjelajah liar di tubuh Anastasia. mengistirahatkan tangannya di pinggul, lalu bergerak ke paha mengelus-elus paha putih mulus Anastasia dan menggerakkan tangannya mengikuti lekuk tubuhnya.


Pinggangnya sangat ramping, kulitnya putih mulus, terasa halus, lembut, dan hangat. Anastasia kemudian memejamkan matanya, ketika jari-jari Nikolai mulai menyentuh halus permukaan kewanitaannya. Anastasia mendesis halus perlahan, lalu mendesah. Ia bangkit untuk melepaskan celananya dengan panik, lalu memeluknya dengan erat.


Nikolai tidak tahan lagi dan pergi ke dalam diri Anastasia selembut yang ia bisa. Rasanya hangat dan basah menimbulkan sensasi yang sungguh luar biasa. Anastasia mengerang saat ia perlahan-lahan meluncur ke dalam dirinya. Perlahan Nikolai menggerakkan pinggulnya turun naik. Anastasia juga tidak mau kalah, pinggulnya bergerak turun naik mengimbangi gerakan Nikolai.


Tangan Anastasia mencengkeram erat punggung Nikolai dan tangan Nikolai membelai rambutnya. Sementara itu bibir mereka berdua berpagutan dengan liar. Pagutan, ciuman, gigitan yang disertai erangan, desahan dan rintihan dari Nikolai dan Anastasia saling bersambut. Tubuh Anastasia telah menegang dan Nikolai mengantarnya menuju ke puncak kenikmatan.


Nikolai ambruk di tubuh Anastasia. Kelelahan. Begitu pun juga Anastasia. Mereka berdua bermandikan keringat. Sebelum menjauh, Nikolao mencium kelopak mata, hidung, dan mulut Anastasia, lalu berbaring di sampingnya. Anastasia beristirahat dalam pelukan Nikolai sambil kembali mengatur nafasnya kembali.


Nikolai tidak percaya kalau ia dan Anastasia benar-benar melakukannya. Rasa bahagia menyelimutinya dan memandangnya dengan penuh kasih sayang dan penuh cinta, lalu tersenyum geli. Anastasia tersenyum, lalu menciumnya. Akhirnya mereka berdua tertidur sambil berpelukan.


Matahari mulai muncul dibalik jendela suara burung membangunkan Nikolai dari tidurnya. Ia masih melihat Anastasia tertidur pulas dalam pelukannya, memandangnya dengan wajah bahagia. ’’Selamat pagi sayang!’’


Anastasia menggeliat dan perlahan-lahan membuka matanya. ’’Pagi!’’

__ADS_1


Nikolai memberikan kecupan selamat pagi untuknya. Akhirnya dua bagian jiwa yang terpisah sekarang telah bersatu kembali untuk mencicipi kebahagiaan. [ ]


__ADS_2