
Sekolah dasar di desa Zelenogradsk adalah sebuah gedung bertingkat dua bercat putih dengan atap-atap yang tinggi dan halamannya di kelilingi oleh pohon poplar dan cemara. Lizzie dan anak-anak lainnya sedang serius mendengar penjelasan dari Bu guru Stanley tentang perubahan ulat menjadi kupu-kupu.
Diana Stanley adalah guru yang mengajar biologi di sekolah ini dan juga merupakan wali kelas Lizzie. Dia sangat cantik dan tubuhnya sangat tinggi dan dia juga belum menikah. Menurut gosip yang di dengar Lizzie dan teman-temannya, Erick Stanfold yang mengajar matematika menyukainya. Mereka juga sering melihat mereka berdua makan siang bersama. Mereka berdua adalah dua guru favorit Lizzie.
Bel berakhirnya pelajaran telah berbunyi dan waktunya istirahat siang. Lizzie dan Fanya pergi ke halaman untuk makan siang. Tidak lama kakak beradik Fransesca dan Mary Doyle ikut bergabung dengan mereka. Dari arah mereka terdengar tawa ceria yang keras, karena Mary menceritakan cerita-cerita lucu kepada Lizzie. Bahkan ia terlihat memegangi perutnya, karena tertawa terbahak-bahak tanpa henti sampai perutnya sakit.
Fransesca dan Mary Doyle adalah gadis keluarga Doyle yang tinggal tidak jauh dari rumah Marina Moskal. Umur Mary lebih muda 2 tahun dari Fransesca dan mereka memiliki rambut hitam legam dengan warna mata coklat tua yang sudah merupakan ciri keluraga Doyle. Lizzie sangat menyukai mereka. Bagi Lizzie, mereka adalah teman yang sangat menyenangkan
Bel masuk kembali berbunyi menandakan waktu istirahat siang telah selesai. Mereka berempat masuk ke dalam sekolah. Hari ini tidak ada kejadian apa-apa di sekolah hanya Grigor Orlando yang duduk di belakang Mary Doyle sedang berbuat iseng tanpa sepengetahuan teman-temannya.
Grigor telah menaruh beberapa bekas permen karet di kursi Mary dan membuat Mary sangat marah . Dia tidak bisa duduk dikursinya ketika pak guru Stanfold datang. Mary mulai terisak dan menangis.Pak Stanfold memarahi Grigor dan menghukumnya di luar kelas dan tidak boleh masuk selama pelajarannya berlangsung.
Mary sangat puas hukuman yang diberikan pak Stanfold kepada Grigor. Mary bisa duduk kembali dengan menggunakan kursi Grigor.
‘’Grigor memang anak yang usil, aku tidak suka dia,’’komentar Fanya.
‘’Dia memang usil dan suka menjahili teman-teman yang lain, tapi sebenarnya dia orang baik. Aku pernah ditolong olehnya. Saat itu waktu aku pulang sekolah, aku mendapatkan sedikit kecelakaan. Kakiku terpeleset dan menyebabkan kakiku terkilir. Aku kesulitan berjalan dan saat itu Grigor sedang lewat di depanku, lalu dia menolongku dan mengantarkanku sampai rumah."
‘’Tetap saja Grigor orangnya usil dan jahil,’’sembur Fanya.
‘’Baiklah anak-anak, sekarang buka buku halaman 20."
Wajah anak-anak langsung tidak suka, karena pelajaran ini mereka menanggapnya sulit. Tapi tidak dengan Lizzie, dia begitu bersemangat dengan pelajaran ini, karena pelajaran matematika adalah salah satu pelajaran favoritnya dan dia selalu mendapatkan nilai yang tinggi dari pelajaran ini. Pak Stanfold merasa puas dengan kemampuan Lizxie dalam mengerjakan berbagai macam soal matematika.
Di akhir pelajaran Pak Stanfold memberikan beberapa soal untuk di kerjakan di rumah dan harus dikumpulkan minggu depan saat pelajarannya di mulai lagi. Pelajaran terakhir di tutup dengan pelajaran bahasa Inggris oleh pak Jerry Segal.
Pak Segal adalah guru yang tidak disukai Lizzie. Tidak hanya Lizzie saja , tapi juga teman-temannya tidak menyukainya. Selain dia galak, dia juga memiliki tampang seram. Selama pelajaran bahasa Inggris suasana kelas menjadi tegang. Tidak ada satu pun yang bicara dan Cassei berharap pelajaran ini segera berakhir, tapi baginya waktu terasa berjalan lebih lambat.
‘’Lizzie Thusenka, bacakan halaman 124!’’
‘’Ba..baik’’.
Lizzie dengan suara lantang dan keras membacakan sebuah cerita .
Di luar awan hitam telah berkumpul dan beberapa menit kemudian hujan deras telah menguyur desa. Wajah anak-anak terlihat lega setelah bel akhir pelajaran dibunyikan.
Perjalanan pulang ke rumah melewati jalan utama desa dengan tetes-tetes hujan berkilauan di cabang-cabang pohon dan bunga-bunga. Aroma pepohonan dan bunga basah memberikan aroma tersendiri. Jalanan terlihat sepi, kecuali suara angin sepoi-sepoi yang berdesir di pucuk-pucuk pepohonan.
‘’Oh ya, apakah kamu sudah mempersiapkan acara piknik kita hari minggu nanti?’’
Lizzie langsung berhenti melangkah dan kepalanya tertunduk.
‘’Kamu kenapa?’’
Mata Lizzie yang bulat mulai berkaca-kaca.
‘’Oh Fanya, sepertinya ibuku tidak mengizinkan aku untuk pergi piknik dan itu membuat hatiku sedih."
‘’Tapi kenapa?’’
‘’Ayah dan ibuku akan mengajakku pergi ke Moskow menemui bibi Danielle dan mereka tidak mengizinkanku berpiknik bersama kalian nanti."
‘’Oh Lizzie,’’kata Fanya prihatin.
‘’Aku ingin sekali pergi. Aku sudah dapat membayangkannya, pasti akan sangat menyenangkan."
‘’Tentu saja pasti akan sangat menyenangkan. Aku masih berharap kamu akan ikut."
Tiba di tikungan jalan yang menuju rumah Fanya, mereka berdua berpisah.’’Sampai jumpa besok!’’
‘’Sampai besok, Fanya!"
Lizzie melanjutkan perjalanan ke rumahnya sendirian.Hari sudah menjelang sore, pemandangan desa masih terlihat jelas dan pemandangannya menjadi bening dan bersih setelah diguyur hujan tadi. Mata gadis kecil itu menatap satu demi satu pemandangan yang dia lihat dengan penuh hasrat sekaligus haru.
__ADS_1
Rumahnya sudah terlihat di depan matanya. Ketika Lizzie memasuki gerbang rumah tercium aroma ayam panggang.
’’Hmmm..harum sekali. Pasti ini menu untuk makan malam."
Air liurnya sudah menetes mencium aroma ayam panggang buatan ibunya.‘’Aku pulang!’’
‘’Selamat datang ! Sekarang ganti pakaianmu dan kerjakan tugas sekolahmu sebelum makan malam nanti."
‘’Baik Bu."
Lizzie segera menuju kamarnya dan berganti pakaian, mengeluarkan buku pelajarannya, lalu mengerjakan tugas matematikanya.
Makan malam telah tiba Lizzie turun ke bawah dan sudah duduk manis di depan meja. Sementara itu ibunya masih sibuk menata meja makan.
Beberapa menit kemudian mereka bertiga makan malam dengan tenang dan kali ini Lizzie menghabiskan makan malamnya. Setelah membantu membereskan meja makan dan mencucui piring , Lizzie bertanya takut-takut pada ibunya.
’’Ibu, apa kita tidak bisa menunda perjalanan kita ke Moskow?’’
Tubuh kecilnya gemetaran dan dia menangkupkan kedua tangannya dengan erat dengan pandangan memelas , menunggu jawaban dari ibunya. ‘’Tidak."
Petro hanya memperhatikan ibu dan anak itu. ‘’Ayolah bu, izinkan aku pergi ya. Aku janji, aku akan menuruti semua perintah ibu, apa saja akan kuturuti."
‘’Maaf Lizzie. Kita akan tetap pergi."
‘’Yaaaahhhh, ibu."
Lizzie pergi ke kamarnya dengan wajah cemberut.Di duduk di depan jendela kamarnya. Di luar terlihat gemerlapnya lampu dari rumah penduduk desa. Dia menatap langit malam. Bintang-bintang bersinar bagaikan lampu yang menerangi gelapnya malam. Ia mendesah kecewa.Dia menutup jendelanya dan pergi ketempat tidurnya.
🍎🍎🍎
Hari Minggu telah tiba matahari pagi bergerak perlahan dari kaki langit dan bersinar dengan terang dan indah, seakan hari itu memang khusus diperuntukkan bagi acara piknik. Burung-burung berkicau, bunga-bunga dikebun menguarkan semerbak harum yang dibawa oleh hembusan angin memasuki kesegala penjuru rumah.
Lizzie turun dengan wajah sedih. Wajahnya bengkak dan jejak air mata masih tampak dan matanya terpaku menatap lantai. Antonina hanya mendesah melihat wajah muramnya,sedangkan Petro menatap sedih putri kesayangannya.
‘’Kamu tidak apa-apa?’’tanya ayahnya.
‘’Sudah jangan menangis, lain kali kamu akan bisa pergi piknik lagi,’’hibur ayahnya.
‘’Tapi piknik berikutnya tidak akan sama dengan piknik sekarang."
Lizzie masih saja menangis. Ia mengangkat kepalanya dan memperlhatkan wajah yang telah basah oleh air mata dan bibirnya bergetar.
‘’Berhentilah menangis ! ‘’perintah ibunya. ‘’Makanan sudah siap, ayo makan! Sebentar lagi kita akan pergi ke Moskow!"
Cassei makan dengan pelan-pelan. Setiap suapan makanan terlihat seperti susah di telan.
🍎🍎🍎
Marina Moskal telah berpakaian rapi untuk pergi piknik. Ia pergi ditemani oleh keponakannya yang bernama Johan . Pemuda berusia 20 tahun. Fanya, Selena, dan Jovar menunggu di ujung jalan utama desa.Mereka naik kereta bugi.Kereta itu berderap disepanjang jalan yang berkelok-kelok diantara lahan perkebunan, perternakan dan hutan.
Di lapangan hijau terbuka terdapat domba-domba dan sapi-sapi yang sedang merumpun. Terdengar obrolan ramai dikereta bugi itu.
‘’Sayang sekali Lizzie tidak bisa ikut dan tidak bisa menikmati pemandangan alam indah ini. Padahal dia sangat menyukainya hal-hal yang berbau keindahan alam,’’kata Fanya.
‘’Benar sayang sekali,’’tukas Jovar. Kereta bugi terus melaju dengan kecepatan sedang dan tidak lama kemudian mereka telah tiba disebuah lapangan hijau terbuka dimana aliran sungai dapat terdengar dengan jelas. Mereka turun dari kereta bugi dan memasuki lapangan hijau terbuka. Pohon-pohon birch berjajar rapi tidak jauh dari lapangan hijau tersebut.
‘’Bibi Marina, dimana teman bibi? Sepertinya teman bibi belum datang,’’tanya Johan.
‘’Sepertinya begitu. Mungkin sebentar lagi dia akan datang."
Mereka mulai menggelar kain di tanah yang ditumbuhi oleh banyak rumput dan mengeluarkan berbagai macam bekal mereka. Ada roti, apel, daging asap, keju, roti isi daging, sosis, sandwich, jus apel dan masih banyak lagi. Tidak jauh dari lapangan hijau terbuka sebuah mobil SUV hitam berjalan menuju ketempat Marina berada. Mobil itu berhenti di depan lapangan hijau diikuti oleh mobil SUV berwarna silver.
‘’Sepertinya temanku sudah datang,’’kata Marina.
__ADS_1
Seorang pria setengah baya berumur 50 tahunan keluar dari mobil hitam dan para pelayannya keluar dari mobil berwarna silver. Senyuman hangat mengambang di wajah Mariba. Mereka berdiri menyambut kedatangan Nicola Kalashnikov.‘’Halo Mariba! Sudah lama kita tidak berjumpa."
‘’Aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi Nicola. Kenalkan ini keponakanku, Johan ,ini Jovar, Selena, dan ini Fanya."
‘’Senang berkenalan dengan kalian semua."
‘’Kami juga,’’kata mereka bersamaan.
‘’Maaf aku datang terlambat."
‘’Tidak apa-apa. Kami juga baru tiba."
Nicola adalah seorang pengacara terkenal yang sudah memenangkan beberapa kasus terkenal baik nasional maupun internasional. Dia memiliki perawakan tinggi, bertubuh atletis, bermata abu-abu. Dia juga adalah pemilik firma hukum yang cukup terkenal di Moskow. Meskipun sudah tua tetapi wajahnya masih terlihat tampan. Dia adalah mantan kekasih Marina.
Tiga puluh tahun yang lalu kisah kasih mereka harus terputus, karena hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua Nicola, sehingga mereka terpaksa harus berpisah dan sampai akhirnya mereka menemukan pasangannya masing-masing.
‘’Marina, seperti biasa kamu masih terlihat cantik."
Marina tersipu malu dan wajahnya merona merah mendengar pujian dari mantan kekasihnya.
‘’Terima kasih. Kamu juga masih terlihat tampan."
‘’Aku kira kamu akan membawa banyak orang ternyata hanya berlima."
‘’Sebenarnya ada satu orang anak perempuan lagi yang ikut , tapi dia tidak jadi ikut."
‘’Kenapa?’’
‘’Dia bersama orang tuannya akan pergi ke Moskow untuk menemui bibinya. Dia sebenarnya sangat menantikan acara piknik ini. Pasti sekarang dia sangat sedih. Dia adalah sahabat Fanya. Mereka berdua adalah teman sekelas."
‘’Oh rupanya begitu, sayang sekali dia tidak bisa ikut."
‘’Bagaimana kabar istri dan anak-anakmu?’’
‘’Mereka baik-baik saja. Sekarang anak laki-lakiku yang paling besar dia sedang berusaha keras menjadi pengacara terkenal sepertiku."
‘’Itu bagus."
Semenatara itu Fanya terlihat sedih dan menarik perhatian Nicola.
’’Kamu kenapa?’’tanya Nicola.
‘’Aku teringat Lizzie. Pasti dia sangat menyukai kue pai plum ini. Dia kan sangat suka dengan kue pai ini."
‘’Anak manis, kamu boleh membawa kue pai plum itu untuk temanmu."
‘’Benarkah ?’’mata kanak-kanaknya berbinar dengan ceria.
‘’Tentu saja. Kamu boleh mengambilnya yang banyak."
‘’Terima kasih !" lalu Fanya pergi dan mengambil beberapa kue pai plum untuk Lizzie.
‘’Aku dengar sekarang kamu sedang menangani suatu kasus yang sampai sekarang masih misteri dan belum terpecahkan."
‘’Benar. Kejadian percobaan pembunuhan itu sudah berlangsung lama dan sampai sekarang masih belum terpecahkan."
‘’Semoga kasus itu segera terpecahkan , supaya kamu dapat menyeret pelaku sebenarnya ke penjara."
‘’ Semoga saja."
Pandangan Nicola menerawang jauh melewati bukit landai yang dikelilingi oleh pohon spruce dan pohon birch.Suara air sungai mengalir dan gesekan daun pepohonan terasa merdu seperti sebuah alunan melodi yang menyanyikan nyanyian alam.
🍎🍎🍎
__ADS_1
Sore Hari menjelang malam setelah pulang dari acara piknik, Nicola duduk di ruang kerjanya . Ia merasa lelah dan ingin sekali mandi air hangat, lalu tidur dengan nyenyak. Diambilnya sebuah berkas dari laci meja di bagian paling bawah, lalu ia membaca judul dari berkas itu Romanov mansion case.
Kasus percobaan pembunuhan Dimitri Romanov, Aleandra Romanov, dan juga putri mereka Lizzie Eleanora yang menyebabkan mereka berdua harus koma selama 8 tahun dan sampai sekarang belum sadar dari komanya. Anak mereka selamat dan entah di mana anak itu berada. Ia memutar kursi dengan sekali putaran dan tatapan matanya melihat jauh ke arah luar jendela. [ ]