
‘’Sepertinya wanita yang kamu lihat di mall itu mungkin Lizzie."
‘’Benarkah itu? Padahal kamu tidak percaya apa yang aku katakan."
‘’Maaf. Aku baru mengetahuinya kemarin sore dari seseorang yang mengaku kalau jenazah yang dikuburkan itu bukan Lizzie, tapi orang laindan juga orang itu mengatakan Lizzie masih hidup, tapi sayangnya dia tidak tahu di mana Lizzie."
‘’Jadi...jadi itu artinya Lizzie benar-benar masih hidup. Syukurlah. Aku senang sekali."
‘’Waktu itu kamu melihat Lizzie sedang apa?’’
‘’Pertama kali aku melihat Lizzie di pusat perbelanjaan. Waktu itu sepertinya Lizzie menggunakan wig, tapi aku masih bisa mengenali wajahnya, yang kedua kalinya di depan Mall dia sedang masuk ke sebuah mobil mewah berwarna hitam."
‘’Sebuah mobil mewah berwarna hitam. Kira-kira itu mobil siapa ya? Apa kamu melihat nomor mobilnya?’’
‘’Aku tidak melihat nomornya, karena waktu itu Aku hanya melihat wajah Lizzie. Kalau itu Lizzie, kamu harus segera menemukannya."
‘’Aku akan segera menemukannya. Itu pasti."
‘’Kalau Anda sudah selesai denganku, aku permisi dulu, suamiku sedang menungguku di bawah."
‘’Baiklah."
🍀🍀🍀
Schwangau,Jerman
Siang hari Lizzie bangun dan tersadar kalau sekarang dia ada di kamarnya. Ia cepat-cepat cuci muka dan turun ke bawah untuk makan siang.
‘’ Vladimir, sedang apa ya? ‘’pikir Lizzie.
Lizzie kemudian membuka pintu kamar dan menuju ruang makan. Di sana sudah dihidangkan banyak makanan untuknya. Di sana tidak ada seorang pun. Lizzie makan siang sendiri. Setelah selesai makan ia kembali ke kamar mengambil barang-barangnya dan meminta bantuan salah satu pelayan untuk menurunkan kopernya. Hari ini Lizzie akan pergi ke Kiel. Besok lusa dia harus memulai kursusnya.
Lizzie mencari mereka dan menemukan mereka berada di taman sedang mengobrol sambil minum teh. Nicholas pun sudah kembali pulang. Lizzie menghampirinya.
"Kapan kembali?"
"Tadi malam."
‘’Aku mau pergi sekarang."
‘’Jadi kamu mau pergi sekarang? Kenapa tidak besok saja?Sudah makan?’’tanya Nicholas.
‘’Iya, aku mau pergi sekarang. Sebelum kursus dimulai aku ingin sehari istirahat. Aku sudah makan."
Nicholas memanggil sopirnya untuk mengantarkan Lizzie ke bandara.
‘’Antar Lizzie ke Bandara,"perintah Nicholas kepada sopirnya.
Sopir itu menangguk dan membimbing Lizzie menuju mobil. Sebelum pergi Lizziememeluk mereka berdua.
‘’Sampai ketemu lagi!"
‘’Sampai ketemu lagi! Dan hati-hati!"kata Reiko dan Nicholas.
Lizzie meninggalkan mereka berdua dan mereka memandangi Lizzie sampai menghilang dari pandangan mereka.
🍀🍀🍀
Kiel,Jerman
Paginya Lizzie dibangunkan oleh kicauan burung yang hinggap di jendela apartemennya. Ini adalah hari pertama di Kiel. Lizzie bersiap-siap untuk pergi kursus. Pagi ini ia makan roti isi dengan segelas susu. Lizzie memutuskan pergi ke tempat kursusnya dengan berjalan kaki sambil melihat-lihat suasana kota di pagi hari. Dengan berjalan kaki membutuhkan 30 menit untuk sampai di tempat kursus.
Di sebelah kiri trotoar masih ada tumpukan salju, meskipun tidak setebal 2 minggu yang lalu. Orang-orang sudah memulai aktivitasnya pagi ini. Kota sudah sudah di penuhi banyak orang. Ada yang pergi ke supermarket, toko buku, ke sekolah. Lizzie melewati sekolah dasar, di sana banyak anak-anak yang turun dari bus sekolah. Kota Kiel terletak di 90 km utara Hamburg, karena letaknya di utara dipesisir barat daya laut baltik menjadi salah satu pusat utama maritim Jerman. Disini sering diadakan berlayar internasional. Akhirnya Lizzie sampai di tempat kursusnya. Ia memasuki tempat kursusnya itu.
🍀🍀🍀
Moskow, Rusia
Keesokan harinya Fillipp datang dengan membawa foto-foto ketika mereka berdua berlibur di Praha dan juga foto-foto dalam pengambilan syuting iklannya di sana. Vladimir melihat foto itu satu persatu dengan antusias dan tersenyum melihat foto-foto itu. Ketika melihat foto berikutnya gerakan tangan Vladimir berhenti, tubuhnya membeku, dan wajahnya berubah pucat.
‘’Ada apa?’’tanya Fillipp
‘’Kapan kamu mengambil foto ini?’’
‘’Gambar yang mana?’’
Vladimir memperlihatkan foto itu pada Fillipp
‘’Oh foto itu aku ambil pada hari pertama datang ke sana. Memangnya ada apa dengan foto itu?’’
‘’Lihat wanita yang ada di foto ini yang sedang duduk disebuah kafe dan sedang makan es krim ini. Ini Lizzie, tidak salah lagi."
‘’Apa wanita itu kekasihmu?"
"Iya dan juga tunanganku yang aku kira sudah meninggal."
Fillipp mendekati Vladimir dan memperhatikan foto itu lebih jelas lagi dan juga sama terkejutnya dengan Vladimir setelah wanita yang ada difotonya mirip dengan foto wanita yang ada di ponsel Vladimir.
‘’Ini tidak mungkin. Apa kamu yakin ini Lizzie?’’
‘’Iya. Aku sangat yakin. Ternyata wanita yang mirip Lizzie yang aku lihat di Praha waktu itu adalah benar-benar Lizzie. Aku tidak menyangka kalau Lizziw waktu itu ada di sana dan begitu dekat denganku."
‘’Kenapa dia di sana?’’
‘’Kalau itu aku benar-benar tidak tahu. Boleh aku simpan foto ini?’’
‘’Tentu saja. Baiklah, sepertinya aku harus segera pergi, masih ada pekerjaan yang sedang menungguku."
__ADS_1
Fillipp berdiri dan meninggalkan Vladimir yang masih memandangi foto itu. Ia membelai foto itu dengan tatapan penuh cinta.
Hari sudah menjelang Malam, Vladimir masih ada di kantornya sedang melamun di kursinya. Tiba-tiba teleponnya berdering dan Vladimir terlonjak kaget, kemudian ia menerima telepon itu.
‘’Selamat malam!’’
‘’Selamat malam! Apakah Anda, Vladimir Kalashnikov?’’kata seorang wanita dari seberang telepon itu.
‘’Iya. Saya Vladimir Kalashnikov. Anda siapa?’’
‘’Saya adalah orang yang mengenal Lizzie Romanov."
‘’Apaaaa?’’
‘’Saya hanya ingin memberitahu Anda, kalau Lizzie masih hidup."
‘’Aku sudah tahu itu."
‘’Eh. Anda sudah tahu. Dari mana Anda tahu?’’
‘’Dari seseorang yang mengakui kalau jenazah itu bukan Lizzie."
‘’Oh begitu rupanya. Apa Anda sudah tahu Lizzie ada di mana?’’
‘’Aku tidak tahu. Sekarang saya sedang mencarinya."
‘’Aku tahu dia ada di mana’’.
‘’Benarkah?’’
Vladimir langsung berdiri dari tempat duduknya.
‘’Di mana dia sekarang?’’
‘’Lizzie ada di Jerman. Tepatnya sekarang di berada di Kiel. Tapi bulan depan dia akan pergi ke Schwangau. Kalau Anda ingin bertemu dengannya sebaiknya Anda datang ke sana bulan depan saja. Saya akan memberikan alamat rumahnya dan nomor telepon Lizzie."
Lalu wanita itu memberitahu alamat dan nomor telepon Lizzie dan Vladimir menulisnya disecarik kertas.
‘’Kenapa Lizzie bisa berada di sana?’’
‘’Anda akan mengetahuinya setelah bertemu dengannya. Semoga kalian dapat berbaikan kembali dan Maaf saya sudah menganggu Anda."
Wanita itu menutup teleponnya.
‘’Halo...halo...halo....’’
‘’Sebenarnya dia siapa? Apa kata-katanya dapat dipercaya?’’
Lalu Vladimir menghubungi David untuk mencari Lizzie di Jerman. Ia memandangi secarik kertas yang bertuliskan alamat dan nomor teleponnya. Senyuman mengembang di wajah Vladimir."
🍀🍀🍀
Kiel, Jerman
3 minggu kemudian
Sebelum pulang ke Schwangau, Lizzie dan teman kursusnya bernama Elisa memutuskan untuk jalan-jalan. Mereka pergi ke arah utara Kiel untuk berlibur di pantai timur Jerman. Setelah sampai di sana mereka masuk ke hotel Maritim Hotel Bellevue Kiel yang terletak 23 km sebelah timur laut dari Muehbrook. Mereja memesan satu kamar dengan twin bed. Kamarnya sangat besar dan mempunyai pemandangan pantai sangat indah.
Setelah menyimpan semua barang, mereka pergi keluar untuk jalan-jalan. Kali ini ia tidak melihat banyak wisatawan yang datang ke sini mungkin, karena bukan hari libur pikir Lizzie. Terakhir ia ke sini bulan Juni, pada waktu banyak sekali wisatawan yang datang ke sini, karena waktu itu ada event namanya Kieler Woche. Event ini salah satu berlayar terbesar di dunia yang menarik pelaut dari keempat penjuru dunia.
Lizzie tidak menyadari kalau ada seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan dan orang itu terus mengambil foto Lizzie, kemudian mereka masuk ke restoran Gasthof Triangel. Setelah makan siang, mereka melanjutkan perjalanan. Kali ini mereka mengunjungi museum maritim dan mereka ada di sana sampai sore hari.
Mereka pulang menuju hotel dengan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan di sekelilingnya. Di tengah perjalanan tiba-tiba turun hujan dengan deras. Mereka tiba dihotel dengan basah kuyup.
‘’Hari ini menyenangkan bukan? Aku lelah sekali. Kita jalan-jalan seharian. Kakiku sampai sakit semua,’’kata Lizzie.
"Aku juga sama. Tidak hanya kaki, badanku juga sakit dan pegal, tapi hari ini menyenangkan. Sebaiknya kita cepat ganti pakaian nanti kita sakit.
‘’Kamu benar."
Setelah mereka cukup beristirahat, mereka turun ke bawah dan memasuki restoran yang ada di hotel. Ketika Lizzie sedang menikmati makan malamnya, ponselnya berbunyi.
‘’Ada apa? Kenapa kamu tidak menerima telepon itu?’’
‘’Aku tidak tahu siapa yang meneleponku. Tidak ada nama atau nomornya."
‘’Sebaiknya kamu jawab saja dulu."
Lizzie lalu menjawab telepon itu.
‘’Haloselamat malam! Saya bicara dengan siapa?’’
Beberapa saat Lizzie menunggu jawaban dari orang yang meneleponnya, tetapi tidak ada jawaban.
‘’Halo....halo....halo....kalau Anda tidak menjawab saya akan tutup teleponnya."
Karena tidak ada jawaban juga akhirnya Lizzie menutup telepon itu.
‘’Dari siapa?’’
‘’Entalah. Aku tidak tahu. Mungkin orang iseng atau salah sambung."
Vladimir masih memegang ponselnya. Ia tersenyum.
‘’Tidak salah lagi. Itu tadi suara Lizzie. Senang rasanya bisa mendengar suaranya lagi,"gumamnya.
Vladimir melihat jam beker yang ada di samping dan segera membereskan kertas-kertas yang berserakan di tempat tidur dan mematikan laptopnya.
__ADS_1
🍀🍀🍀
Lizzie bangun pagi-pagi sekali dan berjalan-jalan di dekat sekitar pantai untuk menghirup udara pagi yang segar. Ia menghirupnya dalam-dalam. Tiba-tiba Lizzie merasakan seperti ada orang yang mengikutinya dan berkali-kali melihat ke belakang tidak ada orang.
‘’Ini mungkin hanya perasaanku saja."
Matahari sudah terbit, Lizzie kembali ke hotel dan membangunkan Elisa, kemudian mereka berdua sarapan pagi di hotel. Lizzie kembali merasakan ada seseorang yang mengawasinya dan mengedarkan penglihatannya kesegala penjuru restoran.
‘’Ada apa?’’
‘’Entalah. Sejak pagi tadi aku merasa ada orang yang mengawasiku."
‘’Benarkah? Kalau begitu kamu harus hati-hati. Jangan-jangan yang meneleponmu kemarin malam orang yang mungkin mengawasimu sekarang."
‘’Benarkah?’’
‘’Itu mungkin saja."
Mereka cepat-cepat menyelesaikan makan dan segera kembali ke kamarnya.
Vladimir yang sedang sibuk kerja dikantornya dikagetkan dengan suara telepon.
‘’David, ada apa?’’
‘’Saya sudah mengirim informasi dan foto-foto Lizzie ke alamat email Anda. Silahkan Anda lihat!"
‘’Terimakasih atas informasinya. Sekarang kamu sudah boleh pulang tidak perlu mengawasi Lizzie lagi."
‘’Baiklah."
Vladimir menutup teleponnya dan segera membuka emailnya. Ia melihat banyak foto-foto Lizzie.Tangannya membelai wajah Lizzie yang ada di komputer dan dari sudut matanya meneteskan air mata.
‘’Lizzie, ini bukti kuat, kalau kamu sebenarnya masih hidup. Aku sangat senang bisa melihatmu, meskipun hanya dapat melihatmu dari foto. Aku harus segera bertemu denganmu, karena aku sudah sangat merindukanmu."
Vladimir membereskan semua barangnya dan pulang. Hari sudah sore dan langit sudah mulai gelap. Zoya sudah pulang duluan, sehingga suasana di kantor menjadi lebih sepi.
🍀🍀🍀
Schwangau, Jerman
Keesokan harinya Lizzie dan Elisa meninggalkan hotel. Elisa kembali keapartemennya di Kiel, sedangkan Lizzie pulang ke kastil.
‘’Selamat datang kembali! Bagaimana kabarmu? Apa kamu sehat? Kamu kelihatan pucat sekali."
‘’Aku baik-baik saja. Jangan khawatir. Mungkin hanya kelelahan saja. Nicholas di mana? Aku tidak melihatnya."
‘’Dia sedang pergi ke Berlin. Ada urusan pekerjaan di sana. Sebaiknya kamu istirahat dulu."
Lizzie pergi ke kamarnya. Entah kenapa ia merasakan badannya sangat lelah, tidak seperti biasanya dan juga merasakan tidak enak badan.
‘’Apa aku sakit ya? Badanku sepertinya panas. Semoga aku tidak sakit. Aku tidak ingin mengkhawatirkan mereka. Sebaiknya aku tidur dulu mungkin itu akan membuatku segar kembali."
Akhirnya Lizzie jatuh tertidur. Makan malam sudah disiapkan dan sudah terhidang di meja makan. Reiko dan Eddy sudah ada di meja makan menunggu Lizzie. Tidak lama kemudian Lizzie datang dan duduk di meja makan.
"Lizzie, kamu tidak apa-apa?’’kata Reiko.
"Aku tidak apa-apa."
‘’Kamu kelihatan pucat. Apa kamu sakit?’’
"Aku hanya merasa tidak enak badan saja."
‘’Benarkah? Setelah makan kamu harus segera beristirahat."
Lizzie segera menghabiskan makannya dan ketika akan meninggalkan ruang makan, Lizzie jatuh pingsan.
"LIZZIIIEEE....’’
Para pelayan berdatangan mendengar jeritan majikan mereka. Mereka terkejur ketika menemukan Lizzie pingsan. Salah satu pelayan laki-laki membawanya ke kamar dan kemudian Reiko memanggil dokter. Reiko menyuruh pelayannya untuk membawakan termometer.
Beberapa menit kemudian pelayan itu sudah kembali dengan membawa termometer, lalu Reiko menempelkannya di kening Lizzie dan hasilnya 39.5˚C, lalu Reiko mengulanginya beberapa kali dan hasilnya tetap sama.Reiko cepat-cepat mengompres Lizzie dengan air hangat. Tidak lama kemudian dokter datang dan memeriksa Lizzie. Dokter menyuruh Lizzie di bawa ke rumah sakit, karena demamnya terlalu tinggi. Akhirnya Reiko membawa Lizzie ke rumah sakit dengan ambulan. Lizzie pun dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari.
🍀🍀🍀
Moskow, Rusia
Vladimir yang sedang tidur nyenyak, tiba-tiba terbangun.
"LIZZIIIEEE....’’
Vladimir turun dari tempat tidurnya, lalu minum segelas air putih.
‘’Rupanya aku tadi bermimpi tentang Lizzie, tapi kenapa perasaanku jadi tidak enak begini. Apa telah terjadi sesuatu dengannya."
Vladimir mengelus-ngelus dadanya. Ketika akan tidur lagi, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
‘’Siapa yang menelepon malam-malam begini."
Vladimir menjawab telepon itu.
‘’Halo!Selamat malam!’’
‘’Selamat Malam ! Maaf. Aku menganggu Anda malam-malam begini dan juga sudah menganggu tidur Anda."
‘’Saya ingin memberitahu Anda mengenai kabar Lizzie."
Mendengar nama Lizzie disebut, Vladimir langsung bangun. [ ]
__ADS_1