Shattering Heart

Shattering Heart
(S3): Kabar tak terduga


__ADS_3

"Apa Anda baik-baik saja?’’kata pria asing itu.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih."


Pria itu membantu Vladimir berdiri dan cepat-cepat membereskan barang belanjaan yang berceceran akibat tabrakan tadi.


"Anda sendirian?"


"Iya."


"Saya memperhatikan Anda dan Anda terlihat sangat sedih."


"Aku hanya mengingat wanita yang aku cintai yang sudah meninggal."


"Oh begitu. Pasti Anda sangat mencintainya."


"Iya."


"Saya mengerti."


"Aku harus segera pulang. Terima kasih atas bantuannya."


"Sama-sama. Dan siapa nama Anda?"


"Vladimir Kalashnikov."


Pria itu kaget dan kemudian kembali tersenyum pada Vladimir.


"Saya Nicholas. Senang bisa bertemu dengan Anda."


"Senang bertemu dengan Anda juga."


Vladimir pergi meninggalkan pria itu dan pria itu memperhatikannya sampai menghilang dari pandangannya.


‘’Aku tidak pernah menyangka kalau pria itu adalah Vladimir Kalashnikov. Dia pria tampan dan baik," kata pria itu.


Vladinir kembali berjalan-jalan disekitar Old Town Square dan keadaan di sana sangat ramai, ketika Vladimir sedang asyik memandangi kota ini untuk terakhir kalinya, tiba-tiba di kejauhan dia melihat seorang wanita yang mirip dengan Lizzie dan ia berusaha untuk mengejar wanita itu.


Jantung Vladimir berdegup semakin kencang, tapi ia tidak berhasil mengejarnya, karena dia sudah masuk kedalam sebuah mobil mewah dan mobil itu membawa wanita itu menjauh dari pandangannya.


"Apakah wanita itu Lizzie? Dia sangat mirip dengan Lizzieku. Vladimir, kamu ini kenapa? Lizzie sudah meninggal, sebenarnya apa yang kamu harapkan? Mungkin wanita itu hanya mirip dengan Lizzie. Vladimir, kamu harus menerima kenyataan kalau Lizzie sudah meninggal."


Vladimir akhirnya melangkahkan kakinya dengan berat dan pergi dari sana. Mobil mewah itu terus melaju dan berhenti disebuah kafe. Sopir membukakan pintu dan Lizzie keluar dari mobil itu dan masuk kedalam kafe. Di sana seorang wanita paruh baya memanggil Lizzie dengan melambaikan tangannya.


"Halo Bu! Sudah menunggu lama?’’


"Tidak. Ibu baru saja datang."


Lizzie duduk didepan Ibunya dan memeasan segelas besar es krim.


"Apa kamu sudah memikirkan untuk kembali ke Moskow dan menemui Vladimir."


"Aku pasti akan kembali ke Moskow, tapi tidak saat ini. Kuakui aku memang merindukannya, tapi saat ini aku belum bisa bertemu dengannya."


"Besok lusa kita pulang urusan pekerjaan ayahmu sudah selesai di sini.:


‘’Oh begitu."


Ibu dan anak itu saling bertatapan dan kemudian tersenyum.


🍀🍀🍀


Vladimir dibangunkan oleh sinar matahari yang menerobos melalui jendela. Ini hari kelimanya di Praha. Masih punya banyak waktu satu hari lagi untuk bersenang-senang di sini. Ia teringat Zoya yang sedang sibuk dengan pekerjaan di kantor seorang diri, sedangkan ia asyik bersenang-senang di Praha. Vladimir sedikit mengkhawatirkan pekerjaannya di kantor.Tapi dia sudah berjanji untuk tidak berurusan dengan pekerjaan selama liburan. Akhirnya Vladimir membatalkan untuk menghubungi Zoya. Ia melihat-lihat lagi buku panduan wisata untuk mengetahui tempat wisata yang akan dikunjungi selanjutnya.


Vladimir kali ini mengunjungi Jewish Quarter. Di sana dia pergi ke Old Jewish Cemetery yang merupakan komplek pemakaman Yahudi tertua dengan lubang kubur terdiri dari 12 tingkat. Kali ini Vladimir pergi ke sana dengan rombongan turis lainnya, lalu mengunjungi Jewish Town Hall yang memiliki sebuah jam yang arahnya bergerak terbalik.


Pada malam harinya Vladimir memtuskan untuk mengikuti tour jazz boat yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam menyusuri sungai Vltava untuk menikamati pemandangan kota Praha di malam hari sambil menikmati makan malam. Tidak terasa tour tersebut sudah berakhir dan ia sangat menikmati malam terakhirnya di Praha, kemudian kembali ke villa untuk beristirahat, karena pagi-pagi sekalia akan pulang ke Moskow.


Vladimir pergi ke balkon kamarnya dan memandangi langit penuh bintang dan ia dapat melihat wajah Lizzie yang tersenyum padanya.


"Lizzie, aku sangat merindukanmu."


Vladimir kembali kekamarnya dan tidur dengan nyenyak.


Pagi-pagi sekali Vladimir dan orangtuanya sudah ada di bandara, kemudian mereka naik pesawat dan Vladimir berjanji dalam hati akan pergi lagi ke Praha suatu hari nanti. Setelah melakukan penerbangan selama berjam-jam, akhirnya sampai di Moskow. Sopirnya sudah menunggu di pintu depan bandara. Sesampainya di rumah Vladimir langsung pergi ke kamarnya dan langsung tidur dengan nyenyak.


🍀🍀🍀


Setelah tiba di kantor, Vladimir langsung memberikan oleh-oleh dari praha untuk Zoya.


‘’Oh, terima kasih Tuan Kalashnikov. Apa liburan Anda menyenangkan? Hari ini Anda lebih bersemangat dan ceria."


"Liburanku sangat menyenangkan.Selama aku pergi apa ada masalah dengan pekerjaan di kantor?’’

__ADS_1


‘’Tidak ada masalah. Berkas-berkas yang perlu Anda baca sudah menumpuk dan ada di atas meja Anda."


"Terimakasih. Aku akan segera mengerjakannya."


Vladimir mengedipkan matanya ke Zoya.


Zoya membuka oleh-oleh yang diberikan Vladimir kepadanya. Vladimir memberikan tas tangan cantik dan sepatu.


"Terimakasih. Sepatu dan tas ini cantik sekali. Saya menyukainya."


"Baguslah, kalau kamu menyukainya. Itu sebagai tanda terima kasihku, karena kamu sudah bekerja keras selama ini. Maaf sudah membuatmu terus bekerja siang dan malam."


‘’Tidak perlu minta maaf. Apa Anda menikmati liburan Anda?’’


‘’Iya. Aku menikmati liburanku dan membuatku lebih bersemangat."


‘’Saya senang mendengarnya."


🍀🍀🍀


Tuan Yermolov sedang membaca koran ditemani secangkir kopi dan kue lemon di taman di dekat kolam ikan, kemudian pelayannya mendekatinya dengan membawa telepon.


‘’Tuan, ada telepon dari Hawaii, sepertinya ini mengenai Nona Veronica."


Tuan Yermolov memandang pelayannya dengan wajah bingung dicampur perasaan tidak enak.


"Apakah Anda Tuan Yermolov?


"Iya. Anda siapa?"


"Saya David Kinkaid. Saya polisi dari Hawaii. Saya ingin memberitahu tentang putri Anda."


"Ada apa dengan putriku?"


"Putri Anda meninggal di laut."


Cangkir kopi yang ada di samping meja terjatuh. Tuan Yermolov langsung berdiri diam tidak bergerak, wajahnya pucat dan menjatuhkan telepon yang dipegangnya.


‘’Halo...Halo. Apa Anda masih di sana?"


Setelah kesadarannya kembali dan sudah menenangkan diri, Tuan Yermolov mengambil telepon yang diambil pelayannya tadi dengan tangan gemetar.


‘’Saya di sini. Kenapa putriku meninggal?"


‘’Saya akan segera pergi ke sana. Terima kasih atas informasi Anda."


Tuan Yermolov menutup teleponnya dan menyuruh pelayannya untuk membantu mempersiapkan kepergiannya ke Hawaii. Pada hari itu juga ia pergi ke Hawaii dengan penerbangan malam. Sesampainya di sana Tuan Yermolov diantar ke rumah sakit oleh polisi. Ia mendekati jenazah itu dengan wajah penuh air mata.


"Veronica, kenapa semuanya jadi begini?’’katanya sambil menangis.


"Tuan Yermolov, sudahlah sebaiknya kita urus jenazah Nona untuk dibawa ke Moskow,’’kata pelayannya.


‘’Ini salahku, seandainya aku tidak menyuruh Shiori pergi ke Hawaii, dia tidak akan meninggal."


Tuan Yermolov tidak membutuhkan waktu lama untuk mengurus kepulangan jenazah putrinya ke Moskow. Keesokan paginya mereka kembali ke rumah.


🍀🍀🍀


"Tuan Nicola, ada telepon dari Tuan Yermolob?’’kata pelayannya.


‘’Iya. Di sini Nicola."


"Aku ingin memberitahumu kalau Veronica meninggal di Hawaii, sekarang jenazahnya sudah aku bawa pulang. Kami akan mengadakan upacara pemakamannya sore ini."


‘’Apaaa? Veronica meninggal, tapi bagaimana bisa?’’


‘’Veronica tenggelam di laut, ketika berlayar dengan teman-temannya. Maaf aku mau mengurus pemakaman putriku dulu."


‘’Baik. Kami akan kesana."


‘’Tolong panggilkan istriku dan Vladimir. Aku ingin bicara dengan mereka."


Pelayanbya pergi ke kamar Vladimir dengan terburu-buru, bahkan menyenggol vas bunga yang ada dipinggir tangga dan hampir jatuh.


‘’Apa Anda sudah bangun. Ayah Anda ingin bicara dengan Anda sekarang."


‘’Iya. Aku sudah bangun. Ada apa Ayah pagi-pagi ingin bicara denganku?’’


‘’Saya tidak tahu. Sebaiknya Anda segera turun dan temui Ayah Anda."


‘’Baiklah aku akan segera turun."


Pelayan kemudian pergi ke kamar Tuannya memanggil Juliet. Vladimir menemui ayahnya di ruang kerjanya dengan wajah kesal, karena tadi dia sedang tidur nyenyak.

__ADS_1


‘’Apa yang ingin Ayah bicarakan denganku pagi-pagi. Ini kan hari libur. Aku ingin tidur lebih lama."


"Iya. Ada apa sebenarnya?"tanya Juliet sambil menguap.


‘’Kalau begitu maafkan aku sudah menganggu tidur kalian. Ayah hanya ingin memberitahumu kalau Veronica meninggal."


‘’APAAAAA? Veronica meninggal? Kapan? Dan kenapa?’’


‘’Kamu tidak perlu berteriak seperti itu. Ayah juga kaget ketika diberitahu oleh Tuan Yermolov tadi. Dia meninggal 2 hari yang lalu di Hawaii. Dia tenggelam di laut ketika dia dan teman-temannya pergi berlayar. Aku kasihan pada mereka."


Vladimir tidak mempercayai apa yang tadi dia dengar dari ayahnya butuh waktu untuk mencerna kabar ini.


‘’A-aku tidak tahu harus berkata apa. Kabar ini membuatku terkejut. Pagi-pagi sudah mendapat kabar seperti ini."


"Aku juga,"timpal Juliet.


‘’Sekarang bersiap-siaplah kita akan pergi ke rumah Veronica."


‘’Baik Ayah. Kita akan pergi ke sana sebentar lagi."


Siang harinya kabar kematian Veronica sudah tersebar luas. Vladimir dan orangtuanya datang.


‘’Terimakasih. Kalian sudah mau datang,’’kata Tuan Yermolov.


‘’Saya turut berduka cita atas meninggalnya Veronica,’’kata Nicola.


‘’Saya juga,’’kata Vladimir.


Acara pemakaman Veronica akhirnya di mulai. Semua mengikuti acara prosesi pemakaman dengan tertib. Dua jam kemudian acara pemakaman selesai, semua yang hadir berpamitan untuk pulang.


🍀🍀🍀


Schwangau,Jerman


Mobil itu memasuki sebuah kastil yang besar dan mewah dan memiliki pagar rumah yang besar dan tinggi. Halamannya luas banyak di tumbuhi oleh pohon-pohon besar dan tinggi. Mobil itu berhenti di depan kastil yang besar dan mewah. Para pelayan keluar untuk menyambut mereka.


"Selamat malam! Selamat datang!"sapa kepala pelayan.


‘’Di mana Ibu dan Ayahku?


‘’Mereka ada di ruang keluarga."


"Terima kasih."


‘’Halo Ibu, aku merindukanmu."


‘’Aku juga merindukanmu."


‘’Halo Ayah, aku juga merindukanmu."


‘’aku juga, Lizzie,’’kata Dimitri.


‘’Ayah dan Ibu, aku mau pergi ke kamar. Hari ini aku sangat lelah."


‘’Selamat malam !"kata Aleandra dan Dimitri.


Lizzie pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua. Kamar ini sangat besar dan luas. Ia sudah menempati kamar ini selama 2 bulan.


‘’Aku Lizzie Romanov. Inilah rumah di mana aku tinggal sekarang. Kehidupanku di sini seperti seorang putri, karena tinggal disebuah kastil yang besar. Aku tinggal dengan Nicholas dan Reiko Liebert 2 bulan lalu. Eddy adalah anak mereka dan dia berumur 17 tahun. Aku senang bisa tinggal bersama mereka. Mereka sangat baik dan sayang padaku dan aku juga sayang pada mereka. Ini berawal dari adik Nicholas yang bernama Jonathan menemukanku yang terluka di taman kota dan membawaku ke rumah sakit, kemudian dia mempertemukan Nicholas dan istrinya denganku.


Mereka langsung menyukaiku dan sejak saat itu mereka sering mengunjungiku di rumah sakit dan kami semakin akrab. Perampok itu mengambil tasku dan aku dipukuli sampai babak belur, karena aku berusaha untuk melawan, lalu aku dibawa ke rumah sakit olehnya. Aku hilang ingatan. Sejak saat itu mereka sering menjengukku di rumah sakit dan merawatku dan membawaku bersama mereka ke Jerman. Setelah beberapa hari ingatanku pulih, aku menceritakan semuanya kepada Nicholas dan Reiko termasuk tentang Vladimir. Mereka mengerti dengan keadaanku, lalu mereka memutuskan untuk merawatku untuk sementara dan aku menyetujuinya. Sekarang di sinilah aku dengan keluarga baruku.


Orangtua kandungku sudah tahu aku masih hidup. Mereka segera menyusulku ke Jerman dan tinggal di kastil milik Nicholas. Mereka sangat senang dan aku meminta mereka untuk merahasiakan ini kepada Vladimir sampai aku siap bertemu lagi dengannya. Setiap hari aku merindukannya dan ingin sekali bertemu dengannya. Vladimir pasti sangat sedih, karena sudah menyangka aku sudah meninggal. Waktu itu aku ingin sekali mengatakan kalau aku masih hidup, tapi niat itu aku batalkan, karena aku masih teringat dengan kata-kata Vladimir, kalau dia tidak ingin melihatku. Vladimir , kamu sekarang sedang apa?’’


🍀🍀🍀


Moskow


Vladimir yang sedang tidur tiba-tiba terbangun, karena barusan dia seperti mendengar Lizzie memanggil namanaya.


‘’Lizziiee....hah..hah..hah.’’


Vladimir melihat jam bekernya.


‘’Sudah jam 4 pagi. Apa tadi aku bermimpi ya? Aku tadi mendengar Lizzie memanggil namaku. Ini tidak mungkin. Lizzie sudah tidak ada lagi di dunia ini. Akhir-akhir ini aku sering mendengarnya memanggil namaku ketika aku tidur."


Vladimir kemudian tidur kembali sambil menggumamkan nama Lizzie. Kesesokan harinya, Vladimir bangun kesiangan gara-gara suara Lizzie yang memanggilnya ketika dia tidur.


‘’Ada apa? Akhir-akhir ini kamu hampir tiap hari bangun kesiangan? Apa kamu selalu tidur larut malam."


‘’Tidak Ayah. Aku tidur tidak larut malam. Hanya saja akhir-akhir ini ketika aku tidur, aku selalu mendengar Lizzie memanggil namaku. Kalau dipkir-pikir ini tidaklah mungkin mana ada yang seperti itu kan. Mungkin karena aku masih merindukannya."


"Lizzie sudah meninggal 2 bulan lalu. Rupanya kamu masih belum bisa melupakannya, bahkan kamu masih merindukannya."

__ADS_1


‘’Sampai sekarang aku memang belum bisa melupakannya, bahkan aku masih sangat mencintainya. Cintaku padanya tidak akan pernah putus oleh waktu. Ikatan cinta kami akan abadi selamanya." [ ]


__ADS_2