Shattering Heart

Shattering Heart
(S3,): Bertemu


__ADS_3

‘’Ada apa dengannya?Apa telah terjadi sesuatu dengannya?’’


Jantung Vladimir berdegup semakin kencang. Raut wajahnya terlihat khawatir.


‘’Sekarang Lizzie di rawat di rumah sakit, karena demam tinggi."


‘’Apaaa?Lizzie dirawat dan bagaimana keadaaannya sekarang?’’


‘’Sampai sekarang Lizzie belum sadar, tapi kurasa dia akan baik-baik saja."


‘’Baiklah. Aku mengerti. Kalau ada berita baru lagi tolong hubungiku secepat mungkin."


‘’Baik."


Vladimir tidak dapat tidur lagi, karena mendapatkan kabar kalau Lizzie sakit dan sedang di rawat di rumah sakit. Ia gelisah dan sangat khawatir tentang keadaannya, lalu dalam sekejap dia memutuskan untuk pergi ke sana lebih awal dari yang direncanakan.


Vladimir mulai mengemasi barang-barangnya. Sekarang ini yang ada dipikirannya  cuma satu, yaitu Lizzie. Ia memutuskan akan pergi pagi-pagi sekali. Vladimir mencoba untuk tidur lagi, tapi tidak bisa. Perasaannya sedang kalut memikirkan keadaan Lizzie. Akhirnya Vladimir dapat memejamkan matanya walaupun hanya sebentar.


Pada pagi harinya Vladimirsudah siap pergi, lalu ia menyuruh sopirnya untuk mengantarkannya ke bandara. Di dalam mobil, Vladimir menghubungi Zoya, kalau dia tidak akan masuk kantor untuk beberapa hari ke depan.


‘’Zoya, ini aku. Hari ini aku akan pergi ke Jerman. Jadi aku tidak akan masuk kantor hari ini dan untuk beberapa hari ke depan. Pekerjaan penting sudah aku selesaikan semua dan pekerjaan di kantor pun sudah selesai. Seharusnya tidak ada masalah kalau aku lebih awal pergi ke Jerman. Kalau ada masalah di kantor hubungi aku seperti biasanya."


‘’Baik. Tapi kenapa Anda tiba-tiba pergi kesana ke sekarang?’’


"Lizzie sakit, dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit. Aku sangat mengkhawatirkannnya."


‘’Eh, benarkah? Anda sudah menemukan Lizzie dan Lizzie sakit apa?’’


"Iya. Saya sudah menemukannya. Lizzie demam, tapi tetap saja  aku khawatir."


"Oh begitu. Baiklah. Hati-hati di jalan!"


"Terimakasih."


Nicola mencari Vladimir, tapi tidak menemukannya.


Sebenarnya anak itu pergi kemana pagi-pagi sekali. Apa dia sudah pergi ke kantor?’’


Lalu Nicola menanyakan tentang keberadaan Vladimir kepada salah satu pelayannya.


"Tuan Vladimir, baru saja pergi."


"Kemana?’’


"Ke bandara.:


"Tapi untuk apa dia kesana? Apa kamu tahu?’’


"Tuan Vladimir bilang mau pergi ke Jerman hari ini.:


"Apaaa?hari ini dia pergi ke sana sendirian?’’


"Iya. Sepertinya begitu."


‘’Tapi kenapa dia pergi sekarang ke sana? Seharusnya dia pergi denganku beberapa hari lagi."


‘’Yang saya lihat, dia pergi dengan terburu-buru.:


‘’Tolong  hubungi Vladimir, kalau sudah terhubung berikan padaku."


"Baik."


Pelayannya kemudian mencoba menghubungi Vladimir dan Vladimir menjawab panggilannya.


"Ini Tuan, sudah terhubung dengannya."


Nicola mengambil telepon dari pelayannya.


"Vladimir, sekarang kamu ada di mana?’’


"Sekarang aku ada di bandara."


‘’Kata pelayan kamu akan pergi ke Jerman hari ini. Kenapa kamu pergi ke sana sekarang? Apa ada sesuatu yang terjadi?’’


"Maaf Ayah, sebelumnya aku tidak memberitahumu soal ini, karena aku tadi pergi dengan terburu-buru, jadi aku tidak sempat memberitahu Ayah. Lagi pula waktu itu Ayah masih tidur. Aku mau  menemui Lizzie."


"Lizzie? Memangnya dia ada di sana sekarang?’’


"Iya Ayah. Akhirnya aku menemukannya. Dia tinggal di Jerman. Aku baru saja diberitahu Lizzie sedang sakit dan dirawat dirumah sakit, jadi aku harus menemuinya. Aku sangat mengkhawatirkannya."

__ADS_1


"Baklah. Aku mengerti. Hati-hati di jalan!’’


"Terima kasih. Sampai jumpa di sana!’’


Vladimir menutup teleponnya. Nicola memberikan lagi telepon kepada pelayannya.


🍀🍀🍀


Schwangau,Jerman


Akhirnya Vladimir tiba di Jerman setelah terbang berjam-berjam. Hari sudah malam, ia memanggil taxi dan menyuruhnya pergi ke Schwangau. Setelah sampai di sana Vladimir pergi ke hotel Weinbauer. Ia langsung menyimpan barang-barangnya di sana, mandi, dan berganti pakaian, kemudian Vladimir pergi ke rumah sakit tempat Lizzie di rawat.


Keadaan di rumah sakit sudah sepi, kecuali bagian ruang gawat darurat. Vladimir pergi ke kamarnya Lizzie dan sekarang sudah berada di depan kamarnya. Jantungnya berdegup semakin kencang, karena dibalik pintu ini ada Lizzie dan sekarang dia akan dapat bertemu dengannya secara langsung. Vladimir perlahan-lahan membuka pintu. Di dalam tidak ada siapa-siapa hanya ada Lizzie yang sedang tidur.


Vladimir kemudian perlahan-lahan mendekati Lizzie. Matanya berkaca-kaca melihat Lizzie dan Vladimir menangis. Ia menahan tangisannya supaya Lizzie tidak mendengarnya dan tidak terbangun. Tangan Vladimir secara perlahan-lahan terangkat dan menyentuh wajah gadis itu dan membelai wajahnya dengan lembut, dari rambut, mata, hidung terus sampai ke bibir. Vladimie masih belum percaya sekarang Lizzie ada di depan matanya. Ia takut kalau semua ini hanya mimpi. Mimpi yang terlalu indah untuknya.


"Lizzie, akhirnya aku dapat bertemu denganmu lagi. Kamu tahu selama 2 bulan ini aku merasa kesepian dengan tidak ada dirimu di sisiku, sekarang aku sudah menemukanmu kembali. Sekarang kamu ada di depanku. Aku senang kamu masih hidup."


Vladimir perlahan-lahan menundukan kepalanya dan mencium bibir Lizzie. Kepala Lizzie bergerak dan Vlasimir panik, takut Lizzie terbangun gara-gara ciumannya tadi, tapi gadis itu tetap tidur dan Vladimir merasa lega. Vladimir duduk di samping Lizzie sambil memegang tangannya dan tidak henti-hentinya memandangi wajahnya. Vladimir sesekali tersenyum melihat Lizzie yang sedang tidur.Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Vladimir terkejut.


"Vladimir Kalashnikov,’’kata Reiko.


"Dari mana Anda tahu namaku,’’ kata Vladimir tidak kalah terkejutnya dengan Reiko.


"Aku tahu dari Lizzie. Dia memperlihatkan fotomu padaku."


"Oh saya mengerti. Anda siapa?’’


Reiko tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Vladimir.


"Aku Reiko Liebert."


"Anda Reiko Liebert pemilik villa Queena Revová."


"Benar."


"Lalu apa hubungan Anda dengan Lizzie?’’


"Aku temannya dan sudah aku anggap Lizzie sebagai anakku."


"Sungguh?"


"Sebaiknya kita berbicara di luar saja."


"Jadi Anda temannya Lizzie?’’


"Benar."


"Apa Anda ada hubungannya dengan Nicholas Liebert?’’


"Dia suamiku."


"Eh. Suami Anda?’’


Reiko menganggukan kepalanya. Vladimir sekarang mengerti semuanya pertemuan dia dengan Nicholas.


"Aku tidak menyangka Anda akan datang ke Jerman secepat ini setelah aku menelepon Anda."


"Eh. Meneleponku?’’


"Iya. Aku yang sudah menelepon Anda. Aku yang telah memberitahu Anda di mana Lizzie berada dan aku juga yang memberitahu Lizzie sakit."


"Jadi Anda yang sudah meneleponku. Aku ucapkan terima kasih sudah memberitahuku.:


"Akulakukan itu untuk kalian berdua. Lizzie masih mencintai Anda."


Vladimir tersenyum.


"Aku tahu."


‘’Sekarang di mana Anda tinggal?’’


"Aku menginap di Hotel Weinbauer."


"Sebaiknya Anda tinggal di rumah kami saja. Sekarang Anda pergi ke hotel dan ambil barang-barang Anda di sana. Sopir yang akan mengantar Anda. Tapi Lizzie....’’


"Anda jangan mengkhawatirkan Lizzie. Malam ini aku yang akan menjaganya. Sebaiknya hari ini Anda istirahat dulu di rumah. Anda pasti sudah sangat lelah, bukan?’’


Vladimir menuruti kata-kata Reiko dan akhirnya pergi ke hotel. Akhirnya Vladimir tiba di hotel dan naik ke atas mengambil barang-barangnya, lalu Vladimir masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah Reiko. Vladimir sekarang sudah berada di depan sebuah kastil dan pintu gerbang terbuka. Vladimir melihat ke sekeliling halaman kastil yang besar yang diterangi oleh banyak lampu. Vladimir terpesona dengan keindahan taman yang ada di depannya, kemudian turun dari mobil dan beberapa pelayan membantu Vladimir membawakan barang-barangnya. Ia menebarkan pandangannya ke rumah mewah itu. Pelayan menyuruh Vladimir untuk masuk. 

__ADS_1


‘’Ini sudah bukan disebut rumah lagi. Ini adalah kastil. Aku tidak menyangka Lizzie selama ini tinggal di kastil sebesar dan semewah ini,’’kata Vladimir dalam hati. Ia diantarkan pelayan ke kamarnya. Vladimir masuk ke dalam kamar dan melihat kamar itu dan ternyata kamarnya sangat besar. Vladimir langsung naik ke tempat tidur dan tidak membutuhkan waktu lama ia langsung tertidur dengan lelap.


Vladimir terbangun oleh suara burung yang hinggap di pinggir jendela dan melihat jam tangannya. Jam sudah menunjukan jam 9 pagi. Ia cepat-cepat bangun dan segera berganti pakaian.Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu, lalu Vladimir membukanya.


"Sarapan pagi telah siap."


"Terima kasih. Aku akan segera pergi ke sana."


Kemudian pelayan itu pergi dan Vladimir kembali ke kamarnya untuk membereskan barangnya. Ia keluar kamar dan turun ke bawah dan setelah sampai di bawah keadaanya sangat sepi, tidak terlihat satu orang pun. Vladimir bingung mencari ruang makan.


"Seharusnya aku tadi menanyakannya kepada pelayan di mana ruang makan berada."


Vladimir berjalan di sepanjang kastil menyusuri setiap ruangan yang berada di kastil itu, tapi tidak juga menemukan ruang makan. Ketika akan kembali ke pintu utama kastil, Vladimot kehilangan arah. Sekarang ia menyadari dia sekarang sedang tersesat di dalam kastil ini.


"Ya Tuhan, mencari ruang makan saja susah."


Akhirnya Vladimir duduk di kursi, karena kelelahan setelah berjalan mengelilingi kastil ini.Tidak berapa lama kemudian seorang pelayan datang dan pelayan itu mengantarkannya ke ruang makan. Setelah sampai di sana, Vladimir makan dengan lahap.


Sebelum pergi ke rumah sakit, Vladimir berjalan-jalan dahulu di kota ini. Dia menebarkan pandangannya ke segala penjuru kota. Di sanaia dapat melihat bangunan  yang indah dan Vladimir juga menjadi perhatian wanita muda di sini. Mereka saling berbisik satu sama lain. Vladimir yang menyadari itu langsung segara pergi ke tempat lain. Ia kemudian masuk ke mall dan di sana Vladimir membeli sebuah boneka Teddy bear yang besar berwarna coklat muda untuk Lizzie.


Vladimir juga membelikan sebuah gelang cantik untuk Lizzie. Ketika akan keluar dari mall, sekelompok wanita cantik sedang berbisik-bisik dan melihatnya tanpa berkedip.


🍀🍀🍀


"Syukurlah panas tubuhmu sudah turun. Mungkin besok kamu sudah boleh pulang."


‘’Maaf, sudah membuatmu"


Kemudian terdengar ketukan di pintu. Salah satu pegawai rumah sakit membawakan makan siang untuk Lizzie.


"Lizzie, sebaiknya kamu makan siang dulu."


"Baik.  Oh ya tadi malam aku bermimpi Vladimir datang ke sini dan aku merasakan kehadiran dirinya semalam di sini. Kalau dipikir-pikir lagi sepertinya itu tidak mungkin. Mana mungkin dia ada di sini. Itu pastilah hanya mimpi."


Reiko tersenyum mendengar perkataan Lizzie.


‘’Cepat habiskan makananmu."


Lizzie cepat-cepat menghabiskan makanannya.


Pintu kamar terbuka, Vladimir lalu masuk kamar dengan sebuah boneka Teddy bear yang sangat besar dan wajahnya terhalang oleh kepala boneka. Lizzie menatap orang itu dengan heran dan mencoba untuk melihat wajahnya. Vladimir perlahan-lahan memperlihatkan wajahnya pada Lizzie.


Lizzie tersentak kaget dan jantungnya serasa berhenti ketika melihat Vladimir ada di depannya. Lizzie menutup matanya dan mengeleng-gelengkan kepalanya. Ketika membuka matanya lagi, Vladimir masih berdiri di depannya.


Vladimir tersenyum dan memandang Lizzie dengan penuh cinta. Lizzie masih tetap duduk di tempat tidur dan tidak bergerak.


"Ini pasti mimpi mana mungkin dia ada di sini’,’kata Lizzie dalam hati.


Reiko pergi meninggalkan mereka berdua dan sekarang di kamar hanya ada mereka berdua.


‘’Apa saya sedang bermimpi ya."


‘’Tidak. Kamu tidak sedang bermimpi. Lihat apa yang aku bawa untukmu."


Vladimir memberikan boneka itu kepada Lizzie dan menerimanya dengan tangan gemetar. Vladimir berjalan mendekati Lizzie dan duduk di pinggir tempat tidur. Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain tidak saling bicara. Akhirnya Lizziw memecahkan keheningan dengan bicara pada Vladimir.


‘’Apa Anda Vladimir?’’


‘’Apa kamu sudah tidak kenal lagi padaku? Aku Vladimir.


Lizzie lalu mencubit pipinya.


"AAAAWWWWW sakit."


Lizzie mengelus-ngelus pipi yang tadi di cubitnya. Vladimir tersenyum melihat tingkah Lizzie. Ia dapat melihat sekarang kalau Lizzie sama sekali tidak berubah, dia masih tetap seperti dulu. Tiba-tiba Vladimir menarik Lizzie dalam pelukannya. Lizzie terkejut, lalu ia membalas pelukan Vladimir. Selama beberapa saat mereka dalam posisi seperti itu. Vladimir semakin erat memeluk Lizzie melepaskan semua kerinduan yang dipendamnya selama 2 bulan ini. Lizzie merasakan Vladimir sedang menangis.


"Vladimir."


Pintu terbuka. Mereka segera memisahkan diri. Dimitri dan Aleandra terkejut melihat Vladimir. Akhirnya Vladimir bercerita kenapa ia bisa sampai di sini. Aleandra dan Dimitri juga bercerita kalau selama ini mereka sudah tahu kalau Lizzie masih hidup dan mereka meminta maaf kepada Vladimir, setelah berbicara dengan mereka, Aleandra dan Dimitri memutuskan kembali ke kastil setelah melihat Lizzie baik-baik saja. Pintu kamar kemudian menutup.


Lizzie mengelus-ngelus kepala Vladimir dan menyembunyikan wajahnya di pundak pria itu. Lizzie pun mulai menangis. Vladimir cepat-cepat menghapus air matanya dan mendorong tubuh Lizzie ke belakang dengan pelan dan menatap gadis itu dari dekat.


Jantung Lizzie berdetak semakin keras sampai-sampai ia bisa mendengar suara jantungnya sendiri, pipinya menjadi panas dan Lizzie juga dapat merasakan napas Vladimir di wajahnya, kemudian Vladimir mencium kening Lizzie dan menghapus air mata di wajahnya. Mereka berdua tersenyum dan Vladimir kembali memeluk Lizzie dan berbisik di telinganya.


"Aku merindukanmu dan  mencintaimu."


" juga merindukanmu dan mencintaimu."


Vladimir tersenyum ,kemudian menciumi rambut Lizzie

__ADS_1


‘’Kenapa kamu bisa tahu aku ada di sini? Siapa yang memberitahumu? Dan kenapa kamu juga bisa tahu kalau aku masih hidup?’’


"Aku tahu kamu masih hidup dari orang yang selalu mengunjungi makammu secara diam-diam. Dari orang itulah aku tahu kalau orang yang meninggal itu bukan kamu, tapi adiknya. Saat aku mengetahui kamu masih hidup, aku senang. Aku juga minta maaf, karena sudah memarahimu waktu itu, sekarang semuanya sudah jelas. Dave sudah menjelaskan semuanya padaku. Aku benar-benar menyesal. Kamu tidak tahu betapa menderitanya aku ketika kamu meninggalkanku. Aku sangat sedih dan hidupku menjadi hampa dan kesepian tanpa dirimu. Akhirnya sekarang aku dapat menemukanmu kembali dan kamu berada dipelukanku lagi. Mulai sekarang aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Tidak akan pernah." [ ]


__ADS_2