Shattering Heart

Shattering Heart
Pulang


__ADS_3

Kesokan paginya di apartemen,  Aleandra membereskan pakaian dan barang-barangnya ke koper. Bibi Polina sangat senang Aleandra akhirnya mau pulang. Bibi Polina masih belum mempercayai ketika Aleandra memutuskan untuk kembali ke Spanyol dan tentu saja bibi Poina langsung menghubungi orang tua Aleandra dan mereka sangat senang.


Anastasia masih bekerja dikafe dan terlihat sibuk melayani pembeli yang datang. Saat itu Anasatasia merasakan Hpnya bergetar.


"Ini Aleandra."


"Oh Aleandra. Ada apa?’’


"Aku akan pergi selama beberapa hari, jadi jangan cemaskan aku. Aku akan baik-baik saja."


"Aleandra, kamu akan pergi kemana?’’


Tuuuuutt....tuuuuutttt...


"Halo...Halo...Aleandra...Aleandra....’’teriaknya. Semua orang dikafe melihat kearahnya.Wajah Anastasia langsung memerah karena malu.’’Maaf...maaf,’’kata Anastasia. Ia memandangi Hpnya.


Aleandra kembali membereskan barangnya dan mematikan Hpnya. Sejak dia berpura-pura sebagai Aleandra Ivanov, dia harus berbohong padanya kalau dia mengganti nomor baru.


Sore harinya Aleandra dan bibi Polina sudah berada di bandara. Sebelum pergi masuk ke pesawat, Aleandra menoleh ke belakang . ‘’Aku akan segera kembali lagi."


"Nona Aleandra, ayo kita pergi."


Aleandra dan bibi Polina kemudian masuk ke dalam pesawat.


Keesokan siangnya Aleandra telah tiba di Spanyol. Orang tuanya menyambut kedatangannya dengan senang.


"Selamat datang kembali sayang,’’kata ibunya.


"Aku pulang.’’ Aleandra langsung memeluk ayah dan ibunya.


"Sekarang istirahatlah. Pasti kamu lelah, bukan? Ibu akan menyiapkan makan siang kesukaanmu."


🌻🌻🌻


Dimitri sedang makan malam bersama Sofia sambil membicarakan pernikahan mereka yang akan digelar satu minggu lagi. Sofia begitu bersemangat membicarakan hal itu, tapi Dimitri terlihat murung dan tidak terlalu tertarik dengan pernikahannya.Saat ini dia sedang memikirkan Aleandra dan hatinya berdenyut sakit setiap kali memikirkannya.

__ADS_1


Dimitri menegak wine dengan sekali teguk dan mengisi gelasnya kembali sampai penuh dan kembali langsung meminumnya sampai habis.


Apa aku akan rela melihatmu bersama pria lain? Aleandra, kenapa kamu lebih memilih pria itu bukan diriku? Saat ini aku akan rela melakukan apa saja asal aku dapat menjadi pria itu,"pikir Dimitri


Setelah selesai makan malam, Dimitri mengantarkan Sofia pulang. Ia tahu selama makan malam Dimitri mengacuhkan dirinya dan tidak mendengarkan pembicaraannya, karena memikirkan Aleandta.


"Aleandra ‘’kata Sofia dalam hati dengan nada kesal.


Mobil  sudah berhenti tepat di pintu masuk rumah. Dua orang pelayan menyambut kedatangan mereka.


"Dimitri, kamu mau masuk dulu?’’


‘’Tidak. Ini sudah malam. Lain kali saja."


"Baiklah. Selamat malam!’’


🌻🌻🌻


Anastasia sedang memasak makan siang dan keasyikannya terganggu dengan suara bel pintu.


Anastasia terkejut ketika melihat Aleandra berada di depan pintu." Aleandra..?’’


"Halo Anastasia!’’


Aleandra segera masuk ke apartemen dan langsung duduk di sofa sambil meluruskan kakinya. Anastasia masih terlihat bingung dengan kedatangan Aleabdra yang tiba-tiba.’’ Aleandra bukannya kamu bilang kamu akan pergi selama beberapa hari, tapi kenapa kamu kembali pulang?’’


"Apa maksudmu? Aku baru pulang dari desa Vyatskoye dan aku sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan sepertinya kamu sama sekali tidak mencemaskanku selama aku terisolasi di sana selama beberapa hari,’’sindir Aleandra.


"Hah? Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti. Kamu bilang kamu terisolasi di desa Vyatskoye selama beberapa hari, apa kamu tidak salah. Bukannya kamu sudah kembali minggu yang lalu."


"Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku baru kembali sekarang. Apa maksud aku sudah kembali minggu yang lalu?’’


Anastasia mendekati Aleandra dan meletakkan telapak tangannya di keningnya.’’Kamu tidak demam? Apa kau salah minum obat? Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu jadi tidak ingat apa yang telah kamu lakukan seminggu terakhir ini?’’


"Tidak terjadi apa-apa denganku. Aku baik-baik saja."

__ADS_1


"Sudah lupakan saja. Mungkin kamu sedang lelah."


‘’Anastasia, maafkan aku . Aku tidak mengikuti syuting iklan. Nanti aku akan minta maaf kepada mereka."


Anastasia menjadi bertambah bingung mendengar perkataan Aleandra.’’Kenapa kamu harus minta maaf segala, bukannya kamu sudah melakukan syuting iklan itu dengan baik."


"Eh...?’’


Lalu Aleandra melihat iklan minuman ringan di TV dan matanya terbelalak karena terkejut.


"Apa maksud semua ini?’’


Jari telunjuknya mengarah ke TV. ‘’Kenapa aku bisa melakukan syuting iklan itu? Padahal aku masih berada di desa Vyatskoye."


Aleandra menatap Anastasia dengan kebingungan dan Ia pun juga sama melihat Aleandra dengan raut wajah kebingungan.


"Aku tidak pernah melakukan syuting iklan itu? Dia bukan aku, tapi orang lain. Percayalah , itu bukan aku."


"Aleandra, itu tidak mungkin karena yang melakukan syuting itu adalah dirimu."


"Kamu tidak percaya padaku? Kalau begitu tanyakan saja pada pemilik penginapan."


Aleandra segera menghubungi pemilik penginapan dan tidak lama terdengar suaranya. Aleandra lalu menyerahkan Hpnya ke Anastasia untuk mendengarkan penjelasannya. Ia sangat terkejut bukan main ketika pemilik penginapan mengatakan kalau Aleandra berada di desa Vyatskoye selama kurang lebih dua minggu. Anastasia menyerahkan Hp ke Aleandra dengan tangan gemetar dan menatap gadis itu dengan bingung.


"Kalau kamu berada di sana, lalu siapa Aleandra yang berada di sini bersamaku dan mengikuti syuting iklan dan menjadi model video klip dari penyanyi terkenal saat ini di Rusia?’’


"Aku tidak tahu."


"Tapi dia benar-benar sangat mirip denganmu, bahkan aku tidak dapat membedakannya."


"Aku juga sangat ingin tahu siapa wanita itu?’’


"Mungkin dia adalah kembaranmu."


"Jangan bicara sembarangan. Mana mungkin aku mempunyai kembaran." [ ]

__ADS_1


__ADS_2