
Fanya lalu berbaring di tempat tidur, kemudian kepalanya menoleh ke kanan dan dia melihat ponselnya, lalu cepat-cepat mengambilnya dan ia segera menghubungi seseorang.
Vladimir yang baru saja pulang dari kantor mendapatkan sebuah panggilan dari Fanya. Ia cepat-cepat menjawabnya.
‘’Maaf. Malam-malam aku menganggumu, tapi aku sekarang sedang memikirkan hal yang membuat aku bingung dan aku butuh pendapatmu."
“Memangnya ada apa?’’
‘’Tadi aku bertemu dengan seorang wanita yang mirip dengan Lizzie di pusat perbelanjaan."
‘’Benarkah itu?’’
Jantung Vladimir berdetak lebih kencang ketika diberitahu ada wanita yang mirip dengan Lizzie.
‘’Iya. Tapi aku pikir itu tidak mungkin, kalau di dunia ini ada 2 Lizzie, kecuali Lizzie mempunyai saudara kembar, tapi kenyataannya Lizzie tidak memiliki saudara kembar. Aku jadi berpikir, jangan-jangan Lizzie masih hidup dan bagaimana kalau jenazah yang ditemukan itu bukan Lizzie, tapi milik orang lain. Aku tahu semua bukti mengarah kalau jenazah itu adalah Lizzie. Bagaimana kalau kita salah mengenali Jenazah itu?’’
‘’Aku juga berharap Lizzie masih hidup disuatu tempat, tapi sekarang aku sudah dapat menerima kenyataan kalau Lizzie sudah tidak ada lagi di dunia ini. Sekarang aku tidak ingin berpikir hal-hal yang tidak mungkin, meskipun tubuh Lizzie sudah tidak ada lagi, tapi jiwanya akan selalu hidup di dalam hatiku."
‘’Mungkin kamu benar. Sebaiknya kita tidak usah memikirkan hal-hal yang tidak mungkin. Kita harus menerima kenyataan Lizzie sudah meninggal. Maaf aku sudah menganggumu dengan pertanyaan bodoh ini."
‘’Tidak apa-apa. Terimakasih kamu sudah mau menceritakannya padaku’’.
‘’Selamat malam, Vladimir!’’
“Selamat malam!’’
Vladimir lalu naik ke atas tempat tidur dan mulai memikirkan perkataan Fanya, kemudian ia juga teringat dengan seorang wanita yang mirip Lizzir di Praha dan hal itu membuatnya jadi semakin bingung. Di dalam lubuk hatinya, Vladimit menginginkan kalau Lizzie masih hidup disuatu tempat.
🍀🍀🍀
Keseokan paginya Lizzie sudah sampai di depan gedung di mana Vladimir bekerja. Lizzie masuk sewajar mungkin. Ia bisa merasakan detak jantungnya semakin cepat. Lizzie memutuskan untuk menunggu di lobi sambil menunggu Vladimir turun, Lizzie berjalan-jalan sebentar di sana dan melihat-lihat keadaaan.
Satu jam kemudian, Vladimir turun diikuti oleh Zoya. Jantung Lizzie berdetak semakin cepat, Kakinya gemetaran dan sekarang Lizzie dapat melihatnya dari dekat. Ia ingin sekali berlari ke arahnya dan mendekapnya, ingin kembali merasakan kehangatannya, tapi Lizzie menekan keinginan hatinya itu dan hanya bisa menatapnya dari kejauhan.
Lizzie berada beberapa meter darinya, tapi Vladimit seperti ada berada ribuan kilomter darinya. Ia menatapnya dengan wajah penuh cinta dan kerinduan. Vladimir sudah mulai menghilang dari pandangannya. Lizzie lalu membuka kacamatanya dan menghapus air matanya, kemudian memasang kembali kacamatanya.
Lizzie kemudian keluar dari gedung dan ia memutuskan pergi ke pemakaman. Ia akhirnya menemukan makam dirinya sendiri dan meletakan sekuntum bunga di makam itu. Lizziw melihat bunga mawar merah dan putih yang sudah layu. ‘’Sepertinya Vladimir selalu datang ke sini ,‘’pikir Lizzie.
‘’Aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya, tapi aku sudah memaafkan perbuatanmu padaku dua bulan lalu. Semoga kamu tenang di alam sana."
Kemudian Lizzie pergi dari makam dan kembali kedalam mobil.
🍀🍀🍀
Keesokan harinya kemudian sebuah mobil mewah terpakir dihalaman univetsitas. Jean, Sara, Maribel, dan Anne tidak menyangka akan di jemput dengan mobil mewah untuk pergi ke rumah Lizzie. Hari ini Lizzie mengundang mereka untuk datang ke rumahnya sebelum ia kembali ke Jerman. Tidak lama kemudian mobil sudah berada di depan gerbang tinggi dan gerbang itu terbuka. Mobil mulai masuk ke halaman depan mansion dan berhenti di depan. Lizzie sudah berada di depan pintu rumah untuk menyambut kedatangan mereka.
‘’Selamat datang!"
Lizzie tersenyum dan mengajak mereka masuk. Ia membawa mereka ke halaman belakang. Di sana mereka mengadakan pesta kecil.
Mereka mengobrol, tertawa, bercanda sepanjang hari itu. Sudah lama Lizzie tidak berkumpul dengan teman-temannya seperti ini. Ia sangat merindukan keadaan yang seperti ini.
‘’Besok lusa apa kami bisa mengantarmu ke Bandara?’’kata Sara.
‘’Tentu saja. Aku nanti akan sangat merindukan kalian kalau aku sudah ada di Jerman lagi."
“Kami juga kan sangat merindukan kamu,’’kata Sara.
Mereka berlima kemudian berpelukan.
🍀🍀🍀
Keesokan paginya, Lizzie mengantarkan teman-temannya pulang ke rumah masing-masing. Setelah selesai mengantar, Lizzie segera pulang. Di dalam perjalanan ke rumahnya, Lizzie memutuskan pergi ke mall untuk membeli oleh-oleh.
Di mall Lizzie belanja sendirian dengan perasaan was-was takut akan ada orang yang mengenalinya, karena sekarang dia tidak memakai wig dan kacamata hitamnya.
Lizzie keluar dari mall dengan membawa banyak barang belanjaan dan sopir sudah menunggunya di depan mall. Ketika Lizzie akan masuk ke mobil, Fanya melihatnya dan menjatuhkan tas yang sedang dipegangnya. Kali ini Fanya yakin dengan apa yang dilihatnya.
‘’Tidak salah wanita itu mirip sekali dengan Lizzie. Apa dia adalah wanita yang sama dengan yang bertabrakan denganku beberapa hari yang lalu?"pikirnya.
Fanya menatap kepergian mobil yang membawa Lizzie, kemudian Fanya cepat-cepat memberhentikan taxi dan menyuruh sopir untuk pergi ke alamat yang diberikan olehnya. Fanya dengan terburu-buru menuju kantor Vladimir.
‘’Apa Vladimir ada di dalam? Aku ingin bertemu dengannya."
‘’Dia ada di dalam. Masuk saja,"kata Zoya.
Fanya mengetuk pintu dan masuk.
‘’Maaf sudah menganggumu. Ada yang ingin aku sampaikan padamu. Jadi tolong dengarkan aku baik-baik. Tadi di mall aku melihat Lizzie."
Vladimir yang sedang menulis langsung menghentikam kegiatannya dan menatap Fanya.
‘’Apa kamu bilang? ‘’
__ADS_1
‘’Kali ini aku tidak salah lihat. Aku benar-benar melihat Lizzie tadi. Aku sangat yakin. Aku tidak sempat menyapanya, karena aku waktu itu sangat terkejut dan ketika aku tersadar dari keterkejutan, Lizzie sudah pergi."
‘’Apa kamu benar-benar yakin itu Lizzie?’’
‘’Iya Vladimir. Aku yakin sekali. Mungkin saja kata-kataku itu benar."
‘’Kata-kata yang mana?’’
‘’Waktu aku katakan padamu di telepon. Mungkin Lizzie masih hidup dan selamat dari kecelakaan itu. Bagaimana kalau itu benar?’’
‘’Kalau itu benar, selama ini Lizzie pergi ke mana dan tinggal di mana? Aku tidak ingin terlalu mempercayai ini, karena itu nanti bisa membuatku sedih lagi. Aku harus melihatnya dengan mataku sendiri."
‘’Iya. Aku mengerti, mungkin kamu belum bisa percaya apa yang aku katakan tadi, tapi aku harus memikirkan kemungkinan ini. Baiklah, aku mau pulang dulu."
Vladimir sendirian di kantornya dan memikirkan kata-kata Fanya, tiba-tiba dihatinya muncul secercah harapan Lizziw masih hidup, tapi dia berusaha untuk tidak terlalu mempedulikannya.
🍀🍀🍀
Hari ini Lizzie akan kembali ke Jerman sendirian
Ia membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk menenangkan hatinya. Lizzie seperti tidak rela untuk meninggalkan Rusia sekali lagi, karena baginya itu sama artinya dengan meninggalkan Vladimir lagi dan semakin menjauh darinya. Sekali lagi Lizzie kembali menatap mansion dan sekeliling mansion Ayahnya memanggil Lizzie dari dalam mobil, kemudian Lizzie masuk setelah berpelukan dengan ibunya.
"Hati-hati di jalan! Dan segera hubungi kami kalau sudah tiba di sana,"kata Aleandra.
"Baik."
Di bandara teman-temannya sudah menunggu Lizzie. Lizzie kemudian berpamitan dengan mereka, kemudian berpelukan.
‘’Lizzie, kami semua akan merindukanmu, Hati-hati di jalan ya?’’kata Sara.
‘’Iya kami semua akan merindukanmu,’’kata Anne.
Sekali lagi mereka berpelukan. Lizzie melambaikan tangan kepada mereka. Akhirnya ia masuk ke pesawat dan tidak lama kemudian pesawat berangkat.
Vladimir yang sedang mengetik, dikejutkan dengan suara telepon. Vladimir mengambil ponselnya yang ada di atas meja.
‘’Halo selamat siang!’’
‘’Tuan Kalashnikov, ini saya David. Saya ingin melaporkan hasil penyelidikan saya mengenai orang yang sering mengunjungi makam Nona Lizzie. Aku sudah menangkap orangnya, sekarang dia ada bersama saya. Apakah Anda bisa menemui saya?’’
‘’Aku akan menemuimu sore ini."
‘’Baik. Saya tunggu."
‘’Sebentar lagi aku akan tahu, orang yang secara diam-diam selalu mengunjungi makam Lizzie,"gumamnya
Vladimir menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat-cepat. Setelah selesai, Vladimir dan Zoya pergi menemui David.
Vladimir kemudian menemui David dan menanyakan orang itu. David membawa Vladimir menemui orang itu.
‘’Siapa kamu? Apa hubunganmu dengan Lizzie?’’
‘’Saya Damian Velusky. Saya adalah kakak dari orang yang dimakamkan dengan nama Lizzie Romanov."
‘’Apa Maksudmu?’’
‘’Sebenarnya yang di kuburkan di sana bukan Lizzie Romanov, tapi adik perempuan saya, Marie Velusky."
‘’APAAAAAAA? Jadi maksudmu yang dikuburkan di sana bukan Lizzie, tapi adikmu?’’
‘’Iya."
Vladimir dan Zoya masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.
‘’Tapi itu bagaimana bisa? Bisakah kamu menceritakannya kepada kami?’’
‘’Sebenarnya Lizzie tidak pernah naik bus itu, jadi dia selamat. Jenazah yang kalian anggap sebagai Lizzie adalah jenazah adikku."
‘’Benarkah apa yang kamu katakan tadi, kalau Lizzie selamat, lalu di mana Lizziesekarang?’’
David diam, tidak menjawab pertanyaan Vladimir.
‘’AYO JAWAB DI MANA LIZZIEKU SEKARANG?’’
‘’Kalau itu aku tidak tahu. Aku hanya tahu kalian menganggap jenazah adikku adalah jenazah Lizzie."
‘’Tapi kenapa adikmu bisa naik bus itu dan barang-barang Lizzie ada bersamanya?’’
‘’Karena adikku sudah merampok Lizzie dan mengambil semua barangnya. Adikku mempunyai banyak hutang, dia membutuhkan banyak uang dan dia juga selalu dikejar-kejar oleh penagih hutang. Dia pergi ke Moskow untuk melarikan diri dari para penagih hutang. Adikku bilang wanita yang telah dia rampok dia tinggalkan di taman dalam keadaan tidak sadar dan adikku bilang dia masih hidup."
Vladimir dan Zoya yang sudah mendengarkan cerita itu benar-benar terkejut dan tidak bisa mempercayai ceritanya. Hati Vladimir senang, karena sekarang dia tahu kalau Lizzie masih hidup disuatu tempat.
‘’Kamu benar-benar tidak tahu di mana Lizzie sekarang?’’
__ADS_1
‘’Saya sama sekali tidak tahu. Maafkan saya."
‘’Terima kasih David atas bantuanmu."
Vladimir yang sudah puas mendapatkan informasi, langsung pergi meninggalkan mereka.
‘’Kamu mendengar perkataan orang itu kan, Zoya. Lizzie masih hidup,’’kata Vladimir dengan senang.
‘’Iya. Saya mendengarnya dengan sangat jelas. Saya tidak percaya kalau Lizzie masih hidup. Tapi sekarang Lizzie ada dimana? Apa kamu sudah tahu kira-kira dia ada di mana?’’
‘’Saya tidak ada bayangan sama sekali Lizzie ada di mana sekarang. Aku sama sekali tidak menyangka Lizzie masih hidup dan Aku masih belum mempercayainya. Aku akan segera mencarinya dan ingin sekali bertemu dengannya. Sebelumnya aku harus memberitahukan ini kepada keluarganya."
Zoya dapat melihat wajah senang Vladimir. Sepanjang perjalanan pulang dia selalu tersenyum. Ia yakin kali ini senyumannya berasal dari hatinya, bukan senyuman yang dipaksakan.
‘’Ini benar-benar suatu keajaiban. Ini benar-benar luar biasa. Aku belum benar-benar kehilangan dia, kalau aku sudah bertemu dengan dia, aku tidak akan pernah melepaskan dia lagi."
Beberapa menit kemudian, Vladimir tiba di rumahnya dengan hati gembira. Ayahnya yang melihat kepulangan anaknya heran melihat Vladimir begitu gembira.
‘’Apa yang terjadi?’’
‘’Apa maksud Ayah, aku tidak mengerti’’.
‘’Kamu hari ini kelihatan gembira, tidak seperti biasanya."
‘’Sekarang aku memang sedang bergembira, karena aku baru saja mendapatkan berita baik.:
‘’Boleh tahu berita apa itu?’’
‘’Aku baru mengetahui bahwa Lizzie masih hidup dari seseorang. Ayah, Lizzie masih hidup. Rasanya aku tidak percaya dia masih hidup. Aku takut kalau semua ini hanya mimpi, kalau ini mimpi aku tidak ingin bangun."
‘’Benarkah? Syukurlah kalau Lizzie masih hidup. Ini berita luar biasa."
‘’Sebaiknya kamu segera mencari dia dan menikahlah dengannya."
Nicola lalu meninggalkan Vladimir sendirian di bawah tangga, kemudian Vladimir naik tangga dan langsung menuju kamarnya, lalu dia menelepon Fanya.
‘’Fanya, ini aku. Besok bisa kita bertemu di kantor?’’
‘’Baiklah. Aku akan ke sana."
Vladimir kemudian pergi ke kamar mandi, lalu berpakaian dan berbaring di tempat tidur sambil memikirkan keberadaan Lizzie, kemudian di wajahnya terulas senyuman dan memandangi foto Lizzie.
🍀🍀🍀
Schwangau, Jerman
Keesokan harinya Lizzie sudah tiba di Schwangau dan ia sekarang berada di mobil menuju ke rumahnya. Kurang lebih 2 jam mereka akhirnya sampai di kastil. Reiko menyambut kedatangannya dan kemudian memeluknya.
‘’Lizzie, aku sangat merindukannmu."
‘’Aku juga merindukanmu."
‘’Bagaimana perjalananmu. Apa menyenangkan? Apa kamu sudah bertemu dengannya?’’
‘’Perjalananku sangat menyenangkan dan aku juga sudah bertemu dengan sahabat-sahabatku di sana, tapi aku belum bertemu langsung dengan Vladimir."
‘’Itu artinya dia belum tahu kalau kamu masih hidup."
‘’Iya. Dia belum tahu aku masih hidup."
Reiko dapat melihat wajah Lizzie yang sendu dan sedih ketika menbicarakan Vladimir dan juga dapat melihat Lizzie yang kelelahan sehabis melakukan perjalanan jauh.
‘’Sebaiknya kamu pergi ke kamarmu dan beristirahat."
Lizzie menaiki tangga dan menuju kamarnya, dan Reiko memperhatikannya menaiki tangga sampai Lizzie menghilang dari hadapannya.
Di kamarnya Lizzie membereskan semua barangnya, karena besok pagi dia harus pergi ke Kiel untuk memulai kursus bahasa Jerman.
🍀🍀🍀
Moskow, Rusia
Vladimir pergi ke kantor masih dengan wajah senang. Zoya pun ikut senang, karena Vladimir sudah dapat kembali tersenyum seperti dulu.
‘’Apa Anda sudah menyuruh orang untuk mencari di mana Lizzie berada?’’
‘’Belum. Tapi aku akan segera melakukannya."
Tiba-tiba terdengar ketukan dipintu dan Fanya masuk.
‘’Aku sudah datang. Ada apa kamu mencariku?’’
‘’Semua yang kamu katakan benar."
__ADS_1
‘’Eh, apa maksudmu? Aku tidak mengerti." [ ]