Shattering Heart

Shattering Heart
(S2): Penculikan 2


__ADS_3

Sebuah mobil sedan hitam berhenti dengan diiringi suara decitan rem  di depan sebuah pohon maple tempat persembunyian Fanya. Seorang pria langsung keluar dari kursi pengemudi dengan terburu-buru dan matanya menangkap sosok Fanya di samping pohon itu dengan tubuh gemetaran , wajah dipenuhi oleh air mata dan raut wajahnya nampak ketakutan. "Fanya…’’panggilnya.


"Vladimir,’’ujar Fanya dengan suara gemetar.


Vladimir langsung berlari ke arahnya.


Sejak tiga puluh menit yang lalu, hatinya merasa gelisah dan takut sesuatu yang buruk menimpa Lizzie dan kegelisahan hatinya terbukti benar. Setelah menerima telepon dari Fanya, ia langsung memberitahu ayahnya untuk meminta bantuan , lalu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat Fanya berada. 


Ditengah perjalanan ia bertemu dengan Jack dan si sopir yang telah sadar dari pingsannya. Jack langsung menjelaskan kejadiannya kepada Vladimir dan pria itu terkejut saat diberitahu oleh Vladmir bahwa Lizziw telah diculik dan Fanya berhasil selamat dari penculikan itu.


Fanya masih menangis dalam pelukan Vladimir dan terus menyebut-nyebut nama Lizzie dan terus menyalahkan dirinya sendiri. Vladimir kemudian menatap Fanya dan mengangkup wajahnya dengan kedua tangannya. ‘’Ini bukan salahmu, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri."


"Tapi…’’


" Aku janji, aku akan membawa Lizzie kembali, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri lagi. Mengerti!’’


Fanya mengangguk. ‘’Sekarang sebaiknya kita pulang,’’kata Vladimir dengan menuntun Fanya masuk ke dalam mobil.


"Apa kamu tahu siapa pelakunya?’’tanya Vladimir saat mereka sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan ke rumah keluarganya.


Fanya menggelengkan kepalanya."Kejadiannya begitu cepat dan aku tidak melihat pelakunya karena wajah mereka memakai topeng."


Fanya menoleh ke samping melihat Vladimir yang sedang mengemudi. "Kenapa mereka mau menculik kami?’’ tanya Fanya yang matanya sudah kembali di penuhi air mata.


‘’Aku tidak tahu."


Fanya terdiam dan air matanya yang sudah terkumpul di matanya mulai mengalir keluar lagi.


‘’Semuanya akan baik-baik saja,’’kata Vladimir tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalanan.


Sesampainya di rumah , kepala pelayan yang membukakan pintu terkejut melihat keadaan Fanya.


’’Bisakah kamu menyuruh seorang pelayan untuk mengambilkan air untuk Fanya?’’kata Vladimir.


"Ba..baik."Kepala pelayan itu langsung pergi meskipun ia masih penasaran apa yang telah terjadi.


Vladimir mendudukkan Fanya di sofa ruang keluarga dan tidak lama kemudian Jack dan Nicola datang. Jack langsung menjatuhkan diri di sofa dan ia menatap bersalah kepada Fanya. ‘’Maafkan aku! Sudah tidak bisa menjaga kalian."


‘’Ini bukan saatnya saling menyalahkan diri  yang perlu kita lakukan sekarang adalah mencari cara untuk menyelamatkan Lizzie,’’kata Vladimir cemas.


"Yang dikatakan Vladimir benar. Kita harus segera menyelamatkan Lizzie,"kata Nicola.


"Tapi kita tidak tahu di mana Lizzie,"ujar Fanya.


"Siapa pun penjahatnya pasti mereka akan menghubungi kita,’’ujar Jack menimpali.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain kita menunggu,’’ujar Nicola.


Seorang pelayan perempuan membawakan segelas air untuk Fanya dan gadis itu langsung meneguknya sampai habis dan sekarang perasaannya sudah jauh lebih tenang. Aleandra dan Dimitri baru saja datang ke Romanov mansion. Mereka berdua terlihat sangat cemas, ketika Nicola memberitahunya bahwa Lizzie diculik, Aleandra langsung berteriak histeris sebelum akhirnya pingsan.


" Bagaimana Lizzie bisa sampe diculik?" tanya Dimitri marah.


Jack kemudian bercerita pada saat penculikan Lizzie. Suasana menjadi hening dan tegang. Menit demi menit telah berlalu dan setelah dua jam berlalu tidak ada penelepon dari penculik itu membuat Vladimir sangat kesal. Ia pun bangkit dari sofa dan berjalan menuju jendela.


Fanya dapat merasakan kegelisahan setiap orang yang ada di sini. Pintu yang terbuka secara tiba-tiba membuat mereka terkejut. Sergei menyeruak masuk bersama Nester dan menatap mereka dengan bingung. ‘’Kenapa kalian melihatku seperti itu?’’tanyanya.


"Karena ayah sudah membuat kami terkejut,"kata Dimitri.


"Maaf. Apakah telah terjadi sesuatu? Kalau dilihat dari ekspresi kalian memang sedang terjadi sesuatu kan?:


"Lizzie di culik,’’kata Fanya. Sergei membelalakan matanya.


" Siapa yang telah berani menculik Lizzie?’’tanya Sergei marah.


"Aku tidak tahu masih belum ada kabar dari penculiknya,"kata Nicola


"Ya Tuhan."


"Aku yakin Lizzie akan baik-baik saja. Mereka tidak akan menyakitinya," kata Jack.


"Semoga saja."


🍎🍎🍎


Hari ini kembali menjadi hari yang sangat melelahkan dan panjang untuk Fanya. Kemarin malam dan sampai tadi pagi, Lizzie masih bersamanya, berbicara dan bercanda dengannya. Air matanya kembali mengalir tanpa bisa ditahannya dan berdoa berharap Lizzie akan baik-baik saja. Suara ponsel Sergei berdering nyaring cukup mengagetkan semua orang. Suara seorang pria terdengar dari seberang telepon sesaat setelah ia menjawab panggilan masuk.

__ADS_1


"Dengarkan baik-baik!’’kata pria tersebut. ‘’Jika kamu ingin Lizzie selamat datanglah sendirian menemuiku."


"Siapa Anda?"tanya Sergei.


"Grigor Lennox."


"Jadi Lizzie ada bersama dengan Anda?’’


"Benar. Lizzie ada bersama dengan kami, jika kamu ingin melihatnya lagi, datanglah sendirian. Aku akan memberikan instruksi kemana kamu harus pergi."


‘’Apa Lizzie baik-baik saja?’’tanya Sergei cemas.


"Lizzie baik-baik saja. Aku akan melepaskan Lizzie , jika kamu mau menggantikan posisinya ‘’.


"Baiklah. Aku akan datang."


"Bagus, tapi ingat jangan memberitahu siapa pun , jika tidak, kami akan membunuh Lizzie,’’ancam Grigor.


"Aku tidak akan memberitahu siapa pun,’’kata Sergei ketakutan, kemudian Grigor memberikan pengarahan kemana ia harus pergi dan pria itu juga mengatakan akan ada seseorang yang menjemputnya untuk membawanya kepada Grigor.


"Aku mengerti."


Sambungan telepon pun terputus. Sergei mencengkeram kuat-kuat ponselnya.


"Kenapa penculik Lizzie ingin bertemu dengan Ayah?" tanya Dimitri."


"Ayah juga tidak tahu."


"Ini aneh,"kata Nicola.


🍎🍎🍎


Pagi-pagi sekali Sergei langsung menaiki taxi yang sudah dipesan oleh Grigor untuk menjemputnya.


"Kami akan mengikuti dari belakang,"kata Nicola.


Setelah satu jam perjalanan, Sergei tiba di depan sebuah taman kota saat hari sudah mulai terang. Ia duduk di salah satu bangku taman tidak sampai sepuluh menit menunggu , seseorang datang menghampirinya.


"Ikuti aku!’’perintah  pria itu.


Sergei mengerjap-ngerjapkan matanya saat penutup matanya di buka. Ia juga melihat ke sekeliling ruangan yang dilengkapi oleh perabotan mahal dan dapat disimpulkan kalau sekarang ia mungkin berada di ruangan duduk, sekarang ia duduk di sebuah kursi dengan sandaran punggung yang tinggi


"Halo Sergei!’’


"Siapa kamu?"


"Aku Grigor Lennox "


"Di mana Lizzie?’’


"Tenanglah! Lizzie baik-baik saja."


"Aku ingin melihatnya."


Grigor memberi isyarat kepada salah sstu anak buahnya untuk membawa Lizzie. Sergei tidak pernah melepaskan pandangan matanya dari Grigor. Pria yang selama ini telah nencoba membunuh anggota keluarganya. Rasanya ia ingin sekali meluapkan kemarahannya kepada pria itu, tapi itu akan sia-sia saja, ia tidak akan menang melawannya. Grigor menyeberangi ruangan, lalu duduk di depannya.


"Sekarang aku sudah ada di sini . Apa maumu?’’


"Aku ingin kamu mati."


"Kenapa kamu ingin aku mati? Kenapa kamu membenciku dan juga membenci keluargaku sampai kamu tega mencoba membunuh mereka,’’sembur Sergei marah.


Grigor  mencondongkan tubuhnya memperhatikan Sergei lebih dekat lagi, meneliti setiap inchi tubuh Sergei dan pria itu menangkap rasa takut dalam sorot matanya. Grigor kembali menyeringai dan memandangnya dengan rasa benci.


"Itu karena kamu sudah melakukan kesalahan terhadapku."


"Aku tida mengerti kesalahan apa yang sudah aku perbuat kepadamu? Bahkan aku tidak pernah mengenalmu."


"Kamu telah membuat ibuku meninggal."


"Aku?"tanya Sergei terkejut


"Iya. Kamu mungkin tidak ingat. Saat aku berumur 15 tahun terjadi sebuah kecelakaan mobil dan mobil kami masuk ke jurang dan terseret air sungai. Kakek dan nenekku meninggal, sedangkan aku selamat. Aku hilang ingatan dan akhirnya aku ingat kembali siapa aku. Sejak saat itu aku terus berencana untuk balas dendam kepadamu dan menghancurkan keluarganmu.


Enam puluh tahun yang lalu, ibuku bertemu denganmu saat umurnya dua puluh tahun dan ia jatuh cinta kepadamu dan kalian berdua menjadi sepasang kekasih. Ibuku sangat bahagia ketika itu apa lagi saat ia mengetahui sedang hamil, lalu ibuku memberitahukan kabar kehamilannya kepadamu, tapi kamu menolak untuk bertanggung jawab dan kamu tega mengusir ibu dari kehidupanmu. Akhirnya ibu pergi dengan kesedihan dan membawa kekecewaannya yang besar. Satu minggu setelah ibu memberitahukan kehamilannya,  Kamu dikabarkan telah bertunangan dengan seorang wanita cantik yang berasal dari keluarga bangsawan seperti dirimu. Ibuku terus menangisimu.

__ADS_1


Ibuku kemudian pergi ke tempat terpencil untuk menangkan dirinya dan tidak lama ibuku melahirkan bayi kembar laki-laki dan bayi laki-laki itu adalah aku dan Anthony. Ibu merawat kami dengan segenap hatinya sampai aku besar. Ibuku selalu menyembunyikan siapa ayahku sebenarnya setiap kali aku menanyakannya.


Aku selalu melihat ibu menangis diam-diam sambil memandangi foto seorang pria dan aku yakin foto pria itu adalah ayahku. Pada suatu hari ketika aku baru pulang sekolah ibu menuggu kedatanganku dan mengajakku untuk berbicara. Ia pun menceritakan kisah cintanya . Selama ibuku bercerita , aku sangat geram kepada ayahku yang telah meninggalkan ibuku yang sedang hamil. Kamu telah membuang kami jauh-jauh sementara kamu hidup bahagia dengan istri dan anakmu. Aku sangat marah dan benci kepadamu. Seharusnya aku juga berada dalam lingkungan keluargamu, sehingga kehidupa kami dan tercukupi dan ibu tidak perlu bekerja keras demi membiayai hidup dan sekolah kami.  Aku sangat iri melihat kehidupan bahagiamu. Ayahku sudah tidak ingat lagi tentang keberadaanku dan ibuku.


Pada suatu malam aku melihat ibuku tergeletak di lantai dengan tangan penuh sayatan di pergelangan tangannya. Ibuku mencoba bunuh diri, karena sudah tidak dapat menahan kesedihannya lagi dan ia sudah kehilangan banyak darah. Tidak lama kemudian , ibuku meninggal dan saat itu juga aku berjanji akan membalas dendam kepadamu dan keluargamu. Aku tidak ingin melihat hidupmu bahagia sementara aku hidup menderita dan satu persatu aku membunuh anggota keluargamu di mulai dari anak dan menantumu. Aku ingin melihat hidupmu menderita, tapi sayang aku gagal membunuh mereja."


"Kamu kejam,’’teriak Sergei marah.


"Kamu pantas mendapatkannya."


Grigor memegang bahu Sergei dengan kedua tangannya, lalui mencondongkan wajahnya.


"Kamu juga harus mati,’’katanya.


Sergei merasakan tubuhnya semakin gemetar ketakutan, sekarang hidupnya berada di tangan pria ini mungkin ini adalah hari terakhir hidupnya, tapi sebelum ia mati, ia ingin bertemu dengan Lizzie.


Seseorang membuka pintu ,keduanya mengalihkan perhatian ke pintu yang terbuka. Di sana munculah salah satu anak buahnya bersama dengan Lizzie.


Lizzie langsung berlari ke arah Sergei dan memeluknya.


"Kakek."


"Kamu baik-baik saja? Apa mereka menyakitimu?’’tanyanya  cemas.


"Aku tidak apa-apa."


’’Syukurlah! Sekarang kamu bisa pergi dengan bebas dari sini.:


"Benarkah?’’tanya Lizzie senang.


Sergei mengangguk.’’Mereka sudah berjanji kepadaku untuk membebaskanmu, jika aku menjadi tahanan mereka sekarang."


‘’Apaa?’’pekik Lizzie terkejut."Tapi aku kira kita akan pergi bersama-sama."


Pandangan Sergei menjadi sedih dan matanya birunya terlihat sayu.’’Maafkan aku, Lizzie! Aku akan tetap tinggal di sini."


Lizzie meraih tangan Sergei dan gadis itu hendak menangis.‘’Tidak. Kakek juga harus ikut denganku."


"Aku tidak bisa."


Tangisan Lizzie pun pecah.


"Sekarang pergilah!’’.


"Aku tidak mau."


"LIZZIE,’’bentak Sergei.


Lizzie terdiam . Suasana menjadi hening sejenak.


"Sebaiknya kita selesaikan urusan kita. Aku ingin semua ini cepat berakhir,"kata Sergei setelah Lizzie pergi.


"Aku juga ini semua ini cepat berakhir "


Grigor mengeluarkan sebuah pistol dari laci mejanya, lalu menodongkannya tepat ke arah Sergei.


"Apa kamu tahu, inilah saat-saat yang aku tunggu sekian lama setelah aku selalu gagal membunuhmu dan aku akhirnya akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."


Grigor bersiap menekan pelatuk pistolnya dan Sergei memejamkan matanya menunggu kematiannya yang akan segera datang. Suara tembakan akhirnya terdengar dan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya.


Sergei juga merasakan cairan hangat di tubuhnya, tapi merasa aneh kenapa tubuhnya merasa tidak sakit.


‘’Kakek,’’panggil seseorang dengan suara lirih .


Saat Sergei membuka matanya,  ia sangat terkejut apa yang dilihatnya. Lizzie berada di sampingnya dengan berlumuran darah. Cairan hangat yang ia rasakan tadi adalah darah Lizzie.


Sergei terlihat begitu panik dan sangat cemas. ‘’Cepat panggilkan ambulan!’’teriaknya kepada Grigor yang masih berada di ruangan itu. Grigor terkejut melihat Lizzie yang datang tiba-tiba dan sasaran tembaknya meleset sehingga timah panas itu mengenai tubuh Lizzie tepat di dadanya. Aliran darah Lizzie perlahan menyebar diseluruh pakaiannya dn terlihat sangat pucat.


‘’Lizzie bertahanlah! Kamu tidak boleh mati, kamu dengar?’’


Sergei terus mengeluarkan air mata .’’Bertahanlah,’’bisiknya.’’Aku mohon."


"Kamu akan segera menyusulnya,’’kata Grigor.


Sergei memejamkan matanya  telah siap menerima kematiannya. Tiba-tiba pintu terbuka, beberapa polisi, Vladimir , Jack dan Ivander datang menyerbu. Sergei yang matanya telah dipenuhi oleh air mata penglihatannya menjadi kabur . Ia tidak dapat melihat jelas apa yang terjadi selanjutnya dan kemudian kepalanya terasa berputar-putar. Sergeu pun jatuh pingsan di samping Lizzie.[ ]

__ADS_1


__ADS_2