Shattering Heart

Shattering Heart
Rindu


__ADS_3

Satu minggu sudah sejak Aleandra dan Dimitri putus. Aleandra masih berada di desa Vyatskoye menikmati kesendiriannya tanpa ada seorang pun yang menganggunya. Jauh dari kebisingan kota dan kepenatan hidup.


Di sini Aleandra dapat bergerak bebas di alam dan dapat menenangkan hati dan pikirannya. Lambat laun alam sekarang sudah menjadi sahabatnya.Selama ada di sini Aleandra terlihat senang meskipun dihatinya masih ada rasa sedih yang mendalam.Dia tidak dapat membohongi dirinya sendiri untuk tidak merindukan kekasihnya.


Jauh dilubuk hatinya Aleandra ingin sekali bertemu dengannya, ingin melihat wajahnya, suaranya dan kehangatan pelukan Dimitri yang sudah tidak ia rasakan selama satu minggu. Ia berjalan menyusuri sungai ditemani oleh semilir angin yang menyejukan. Ia duduk di pinggir sungai sambil memperhatikan ikan-ikan yang berenang dengan lincah.


Di kejauhan terlihat orang-orang yang sedang memancing dan suara tawa anak yang sedang bermain. Aleandra merasa senang tinggal di sini. Ia ingin sekali tinggal di sini untuk selamanya dan tidak ingin kembali ke Moskow, karena di sana ada Dimitri. Aleandra tidak tahu apakah dirinya akan sanggup melupakannya, jika di sana harus bertemu dengannya, tapi sisi lain dirinya ingin sekali bertemu dengannya.


Aleandra sedikit merasa menyesal telah mengatakan kepada Dimitri kalau dia tidak akan mau kembali kesisinya lagi.Dia ternyata tidak sanggup membuang Dimitri dari kehidupannya seberapa pun dia berusaha keras untuk melupakannya ternyata Dimitri selalu memenuhi pikiran dan hatinya. Dia juga merasa setiap hari jadi semakin mencintainya.


Rasa rindunya yang selama ini dia tahan telah mencapai batasnya. Dia sudah tidak tahan ingin bertemu dengan kekasihnya meskipun Aleandra belum bisa memaafkannya.Selain itu dia harus melakukan syuting iklan besok walapun dia sebenarnya malas untuk kembali kalau tidak ada jadwal syuting menantinya.


Sesampainya di penginapan, Aleandra langsung membereskan barang-barangnya bersiap-siap untuk pulang keesokan harinya .Hpnya kemudian dinyalakan kembali setelah satu minggu dia matikan. Banyak pesan masuk yang diterimanya terutama dari Natasha, managernya. Aleandra membacanya satu persatu pesannya.


**Aleandra, kamu dimana sekarang?


Cepat hubungi aku!


Aleandra, aku ingin bertemu denganmu, tolong hubungi aku secepat mungkin**.


Pesan terakhir dari Sergei, ayahnya Dimitri.


Aleandra, aku ingin bertemu denganmu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu. Ini mengenai Dimitri anakku.


Aleandra keluar dari kamar dan mencari pemilik penginapan.Tidak sengaja tubuhnya menyenggol tumpukan koran dan majalah di atas meja makan yang letaknya dipinggir meja. Cepat-cepat dibereskannya dan tanpa sengaja di koran melihat Dimitri dengan Sofia, mantan tunangannya. Seketika wajahnya berubah pucat dengan tangan gemetar membuka koran itu dan membacanya.


Berita itu menyebutkan kalau sekarang Dimitri sedang dekat lagi dengan Sofia Hendrikova. Dikoran itu diberitakan juga Dimitri sering digosipkan mengencani Sofia. Hatinya berdenyut dengan sakit melihat kekasihnya bersama dengan seorang wanita selain dirinya.

__ADS_1


" Dimitri, kenapa kamu lakukan ini padaku? Apa kamu ingin membalas perbuatanku walaupun aku tidak pernah mengkhianatimu. Baiklah kalau itu yang kamu inginkan. Aku  tidak akan mempedulikannya lagi,’’katanya kesal.


Aleandra berdiri menghapus air matanya yang sudah membasahi seluruh wajahnya dan juga membasahi koran yang sedang dipegangnya.


🌻🌻🌻


Anastasia dan Natasha sedang berbicara serius mengenai keberadaan Aleandra, karena selama satu minggu ini ia sulit untuk menghubunginya.


"Aku mohon katakan dimana Aleandra berada sekarang? Ada pekerjaan penting yang sedang menantinya. Ia sudah terikat kontrak untuk syuting iklan minuman ringan dan syuting akan dimulai besok, kalau Aleandra tidak segera kembali, dia akan dianggap melanggar kontrak dan dia harus membayar denda yang jumlahnya tidak sedikit. Aku mohon katakan dimana dia sekarang?’’


Anastasia menarik nafas panjang dan menatap Natasha lurus dan tajam.’’ Aleandra ada di desa Vyatskoye."


Natasha tersenyum dan menatap Anastasia dengan tatapan terima kasih.’’Aku akan segera menjemput Maya disana. Terima kasih."


"Anda tidak perlu menjemputnya karena Aleandra akan pulang hari ini."


"Iya. Aleandra masih ingat dengan jadwal syutingnya . Dia masih bertanggung jawab atas pekerjaannya.Dia pasti akan pulang hari ini. Anda tidak perlu mencemaskannya lagi."


"Baiklah kalau begitu."


Natasha meminum kopinya lagi dan beranjak dari kursinya.’’Sepertinya aku harus kembali ke kantor jam istirahat siangku sudah habis. Kalian besok harus datang tepat waktu."


"Baik nona Natasha."


🌻🌻🌻


Aleandra menikmati makan siangnya dan makanannya terasa sangat enak walapun hatinya kini sedang resah dan sedih, tapi tidak mengurangi nafsu makannya yang besar. Setelah selesai makan, Maya membantu  membereskan peralatan makan yang kotor dan mencucinya.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Sabrina sekali lagi melihat berita tentang atasannya dan membuat dirinya kesal. Dia sangat tidak setuju atas sikap dan perilaku Dimitri saat ini. Ia telah kembali ke kantor dengan wajah kesal dan langsung masuk ke ruangan Dimitri tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Sabrina, kenapa kamu masuk begitu saja?’’


Dimitri menatap galak Sabrina dan ia sudah tidak peduli lagi dengan kemarahan Dimitri.Dia juga tidak perduli kalau seandainya Dimitri akan memecatnya.


"Bisakah Anda berhenti bermain-main?’’


"Apa maksudmu?’’


"Berhenti mengencani Sofia."


"Apa kamu cemburu?"


‘’Pak Romanov,’’ serunya kesal.


"Aku cuma bercanda. Itu bukan urusanmu dan itu juga terserah aku mau kencan dengan wanita mana pun."


"Anda melakukan ini, karena Anda merasa sakit hati karena Aleandra mengkhinatimu. Tapi sebenarnya Anda masih mencintainya, bukan?"


"Sudah cukup Sabrina jangan campuri urusan pribadiku lagi. Urusi saja dirimu sendiri. Sekarang keluarlah!’’teriaknya. Dimitrikembali memeriksa dokumennya lagi.


"Sebaiknya Anda segera hentikan saja permainan Anda ini karena pada akhirnya Andalah yang akan tersakiti dan tentu saja Aleandra juga. Sebelum masalah ini bertambah rumit Anda harus segera menghentikannya. Permisi!’’


Sabrina keluar dan dia menghela nafas panjang. Dia sendiri tidak tahu dari mana dia mendapatkan keberanian memarahi atasannya seperti tadi. Ia mengipasi dirinya dengan tangannya. [ ]

__ADS_1


__ADS_2