Shattering Heart

Shattering Heart
Rahasia kelahiran Aleandra


__ADS_3

Spanyol


Aleandra menghembuskan nafas panjang, ia turun ke bawah untuk mengambil minum sudah 3 bulan ia kembali ke Spanyol . Aleandra menuruni  tangga dan langsung menemui orang tuanya yang sedang asyik berbicara  di ruang keluarga sambil menonton TV. Ia pun terkejut mendengar pembicaraan orangtuanya bahwa ia memiliki saudara kembar.


BRAAKK


‘’Ayah, ibu, apa itu benar. Aku punya saudara kembar."


Orangtua Aleandra terkejut tidak menyangka rahasia mereka selama bertahun-tahun akan terbongkar.


"Aku mohon katakan yang sebenarnya padaku."


Aleandra memandangi orang tuanya dengan wajah yang memelas.


"Itu benar,’’kata ibunya, Marina tiba-tiba.


"Ibu...’’kata Michael, ayahnya sedikit berteriak.


"Ayah, mungkin sudah saatnya Aleandra mengetahui kebenarannya. Aku merasa suatu saat nanti ia akan mengetahui hal ini. Aku tidak ingin menyembunyikannya lagi."


Suaminya hanya terdiam mendengar perkataan istrinya. Kemudian Marina mulai bercerita tentang masa lalunya.


22 tahun yang lalu


Malam itu disaat terjadi badai salju di sebuah rumah sakit di Spanyol pada bulan Februari,  Marina Rivera dan suaminya berada di ruang bersalin. Marina terlihat sangat senang sekali, karena sebentar lagi dia akan dapat melihat wajah anaknya. Suaminya setia menungguinya.


Disaat yang bersamaan di ruangan sebelah sepasang suami istri juga sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka.Beberapa menit kemudian kedua wanita itu pun melahirkan.


Marina melahirkan anak kembar perempuan sedangkan wanita yang satunya lagi melahirkan bayi laki-laki, tapi sayangnya bayi yang dilahirkannya meninggal. Sepasang suami istri itu sangat sedih.Suaminya Marina pun keluar dari ruang bersalin dengan wajah yang gembira dan diluar dia melihat seorang pria asing menangis.Dia merasa kasihan kepadanya, lalu mendekatinya.


"Apa Anda baik-baik saja?’’


"Tidak. Sekarang ini aku tidak baik. Anakku meninggal saat dilahirkan."


Michael pun ikut bersedih. Dia sangat beruntung karena istrinya melahirkan bayi kembar yang sehat.


"Aku turut berduka cita."


"Terima kasih."


Setelah bayi kembar Marina dimandikan mereka di bawa ke ibunya untuk disusui, lalu Michael menceritakan  tentang sepasang suami istri di kamar sebelah tentang bayinya yang meninggal.


"Aku kasihan kepada mereka. Aku beruntung kedua anakku baik-baik saja. Kamu sudah memberikan nama kepada anak-anak kita."


"Iya. Aku memberikan nama Aleandra Elena dan Aleandra Elsie. Bagaimana menurutmu?’’


"Nama yang bagus. Aku suka." Marina dan Michael terlihat bahagia.


Sementara itu di ruangan sebelah sang Suami sedang berusaha menghibur istrinya.’’Jangan bersedih lagi, kita pasti akan mendapatkan anak lagi, ayo sekarang makanlah. Sejak kamu melahirkan , kamu belum makan sama sekali."


"Aku tidak ada nafsu makan, jadi jangan memaksaku,’’jawabnya ketus. Suaminya hanya bisa menghela nafas.


" Dua suap saja. Aku mohon."


Si istri kemudian tidur membelakangi suaminya. Si suami keluar kamar dan duduk  di depan kamar perawatan istrinya. Dia tertunduk sedih dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Michael melihat pria yang beberapa jam lalu ditemuinya saat di depan ruang bersalin.’’Maaf...’’


Pria itu mendongkak dan menatap Michael dengan mata yang masih basah dan dia tersenyum lemah.

__ADS_1


"Oh Anda, bagaiamana kabar istri dan anak Anda."


Michael duduk disamping pria itu. ‘’Mereka baik-baik saja."


"Selamat untuk Anda."


"Terima kasih. Anda mau melihat putri kembarku?’’


"Eh, bolehkah?’’


"Tentu saja. Ayo!’’


Michael tersenyum kepada istrinya yang sedang mengendong salah satu bayi kembarnya.


"Marina kenalkan ini pak....’’


"Saya Georgy Ivanov.


"Senang berkenalan dengan Anda."


"Terima kasih. Bayi yang cantik."


"Anda mau menggendongnya?’’tanya Marina.


"Tentu saja."


Dengan hati-hati Marina menyerahkan bayinya kepada Georgy.


"Siapa  namanya?’’


"Yang sedang Anda gendong namanya Aleandra Elena dan yang sedang tidur di ranjang bayi namanya Aleandra Elsie,’’jawab Marina.


Georgy terlihat senang mengendong Aleandra Elena.’’Halo Aleandra!"


Bayi itu tersenyum ketika diajak bicara olehnya.


"Sepertinya Aleandra sangat menyukaimu,’’kata Michael


"Kalian berdua beruntung mendapatkan bayi kembar yang cantik dan lucu."


Wajah Marina memerah.’’Terima kasih."


Georgy menyerahkan Aleandra kepada Michael.


"Maaf. Aku harus kembali ke istriku. Sepertinya aku sudah lama meninggalkan dia di kamar."


"Oh, baiklah’’kata Michael.


"Terima kasih sudah mengizinkan saya untuk mengendong salah satu bayi kalian."


Georgy membuka pintu dan sekali lagi tersenyum pada mereka berdua, lalu menutup pintu kembali.


"Aku sangat kasihan kepadanya dan juga istrinya. Mereka berdua harus kehilangan bayi mereka."


"Aku juga. Sepertinya mereka orang baik."


🌻🌻🌻


Beberapa hari kemudian Marina sedang bersiap-siap untuk meninggalkan rumah sakit. Dia terlihat sangat senang dan sudah tidak sabar membawa bayi kembarnya ke apartemennya yang kecil dan sederhana.Berkali-kali Marina melihat jam menunggu kedatangan suaminya.’’

__ADS_1


"Kenapa dia datang terlambat?’’


Tiba-tiba pintu kamar bergeser terbuka dan Marina melihat suaminya dengan nafas tersengal-sengal.


’’Maaf. Aku datang terlambat, tadi dijalanan sedikit macet. Apa kamu sudah siap untuk pulang?’’


Marina menganggukan kepalanya dan berkata,’’Iya, aku sudah siap, tapi bayi kita masih di kamar bayi. Perawat belum mengantarkannya ke sini."


‘’Aku akan pergi kesana untuk memeriksanya. Aku akan segera kembali ."


Michael langsung melesat pergi ke kamar bayi sedangkan Marina menunggu di kamar. Tiba-tiba Georgy muncul dan mengatakan penawaran gila.


Georgy ingin membeli anak Michael dan Marina dengan jumlah besar. Tentu saja Michael tidak mau. Bagaimana pun itu anaknya.


Georgy tidak menyerah.Dalam waktu singkat ia menyelidiki tentang Michael dan keluarganya dibantu oleh seorang informan. Ia tahu Michael sedang kesulitan keuangan. Usahnya bangkrut. Ia memiliki banyak hutang di mana-mana untuk membayar rumah sakit pun ia harus menghutang.


"Jika kalian memberikan salah satu bayi kalian. hutang-hutang kalian akan lunas dan Anda akan memiliki cukup modal untuk memulai usaha lagi."


Sesaat Michael tergiur dengan tawarannya, tapi hati nuraninya menolaknya.


"Anda bisa membicarakannya dengan istri Anda."


Mereka pergi ke kamar menemui Marina. Ia langsung menolaknya. Ia tidak ingin berpisah dengan salah satu anaknya.


"Pikirkan kembali. Bagaimana kalian akan menghidupi kedua anak kalian kalau kalian tidak memiliki uang. Anak-anak kalian tidak akan tercukupi kebutuhannya."


Michael dan Marina terdiam. Mereka memang tidak memiliki uang untuk mencukupi segala kebutuhan anaknya. Mereka juga tidak ingin masa depan mereka suram.


Dengan berat hati mereka memberikan salah satu anak mereka.


Marina nangis tersedu-sedu. Ia tidak memiliki pilihan lain begitu juga Michael.


"Kami akan merawatnya dengan baik dan kami akan membawanya ke Rusia."


Aleandra terdiam mendengar cerita orangtuanya.


"Jadi kalian menjualnya saudaraku?"tanyanya marah.


Marina dan Michael.


"Orangtua macam apa kalian hanya demi uang menjual anak kalian."


"Kami terpaksa. Jika kami tidak menerima tawaran Georgy, kita tidak bisa hidup mewah seperti ini. Uang yang diberikan olehnya ayah gunaksn untuk modal usaha dan usaha ayah sukses seperti sekarang."


"Kalian keteraluan. Apa pun alasannya, aku tidak terima. Kalian jahat."


"Maafkan kami."


Aleandra menangis.


"Kalian harus minta maaf kepada anak kalian satunya lagi dan membawanya pulang. Orangtua angkatnya sudah meninggal."


"Kami tahu."


"Besok kalian ikut ke Rusia untuk menemui Aleandra."


" Baiklah. Sudah saatnya kami menemuinya dan meminta maaf kepadanya,"kata Marina sedih. "Ibu menyesal seharusnya aku dan ayahmu tidak melakukannya."


Aleandra beranjak dari ruang keluarga dengan perasaan marah dan kecewa. [ ]

__ADS_1


__ADS_2