
"Lizzie, sepertinya kamu sekarang sangat akrab dengan pria itu. Semua orang di sini terkejut melihat keakraban kalian," kata salah seorang teman wanitanya.
"Be-benarkah. Aku sama sekali tidak menyadarinya."
"Tentu saja kamu tidak menyadarinya, karena kalian berdua asyik berbicara. Seolah-olah dunia milik kalian berdua."
Pipi Lizzie memerah, dan tidak tahu harus berkata apa. Sekarang semua orang sedang memperhatikannya dan berbisik-bisik.
"Itu tadi Kekasihku."
Terdengar suara riuh di kelas.
"Kekasihmu tampan juga."
"Terima kasih."
"Sebaiknya kamu jangan terlalu memperlihatkan keakraban kalian di sini. Itu akan jadi masalah dan akan menjadi gosip. Itu tidak baik bagimu dan pria itu."
"Terima kasih atas nasehatmu."
Vladimir menekan tombol lift dan lift terbuka, lalu berjalan dengan perasaan bahagia sambil bersiul dan sesekali ia memutarkan badannya seperti orang yang sedang berdansa.
"Selamat siang, Zoya’’ kata Vladimir dengan wajah penuh senyuman, lalu mengajak Zoya berdansa, kemudian Vladimir masuk ke kantornya.
Zoya memandang atasannya dengan wajah bingung. ‘’Tidak seperti biasanya dia seperti itu, apa telah terjadi hal baik pada dia,’’pikir Zoya. Lalu Zoya masuk ke kantornya dan menyerahkan beberapa dokumen beberapa kasus kepadanya. Zoya sudah tidak tahan untuk tidak bertanya tentang kelakuan aneh Vladimir hari ini.
"Apa telah terjadi sesuatu yang baik pada Anda hari ini?’’
Vladimir hanya tersenyum dan melihat-lihat kembali dokumen-dokumen yang ada diatas mejanya.
"Ini pasti mengenai Lizzie, bukan?’’kata Zoya sambil memandang penuh selidik.
"Kamu memang sekretaris paling hebat yang pernah aku miliki. Kamu bisa tahu apa yang aku pikirkan."
"Terimakasih atas pujiannya itu. Jadi benar ini memang ada hubungannya dengan Lizzie? Karena hanya ada satu orang saja yang dapat membuat Anda seperti ini, yaitu Lizzie."
"Rupanya aku tidak bisa menyembunyikan apa-apa darimu. Lizzie mencintaiku. Dia mengakuinya sewaktu kami berada di depan air mancur cupid di halaman belakang mansion keluarganya."
Zoya terkejut dengan penjelasan Vladimir.
"Eh, benarkah? Bukannya Anda bersama Veronica?"
"Aku juga sudah membatalkan pernikahanku dengan Veronica."
"Anda membatalkan pernikahan Anda, lalu apa Nona Veronica setuju?’’
"Aku belum bertemu dengannya lagi, jadi aku tidak tahu apa dia setuju atau tidak? Tapi bagaimana pun dia harus setuju dengan keputusanku."
"Tuan Kalashnikov, saya ucapkan selamat akhirnya Anda dapat memenangkan hati Lizzie."
"Terima kasih. Sebaiknya kamu kembali ke pekerjaanmu."
🍀🍀🍀
Sementara itu di rumah Yermolov. Veronica bangun dan berjalan menuju meja riasnya.’’Tidak. Aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku tidak boleh kehilangan Vladimir. Aku akan tetap mempertahankannya di sisiki. Walaupun aku harus menggunakan segala cara. Aku tidak akan menyerahkan Vladimir begitu saja pada Lizzie. Tidak akan pernah,’’kata Veronica dalam hati, lalu ia mengambil sebuah cuter dari laci meja riasnya.
Vladimir masih sibuk bekerja dan tiba-tiba teleponnya berbunyi. Ternyata sebuah pesan masuk. Ia tersenyum ketika dia tahu siapa pengirimnya, lalu Vladimir membacanya.
Vladimir, aku mencintaimu.
Walaupun hanya pesan singkat, tapi sudah membuat Vladimir kegirangan setengah mati mendapat pesan cinta dari Lizzie, kemudian Vladimir membalas pesan Lizzie.
Lizzie, aku juga mencintaimu dan merindukanmu. Besok luangkan waktu untukku. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu besok. Aku akan menjemputmu
Lizzie yang mendapat pesan dari Vladimir sangat senang, kemudian ia membalasnya.
Baiklah aku menunggumu. Sampai jumpa besok!
Vladimir tersenyum dan menutup teleponnya, kemudian kembali bekerja dengan wajah bahagia.
Lizzie terus memandangi teleponnya selama beberapa menit. Ia berjalan mendekati Dave.
"Aku ingin bicara denganmu. Bisa ikut aku sebentar."
Lizzie dan Dave pergi ke luar kelas, lalu Lizzie mengambil sesuatu dari tasnya.
"Aku mau mengembalikan kalung ini padamu,"katanya sambil meletakannya di tangan Dave.
"Kenapa kamu mengembalikan ini padaku? Aku kan memberikannya untukmu."
"Aku tahu, tapi aku tidak bisa menyimpannya lebih lama lagi. Sebenarnya sudah dari dulu aku ingin mengembalikannya, tapi selalu tidak ada kesempatan untuk mengembalikannya padamu. Seharusnya sudah dari dulu aky melakukan ini. Kamu juga pernah mengatakan perasaanmu padaku dan aku akan menjawabnya setelah sekarang. Maaf. Aku tidak bisa membalas perasaanmu, karena aku sudah mencintai pria lain. Aku benar-benar minta maaf."
Dave hanya diam dan Lizzie merasa bersalah, karena sudah membuat Dave sedih, lalu Lizzie membereskan barang-barangnya dan meninggalkan Dave di kelas. Ketika Lizzie keluar, tiba-tiba Dave memanggilnya.
__ADS_1
"Tunggu !’’
Lizzie membalikan badannya.
"Lizzie, semoga kamu bahagia dengan kekasihmu itu."
Lalu Dave berlari dan meninggalkannya di depan pintu keluar.
Vladimir yang sudah selesai bekerja mulai memikirkan acara kencan pertama dengan Lizzie. Ia tidak tahu harus melakukan kencan seperti apa dengan Lizzie. Vladimir memanggil Zoya.
"Bisa datang ke ruanganku sebentar."
Tak lama kemudian Zoya datang.
"Ada apa Tuan Kalashnikov?"
"Besok aku ada kencan dengan Lizzie dan aku tidak tahu kencan seperti apa yang akan aku lakukan. Bisakah kamu sedikit memberikan masukan?’’
"Hahahaha. Saya tidak pernah menyangka Anda bisa kebingungan dalam melakukan kencan dengan seorang wanita, tapi saya minta maaf, saya tidak bisa memberikan masukan mengenai kencan yang menyenangkan dan baik yang akan Anda lakukan nanti, jarena saya belum pernah melakukannya."
Vladimir kesal, karena Zoya malah mentertawakannya. Seharusnya tadi tidak usah bertanya kepadanya.
"Kalau begitu ikut aku ke toko buku."
"Hah? Ke toko buku? Tapi untuk apa kita pergi ke sana?’’
"Tentu saja untuk membeli buku. Aku mau membeli buku panduan cara berkencan yang baik dengan seorang wanita."
Zoya tertawa lagi. Sama sekali tidak menyangka bosnya akan membeli buku seperti itu.
"Aku tidak bisa membayangkan Anda membeli buku itu dan membacanya, karena saya selalu melihat Anda membaca buku-buku hukum ,tapi sekarang ...hahahahaha....’’
Zoya tertawa keras sekali. Mereka menuju tempat parkir dan Zoya masih saja tertawa.
"Mau sampai kapan akan tertawa terus seperti itu?’’
Kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian mereka berhenti di depan sebuah toko buku. Mereka pun masuk. Vladimir dan Zoya mencari-cari buku panduan cara berkencan. Akhirnya Vladimir menemukan buku yang dicarinya dan menyuruh Zoya untuk membayarnya. Mereka kemudian kembali ke dalam mobil. Sesampainya di rumah, Vladimir langsung membaca buku tersebut. Ketika asyik membaca buku, ponselnya berbunyi.
"Selamat malam!’’
"Malam Vladimir. Ini aku, Ayahnya Veronica. Maaf menganggumu malam-malam begini. Saya hanya ingin memberitahumu kalau Veronica sekarang ada di rumah sakit. Dia mencoba untuk bunuh diri."
"APPAAAAA?"
"Kenapa kamu melakukan perbuatan bodoh ini?’’
Vladimir memandang Veronica dengan wajah sedih dan iba.
🍀🍀🍀
Lizzie bangun pagi-pagi sekali dan bersiap-siap, karena hari ini akan berkencan dengan Vladimir untuk pertama kalinya selain di atas kapal pesiar. Aleandra melihat Lizzie sudah berdandan rapi.
"Lizzie, kamu akan pergi kesuatu tempat?’’
"Hari ini aku akan berkencan dengan Vladimir."
Aleandra menatap mata dengan pandangan terkejut. Kemudian bel pintu berbunyi, pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan Vladimit masuk.
Vladimir terkejut melihat Lizzie yang sudah berdandan dengan cantik. Ia menatap Lizzie dari ujung kaki sampai ujung rambut tanpa berkedip sekali pun. Lizzie memakai pakaian terusan berwarna pink muda dan berlengan pendek. Rambutnya ditata dengan rapi dan dibiarkan tergerai dan memakai pita warna pink.
Vladimir berpikir Lizzie sudah berubah menjadi wanita dewasa dan memliki tubuh bagus. Sekarang pasti akan ada banyak pria yang akan meliriknya dan itu akan membuatnya tersiksa, jika ada pria lain yang menyukainya. Vladimir tidak berpernah berpikir cintanya pada Lizzie akan sedalam ini dan hatinya tidak rela kalau ada pria yang dekat dengannya.
Vladimir menginginkan Lizzie seutuhnya dan berada dalam dekapannya. Ia tersenyum, lalu meraih tangan Lizzie dan mereka berdua berjalan menuju mobil. Vladimir membukakan pintu untuknya. Selama dalam perjalanan, Lizzie terus menatap Vladimir tanpa henti. Vladimir menyadari sejak tadi Lizzie terus menatapnya.
"Apa ada yang aneh denganku, Lizzie?’’
Lizzie langsung berhenti menatap Vladimir."
"Ti-tidak ada yang aneh."
Vladimir hanya tersenyum, kemudian ia menggenggam tangan Lizzie dan Lizzie dapat merasakan hangatnya tangan Vladimir. Kehangatan itu menjalari seluruh tubuhnya. Jantungnya berdetak semakin cepat. Apa lagi ketika Vladimir menciumi tangannya. Lizzie dapat merasakan sentuhan bibirnya yang hangat di tangannya. Vladimir melepaskan tangannya dan kembali berkonsentrasi mengemudi.
"Kita sudah sampai."
Mereka berdua turun dari mobil.
"Kita ada di mana sekarang?’’
Kemudian Vladimir meraih tangan Lizzie.
"Kita ada di depan bioskop. Kita akan nonton film."
Kemudian mereka masuk ke gedung bioskop sambil bergandengan tangan. Ketika mereka masuk, orang-orang sudah mulai berbisik-bisik. Mungkin bagi orang-orang itu mereka merupakan pasangan yang aneh dan mereka tidak terlihat seperti sepasang kekasih.
__ADS_1
"Jangan pedulikan mereka."
Lizzie menganggukkan kepalanya.
"Kamu ingin nonton apa?’’kata Vladimie sambil melihat-lihat daftar film.
"Aku ingin nonton film horor."
"Sebaiknya kita nonton film romantis saja."
"Tidak. Aku sedang tidak mau."
Mereka terus berdebat mngenai film yang akan mereka tonton dan antrian di belakang sudah mulai panjang. Akhirnya Vladimir menyerah tidak ada gunanya lagi berdebat dengan Lizzie
"Baiklah. Terserah padamu saja."
Satu setengah jam kemudian mereka keluar dari teater. Vladimir mengajak Lizzie makan siang dan membawanya ke sebuah restoran mewah. Setelah makan, Vladimir membawa Lizzie ketaman hiburan, lalu ke kebun bintang dan mengajaknya berperahu di danau. Vladimir mendayung perahu sampai ke tengah danau.
"Pemandangan di sini sangat indah bukan?’’ kata Vladimir melihat-lihat pemandangan di sekitarnya.
"Iya memang sangat indah. Apakah Anda sering datang ke sini?’’
"Kadang-kadang saja kalau aku punya waktu."
Lizzie menggangguk-anggukan kepalanya.
Vladimir menatap Lizzie yang sedang menikmati pemandangan alam. Ia ingin sekali menarik Lizzie ke dalam pelukannya dan menciumnya sekarang, tapi ia tidak mungkin bisa melakukannya di sini, karena bisa terjatuh ke danau.
Vladimir hanya bisa menekan keinginan hatinya untuk tidak memeluk dan mencium Lizzie. Ia mendayung perahu kembali ketepian, lalu mereka berjalan-jalan di taman dan duduk di bangku yang menghadap ke danau.
"Aku sudah membatalkan pernikahanku dengan Veronica,’’kata Vladimir tiba-tiba.
"Eh....’’
"Aku tidak bisa menikah dengan wanita yang tidak aku cintai, ini demi kebaikan kami berdua."
"Apa mereka setuju dengan keputusanmu?’’
"Mereka tidak setuju, tapi aku akan tetap membatalkannya walaupun kemarin malam dia mencoba bunuh diri. Aku hanya ingin berada bersamamu, Lizzie,’’kata Vladimir sambil mengelus-elus wajah Lizzie dan menatapnya dengan pandangan penuh cinta.
"Eh, Veronica mencoba bunuh diri?Tapi kenapa?’’
"Mungkin karena aku membatalkan pernikahanku dengannya."
Vladimir melihat wajah khawatir pada Lizzie.
"Lizzie, kamu tidak perlu khawatir seperti itu. Semuanya akan baik-baik saja."
Kemudian Vladimir menyentuh bibir Lizzie dan mengelusnya dengan ibu jarinya. Ia mulai mendekatkan wajahnya. Jantung Lizzie berdetak lebih keras sampai-sampai dia bisa mendengar detakan jantungnya sendiri. Vladimir mencium bibir Lizzie dengan lembut. Jantung Lizzie serasa berhenti seketika dan ia dapat merasakan ciumannya yang hangat.
"Aku sangat mencintaimu, Lizzie, ’’bisik Vladimir, Kemudian ia memeluknya dengan erat, lalu menatap lekat-lekat dan menciumnya lagi dan Lizzie membalas ciumannya. Bibir Vladimir kini sudah benar-benar menguasai bibir Lizzie dan terus ********** tanpa henti. Sampai akhirnya mereka kehabisan nafas dan melepaskan ciumannya.
Mereka lalu berpandangan satu sama lain dan tangan Vladimir masih membelai-belai wajah Lizzie.
"Vladimir, aku juga sangat mencintaimu."
Vladimir tersenyum dan kembali mencium Lizzie. Ketika mereka berdua asyik berciuman, tiba-tiba hidung Lizzie keluar darah. Vladimir cepat-cepat melepaskan ciumannya. Kini bibir mereka penuh dengan darah. Vladimir panik ketika melihat hidung Lizzie terus mengeluarkan darah, lalu cepat-cepat mengeluarkan saputangannya untuk membersihkan darah yang mengalir di hidungnya.
Setelah hidung Lizzie tidak berdarah lagi, Vladimir mulai membersihkan darah Lizzie yang ada di bibirnya.
"Lizzie, sebaiknya kita pulang saja."
"Baiklah."
Walaupun hati Lizzie tidak rela acara kencan dengan Vladimir akan segera berakhir.
Mereka menuju tempat parkir dan kemudian masuk kedalam mobil. Vladimir masih mengkhawatirkan Lizzie. Dia berkali-kali melihat Lizzie yang sedang tertidur di kursi, lalu tangannya memegang kening Lizzie. Badan Lizzie sedikit panas. Ia tidak kepikiran sama sekali kalau kencan pertamanya dengan Lizzie sampai membuatnya sakit. Akhirnya mereka tiba di Romanov mansion. Lizzie masih tertidur. Vladimir tidak ingin mengganggu tidurnya, lalu dia menggendongnya dan menidurkannya di tempat tidur. Vladimir memutuskan untuk menemani Lizxie di kamarnya dan menjaganya.
Tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa Lizzie. Setelah mendengar penjelasan dari dokter, Vladimir sedikit lebih tenang, karena Lizzie tidak mengalami sakit serius,l hanya terkena demam biasa. Semalaman Vladimir menjaga Lizzie dan jam 4 subuh Vladimir baru pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, Vladimir langsung tidur dan dibangunkan oleh suara ketukan di pintu keesokan harinya .
‘’Masuk’’
Nicola masuk kedalam kamar Vladimir.
"Pagi Vlad! Semalaman kamu tidak pulang. Kamu pergi kemana saja tadi malam? Aku mencarimu."
"Aku bersama Lizzie. Dia sedang sakit. Ada apa Ayah mencariku?’’
"Apa kamu sudah menemui Tuan Yermolov dan membatalkan rencana pernikahanmu?’’
"Iya, itu benar. Aku sudah membatalkannya. Sekarang aku dan Veronica sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi." [ ]
__ADS_1