Shattering Heart

Shattering Heart
Pertemuan


__ADS_3

Anastasia sangat antusias mendengar cerita Leonid ketika menemukan Aleandra di jurang saat hujan deras dan selama Aleandra di rawat di rumah sakit.


" Terima kasih sudah menyelamatkan adikku. Kalau tidak ada kamu entah bagaimana nasib adikku."


Anastasia kembali memeluk Aleandra dan ia bersyukur adiknya kembali dengan selamat.


"Aku harus mencari anakku, tapi aku tidak tahu di mana dia berada."


Aleandra kembali meneteskan air mata. Ia tidak tahu harus hidup seperti apa tanpa Lizzie.


Anastasia merangkul bahu Aleandra.


"Lizzie pasti kembali."


"Kalau tidak bagaimana? Aku...aku."


Aleandra menangis dipelukan Anastasia.


" Kita pasti akan menemukannya."


"Aku akan membantumu mencari anakmu,"kata Leonid.


Aleandra mendongakkan kepalanya." Terima kasih."


" Apa sebaiknya kamu memberitahu Dimitri tentang Lizzie?"tanya Anastasia ragu-ragu.


"Tidak. Jangan. Aku tidak ingin Dimitri tahu tentang Lizzie. Dia tidak boleh tahu."


" Baiklah. Kalau itu keinginanmu. Aku hampir mengatakan tentang Lizzie padanya, karena aku sudah putus asa kamu menghilang terlalu lama."


"Aku tidak ingin merusak pernikahannya dengan Sofia."


Anastasia terdiam.


"Ada apa?"


"Sejak kamu pergi sudah banyak hal yang terjadi. Sofia sudah meninggal."


Aleandra membelalakan matanya terkejut.


" Bagaimana Sofia bisa meninggal?"


" Jatuh dari lantai apartemennya."


" Ya Tuhan. Aku benar-benar tidak tahu."


"Bagaimana dengan Dimitri?"


" Dia dan anak perempuannya baik-baik saja. Jika kamu ingin tahu."

__ADS_1


Leonid yang sejak dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka, akhirnya berkata," Sebaiknya aku kembali ke hotel. Sepertinya ada banyak hal yang akan kalian bicarakan."


"Baiklah.Aku akan mengantarkanmu pulang."


Mereka berdua keluar dari apartemen. Leonid menghentikan langkahnya.


"Ada apa?"tanya Aleandra


" Apa kamu akan kembali kepadanya maksudku mantan kekasihmu?"


"Aku tidak tahu. Saat ini aku masih belum memaafkannya."


"Jika aku memintamu menjadi kekasihmu apa kamu akan menerimanya?"


"Leonid..."


"Aku tahu ini kedengarannya gila, tapi aku telah jatuh cinta kepadamu."


Aleandra terkejut dengan pengakuan Leonid. Ia tidak menyangka kalau ia akan jatuh cinta kepadanya. Aleandra selalu menyangka Leonid mencintai Inessa, karena mereka begitu dekat dan sangat akrab. Siapa pun yang melihatnya akan menyangka kalau mereka adalah sepasang kekasih.


"Terima kasih sudah mau mencintaiku. Kamu adalah pria yang sangat baik. Kamu sudah menyelamatkan nyawaku. Aku sangat berhutang budi kepadamu, tapu maaf aku tidak bisa menerima perasaanmu. Maaf."


Leonid menghembuskan napas panjang."Aku mengerti dan sudah menduganya. Sepertinya aku tidak akan bisa menggantikan Dimitri di hatimu."


"Maaf."


"Tidak perlu minta maaf."


"Itu juga bagus. Sampai jumpa. Semoga kamu bahagia."


"Kamu juga."


Aleandra memandangi kepergiannya. Andai saja ia bisa mencintai pria itu. Setelah Leonid tidak terlihat lagi, Aleandra masuk ke apartemennya.


🌻🌻🌻


Keesokan harinya Aleandra terkejut melihat wanita yang sangat mirip dengannya di depan pintu apartemennya bersama dua orang asing di belakangnya.


" Hai Aleandra Elena! Akhirnya kita bertemu."


Aleandra nampak bingung dan ia minta penjelasan kepada Anastasia.


"Dia adalah saudara kembarmu.""


"Apaaa?"


"Dan mereka orangtua kandungmu."


Aleandra semakin terkejut.

__ADS_1


"Ini tidak mungkin."


" Aku yang menghubungi mereka untuk datang ke sini,"kata Aleandra.


Marina yang sejak dari tadi begitu gembira bisa bertemu Aleandra Elena langsung memeluknya begitu juga dengan Michael.


" Maafkan kami."


Setelah mereka masuk. Marina dan Michael menceritakan tentang kelahirannya. Aleandra sangat terkejut, kecewa, dan marah.


"Maafkan kami. Kami tahu kami sidah berbuat salah. Seharusnya kami tidak memberikanmu kepada orang lain. Tolong maafkan kami,"kata Marina sambil terisak menangis.


Wajah Aleandra sudah basah oleh air matanya.


" Kalian sungguh tega. Selama ini aku mengira orangtua kandungku sudah meninggal bahkan aku tidak menyangka mempunyai saudara kembar."


" Kami sangat menyesal."


"Maafkan aku juga, karena wajah kita yang mirip banyak terjadi kesalah pahaman sampai-sampai hubunganmu dengan Dimitri hancur dan hubunganku dengan Ivan juga hancur. Aku sungguh tidak tahu bahwa aku punya saudara kembar. Aku baru mengetahuinya belum lama ini,"kata Aleandra Elsie.


Aleanndra Elena memeluk saudara kembarnya. "Itu sudah berlalu .Jangan merasa bersalah, karena itu bukan salahmu."


"Terima kasih."


"Awalnya aku sangat marah kepada ayah dan ibu, karena sudah memberikanmu begitu saja kepada orang lain, tapi sekarang aku sudah memaafkan mereka, jadi apakah kamu mau memaafkan mereka?"


Aleandra memandangi orangtuanya. Setiap orang pernah melakukan kesalahan dan mereka telah menyesalinya. Ia pun mengangguk. Marin dan Michael merasa senang, lalu memeluk Aleandra Elena.


" Terima kasih."


Aleandra menghapus air matanya. Anastasia senang melihatnya. Akhir keluarga yang bahagia. Andai saja Lizzie ada, kebahagiaan mereka akan lengkap. Setelah mereka pulang, Aleandra mendesah, lalu duduk di sofa. Ia membaca koran tadi pagi yang belum sempat dibacanya. Tangannya menjadi gemetar dan koran meluncur dari tangannya.


"Ada apa?" tanya Anastasia.


Ia mengambil koran itu dan terkejut melihat foto bayi perempuan bersama seorang wanita yang difoto bersamanya.


"Lizzie."


🌻🌻🌻


Dimitri yang sedang menikmati tehnya di sore hari begitu terkejut ketika tahu ada wartawan yang berhasil mengambil foto Lizzie. Foto diambil saat ia mengajak Lizzie jalan-jalan. Dimitri langsung menemui bibi Ester.


" Maafkan aku tuan Dimitri. Aku sudah mengizinkan wanita itu untuk mengambil foto nona Lizzie. Aku tidak tahu kalau wanita itu adalah wartawan."


" Aku juga tidak menyadari saat bertabrakan dengannya di supermarket. Ya sudahlah lain kali harus lebih berhati-hati lagi."


"Baik tuan Dimitri."


Suara bel terdengar dan salah seorang pelayan memberitahu ada tamu yang datang untuk menemui Dimitri. Ia segera pergi ke ruang tamu dan terkejut melihat siapa tamunya.

__ADS_1


"Aleandra,"serunya terkejut. [ ]


__ADS_2