Shattering Heart

Shattering Heart
(S3): Undangan makan malam


__ADS_3

Hari ini upacara pemakaman Lizzie akan dimulai. Banyak orang yang datang untuk mengucapkan belasungkawa untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Maya. Veronica dan ayahnya pun datang.


Tuan Yermolov melihat Vladimir berdiri dipojok ruangan. Pandangannya kosong seperti seolah-olah nyawanya telah keluar dari tubuhnya.


"Vladimir, aku turut berduka cita atas meninggalnya Lizzie. Ini seperti mimpi saja, gadis itu sudah meninggal."


"Terima kasih atas kedatangan Anda."


Satu jam kemudian acara pemakaman Lizzie dimulai. Pemakaman berlangsung dengan khidmat dan lancar. Vladimir hanya diam dan tidak mengeluarkan air mata. Hati Zoya miris ketika melihat Vladimir seperti itu.


"Selamat tinggal, Lizzie!"kata Aleandra dan Dimitri sambil meletakan bunga diatas kuburan Lizzie sambil menangis, sedangkan Sergei hanya melihat dengan pandangan kosong masih belum mempercayainya cucunya telah meninggal.


Vladimir mendekati makam Lizzie dan meletakkan bunga mawar merah di sana.


"Selamat tinggal, kekasihku! Aku akan selalu mencintaimu sampai aku mati nanti."


Vladimir sekali lagi memandangi kuburan Lizzir dan mencium batu nisannya. Ketika Vladimir akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja ia jatuh pingsan. Orang-orang yang ada disekitarnya jadi panik.


"Masukan dia ke mobil!’’perintah Nicola.


Beberapa menit kemudian Vladimir akhirnya sadar dan Nicola langsung membawanya kerumah.


"Vlad, sebaiknya hari ini kamu istirahat saja. Kondisi badanmu sekarang kurang bagus, dan besok kamu tidak perlu bekerja dulu. Ambilah cuti sebentar untuk menenangkan perasaan dan pikiranmu. Setelah kamu tenang, kamu dapat pergi bekerja lagi."


"Terimakasih, Ayah."


"Yang dikatakan oleh Ayahmu benar,"kata Juliet, ibunya


Begitu sampai di kamar, Vladimir langsung melemparkan dirinya ketempat tidur.


"Lizzie, kenapa kamu meninggalkan aku seperti ini?Aku merindukanmu."


Vladimir jatuh tertidur sambil meneteskan air mata. Keseokan harinya, Vladimie mengemas pakaiannya ke dalam koper. Ia memutuskan untuk tinggal beberapa hari di villanya dengan hatinya yang hancur berantakan.


πŸ€πŸ€πŸ€


1 bulan kemudian


Vladimir berada di kantornya sedang sibuk bekerja. Satu bulan sejak kematian Lizzie, Vladimir menenggelamkan diri dalam pekerjaan, hampir setiap hari ia bekerja dari pagi sampai malam hari dan Zoya pun ikut disibukan dalam pekerjaan.


"Apakah Anda tidak bisa istirahat walaupun hanya sebentar saja?"


"Pekerjaanku banyak. Aku akan istirahat kalau pekerjaan ini selesai."


"Tapi saya butuh istirahat. Selama 1 bulan ini saya sibuk bekerja dan hanya mempunyai waktu istirahat sedikit, jadi besok saya ingin mengambil libur satu hari."


"Baiklah kalau itu keinginanmu, tapi ingat hanya satu hari, tidak boleh lebih,”kata Vladimir memperingatkan.


"Terimakasih, Tuan Kalashnikov. Sebaiknya Anda juga mengambil liburan."


Telepon dikantor Vladimir berdering.


"Selamat siang!"


"Vladimir, ini aku."


"Ah Tuan Yermolov, bagaimana kabar Anda?’’


"Terimakasih. Aku baik-baik saja. Malam ini kamu ada waktu?’’


"Memangnya ada apa?’’


"Aku dan Veronica mengundangmu untuk makan malam."


Vladimir diam beberapa saat sambil berfikir.


"Sepertinya malam ini tidak bisa masih ada banyak pekerjaan di kantor. Besok malam saja. Bagaimana?’’


"Baiklah. Vladimir akhir-akhir ini kamu kelihatan sangat sibuk."


"Iya. Pekerjaan saya banyak."


"Kalau begitu sampai jumpa besok malam."


Vladimir menutup teleponnya dan kembali melanjutkan pekerjaanya.


"Apa Anda tidak akan membuka hati dan berusaha untuk mencintai wanita lain? Di luar sana banyak wanita cantik yang menyukaimu. Kamu bisa memilih wanita cantik manapun yang menyukaimu."


"Tidak. Itu tidak mungkin. Aku tidak bisa mencintai wanita manapun selain Lizzie. Bagiku hanya Lizzielah satu-satunya cintaku. Saya tidak bisa memberikan hatiku pada wanita lain."


"Bagaimana dengan Veronica? Akhir-akhir ini hubungan kalian menjadi baik kembali dan sekarang sudah banyak gosip beredar, kalau Anda dan dia kembali menjalin hubungan asmara."


"Kamu jangan pedulikan gosip itu. Semuanya tidak benar. Aku dan Veronica tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya teman biasa saja."


"Mungkin bagi Anda seperti itu,lalu bagaimana dengan Nona Veronica? Apa dia juga menganggapnya seperti itu? Mungkin saja dia masih mengharapkan Anda?’’


"Aku sudah mengatakannya kepada dia berkali-kali kalau saya tidak bisa mencintainya dan hanya menganggap dia sebagai teman."


"Tuan Kalashnikov, sebaiknya Anda juga mengambil liburan untuk menenangkan pikiran Anda. Mungkin dengan pergi berlibur Anda akan sedikit santai."


"Terima kasih atas saranmu. Aku akan mempertimbangkannya."


πŸ€πŸ€πŸ€


"Veronica, bagaimana hubunganmu dengan Vladimir akhir-akhir ini? Apa semuanya berjalan lancar?’’kata ayahnya.


"Hubunganku dengan Vladimir baik-baik saja, tapi sampai sekarang ini dia masih belum melupakan Lizzie. Sepertinya dia masih mencintainya. Aku iri dengannya, meskipun dia sudah meninggal masih tetap dicintai oleh Vladimir. Sepertinya aku akan susah untuk mengambil hati Vladimir dan membuatnya melupakan Lizzie "


"Kamu harus sabar. Vladimir butuh waktu untuk bisa melupakannya, jadi kamu harus secara perlahan-lahan untuk bisa mengambil hatinya dan membuatnya mencintaimu. Vladimir akan makan malam bersama kita besok malam, jadi kamu harus dandan secantik mungkin, kalau perlu kamu pergi kesalon terbaik untuk mempercantik dirimu."

__ADS_1


"Kalau demi Vladimir, aku akan melakukannya."


"Kamu tidak perlu terburu-buru untuk mendapatkannya, karena saingan terberatmu sudah tidak ada lagi."


"Aku tahu, tapi tetap saja aku tidak merasa tenang sebelum aku yakin mendapatkan dirinya. Aku takut dia akan berpaling pada wanita lain."


"Itu tidak mungkin. Mana mungkin Vladimir akan berpaling pada wanita lain, karena saat ini yang ada dihatinya masih ada Lizzie."


"Ayah memang benar. Aky harus segera menghapus Lizzie dari hati Vladimir "


Hari sudah menjelang sore, langit sudah berubah warna jadi oranye dan di luar angin bertiup dengan kencang. Vladimir masih berada di kantornya. Dia masih sibuk dengan pekerjaanya, sejak dari tadi dia membolak-balik berkas-berkas kasus yang ada di mejanya. Wajahnya sudah mulai terlihat jenuh, kemudian membanting berkas yang dipegangnya ke atas meja.


"Ini sudah cukup. Aku tidak boleh seperti ini terus. Aku harus menata hidupku lagi dari awal, kemudian Vladimir berdiri dan berjalan mendekati jendela, matanya menerawang jauh ke langit.


"Lizzie, apa yang aku harus lakukan sekarang? Tanpa ada dirimu disisiku, hidupku tidak berarti lagi. Lizzie, aku merindukanmu. Apa kamu bahagia di sana? Aku ingin melupakanmu, tapi kanu tahu aku tidak mungkin bisa melupakanmu, di mana-mana aku selalu melihat bayangan wajahmu, bahkan tadi aku sempat melihat bayangan wajahmu di berkas-berkas itu."


Vladimir kembali duduk dan meneruskan kembali pekerjaannya.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Apa anak itu belum pulang juga?’’Kata Nica kepada Juliet, istrinya.


"Sepertinya belum ?’’


"Apa dia bermaksud untuk bekerja sampai malam lagi? Ini sudah jam 10 malam, seharusnya dia sudah pulang dari tadi. Dia terlalu memaksakan dirinya bekerja."


"Sebaiknya kamu segera tidur."


"Aku akan menunggu dia pulang."


"Baik. Terserah kamu saja."


Vladimir pulang ke rumah. Dia langsung pergi ke kamarnya dengan wajah lelah. Ketika dia masuk kamar, Nicola sudah menunggu di kamarnya.


"Aya, Ibu. Apa yang kaliab lakukan di sini?’’


"Tentu saja menunggumu pulang. Kamu tahu ini sudah jam berapa? Ini sudah jam 11.30. Hampir setiap hari kamu bekerja sampai tengah malam, kalau terus-terusan seperti ini kamu nanti bisa jatuh sakit,"kata Nicola.


"Apa yang dikatakan oleh Ayahmu benar. Ibu tidak ingin kamu jatuh sakit "


"Apa kalian mengkhawatirkan aku?’’


"Tentu saja,’’kata Nicola dan Juliet bersamaan.


"Tenang saja aku baik-baik saja."


"Vladimir, aku tidak suka dengan cara hidupmu sekarang yang setiap hari terus-menerus menenggelamkan diri dalam pekerjaan. Aku tahu kamu melakukan itu agar kamu tidak teringat dengan Lizzie dan aku juga melihat di dalam dirimu tidak ada semangat hidup. Kamu tidak bisa hidup seperti itu terus. Kami semua memang sangat kehilangan Lizzie."


"Terimakasih. Kalian sudah mengkhawatirkanku. Sekarang aku ingin tidur dan sudah sangat lelah."


"Baiklah. Kamu harus segera tidur.Selamat malam!’’


"Sepertinya aku tidak menutupnya dengan baik."


πŸ€πŸ€πŸ€


Bagi Zoya hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan. Hari ini dia terbebas dari pekerjaannya.


"Hari yang sangat indah."


Matahari bersinar dengan sangat terang, Zoya jalan-jalan di sekitar pertokoan mewah di Moskow. Ia membeli banyak pakaian dan juga sepatu. Ia sekarang kesulitan untuk membawa barang belanjaannya dan sebagian barang belanjaannya terjatuh.


"Seharusnya aku tadi tidak usah belanja banyak begini."


Ketika Zoya akan mengambil barangnya yang terjatuh, seorang pemuda datang menolongnya.


"Biar saya bantu,’’kata pemuda itu.


Zoya membiarkan pemuda itu mengambil barang-barangnya yang terjatuh.


"Ini barang-barang Anda. Kelihatannya Anda kerepotan membawa barang-barang itu. Apakah Anda belanja sendirian?’’


"Terimakasih. Anda sudah membantu saya. Saya memang belanja sendirian."


"Biar saya bantu membawakan barang belanjaan Anda, kalau tidak keberatan."


"Sungguh. Saya benar-benar tertolong. Tolong bawakan ke mobil ya."


Pemuda itu membantu Zoya membawakan barang belanjaannya ke mobil.


"Sebagai tanda terimakasih, bagaimana kalau saya mentraktir Anda makan siang?’’


"Kalau itu tidak merepotkan Anda. Baiklah, saya menerima tawaran Anda."


Mereka berdua menuju ke restoran .


"Kelihatannya pemuda ini sangat baik, ramah dan juga tampan. Ini pertama kalinya aju mengajak seorang pria makan bersama. Ini seperti kencan pertama sajaΒ ."


"Apa yang Anda lakukan disini? Apa Anda sedang jalan-jalan di sekitar dekat sini?’’kata Zoya membuka pembicaraan.


"Tidak. Saya sedang bekerja. Saya di suruh atasan saya untuk menyelidiki sesuatu."


"Apa Anda seorang detektif?’’


"Bukan. Saya bukan detektif, tapi saya sudah biasa melakukan pekerjaan ini."


"Apakah atasan Anda sangat baik dan tidak pemarah?’’


"Iya. Memangnya kenapa?’’

__ADS_1


"Anda beruntung mempunyai atasan yang sangat baik."


"Anda tidak bekerja hari ini?’’


"Tidak saya meminta libur hari ini."


"Berarti atasan Anda baik juga, karena sudah memberikan Anda libur hari ini."


"Aku yang memaksa dia untuk memberikan libur untukku."


"Oh begitu rupanya. Ah, maaf saya harus pergi sekarang, bos saya sedang menunggu laporan dari saya. Terimakasih atas makan siangnya. Saya senang bisa bertemu dengan Anda."


"Tunggu ! Siapa nama Anda?’’


"Nama saya Anton Zalessky. Dan Anda?’’


"Saya Zoya Fugazina. Senang berkenalan denganmu."


β€˜β€™Saya juga. Sampai jumpa Nona Fugazina."


πŸ€πŸ€πŸ€


Vladimir bersiap-siap untuk datang ke acara makan malam di kediaman Yermolov. Ia mulai membereskan barang-barangnya, kemudian segera pergi. Sebelum pergi ke rumah Veronica, dia memutuskan untuk pergi ketempat yang sering dikunjungi Lizzie. Dia pergi ke taman kota dan duduk di bangku sambil mengenang saat-saat bersamanya. Tanpa terasa air mata jatuh dari mata Vladimit, lalu cepat dihapus kembali.


Dii kediaman Yermolov, Veronica gelisah menunggu kedatangan Vladimir. Ia selalu melihat ke arah jendela dan pintu untuk menanti kedatangan Vladimir.


"Bisakah kamu tenang sebentar. Pasti Vladimir akan datang sebentar lagi."


"Mana bisa tenang. Bagaimana kalau Vladimir tidak jadi datang?’’


"Vladimir pasti datang. Dia akan menghubungi Ayah kalau tidak jadi datang."


Terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah, Veronica langsung pergi ke luar rumah, kemudian Vladimir ke luar dari mobil.


"Selamat datang!” kata Veronica dengan senyuman bahagia.


"Bagaiamana kabarmu?’’ kata Tuan Yermolov.


"Saya baik-baik saja."


Mereka langsung menuju ruang makan dan banyak makanan sudah tersedia di atas meja. Mereka kemudian menyantap makan malam. Setelah selesai, mereka pergi ruang keluarga. Mereka berbicara sampai malam.


"Sepertinya aku harus segera pulang sekarang. Terimakasih atas makan malamnya."


"Terimakasih. Kamu sudah mau datang,’’ kata Tuan Yermolov.


Veronica mengantarkan Vladimir ke depan rumah. Ia ragu-ragu bicara pada Vladimir.


"Vladimir, bisakah kita memulai hubungan dari awal lagi."


"Maaf. Aku tidak bisa melakukan itu. Aku sudah pernah bilang padamu, kalau aku tidak mencintaimu."


"Kamu bisa belajar mencintaiku dan suatu saat kamu akan bisa mencintaiku."


"Dulu aku sudah belajar mencintaimu dan hasilnya aku tetap tidak bisa mencintaimu. Sebaiknya kamu mencari pria yang lain yang benar-benar mencintaimu dan memberikan kebahagiaan untukmu, karena aku tidak dapat memberikan itu semua kepadamu."


"Apa sampai sekarang kamu masih mencintai gadis itu? Vladimir, dia sudah meninggal. Dia tidak akan kembali padamu."


"Aku tahu dia sudah meninggal dan tidak akan pernah kembali padaku. Meskipun begitu hatiku hanya milik Lizzie seorang dan aku akan tetap mencintainya sampai aku mati nanti."


Vladimir masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah keluarga Yermolov. Ayahnya melihat Veronica menangis.


"Ada apa?’’


"Sepertinya Vladimir tidak akan bisa mencintaiku. Dia sendiri yang bilang padaku."


"Kalau begitu sebaiknya kamu lupakan saja dia. Carilah pria lain yang mencintaimu."


"Tapi aku menginginkan Vladimir jadi suamiku."


"Tapi dia tidak mencintaimu. Lupakan saja dia! Hatinya sudah menjadi milik wanita lain, meskipun wanita itu sudah meninggal."


"Ayah ini kenapa? Beberapa jam lalu Ayah mendukungku untuk mendapatkan Vladimir kembali, tapi sekarang malah menyuruhku untuk melupakannya."


Tuan Yermolov menggeleng-gelengkan kepalanya. Akhirnya ia memutuskan mengirimkan Veronica ke Hawaii.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Selamat pagi, Zoya!’’


"Selamat pagi, Tuan Kalashnikob!’’


"Bagaiman liburanmu kemarin? Apakah menyenangkan?’’


"Tentu saja menyenangkan,’’kata Zoya berseri-seri.


"Aku memutuskan untuk berlibur ke Praha."


"Benarkah? Anda sudah mengambil keputusan yang tepat. Anda memerlukan liburan itu. Jadi kapan Anda pergi?’’


"Awal bulan depan. Jadi selama aku pergi, aku titip kantorku padamu."


"Baik. Selama Anda pergi, jangan khawatirkan kantor Anda, saya akan menjaganya dengan baik."


"Terima kasih."


"Hari ini dia gembira sekali. Tidak seperti biasanya. Mungkin karena ini gara-gara liburan kemarin. Ternyata liburan yang aku berikan dapat membuatnya seceria ini,"bisik hati Vladimir.


Zoya keluar dari kantor Vladimir. [ ]

__ADS_1


__ADS_2