
Sementara itu Ivander tidur dengan gelisah. Ia bermimpi buruk. Dalam mimpinya ia kembali melihat seorang pria dengan wajah berlumuran darah sambil memohon-mohon supaya dirinya menyelamatkan bayinya. Api yang hampir melahap seisi rumah.
Tiba-tiba ia melihat secara tidak sengaja seorang gadis kecil menatap tajam ke arahnya dengan wajah ketakutan. Ia bersembunyi dibalik pintu. Gadis kecil itu menggerak-gerakkan bibirnya, tapi ia tidak mendengar dan mengerti apa yang dikatakan oleh gadis itu.
Ivander melihat dirinya berlari begitu saja dalam kebingungan dan sesaat kemudian dia mendengar teriakan memilukan dari pria tadi. Ia terbangun di tengah malam dengan kening penuh keringat dingin. Ia melihat istrinya yang sedang tertidur nyenyak di sampingnya. Kepalanya terasa sakit.
’’Siapa pria itu dan siapa gadis kecil itu?’’gumamnya. Ia pun kembali mencoba tidur lagi.
🍎🍎🍎
Pagi hari telah tiba, Lizzie terbangun dan segera membuka tirai jendela. Ia menganggumi pemandangan di pagi hari.
"Wah cantik sekali!’’serunya.
Ia tersenyum senang, lalu segera keluar kamar berlari menuju depan rumah.Langit terlihat sangat cerah dengan warna birunya yang indah. Sekeliling rumahnya dan desanya terlihat putih. Salju telah turun semalaman ketika ia tertidur pulas. Salju pertama di bulan Desember terlihat berkilau cemerlang di bawah mentari pagi, segalanya terlihat sangat indah. Butiran-butiran salju bertumpuk di sekeliling rumahnya dan kini jalanan pun terlihat putih.
’’Indah sekali." Ia tersenyum ketika ibunya memanggilnya untuk segera masuk ke dalam.
🍎🍎🍎
Vladimir berada di kamarnya sedang menikmati sarapan paginya sebelum pergi ke sekolah. Ia begitu terlihat bersemangat menyelesaikan sarapan paginya, karena hari ini adalah hari terakhir ia pergi ke sekolah sebelum liburan musim dingin yang panjang. Selama liburan ia sudah menyusun rencana untuk pergi ke desa Zelenogradsk menemui ayah dan ibunya yang sekarang sudah menetap sementara di sana, setelah menghadiri pesta resepsi pernikahan teman kakeknya.
Ia merasa penasaran seperti apa anak perempuan Dimitri, apa anak itu akan mirip ayahnya atau ibunya yang sangat cantik. Rasanya sudah tidak sabar ia ingin bertemu dengannya yang entah kapan hari itu tiba.
Rasa gelisah mulai menghampirinya mengenai siapa yang telah berbuat jahat pada Dimitri. Ia bertekad akan menemukan pelakunya dan membuatnya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Vladimir tidak bisa memaafkan siapa pun yang sudah mencelakai paman Dimitri dan istrinya, meskipun ia harus mencarinya selama bertahun-tahun.
Keputusannya sudah bulat ia akan menjadi seorang pengacara hebat seperti ayahnya.Setelah mengelap mulutnya dengan serbet, ia pun segera pergi kesekolah. Sopir pribadinya telah menunggunya di depan pintu.
🍎🍎🍎
Victor tidak dapat menutupi rasa terkejutnya ketika mendapati pamannya, Sergei Romanov datang dengan dua orang pelayan pribadinya ke rumahnya. Victor menyambutnya dengan rasa senang, karena ia sudah lama tidak bertemu dengan pamannya.’’Aku senang paman akhirnya datang kemari."
"Bagaimana kabarmu Victor?’’
"Aku baik. Jika paman tanyakan kabar keluargaku semuanya dalam keadaan baik."
"Senang mendengarnya."
Victor menjentikkan jarinya kepada seorang pelayan wanita yang berdiri di ambang pintu. Pelayan itu masih terlihat sangat muda tidak lebih dari sembilan belas tahunan.’’Tolong persiapkan kamar untuk pamanku!’’
"Baik tuan Victor!’’
Pelayan itu segera pergi dengan cepat.
"Pelayan baru?’’
"Dari mana paman tahu?’’
"Aku sudah tahu wajah semua pelayanmu, jika ada wajah pelayan yang asing bagiku, itu artinya kamu mempunyai pelayan baru lagi."
"Dia sebenarnya aku tugaskan khusus untuk menjaga Karina, karena Barbara Ferguson telah mengundurkan diri. Ia akan menikah dan ikut suaminya yang tinggal di luar kota."
"Aku sudah mendengar masalah mengenai Milly. Mau sampai kapan kamu akan terus memecat pelayan hanya gara-gara satu kesalahan. Kamu memang seorang majikan yang sangat dingin dan juga galak, pantas saja semua pelayanmu takut padamu."
Sergei duduk di ruang keluarga disebuah sofa yang dilapisi kain beludru merah marun di depan sebuah perapian yang menyala.
’’Apa kamu begitu marah kepadanya sehingga sampai kamu memecatnya. Aku rasa Milly gadis yang baik. Aku mengenal ibunya. Kamu tahu kan kalau mereka sudah mengabdi pada keluarga kita selama bertahun-tahun."
"Kecerobohannya sudah hampir membuat Karina meninggal."
"Aku mengerti . Setidaknya berilah ia kesempatan lagi."
"Tidak. Lebih baik aku memilih pengasuh yang lain untuk menjaga Karina."
Sergei mendesah.
"Terserah kamu saja."
Seorang pelayan pria membawakan teh lengkap dengan kue-kue kering.
"Paman kelihatan lebih sehat sekarang dan wajah paman juga terlihat lebih segar terakhir yang aku lihat."
__ADS_1
"Karena suasana hatiku sedang bagus sekarang."
Sergei tersenyum misterius sambil menyesap tehnya yang beraroma mint.
🍎🍎🍎
Vladimir berkali-kali memandang dirinya di cermin untuk memastikan dirinya sudah rapi dan layak untuk tampil di hadapan tamu-tamu teman kakeknya nanti. Valdimir menggunakan tuxedo berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu. Setelah merasa puas dengan penampilannya, ia meninggalkan kamarnya.
Para pelayan yang berpapasan dengannya di koridor mendadak berhenti hanya untuk melihat penampilan Tuannya yang menurut mereka luar biasa tampan. Sebelumnya mereka tidak pernah melihat Vladimir berpenampilan serapi itu ,biasanya ia berpenampilan seadanya.
’’Aku pasti wanita paling bahagia jika dapat menjadi kekasihnya."
"Hush...kamu ini bicara apa. Tuan Vladimir tidak akan tertarik pada wanita tua sepertimu."
"Kata siapa aku sudah tua. Aku masih cantik."
"Terserah kamu saja. Jangan bermimpi di siang bolong begini. Ayo masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan."
"Bilang saja kalau kamu iri padaku, karena aku lebih muda darimu dan aku mempunyai banyak kesempatan Tuan muda menyukaiku,’’sindir pelayan yang bernama Anne.
‘’Ingat dengan suamimu."
"Huuuhhh...dasar kamu tidak bisa diajak bercanda. Aku kan tadi tidak serius. Bagiku Tuan muda hanya untuk menyegarkan mataku, karena dari tadi aku hanya memandangi para pria yang sudah tua."
"Kamu ini ada-ada saja."
Vladimir tersenyum saat bertemu dengan kakeknya di dalam mobil yang sengaja datang menjemputnya.
’’Kamu terlihat rapi dan juga tampan. Aku yakin di pesta kamu akan menjadi pusat perhatian para wanita."
Vladimir hanya tersenyum saja menanggapi perkataan kakeknya. ‘’Apa kamu sudah mempunyai wanita yang kamu sukai?’’
"Tidak punya, lagi pula aku masih menomorduakan urusan cinta. Sekarang ada yang lebih penting yang harus aku lakukan . Bagaimana kabar Angela?’’
"Dia baik, sepertinya dia masih kesal kepadamu. Aku yakin dia akan segera melupakannya."
"Terkadang aku merasa kasihan kepadanya sudah membuatnya sedih."
"Sudahlah. Angela akan baik-baik saja. Dia hanya terlalu manja saja."
Seperti yang di perkirakan Sergei kedatangan mereka menjadi pusat perhatian. Terutama Vladimir yang kehadirannya mengundang banyak perhatian para wanita saat ini.Suasana di ruang pesta begitu mewah dan elegan terdengar suara musik waltz mengalun dengan indah.Nester mendoromg kursi rodanya masuk lebih dalam ke gedung.
Pengantin baru yang sedang duduk menikmati makanan yang tersaji begitu menikmati suasana pesta. Tidak banyak dari para tamu undangan yang berbisik-bisik mengenai kedatangan Sergei Romanov dan Vladimir Kalashnikov. Bagi sebagian mereka keluarga Romanov dan Kalashnikov adalah dua keluarga bangsawan yang paling di hormati di kalangan sosial atas dan juga di dunia bisnis.
Keluarga Romanov sudah banyak mendominasi berbagai macam industri di Moskow, tidak heran jika kedatangan mereka menjadi bahan perbincangan saat itu. ‘’Sergei ! Akhirnya kamu datang juga."
Seregei langsung dipeluk oleh sahabatnya itu.
"Pestamu sangat meriah."
"Terima kasih."
"Kenalkan ini cucuku, Vladimr. Dia cucu sepupu jauhku, Nicola."
"Jadi kamu Vladimir?’’
"Benar."
" Andai saja aku punya anak gadis pasti aku sudah nikahkan kalian berdua."
Valdimir dan Sergei hanya tersenyum.’’Silakan menikmati hidangan yang telah kami sediakan."
Sergei pergi menemui beberapa tamu yang sudah dikenalnya yang kebanyakan adalah rekan-rekan bisnisnya, sedangkan Vladimir mengampiri meja yang dipenuhi oleh makanan-makanan mewah yang lezat.
Antonina dan Petro merasa gugup dan merasa tidak percaya diri ketika berada di depan hotel mewah.’’Bagaimana penampilanku?’’tanya Petro.
"Sangat tampan. Sebaiknya kita masuk."
"Tunggu!’’
"Ada apa lagi?’’
__ADS_1
"Seharusnya kita tidak datang kesini."
"Kamu ini bagaimana, bukankah ini pesta temanmu."
"Tapi aku tidak merasa percaya diri."
Antonina menyeret suaminya masuk dan ketika sampai di ruang resepsi pernikahan, Antonina menununjukkan kartu undangan kepada penerima tamu dengan percaya diri. Suasana pesta di dalam membuat mereka terkagum-kagum. Ini pertama kalinya mereka hadir dalam pesta kalangan atas. Tidak butuh lama Petro dapat menemukan temannya masa kuliahnya yang sedang berbincang dengan tamunya.
"Mr.Philips....’’
"Ah, Petro, terima kasih mau datang di pesta pernikahan anakku. Aku harap kalian senang berada disini."
"Terima kasih atas undangannya."
"Sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu. Kamu sudah banyak berubah. Kamu sudah mempunyai anak?’’
"Sudah."
"Selamat!’’
‘’Terima kasih."
‘’Kenalkan ini temanku Sergei Romanov."
"Senang berkenalan dengan Anda."
"Saya juga."
"Silahkan kalian menikmati hidangan yang sudah disediakan,’’Kata tuan Philips
"Baiklah. Permisi!’’Sekali lagi Sergei melirik ke arah Petro dan juga istrinya.
"Petro Thusenka adalah adik kelasku sewaktu kami masih kuliah,’’katanya.
"Jadi begitu."
Sergei kembali menatap kepada pasangan suami istri Thusenka. Ada sesuatu yang menarik dengan pasangan itu pikir Sergei . Setelah beberapa jam di pesta itu Sergei memutuskan untuk pulang diiukuti oleh Vladimir yang berjalan di belakangnya,tidak sengaja Vladimir menabrak Antonina di depan pintu keluar dan wine yang dipengang Antonina tertumpah ke gaunnya sebagian.
Dengan cepat Vladimir pun meminta maaf atas ketidaksengajaannya. ’’Pakai ini!’’ujar Sergei yang berada di belakang Vladimir.
"Te..terima kasih,’’kata Antonina.
Dengan cepat Adelaine membersihan wine dari gaunnya dan ada noda yang tertinggal disana.’’Saya sungguh minta maaf.Kalau diizinkan biarkan saya mengganti biaya cuci untuk gaun Anda,’’kata Vladimir.
"Ti...tidak perlu,’’jawab Antonina.
"Tapi....’’
"Anda tidak perlu khawatir, gaunku akan baik-baik saja."
"Aku sungguh minta maaf."
Valdimir masih saja memasang wajah bersalah.
"Maafkan cucuku ini nyonya. Dia memang sedikit ceroboh malam ini,’’ujar Sergei.
"Ini tidak apa-apa. Sungguh. Ini saputangan Anda."
Tiba-tiba Antonina melihat sebuah lambang yang persis sama seperti yang ada di selimut bayi Lizzie. Ia terkejut. Antonina berusaha menenangkan diri dan berusaha untuk menutupi keterkejutannya. ia langsung menarik Petro menjauh. Baik Vladimir atau Sergei heran melihat kepergian suami istri Thusenka yang secera tiba-tiba itu.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan hiruk pikuk meriahnya pesta. Sekali lagi mereka berada dalam kabut yang tebal.
Antonina membawa Petro ke lobi hotel dan duduk disudut ruangan dan mereka berbicara sepelan mungkin.’’Tadi kamu melihatnya kan?’’
Petro mengangguk. "Mereka adalah keluarga Lizzie,’’seru Antonina.
"Itu tidak salah lagi. Itu lambang keluarga Romanov."
"Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan memberitahu mereka tentang Lizzie pada mereka?’’
Petro mendesah kebingungan terlihat jelas di wajahnya. Ia menundukkan kepalanya memikirkan apa yang akan ia lakukan nanti.’’Untuk saat ini sebaiknya kita diam saja dulu. Kita harus tahu dulu apa benar mereka adalah keluarga Lizzie atau bukan."
__ADS_1
"Kalau benar bagaimana? Kita akan kehilangan dia untuk selamanya dan aku tidak mau itu."
Antonina menyandarkan kepalanya di bahu suaminya dan Petro merangkul pundaknya.’’Kita tidak akan kehilangan Lizzie,’’bisiknya pelan. [ ]