Shattering Heart

Shattering Heart
Belgorod


__ADS_3

Aleandra dan Anastasia terkejut dengan suara pintu yang dibuka dengan keras.


"Pak Romanov,"kata Aleandra terkejut.


Sergei mendorong cepat kursi rodanya mendekati Aleandra


"Apa itu benar apa yang kamu katakan tadi ?’’tanya Sergei dengan mengebu-gebu.


"Kata-kata yang mana?’’tanya Aleandra bingung.


"Kata-kata kalau kamu sekarang sedang mengandung anak Dimitri."


Aleandra langsung terdiam, karena ada orang lain lagi yang mengetahui rahasianya.


"Itu...itu benar,’’kata Aleandra dengan suara agak sedikit di pelankan.


Sergei menghela nafas panjang."Kenapa semua ini bisa terjadi ketika Dimitri telah menikah dengan wanita lain."


Aleandra terdiam.


"Katakan padaku, sebenarnya apa yang sudah terjadi antara kamu dan Dimitri. Apa Kamu selingkuh ?’’


Aleandra terkejut dan merasa sedih dituduh selingkuh lagi.


"Aku tidak pernah selingkuh."


"Kamu masih mencintainya ?’’tanya Sergei dengan nada lembut.


Aleandra tampak gugup dan kepalanya tertunduk.’’Lihat aku! Apa kamu masih mencintainya?’’


"I...iya."


Sergei memejamkan matanya. Jauh dilubuk hatinya is merasa bersalah memaksa Dimitri menikahi Sofia hanya karena ia ingin segera memiliki cucu.


"Sekarang usia kandunganmu berapa bulan?’’


" 4 bulan."


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?’’


"Aku sama sekali belum memikirkannya, tapi aku akan meninggalkan Moskow."


" Kalau kamu mau, aku akan meminjamkan rumahku yang berada di Belgorod. Kamu bisa tinggal di sana  sampai kamu melahirkan nanti."


"Tapi aku tidak ingin merepotkan Anda?’’


"Sama sekali tidak merepotkan. Apa kamu lupa kalau anak itu juga adalah cucuku?’’


Aleandra sedikit terhenyak dan baru menyadari itu.


"Boleh aku memikirkannya dulu?’’


"Tentu saja, tapi jangan lama-lama karena aku harus segera menyiapkan keperluanmu selama ada di sana."


"Baik. Aku mengerti dan bisakah Anda untuk tidak mengatakan ini kepada Dimitri."

__ADS_1


"Tenang saja. Aku tidak akan mengatakan apa-apa. Ini rahasia diantara kita."


Sergei melirik Nester dan dia mengerti isyarat tuannya untuk merahasiakan kehamilan Aleandra.


"Terima kasih."


"Baiklah. Sekarang aku harus pergi. Sampai jumpa lagi!’’


Sergei dan Nester meninggalkan ruang ganti. Aleandra bernafas lega.


"Apa kamu akan menerima tawarannya?’’tanya Anastasia antusias.


"Entalah. Aku tidak tahu."


"Sebaiknya kamu terima saja, lagi pula kamu masih belum mempunyai tempat untuk pergi, bukan? Lagi pula sekarang kepala keluarga Romanov sudah mengetahui kehamilanmu. Tentu saja dia ingin yang terbaik bagimu dan juga calon cucunya."


"Benarkah seperti itu?’’


Anastasia menganggukkan kepalanya.


"Aku akan mempertimbangkannya. Sebaiknya kita pulang. Aku sudah lelah dan ingin segera beristirahat."


🌻🌻🌻


Sergei sekarang sudah berada di kamarnya dan mengingat kembali pembicaraannya dengan Aleandra. Dia sama sekali tidak mengira gadis itu yang pada akhirnya akan memberikannya cucu bukan Sofia. Padahal dia ingin mendapatkannya dari Sofia istri sah anaknya, tapi setelah melihat hubungan Sofia dan Dimitri kemungkinan memiliki cucu dari Sofia akan sulit tercapai.


"Aku akan merahasiakan semua ini pada Dimitri. Dia tidak boleh tahu kalau Aleandra sedang mengandung anaknya. Aku tidak ingin penikahan mereka hancur. . Dia berasal dari keluarga terpandang dan mempunyai pengaruh besar di kalangan masyarakat. Aku tidak ingin kerajasama dengan perusahaan mereka batal. Aku sudah susah payah membuat mereka menikah dan perusahaanku sekarang sudah menjadi kuat dan stabil."


🌻🌻🌻


Aleandra sedang duduk di ayuanan sambil memandangi anak-anak yang sedang bermain dengan gembira.


"Aleandra...’’panggil Sergei.


Aleandra langsung berdiri, lalu duduk kembali di ayunan.


"Maaf sudah membuat Anda datang kesini."


"Tidak apa-apa. Apa kamu sudah memikirkan permintaanku?"


"Iya."


"Lalu apa jawabanmu?’’


"Aku..aku menerimanya."


Wajah Sergei menyunggingkan sebuah senyuman senang.


"Bagus. Aku tahu kamu akan menerimanya. Kapan kamu siap untuk pergi?’’


"Minggu depan."


"Baiklah.Semuanya akan dipersiapkan untuk menyambut kedatanganmu di sana."


"Kakakku boleh ikut denganku ke sana."

__ADS_1


"Tentu kamu boleh membawa kakakmu kesana."


"Terima kasih."


Aleandra pun akhirnya pulang.


🌻🌻🌻


Sudah beberapa hari media massa selalu memberitakan keharmonisan rumah tangga Dimitri dan Sofia.


Sofia selalu terlihat dalam setiap acara yang Dimitri hadiri. Mereka terlihat begitu bahagia dan mesra. Aleandra merasa sedih dan juga senang melihat mereka berdua.


"Sudah seharusnya mereka hidup bahagia,’’gumam Aleandra.


Hari ini dimana Aleandra akan pergi ke Belgorod telah tiba. Ia sedang memeriksa barang-barangnya yang akan di bawa ke sana dan hasil akhirnya ia hanya hanya membawa satu koper besar dan satu tas jinjing berukuran sedang.


"Kamu sudah siap memulai kehidupanmu di sana?’’


"Iya dan kamu?’’


"Aku juga."


"Aku senang kamu mau ikut denganku ke sana. Terima kasih."


"Aku tidak akan membiarkan adikku sendirian."


Tidak lama kemudian jemputan datang dan sopir membantu mereka berdua mengangkut barang-barangnya. Sergei dan Nester sudah menunggunya di dalam mobil. Aleandra tersenyum ramah dan Sergei membalas senyumannya.


"Selamat pagi pak Romanov!’’sapa Aleandra ramah.


"Pagi! Cepatlah kalian masuk!’’


"Baik,’’jawab mereka bersamaan.


"Bagaiamana keadaanmu dan juga kehamilanmu?’’


"Aku baik-baik saja’’.


"Baguslah karena kita akan mengadakan perjalanan jauh."


Mereka telah tiba di stasiun kereta api pada awalnya mereka merencanakan untuk naik pesawat karena mempertimbangkan Aleandra yang sedang hamil, mereka memutuskan untuk naik kereta api. Mereka menunggu di ruang tunggu sampai panggilan menuju Belogorod tiba.Setelah terdengar panggilan , mereka langsung memasuki kereta api.


Dimitri yang baru saja turun ke bawah untuk makan pagi tidak menemukan ayahnya hanya menemukan Sofia yang sedang memakan roti pangang.


"Pagi! Aku sudah menyiapkan roti untukmu,’’kata Sofia seramah mungkin.


"Terima kasih,’’jawabnya dingin.’’Ayah mana?’’


"Aku tidak tahu, tadi pelayan mengatakan kalau ayah dan Nester pergi pagi-pagi sekali ke Belgorod."


"Belgorod? Untuk apa mereka pergi kesana?’’


"Kalau itu aku tidak tahu."


Dimitri telah menyelesaikan makan paginya dan pergi ke kantor.

__ADS_1


Sore harinya Aleandra dan rombongan telah tiba di Belgorod. Jemputan sudah menunggu mereka di depan stasiun. [ ]


__ADS_2