
Di dalam kamar Dimitri langsung duduk melamun dikursinya sambil mengingat kejadian tadi sore. Butiran air mata kembali jatuh dan cepat-cepat di hapusnya. Dia kembali mengambil jasnya dan keluar dari kamar dengan terburu-buru.
Beberapa menit kemudian dia sudah berada di depan apartemen Aleandra dan di lihatnya jendela masih dalam keadaan terang. Ia juga sangat merindukan Lizzie. Dimitri memandangnya dengan tatapan sedih dan pilu.
"Aleandra...’’gumamnya lirih. "Maafkan aku, sayang."
Dimitri diam-diam memasuki apartemen itu dan dia sekarang sudah berdiri tepat di depan pintu, lalu dia mengeluarkan satu pesawat kertas berwarna biru dan menyimpannya di depan pintu. Dengan hati sedih Dimitri pergi.
Aleandra yang sedang melipat beberapa pakaiannya di kamar merasakan ada seseorang yang datang. Cepat-cepat ia membuka pintu apartemennya dan terkejut melihat ada sebuah pesawat kertas di depan pintu, lalu diambilnya.
"Apa itu ?’’tanya Anastasia yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Sepertinya pesawat kertas."
"Dari mana kamu dapatkan?’’
"Di depan pintu."
"Hah?’’
Anastasia mengambilnya dari tangan Aleandra dan memeriksa setiap bagian peswat kertas itu.
"Sepertinya ada tulisan disayap pesawat."
Aleandra kembali mengambilnya dari tangan Anastasia, lalu membuka lipatan pesawat kertas itu , kemudian ia membacanya.
**Maafkan aku Aleandra
Dimitri**
"Apa tulisannya ?’’tanya Anastasia antusias.
"Bukan apa-apa,’’kata Aleandra sambil berlalu pergi ke kamarnya, karena Lizzie mulai menangis.
"Kalau tidak ingin memberitahuku ya sudah."
Di kamar, Aleandra langsung mengendong Lizzie dan memberinya susu. "Jangan menangis lagi. Mama ada di sini." Dikecupnya kening Lizzie.
🌻🌻🌻
Dimitri kembali ke rumahnya lewat tengah malam, karena sebelumnya di mampir kesebuah bar langganannya setelah pergi dari apartemen Aleandra.
Dimitri dalam keadaan setengah mabuk, sehingga sopirnya terpaksa menjemputnya. Sopirnya mengantar Dimitri ke kamarnya dan ia terkejut melihat kamar Dimitri yang sudah dipenuhi oleh berbagai macam pesawat kertas yang berserakan di lantai mau pun di tempat tidurnya.
"Kebiasaan tuannya membuat pesawat-pesawat kertas ini kembali lagi,’’gumam sopirnya dan memandang kasihan pada Dimitri.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Keesokan paginya Aleandra menemukan pesawat kertas lagi yang berisi tulisan permintaan maaf Dimitri. Begitu pun juga siang, sore dan malam hari dan itu sudah berlangsung selama dua minggu. Aleandra mengumpulkan pesawat kertas itu di kantok plastik besar.
"Pesawat kertas lagi," kata Anastasia. Dimitri tidak mau menyerah juga.
Malam harinya Dimitri datang.
"Mau apa kamu datang?"tanya Aleandra ketus.
" Aku merindukan Lizzie. Aku ingin menemuinya."
Aleandra tidak bisa menolaknya bagaimana pun juga Dimitri ayahnya. Dimitri bermain dengan Lizzie hampir satu jam di kamar, lalu ia keluar setelah Lizzie tidur.
"Jangan mengirimi aku pesawat kertas lagi," kata Aleandra dengan tatapan tidak suka ketika Dimitri akan pulang.
Dimitri hanya menyunggingkan senyuman, lalu pergi.
Ketika Aleandra akan pergi ke toko perlengkapan bayi keesokan siangnya, ia melihat sebuah iklan berjalan yang bertuliskan.
Aleandra, maafkan aku dari Dimitri Romanov
Tentu saja itu membuat Aleandra sangat terkejut, karena tulisan itu ada ditempatkan dipusat kota di pusat perbelanjaan dan semua orang dapat membacanya. Wajah Aleandra merona malu ketika orang-orang melihat tulisan itu. Ketika Aleandra naik kereta pun dia melihat iklan tulisan berjalan dengan tuilsan
Aleandra sayang, maafkan aku dari Dimitri Romanov
Aleandra dengan spontan menutup wajahnya dengan tangan.
Aleandra turun dari kereta dan dia kembali melihat tulisan berjalan itu lagi di stasiun. Dia pun cepat-cepat meninggalkan stasiun. Di mall pun ia melihat tulisan permintaan maaf Dimitri. Kesabarannya mulai habis, ia akhirnya ke kantor Dimitri.
"Mana Dimitri nona Sabrina, dia ada di dalam bukan?’’kata Aleandra kesal.
"Tunggu !’’teriak Sabrina.
Braaaakkk!!
"Aleandra, aku tidak mengira kamu akan datang kemari, ayo duduklah!’’
Aleandra menatap Dimitri dengan pandangan marah.
"Apa maksud semua ini, Dimitri?’’teriaknya kesal.
"Apa maksudmu , aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan. Kamu datang dengan marah-marah,’’jawab Dimitri dengan wajah tenang.
"Iklan tulisanmu yang berisi permintaan maafmu padaku."
"Oh itu...apa ada masalah dengan itu?’’
"Cepat tarik semua tulisan itu !’’
__ADS_1
"Kenapa? Apa kamu merasa malu? Aku tidak akan menarik tulisan itu dari tempat umum sebelum kamu mau memaafkanku dengan tulus."
"Kalau begini caranya , itu hanya membuatku kesal, mana mungkin aku akan memaafkanmu dengan tulus."
"Aku sudah meminta maaf padamu secara baik-baik dan tersembunyi, tapi kamu tidak menghiraukannya, jadi aku meminta maaf padamu di depan umum, jadi apa kamu mau memaafkanku?’’
"Jangan harap,’’kata Aleandra sambil berlalu pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.
" Aku tidak akan menyerah,’’teriak Dimitri
Malamnya Aleandra mendapatkan pesan dari Dimitri secara bertubi-tubi, setiap lima menit dia mengirimkan pesan yang bertuliskan
Aleandra sayang, cintaku maafkan aku.
Tidak lama kemudian pesan kembali masuk dan Aleandta mengabaikan pesan itu.
"Aleandra sebaiknya kamu maafkan saja dia. Dari tadi Hpmu itu terus berdering. Pak Romanov sudah mengirimkan berapa pesan untukmu?’’
"Kalau di hitung-hitung sih sudah ada 100 pesan."
"Banyak sekali sebaiknya kamu maafkan saja dia dan berikan dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya."
"Tidak semudah itu aku akan memaafkannya."
"Terserah kau saja."
"Sebaiknya kumatikan saja Hpnya."
Seminggu kemudian, didepan pintu apartemen telah ada sebuket mawar merah yang cukup besar. Anastasia mengambilnya dan memberikannya pada Aleandra.
"Ini dari pak Romanov."
Aleandra membaca pesan kartu yang diselipkan diantara bunga mawar.
**Aleandra, aku mohon maafkan atas semua kesalahanku. Aku janji tidak akan membuatmu sedih kembali.Datanglah jam dua siang ke taman. Aku akan menunggumu di sana kalau kamu tidak datang berarti kamu sudah menyerah dengan cintamu padaku.
Dimitri Romanov**
" Kamu akan datang?’’
"Sepertinya aku tidak akan datang."
"Aleandra, apa susahnya kamu memaafkan dia. Pak Romanov sudah bersungguh-sungguh meminta maaf padamu."
"Biarkan dia sedikit menderita dulu. Aku ingin memberikan dia pelajaran untuk jangan seenaknya mempermainkan perasaan orang."
Rei mendesah panjang.’’Terserah kau saja." [ ]
__ADS_1