
Kemudian Lizzie berpelukan dengan Sara dan Maribel, lalu Vladimir memberitahu mereka kalau mereka akan segera menikah di desa Zelenogradsk. Orangtua Lizzie segera pulang ke Rusia untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Lizzie dan Vladimir menghubungi teman-temannya untuk menghadiri pernikahannya. Malam itu mereka berubah menjadi sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Mereka baru beristirahat setelah jam satu malam. Mereka sudah pergi ke kamar masing-masing. Begitu juga Lizzie dan Vladimir. Ia mengantarkan Lizzie ke kamar yang telah disediakan untuknya. Mereka berpelukan dan saling mengucapkan selamat malam. Lizzie akhirnya tertidur di kamarnya yang nyaman.
Keesokan harinya mereka bangun dan mulai mempersiapkan acara istimewa untuk pernikahan Lizzie dan Vladimir. Orangtua Lizzie sudah kembali ke Rusia pagi-pagi sekali.
Lizzie sangat senang melihat mereka yang bersemangat menyiapkan pernikahannya dan ia tidak menyangka akan menikah dengan Vladimir. Tiba-tiba ada sepasang tangan yang melingkarkan tangannya di pinggang Lizzie dari belakang.
"Pagi, sayang!’’
Terlihat wajah Vladimir yang memancarkan kebahagian, karena sebentar lagi dia akan menikahi wanita yang dicintainya.
"Pagi!’’
"Mau jalan-jalan sebentar di luar denganku?’’
"Baiklah."
Lizzie dan Vladimir pergi berjalan-jalan. Mereka kembali menyusuri kanal-kanal dan mengelilingi kota Venice. Vladimir merasa senang akhirnya Lizzie sekarang berada di sisinya lagi, kali ini Vladimir bertekad dalam hatinya tidak akan melepaskan Lizzie lagi, karena dia sudah melewatkan banyak waktu bertahun-tahun untuk mendapatkannya dan sudah memperjuangkan cintanya untuk Lizzie selama bertahun-tahun, kemudian mereka turun dari gondola dan di sana mereka menyaksikan banyak orang-orang yang memakai kostum dan topeng yang aneh dan lucu-lucu.
"Sepertinya Venice carnival akan segera dilaksanakan,’’kata Lizzie.
"Iya, sepertinya begitu."
Di Piazza san Marco telah banyak orang yang berlalu lalang dengan memakai kostum dan topeng. Lizzie dan Vladimir sangat antusias melihat mereka. Mereka sibuk memfoto mereka.
"Kita beruntung bisa menyaksikan Venice carnival,’’kata Lizzie.
Vladimir tersenyum.
"Lizzie, ayo kita berfoto bersama mereka."
Vladimir menarik Lizzie dan mereka berfoto dengan orang-orang yang memakai kostum itu. Mereka hampir melewatkan waktu makan siang mereka, karena asyik memperhatikan orang-orang yang berpakaian kostum itu. Vladimir mengajak Lizzie kesebuah restoran untuk makan siang. Vladimir memesan banyak makanan untuk Lizzie
Lizzie melahap makanan yang dipesan oleh Vladimir. Setelah mereka selesai makan, mereka pergi ke Torcello island. Torcello adalah pulau 10km ke utara-timur Venice. Ini adalah pulau pertama di Laguna yang akan diselesaikan oleh Veneti setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi barat dan invasi Jerman pada abad kelima dan keenam. Mereka menuju ke sana dengan menggunakan water taxi. Setelah sampai di sana mereka menikmati suasana pulau tersebut yang damai dan tenang. Mereka mengunjungi church of Santa assunta dan church santa Fosca.
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan dan mereka menikmati pemandangan pulau dan menelusuri pulau itu. Hari sudah sore mereka kemudian memutuskan untuk pulang. Setelah pulang mereka dimarahi, karena pergi tanpa bilang pada siapa pun. Lizzie dan Vladimir meminta maaf. Lizzie melirik Vladimir dan mereka tersenyum. Makan malam telah tiba, mereka makan malam dengan tenang. Setelah makan malam selesai.
🍀🍀🍀
Keesokan harinya mereka semua pulang ke Moskow. Lizzie pergi ke desa Zelenogradsk dan tinggal di sana selama satu Minggu sebelum pernikahan mereka. Sehari sebelum hari pernikahan Vladimir datang mengunjunginya pada malam hari.
"Sebaiknya kamu beristirahat. Besok adalah hari pernikahan kita."
"Meskipun aku lelah, aku tidak akan kehabisan staminaku khususnya untuk besok malam,"goda Vladimir.
Wajah Lizzie langsung merona merah. "Pelankan suaramu! Ini sudah malam."
"Baiklah. Aku akan pulang sekarang. Sampai jumpa besok!"
"Sampai jumpa!"
Sebelum pergi Vladimir mengecup Lizzie. Lizzie memutuskan mengantar Vladimir sampai pintu depan. Ia memandangi mobilnya sampai tidak terlihat lagi. Lizzie masuk ke dalam rumah dan ia merasa kedinginan, karena tiba-tiba angin malam berhembus.
Lizzie terbangun pagi-pagi pada hari pernikahannya setelah cahaya matahari pagi masuk melalui jendela kamarnya. Ia merenggangkan tubuhnya dan tersenyum. Hari yang ditunggunya telah tiba. Lizzie cepat-cepat turun dari tempat tidur dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri, ia mulai mendengar suara kesibukan di bawah. Lizzie mendengar bermacam-macam suara di rumahnya. Derap langkah kaki yang terburu-buru memenuhi rumahnya. Silverbell Farms sudah menjadi rumah tersibuk pagi ini.
Suara ketukan pintu kamar terdengar.
"Masuk!"
Fanya muncul dibalik pintu dengan wajah ceria dan penampilannya pagi ini terlihat sangat cantik. Fanya datang lebih awal untuk membantu persiapan. Ia langsung memeluk Lizzie.
"Bagaimana perasaanmi pagi ini?"tanya Fanya.
"Aku bahagia dan merasa gugup. Kedua telapak tanganku sampai terasa dingin."
"Tenanglah! Kamu jangan terlalu merasa gugup. Semuanya pasti akan berjalan dengan sangat lancar. Sebaiknya kamu segera bersiap-siap. Sebentar lagi acaranya akan segera dimulai."
Lizzie menggangguk. Tidak lama kemudian beberapa orang datang ke kamar untuk membantunya berdandan.
__ADS_1
Sementara di bawah Aleandra terus-terusan melihat ke lantai 2 tidak sabar melihat putrinya turun mengenakan pakaian pengantinnya.
" Sebentar lagi Lizzie akan turun,"kata Dimitri berusaha menenangkan istrinya.
Di luar tamu-tamu sudah mulai berdatangan dan sudah duduk dikursi yang sudah disediakan.
" Ayah, menunggu di luar!"kata Sergei kepada Dimitri dan Aleandra.
Pelayannya mendorong kursi roda keluar rumah dan menempati barisan paling depan. Angin sejuk berhembus membawa serta aroma harum bunga. Sergei juga melihat kedatangan Ivander dan keluarganya yang sudah menempati tempat duduknya. Ia juga melihat Viktor dan keluarganya dan sepertinya Angela sudah benar-benar merelakan Vladimir untuk Lizzie, karena ia datang dengan kekasihnya.
Orangtua dan Adiknya Vladimir sudah duduk dikursi barisan paling depan. Sepertinya mereka sudah tidak sabar ingin acaranya segera dimulai. Para tamu lainnya juga terlihat sangat antusias ingin segera menyaksikan pernikahan Lizzie dan Dimitri.
Sergei melihat Anthony Lennox baru saja datang dan ia tersenyum kepadanya. Pria itu mendekati Sergei.
"Apa kabar Tuan Romanov?"
"Seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu?"
"Aku juga baik-baik saja. Syukurlah aku tidak datang terlambat."
Anthony kemudian duduk dan Sabrina, sekretaris Dimitri datang menyusul, lalu duduk di samping Anthony.
Lizzie kemudian turun dari tangga. Gadis itu terlihat sangat cantik dan mempesona dalam balutan gaun pengantinnya. Di matanya terpancar binar-binar kebahagiaan. Semua orang yang menunggunya di bawah terpesona dengan kecantikan Lizzie termasuk Vladimir yang memandangnya dengan tatapan memuja.
Vladimir sangat senang setelah sekian lama akhirnya ia bisa meluluhkan hatinya dan tidak lama kemudian Lizzie akan menjadi miliknya. Lizzie memandang Vladimir penuh cinta. Ia sudah menyerahkan kebahagiaan hidupnya kepada Vladimir dan Lizzie percaya, Vladimir akan memberikan kebahagiaan untuknya.
Aleandra dan Dimitri merasa sangat terharu melihat putri mereka yang sebentar lagi akan segera melangsungkan pernikahan. Dimitri terkenang kembali dengan masa lalu saat ia tahu bayi yang diadopsinya ternyata Lizzie, putri kandungnya bersama Aleandra.
Mereka menikah di bawah cahaya matahari siang dikelilingi oleh wajah-wajah menyenangkan dan keluarga yang dikasihinya. Angin sejuk kembali berhembus dan suara gesekan dedaunan di pohon seolah bernyanyi untuk menyambut pengantin baru di desa Zelenogradsk.
Lizzie sangat gugup menghadapi hari ini, karena hari ini adalah hari terpenting dalam hidupnya di mana hari ini ia dan Vladimir akan segera menikah dan sebentar lagi dia akan menjadi istrinya. Tangan Lizzie sangat dingin dan jantungnya berdebar semakin keras serasa mau lepas dari dada.
Vladimir yang sudah berada di altar merasa gugup menunggu kedatangan Lizziw dan para tamu yang menghadiri upacara pernikahan telah berdatangan. Nicholas rupanya mengundang seluruh keluarganya untuk menghadiri upacara pernikahan Lizzie dan Vladimir dan para wartawan pun sudah hadir untuk menyaksikannya. Lizzie dan keluarganya sudah datang dan upacara pernikahan akan segera di mulai.
Musik sudah dimainkan dan suasana di dalam menjadi sunyi. Lizzie dengan didampingi berjalan menuju altar. Sara dan Maribelmenjadi pengiring pengantin Wanita. Lizzie sangat cantik sekali memakai gaun pengantin dan Vladimir sudah menunggunya di depan dengan senyuman dan wajah bahagia.
Ayahnya menyerahkan Lizzie ke Vladimir dan mereka berdua saling tersenyum. Wajah Vladimir memancarkan kebahagian dan penuh cinta. Ia menatap Lizzie dan tersenyum, kemudian mereka mengucapkan ikrar pernikahan dan setelah mereka selesai mengucapkannya, pendeta menyatakan mereka sudah resmi menjadi suami istri.
🍀🍀🍀
Desa Zelenigradsk diselimuti oleh tawa dan kebahagiaan. Mereka mengantarkan kepergian Lizzie dan Vladimir untuk berbulan madu. Aleandra berdiri di gerbang dan memandang mobil yang ditumpangi mereka menghilang dari pandangan.
Lizzie menatap ke luar jendela pesawat yang saat ini sedang terbang di angkasa. Sepanjang yang bisa Lizzie lihat hanyalah langit dan awan yang membentang luas di hadapannya. Hari ini Lizzie berada di pesawat menuju Praha dalam rangka bulan madu mereka.
"Kamu terlihat asik melihat pemandangan di luar sana. Seharusnya kamu tidur dan beristirahat,"kata Vladimir.
Lizzie menoleh kepada suaminya yang duduk di sampingnya yang sedang membaca majalah.
"Aku belum mengantuk. Kamu juga tidak tidur."
"Aku akan tidur sebentar lagi."
Vladimir menegakkan posisi tubuhnya dan meminum minumannya. Tidak lama kemudian Lizzie jatuh tertidur.
Sebelumnya Vladimir bahkan tidak pernah berani membayangkan akan datangnya hari ini. Semua seperti mimpi yang terlalu indah baginya. Ia masih tidak percaya Lizzie sudah resmi menjadi istrinya. Dulu ia sempat berpikir telah kehilangan Lizzie selamanya dan tidak akan pernah bertemu lagi. Lizzie adalah gadis yang sudah menjungkir-balikkan dunianya dan memporak-pondakan perasaannya. Lizziwle juga yang membuatnya merasakan kebahagiaan juga kesedihan dalam mencintai seseorang.
"Aku juga sangat mencintaimu, Lizzie. Lebih dari apa pun di dunia ini.”
Vladimir menatap lembut Lizzie yang sedang tidur. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Lizzie. Bibir mereka bersentuhan dan Lizzie menikmati ciuman yang diberikan oleh Vladimir.
"Aku harap tidak akan ada yang melihat kita berciuman."
Lizzie terkekeh. "Seharusnya kamu bisa menahan dirimu untuk tidak menciumku selama kita berada di pesawat.
Vladimir ikut tertawa. “Karena bibirmu sangat menggoda aku."
Vladimir tidak meneruskan kata-katanya lagi dan dengan cepat ******* bibir Lizzie. Lizzie membalas ciuman Vladimir. Mereka berciuman beberapa kali dan saling menggoda satu sama lain.
Lizzie terkekeh. Ia menempelkan dahinya di dahi Vladimir. “Terima kasih sudah mau mencintaiku, karena selama ini aku selalu merepotkanmu dan membuatmu cemas,"kata Lizzie
__ADS_1
"Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu, karena kamu sudah bersabar menghadapiku."
Vladimir mengecup bibir Lizzie. Wajah Lizzie merona dan memanas. Ia tersipu malu dan hanya menundukkan kepalanya menghindari tatapan Vladimir.
"Apa kamu suka ciumanku?"tanya Vladimir.
"Kenapa kamu tanyakan itu?"
"Aku hanya ingin tahu saja."
"Tentu saja aku menyukainya.
Wajah Lizzie kembali merona merah. Vladimir tersenyum senang.
"Besok kita akan melewatkan malam bersama yang sangat menyenangkan,"kata Vladimir dengan senyuman jahilnya, lalu ia menatap Lizzie. "Bersiap-siaplah!"
Lizzie menatap bingung Vladimir. "Bersiap-siap untuk apa?"
"Tentu saja malam pertama kita."
Lizzie membelalakan matanya dan wajahnya langsung memanas. Tadi ia tidak memikirkan hal itu. Bayangan dirinya bersama Vladimir tanpa memakai pakaian membuatnya malu. Lizzie menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kamu kenapa?"
Lizzie menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa."
Vladimir tersenyum melihat Lizzie. Sejenak suasana kembali hening. Lizzie memandang Vladimir. Entah apa yang ada dalam pikiran Vladimir saat ini, lalu Lizzie tersenyum kecil membuatnya ingin menggodanya.
"Vladimir,"panggil Lizzie.
Vladimir langsung menoleh. "Ada apa?"
"Sebenarnya ada yang ingin aku beritahukan kepadamu."
"Apa?"
"Sebenarnya saat ini aku sedang datang bulan, jadi kita tidak bisa melakukan malam pertama kita."
Wajah Vladimir langsung berubah pucat dan nampak sangat kecewa.
"Maafkan aku."
"Kenapa kamu tidak memberitahuku dari tadi?"tanyanya dengan wajah cemberut.
"Aku tidak ingin merusak kesenanganmu."
Vladimir menghela napas panjang. "Ya sudah. Tidak apa-apa."
Suasana kembali hening. Lizzie tiba-tiba beranjak dari kursinya naik ke pangkuan Vladimir.
"Lizzie, apa-apaan ini?"tanyanya terkejut. Untung saja di kelas 1 tidak ada banyak penumpang.
Lizzie tidak menjawab. Ia merangkul leher Vladimir lalu menciumnya. Vladimie sangat terkejut apa yang sudah dilakukan oleh istrinya itun sedikit terkejut, tapi kemudian Vladimir membalas ciuman Lizzie dan saling mencurahkan perasaan cinta mereka masing-masing melalui ciuman. Mereka berhenti berciuman dan napas mereka tersengal-sengal. Kening dan hidung mereka saling menempel. Masing-masing berusaha mengatur nafas untuk kembali mendapatkan oksigen.
"Maaf aku telah berbohong padamu?"
Vladimir mengerutkan dahinya.
"Sebenarnya aku sedang tidak datang bulan."
Vladimir nampsk terkejut dan gemas. Ia mencubit hidung Lizzie. "Kamu ini."
"Aku hanya ingin menggodamu saja dan reaksimu tadi cukup lucu."
"Lihat saja pembalasanku nanti."
Lizzie memeluk Vladimir sambil tersenyum. Maafkan aku."
🍀🍀🍀
__ADS_1
6 tahun kemudian
Setelah 6 tahun pernikahan, mereka dikaruniai 4 orang anak. Anak pertama laki-laki bernama Casper berumur 5 tahun dan anak kedua, Lizzie melahirkan kembar 3. Anak perempuan bernama Ester dan Nagisa dan satu laki-laki bernama Jason berumur 2 tahun. [ ]