
Aleandra tersenyum dengan kedatangan Leonid di rumah sakit. Selama ia di rawat di rumah sakit, pria itu selalu datang dan menemaninya.Aleandra pikir Leonid adalah pria yang baik dan juga perhatian.
"Kamu dari mana?’’tanya Aleandra.
"Aku tadi berbicara dengan dokter mengenai kesehatanmu."
"Lalu dokter bilang apa padamu?’’
"Dokter bilang kamu sudah sembuh dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi."
"Senang mendengarnya. Aku bisa segera pulang dan mencari anakku."
"Di mana ayah dari anakmu?"
Aleandra terdiam.
"Maaf seharusnya aku tidak bertanya tentang itu."
"Tidak apa-apa."
Aleandra kemudian bercerita tentang kehidupannya termasuk bagaimana dia bisa kehilangan anaknya.
Leonid terkejut Aleandra adalah seorang aktris, karena selama ini ia tinggal di Amerika dan baru kembali ke Rusia dua bulan yang lalu.
"Kekasihmu itu sungguh keterlaluan,"geramnya.
"Dimitri itu sangat pencemburu dan kecemburannya sudah membuat hatiku hancur."
"Apa kamu masih mencintainya?"
Aleandra tersenyum sedih." Sayangnya iya. Tapi aku tidak bisa kembali bersamanya. Dia sudah punya kehidupannya sendiri bersama istri dan anaknya."
Leonid masih menatap Aleandra. Sejak ia menemukannya di jurang dalam keadaan terluka, ia langsung menyukainya. Hatinya mengatakan Aleandra adalah wanita yang selama ini ia tunggu meskipun Aleandra masih mencintai pria lain, ia akan rela menunggunya.
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
"Pulang. Kakakku pasti mencemaskanku."
"Aku akan mengantarkanmu pulang."
"Kalau itu tidak merepotkanmu."
🌻🌻🌻
Terdengar langkah-langkah panjang dan cepat terdengar di lorong rumah sakit yang sudah sepi dan gelap. Seorang pria membuka pintu dan mendekati tempat tidur. Pria itu menatap sedih sekaligus marah pada laki-laki tua yang sedang terbaring koma. Di ruangan kamar itu hanya terdengar suara mesin monitor. Pria itu wajahnya telah dibasahi oleh air mata.
"Kenapa ayah melakukan ini padaku, kenapa?’’tanyanya disela isak tangisnya.
"Ayah tega sekali membohongiku dan menculik Lizzie dari ibunya."
Dimitri terus menangis di samping ayahnya.
__ADS_1
’’Aku benar-benar sangat marah padamu. Gara-gara kamu sekarang Aleandra menghilang entah kemana."
Dimitri menghapus air matanya, lalu dia meninggalkan kamar. Perasaan Dimitri sekarang diselimuti perasaan marah dan kesal pada ayahnya, karena selama ini dia telah dibohongi.Tiba-tiba Hpnya berbunyi.
"Tuan Dimitri, Anda ada dimana?’’tanya bibi Ester panik.
"Aku ada di rumah sakit. Ada apa ?’’
"Anda cepatlah kembali. Lizzie...Lizzie...’’
"Ada apa dengan anakku?’’tanyanya cemas dan jantungnya mulai berdebar kencang.
"Nona Lizzie tiba-tiba demam tinggi dan sejak tadi dia terus menangis, tapi saya sudah memanggil dokter."
"Aku akan segera pulang sekarang juga."
Dimitri berlari menuju pintu keluar rumah sakit dan segera masuk ke dalam mobilnya.Selama perjalanan ke rumahnya Dimitri mengemudi dengan kecepatan tinggi.Tidak sampai satu jam dia sudah tiba di rumahnya dan segera berlari ke kamar anaknya.
Diluar kamar Dimitri melihat bibi Ester yang terlihat cemas, suara tangis Lizzie masih terdengar. Dimitri mencoba masuk dan di sana dokter sedang memeriksanya.
"Bagaimana keadaan anak saya dokter?’’
"Lizzie mengalami deman biasa dan dia akan baik-baik saja."
Dimitri mendesah lega.
"Ini resep obatnya."
"Terima kasih."
"Biar malam ini aku yang menjaganya. Malam ini Lizzie akan tidur di kamarku."
"Baik tuan Dimitri. Selamat malam!’’
Dimitri membawa anaknya ke kamar. Lizzie yang sudah berhenti menangis membuatnya merasa lega. Sebuah senyuman lembut dan hangat menghiasi wajahnya dan berkali-kali diciumnya pipi Lizzie yang mengemaskan. Dimitri saat ini masih belum mempercayainya kalau sekarang dirinya telah memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik . Anaknya dengan Aleandra. Wanita yang dicintainya.
Lizzie sekarang sudah terlelap tidur dalam pangkuan Dimitri dan membaringkannya di tempat tidur, lalu keningnya dicium dengan penuh kasih sayang.’’Selamat malam sayang!’’
🌻🌻🌻
Suara bel mengejutkan Anastasia ketika ia sedang menonton TV.
"Iya sebentar."
Anastasia membuka pintu. Tubuhnya membeku.
"Aleandra,"serunya terkejut.
Anastasia langsung memeluknya.
" Aku pulang."
__ADS_1
"Selamat datang kembali."
Anastasia menghapus air matanya. Ia kemudian melihat pria asing di belakang Aleandra."
" Oh ya kenalkan ini Leonid. Dia yang sudah menolongku. Leonid kenalkan ini kakakku, Anastasia.
"Halo!" sapanya.
"Terima kasih sudah mengantar adikku pulang."
Anastasia memandang Aleandra tidak mengerti.
"Ceritanya panjang. Aku akan menceritakannya padamu nanti."
🌻🌻🌻
Sore hari di hari minggu yang sangat cerah. Dimitri mengajak Lizzie berjalan-jalan. Dia membelikan Lizzie mainan dan juga beberapa pakaian. Selama Lizzie tinggal dengannya Dimitri belum pernah sekali pun mengajaknya jalan-jalan. Bibi Ester pun dibawa pergi.
Setelah selesai berbelanja mereka bertiga masuk kesebuah kafe dan menyuruh bibi Ester untuk menjaga Lizzie.
"Aku mau pergi ke supermarket dulu untuk membeli susu.Tolong jaga Lizzie baik-baik. Aku akan segera kembali dan pililah makanan kesukaanmu."
"Saya mengerti."
Dimitri segera melesat pergi ke supermarket. Di sana Dimitri mengambil satu kaleng susu berukuran besar dan dia tidak sengaja menabrak seseorang yang baru saja selesai membayar barang belanjaanya.
"Maaf, apa nona baik-baik saja?’’
"Saya baik-baik saja."
"Syukurlah, tadi aku tidak melihat Anda berjalan ke arah saya, karena saya sedang terburu-buru."
"Saya mengerti,’’kata wanita itu.
Dimitri pergi ke kasir dan wanita itu telah berlalu pergi dan menuju sebuah kafe dan dia duduk di belakang bibi Ester.
"Anak yang sangat cantik. Namanya siapa?’’tanya wanita itu.
"Namanya Lizzie."
"Nama yang bagus. Boleh saya berfoto dengannya."
Bibi Ester merasa ragu-ragu apakah harus memberikan izin kepada wanita itu untuk berfoto dengan Lizzie, karena selama ini tuannya tidak memperbolehkan orang asing memfoto anaknya terutama para wartawan, tapi wanita yang berada disampingnya sekarang tidak terlihat seperti wartawan.
"Baiklah, tapi hanya sekali saja, karena ayahnya tidak boleh ada orang asing yang memfotonya."
"Baiklah. Saya mengerti."
Wanita itu mengangkat Lizzie dari kereta bayi dan memangkunya dan menyuruh bibi Ester untuk memfotonya menggunakan kamera HP.
"Siap!’’seru bibi Ester. "Satu..dua..tiga...cekreeekk."
__ADS_1
Bibi Ester kemudian menyerahkan Hp wanita itu dan Lizzie kembali dimasukan ke dalam kereta bayi.
‘’Terima kasih sudah mengiznkan saya berfoto dengannya’’. [ ]