
Aleandra mulai merasa gelisah dan takut terjadi seseuatu dengan Lizzie. Ia berdiri dan cepat-cepat mengambil telepon dan segera menghubungi Lizzie, tapi ponselnya tidak aktif, lalu ia menekan nomor lain. Disebrang telepon terdengar suara Vladimir.
"Halo Vladimir, ini aku. Apa Lizzie ada bersamamu sekarang?’’
"Tidak. Lizzie tidak ada bersamaku sekarang. Memangnya ada apa? Apa telah terjadi sesuatu padanya?’’kata Vladimir panik.
"Entalah. Aku juga tidak tahu tadi pagi dia mau pergi menemui Sara, tapi sampai sekarang Lizzie tidak pernah sampai di apartemen Sara. Mungkin saja dia memberitahumu mau pergi kemana?’’
"Lizzie tidak bilang apa-apa. Dia hanya bilang akan bertemu dengan Sara. Bagaimana dengan ponselnya?’’
"Selalu tidak aktif. Bagaimana ini hari sudah malam, Lizzie masih belum pulang juga."
"Aku akan mencari Lizzie sekarang."
"Terima kasih. Aku tunggu kabar darimu."
Kemudian Aleandra menghubungi Dimitri dan memberitahu tentang hilangnya Lizzie dan juga memberitahu Sara kalau Lizzie sepertinya telah menghilang entah kemana. Beberapa menit kemudian Sara dan Dimitri datang ke rumah. Di sana Aleandra sedang cemas.
"Sebenarnya di mana anak itu? Seharusnya dia diantar tadi, tapi Lizzie bersikeras ingin pergi sendiri. Seandainya...seandainya....’’
Aleandra tidak bis meneruskan kata-katanya dan menangis.
"Apa seharusnya kita menghubungi polisi."
"Tidak sekarang."
"Sekarang kita menunggu berita dari Vladimir. Jika Lizzie tidak ditemukan malam ini kita akan menghubungi polisi."
Mereka duduk di ruang keluarga sambil menunggu kabar dari Vladimir. Vladimir sibuk dan panik mencari Lizzie kemana-mana. Ia mencarinyaketempat yang biasa dia kunjungi, tapi Lizzie tidak ada di sana. Hujan mulai turun dengan deras, Vladimir tetap mencari Lizzie. Vladimir tidak memperdulikan dirinya yang kedinginan. Ini mengingatkan dia pada kejadian 3 bulan lalu saat dia mencari Lizzie seperti ini. Kemudian Vladimir kembali ke dalam mobil dan beristirahat sebentar.
"Sayang, kamu ada di mana? Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk padamu."
Vladimir menjalankan mobilnya dan mulai mencari disepanjang jalan. Sudah berjam-jam mencari, tapi Lizzie tetap tidak ditemukan. Akhirnya Vladimir pulang ke rumah Lizzie dengan basah kuyup dan lelah.
"Aku tidak dapat menemukan Lizzie di mana pun. Maaf."
"Tidak apa-apa. Kita mencari Lizzie besok,"kata Dimitri.
"Vladimit, sebaiknya malam ini kamu menginap saja di sini."
"Baiklah."
Vladimir membersihkan dirinya dan beristirahat di kamar. Di luar hujan sangat deras diiring oleh suara petir. Ia berbaring di tempat tidur dan memikirkan keberadaan Lizzie ada di mana. Tidak terasa butiran air mata jatuh dari sudut matanya.
"Lizzie, aku merindukanmu. Kamu sekarang ada di mana? Aku ingin sekali bertemu denganmu. Lizzie jangan tinggalkan aku lagi. Bukankah kamu sudah berjanji tidak akan meninggalkanku lagi."
Vladimir akhirnya jatuh tertidur.
🍀🍀🍀
"Anda sudah datang. Silahkan duduk!"
‘’Bagaimana keadaan Lizzie?’’
"Sepertinya dia baik-baik saja. Dia masih belum sadar. Sepertinya obat biusnya belum hilang."
"Sekarang dia di mana?’’
"Aku mengurungnya di kamar kosong di basement. Apa Anda ingin melihatnya?’’
"Baiklah."
Mereka pergi ke kamar kosong di mana Lizzie di kurung. Mereka dapat melihatnya sedang tidur di lantai.
Kenapa Anda tidak segera menghubungi Vladimir dan juga keluarganya?’’
"Aku sengaja tidak lakukan itu. Aku ingin melihat Vladimir yang sombong itu menderita, karena telah kehilangan wanita yang dicintainya."
"Oh, rupanya begitu."
"Sekarang aku harus pergi. Jaga wanita itu jangan sampai kabur dan kerjaanmu bagus, Hendrik."
Pria itu menepuk bahu Hendrik.
🍀🍀🍀
"LIZZIIIEEE....’’
Vladimir terbangun dari mimpi buruknya tentang Lizzie, lalu dia melihat ke sekeliling kamar.
"Ternyata saya ada di rumah Lizzie."
Vladimir turun dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi, setelah itu menemui mereka di ruang makan. Di sana Dimitri, Aleandra, Sara, dan Sergei sudah berada di meja makan.
"Apa sudah ada kabar dari Lizzie?"tanya Vladimir.
"Sama sekali belum,"jawab Dimitri.
"Aku sudah meneleoon polisi. Semoga mereka segera menemukan Lizzie secepat mungkin."
"Semoga saja,"kata Vladimir.
🍀🍀🍀
Lizzie terbangun dari tidurnya yang panjang. Ia memegangi kepalanya yang masih terasa pusing, lalu Lizzie melihat ke sekelilingnya.
"Di mana aku sekarang?’’
Lizzie teringat kejadian kemarin siang di jalan.
"Mungkinkah aku telah diculik. Aduh, bagaimana ini pasti mereka mengkhawatirkanku dan Vladimir juga."
Lizzie mulai menangis.
"Ayah, Ibu, Vladimir.Tolong aku!"
Seseorang membuka pintu. Lizzie cepat-cepat mnghapus air matanya.
"Kamu sudah bangun. Ini makan pagimu."
"Tunggu! Siapa kamu? Kenapa menculikku? Apa yang kalian inginkan dariku."
Orang itu tidak menjawab pertanyaan Lizzie dan langsung pergi.
"Hei, jangan kurung aku di sini."
__ADS_1
Lizzie memukul-mukul pintu dan berusaha untuk membuka pintu.
"Sebaiknya kamu makan saja dan jangan berisik."
Akhirnya Lizzie menjauh dari pintu dan memakan makanannya. Vladimir kembali mencari Lizzie di jalan dengan harapan bisa menemukanbya, walaupun harapannya sangat kecil, kemudian Vladimir melihat seorang wanita yang mirip dengan Lizzie dan Vladimir berlari mendekatinya.
"Lizzie."
Vladimir terkejut wanita itu bukan Lizzie.
"Maaf. Aku sudah salah orang."
Vladimir kembali melanjutkan pencariannya dan akhirmya ia kelelahan. Vladimir masuk ke sebuah kafe.
"Lizzie, dimana lagi aku harus mencarimu?’’
Vladimir meminum minumannya.
🍀🍀🍀
"Apa dia sudah makan?’’
"Sepertinya sudah. Coba saja lihat!"
Lizzie menjauhkan diri ketika seseorang membukakan pintu.
"Selamat pagi Nona. Apa tidurmu nyenyak semalaman?’’
"Apa yang kamu inginkan dariku? Kenapa aku di culik? Sebenranya ini ada di mana?’’
"Tenang Nona. Pertanyaanmu itu banyak sekali, tapi akan aku jawab. Kami menculikmu, karena bos kami sangat marah pada Vladimir Kalashnikov."
"Vladimir."
"Iya."
"Jadi kalian mengenalnya?"
"Kalau aku tidak begitu kenal dengannya, tapi mungkin bosku mengenalnya."
"Apa yang akan kalian lakukan pada Vladimir? Jangan coba-coba menyakiti dia!"
"Jadi kamu berusaha untuk melindunginya. Saat ini kami belum melakukan apa-apa padanya. Aku yang telah memfoto Vladimir dan Sherly di hotel."
"Jadi itu perbuatanmu."
"Benar. Kami ingin hidup Vladimir hancur dengan berita yang memalukan, tapi ternyata dugaan kami salah. Berita itu tidak mudah menghancurkannya. Dia mememang tangguh dan tidak mudah untuk dihancurkan. Ketika kami menegtahui kamu adalah pacarnya, mungkin dirimu adalah kelemahannya dan kami menculikmu untuk membuat hidup dia menderita. Pasti sekarang dia sedang sibuk mencarimu, karena kami belum memberitahu dia kalau kamu telah diculik. Pasti dia akan menyangka kamu meninggalkannya lagi."
Lizzie mulai mengeluarkan air mata dan wajahnya telah basah.
"Jadi itu tujuan kalian. Kalian menggunakanku untuk membuat hidupnya menderita. Kalian benar-benar keterlaluan."
Orang itu pergi dan meninggalkan Lizzie menangis sendirian di sana.
Vladimir pulang ke rumah dengan wajah lelah dan murung. Nicola yang melihat itu mengeleng-gelengkan kepala.
🍀🍀🍀
1 Minggu kemudian
"Ehm....ehm..ehm.’’
"Zoya, kapan kamu datang? Bagaimana bulan madumu?’’
"Aku baru saja datang. Aku sudah mengetuk pintu berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Ternyata Anda sedang duduk melamun di sini. Bulan maduku menyenangkan."
"Syukurlah kalau bulan madu kalian menyenangkan."
"Bagaiamana dengan Lizzie? Apa belum ada kabar sama sekali? Kenapa Anda tidak segera menghubungi kami?’’
"Aku tidak ingin menganggu bulan madu kalian, karena masalahku dan Lizzie. Sampai sekarang aku belum tahu kabarnya. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk terjadi padanya."
"Sekarang suamiku sedang menyelidiki ini. Jadi kita tunggu kabar dari dia. Anda jangan berpikiran yang buruk. Percayalah Lizzie akan baik-baik saja."
"Aku juga ingin mempercayainya. Kenapa ini harus terjadi pada saat kami sudah menemukan kebahagiaan?"
"Lizzie pasti bisa di temukan. Aku mau kembali mengerjakan pekerjaanku yang sudah aku tinggalkan selama seminggu. Permisi."
Zoya meninggalkan ruangan.
🍀🍀🍀
Lizzie menjadi pembantu para mafia di sana. Itu berawal dari 2 hari yang lalu. Saat itu orang yang biasa membersihkan tempat mereka sedang pergi, karena mendapatkan tugas dari bos besarnya. Sejak kepergian orang itu tempat persembunyian mereka menjadi kotor, lalu salah seorang dari mereka memberi usul supaya Lizzie yang membersihkan tempat ini. Akhirnya mereka setuju Lizzie melakukan pekerjaan rumah tangga.
Sudah seminggu Lizzie tinggal di sini dan ia sudah mulai sedikit akrab dengan mereka sehingga rasa takutnya akan orang-orang ini hilang. Mereka juga sudah mulai menyukai Lizzie.
"Lizzie, gadis yang sangat baik dan juga ceria. Kenapa kita tidak bebaskan dia? Aku jadi merasa kasihan padanya. Pantas saja Vladimir mencintainya."
Hendrik memukul kepala anak buahnya dengan tangan.
"Jangan bicara sembarangan, kalau ketahuan oleh pimpinan gimana? Kita yang akan celaka. Tugas kita hanya menjaga gadis itu supaya tidak kabur dari sini."
Tidak lama kemudian pimpinan datang dan menyuruh mereka untuk membawa Lizzie padanya dan mereka mendudukannya dikursi dengan tangan diikat dan mulut dilakban.
🍀🍀🍀
Sementara itu Vladimir sedang duduk dan melamun sambil memandang langit sore. Lamunannya dibuyarkan oleh ponselnya yang berbunyi.
"Selamat sore, Vladimir!"
"Selamat sore! Aku bicara dengan siapa?’’
"Aku adalah orang yang menculik Lizzie."
Vladimir langsung berdiri.
"APAAAAAA?"
Pimpinan itu menyuruh salah satu anak buahnya membuka lakban yang ada di mulutnya.
"AAAAWWW."
"Bicaralah pada kekasihmu!’’
"Vladimir, tolong aku. Aku takut."
__ADS_1
""Lizzie."
Pria itu menjauhkan telepon dari telinga Lizzie
"Lizzie, sekarang berada bersama kami. Bagaimana rasanya ditinggal pergi oleh kekasihmu selama 1 minggu. Sedih, menderita?’’
"Apa mau? Apa yang kamu inginkan dariku? Jangan coba-coba menyakitinya, kalau kamu menyakitinya, aku tidak akan pernah memaafkanmu."
"Tenang saja Lizzie baik-baik saja."
"Siapa kamu sebenarnya?’’
"Aku adalah pimipinan mafia di sini."
"Jadi apa yang kamu inginkan dariku?’’
"Aku hanya ingin membalas dendam padamu, karena kamu sudah menghancurkan bisnis narkobaku dan aku juga ingin Anda membayar kerugianku sebesar $ 10 juta."
"Apaaaa? Lizzie tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. Kalau ingin membalas dendam kenapa tidak langsung padaku? kenapa harus melibatkan Lizzie?’’
"Karena dia orang yang sangat penting bagimu. Selama ini aku berusaha untuk mencari kelemahanmu dan akhirnya aku menemukannnya. Kelemahanmu adalah Lizzie."
"Jadi kamu mengancamku dengan menggunakan Lizzie."
"Benar. Aku akan mengembalikan Lizzie, jika kamu membayar kerugianku yang sudah aku sebutkan tadi."
"Kalau tidak bagaimana?’’
"Kamu tidak akan melihat Lizzie untuk selamanya."
"Jadi kamu pikir akan menggertakku dengan itu. Jangan harap."
"Jadi kamu tidak perduli dengan Lizzie, kalau begitu kamu tidak benar-benar mencintainya."
Lizzie yang mendengar pembicaraan pria itu dengan Vladimir hatinya merasa sangat sedih, karena Vladimir tidak perduli padanya.
"Aku akan memberikan kamu satu hari untuk berpikir."
Pria itu langsung menutup teleponnya dan merasa kesal pada Vladimir.
"Ternyata dia tidak perduli denganmu. Dia lebih memilih uang dari pada nyawamu."
Lizzie terlihat sedih dan juga merasa kesal pada Vladimir yang tidak mau menolongnya.
🍀🍀🍀
Vladimir memukul meja kerjanya dengan keras dan melampar semua kertas yang ada diatas meja. Ia mengepalkan kedua tangannya.
"Meraka benar-benar sudah keterlaluan melibatkan Lizzie dalam masalah ini."
Zoya masuk, karena mendengar keributan di ruang Vladimir.
"Ada apa?’’
"Lizzie diculik."
"Apa?’’
"Dia diculik karena aku."
"Apa maksud Anda?’’
"Lizzue diculik oleh Mafia, karena mereka ingin balas dendam padaku. Mereka juga minta uang tebusan $10 juta sebagai uang ganti rugi, karena aku pernah menghancurkan bisnis narkoba mereka."
"Benarkah?’’
"Sebaiknya Anda segera memberitahu orang tua Lizzie tentang ini."
Vladimir lalu menghubungi mereka dan menceritakan semuanya dan mereka bersedia membayar sebesar $10 juta, tapi Vladimir melarang mereka melakukan itu, karena ia yang akan membayarnya.
Tidak lama kemudian David menelepon dan memberitahu lokasi Lizzie dan juga sudah menempatkan beberapa orang di sana untuk mengawasi rumah tua itu.
"Benarkah? Baik.Tolong awasi terus rumah itu."
Vladimir menutup telepon dan langsung pergi dari kantornya.
"Zoya, aku mau keluar sebentar."
"Baik."
Zoya heran melihat Masumi keluar dengan terburu-buru.
"Ya Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Lizzie. Kalau tidak orang itu akan sangat sedih,"gumam Zoya.
Satu jam kemudian Vladimie membawa sebuah koper ke kantor dan Zoya mengikuti Vladimir masuk ke dalam kantornya, kemudian ia meletakan koper itu di meja dan membukanya.
"Aku sudah mendapatkan uangnya."
"Jadi Anda bermaksud untuk memberikan uang itu pada mereka."
"Tentu saja, karena aku harus menyelamatkannya. Aku tidak ingin kehilangan Lizzie lagi."
"Semoga saja mereka akan mengembalikan Lizzie setelah Anda memberikan uang itu. Apa Anda sendiri yang akan menyerahkan uang itu?’’
"Iya."
"Anda harus hati-hati."
"Aku tahu."
Tidak berapa lama kemudian orang tua Lizzie datang ke kantor Vladimir.
"Sudah ada kabar lagi tentang Lizxie?’’tanya Aleandra dengan wajah cemas.
"Belum ada."
Aleandra menangis.
"Maafkan aku. Ini salahku. Gara-gara aku, Lizzie diculik. Besok aku akan menolongnya. Aku sudah menyiapkan uangnya."
"Jangan salahkan dirimu lagi. Yang penting sekarang bagaimana cara menyelamatkan Lizzie,"kata Dimitri.
Kemudian mereka membicarakan rencana penyelamatan Lizzie. Vladimir juga sudah menghubungi masalah ini ke polisi.
Malam sudah tiba. Lizzie makan malam sendirian dan ia sangat sedih, mengingat Vladimir tidak ingin menolongnya. Lizzie melihat keluar jendela memandang langit malam dan air mata jatuh dari matanya.Tidak lama kemudian Lizzie akhirnya terlelap tidur.
__ADS_1
Pada tengah malam ada seseorang membuka pintu kamar dan membangunkan Lizzie dan ia terkejut, karena di hadapannya sekarang sudah ada seorang pria berpakaiaan hitam yang memakai topeng dan membius Lizzie. [ ]