Shattering Heart

Shattering Heart
(S3): Salah paham


__ADS_3

"Kamu sudah menentukan pilihanmu. Ayah harap kamu nantinya akan menyesal."


"Tidak ayah, aku tidak akan menyesali keputusan yang sudah aku buat."


Nicola kemudian keluar kamar Vladimir. Sebelum pergi ke kantor, Vladimir menyempatkan diri pergi ke rumah sakit menjenguk Veronica. Ia sangat senang dengan kedatangan Vladimir, lalu ayahnya meninggalkan mereka berdua di sana.


"Bagaimana keadaanmu, Veronica?’’


"Sudah lebih baik."


"Kenapa kamu melakukan perbuatan bodoh ini?’’


"Itu karena saya tidak ingin kehilanganmu."


"Seharusnya kamu tidak perlu melakukan perbuatan bodoh itu hanya karena aku dan aku akan tetap membatalkan rencana pernikahan kita."


Veronica mulai menangis.


"Apa kamu begitu mencintai gadis itu?’’


"Iya, aku sangat mencintainya dan kenapa kamu memberikannya sejumlah uang untuk menjauhiku?"


Veronica diam tidak bisa berkata apa-apa. Wajahnya berubah pucat lagi.


"Aku lakukan itu, karena aku takut kehilanganmu. Ketika saya menyadari kamu jatuh cinta pada gadis itu."


Vladimir menatap dingin Veronica.


"Aku memang sudah mencintai gadis itu sebelum aku bertemu denganmu. Maaf Veronica sepertinya hubungan kita di akhiri sampai di sini saja."


Vladimir meninggalkan Veronica yang masih menangis di kamar dan ia berpamitan pada Tuan Yermolov


🍀🍀🍀


Lizzie sudah bangun dan sedang makan siang, kemudian ia tidur kembali.


Hari sudah sore, Lizzie sama sekali tidak menghubunginya. Vladimir yang masih berada di kantornya sangat mengkhawatirkan keadaannya. Ia mencoba menghubungi Lizzie, tetapi tidak ada jawaban, lalu sekali lagi menelepon tidak ada jawaban juga dan ketiga kalinya menelepon terdengar suara perempuan yang menjawabnya dengan nada yang lesu dan tidak bersemangat.


"Vladimir, apakah itu kamu?’’


"Iya, ini aku."


"Suaramu berbeda, aku hampir tidak mengenalimu. Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa sudah baikan?’’


"Aku masih demam, tadi siang demamku sudah turun, tapi sekarang aky kembali demam, tapi aku tidak apa-apa. Jangan khawatirkan aku."


Meskipun Lizzie berkata seperti itu, Vladimir tetap saja merasa khawatir dan memutuskan menemui Lizzie.


"Baiklah. Aku mengerti. Sampai jumpa!’’


Vladimir keluar dari kantornya dan langsung menuju tempat parkir. Kamar Lizzie gelap gulita, Vladimit menyalakan semua lampu. Di sana Lizzie sedang tidur nyenyak, kemudian Vladimir mendekatinya dan menyentuh kening Lizzie.’’Ternyata masih demam,’’kata Vladimir dalam hati.


Vladimir pergi ke dapur dan membuat bubur untuk Lizzie, meskipun para pelayan melarangnya untuk masak. Satu jam kemudian, Lizzie terbangun dan terkejut melihat Vladimir yang sudah berada di samping tempat tidurnya dengan senyuman di wajahnya.


"Kamu sudah bangun?’’


Lizzie hanya menganggukan kepalanya saja.


"Aku sudah membuatkan bubur untukmu. Sekarang kamu harus makan.’’ Vladimir kembali menyentuh kening Lizzie.


‘’Demammu belum turun. Kamu harus banyak istirahat, makan yang banyak, dan minum obat."


Lizzie mau meraih mangkok bubur dari tangan Vladimir, tapi Vladimir malah menjauhkannya dari jangkauan tangan Lizzie.


"Aku akan menyuapimu, jadi sekarang buka mulutmu."


Vladimir menyuapi Lizzie sampai bubur yang ada di mangkok habis.


"Sekarang minum obatmu dan tidurlah kembali."


Lizzie meminum obatnya dan berbaring lagi di tempat tidur.


"Aku senang kamu datang. Terima kasih," Kata Lizzie sambil tersenyum. Tidak lama kemudian, Lizzie kembali tidur dan Vladimir memperhatikan Lizzie yang sedang tidur. Ia mulai membelai-belai rambut Lizzie, kemudian ia mencium pipinya,bibirnya,lehernya,hidungnya, dan keningnya. Sepanjang malam itu Vladimit menghujani wajah Lizzie dengan ciuman.


"Lizzie, kamu adalah milikku dan cepatlah sembuh!’’


Vladimir menggegam tangan Lizzie dan menciumnya. Tidak lama kemudian, Aleandra datang dan terkejut melihat Vladimir masih ada di kamar Lizzie.


"Selamat malam Vladimir!"


"Selamat malam. Aku mau pulang dulu. Lizzie sudah makan dan minum obat, sekarang dia sedang istirahat."


"Terima kasih sudah menjaga Lizzie."


"Aku pulang dulu."


"Hati-hati di jalan!"


Vladimir meninggalkan kamar Lizzie dan menutup pintu kamar dengan pelan. Aleandra mengecup kening putrinya.


"Cepat sembuh , sayang!"


Aleandra pun meninggalkan kamar Lizzie.


🍀🍀🍀


Vladimir Berada di balkon kamarnya sedang menikmati udara segar sambil menghirup udara malam. Masumi melihat ke atas.’


"Lizzie, aku sudah merindukanmu lagi. Bagaimana ini padahal baru saja kita bertemu, tapi sekarang aku sudah sangat merindukanmu,’’kata Vladimir dalam hati.


Vladimir memejamkan matanya dan membayangkan wajah Lizzie. Rambutnya yang indah dan berkilau, matanya,hidungnya, dan bibirnya yang merah begitu menggoda. Ia tersenyum, ketika mengingat mereka berciuman, hidung Lizzie mengeluarkan banyak darah dan ciumannya bercampur dengan darah. Vladimir juga masih mengingat dengan jelas aroma tubuhnya dan ia menghirupnya. Ia masuk kekamarnya , menutup jendela pintunya, kemudian menuju tempat tidurnya.

__ADS_1


Tiga hari kemudian, Lizzie sudah sembuh dan kembali masuk kuliah. Sementara itu Vladimir berada di tempat parkiran sedang memakirkan mobilnya.


"Bagaimana keadaan Lizzie sekarang?’’


"Dia sekarang baik-baik saja."


Zoya tersenyum melihat bosnya sudah kembali ceria.


Setelah pulang kuliah, Lizzie memutuskan untuk pergi menemui Vladimir di kantornya.


"Maaf Tuan Kalashnikov, Lizzie datang dan ingin bertemu dengan Anda."


"Eh benarkah? Suruh dia masuk?’’


"Baik."


Vladimir bangkit dari kursinya, kemudian berdiri di depan meja kerjanya. Melihat kedatangan Lizzie, Vladimir tersenyum. Lizzie langsung berlari ke arahnya dan memeluknya. Vladimir terkejut tiba-tiba mendapatkan pelukan dari Lizzie dan Vladimir kembali memeluknya dengan erat.


"Ada apa Lizzie? Apa kamu sakit lagi?’’


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya merindukan kamu saja."


Vladimir tersenyum.


"Aku juga merindukanmu. Sangaaaat merindukanmu."


Lizzie kemudian membenamkan wajahnya lagi ke dada Vladimir.


"Nanti malam kita makan malam bersama. Bagaimana?’’


"Baiklah."


"Kamu mau kan menungguku sebentar lagi, saya harus menyelesaikan pekerjaanku dulu."


Lizzie duduk di kursi menunggu Vladimir menyelesaikan pekerjaanya sambil menikmati segelas es sundae strawberry. Setelah pekerjaan Vladimir selesai, mereka pergi makan malam bersama dan seperti biasa Vladimir membawa Lizzie ke restoran mewah.


Vladimir menyuruh Lizzie memesan makanan yang di sukainya. Lizzie memesan banyak makanan dan memakannya dengan lahap. Vladimir hanya bisa tersenyum melihat Lizzie makan dengan lahap.


🍀🍀🍀


Keesokan harinya, Lizzie dan Vladimir janjian bertemu di taman kota. Tempat yang selalu dikunjingi Lizzie. Ia sedang duduk di bangku taman dan memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang. Seseorang menutup matanya. Lizze kaget dan berusaha melepaskan kedua tangan yang menutupi matanya.


"Vladimir, lepaskan tanganmu!’’kata Lizzie sambil berusaha untuk melepaskan kedua tangan yang menutupi matanya.


Vladimir melepaskan kedua tangannya, lalu duduk di samping Lizzie dengan wajah ceria. Lizzie tersenyum.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu berikan padaku. Semalaman aku mencoba memikirkan barang apa yang ingin kamu berikan?’’tanya Lizzie


"Apa kamu sudah berhasil menebaknya?’’


"Tidak. Aku tidak bisa menebaknya."


Vladimir menyerahkan satu buket mawar pelangi kepada Lizzie.


"Kamu suka?"


"Tentu saja aku sangat menyukainya. Terima kasih."


Lizzie mencium bunga itu dan menghirupnya, kemudian mereka berjalan-jalan sebentar dengan bergandengan tangan da tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Hari sudah malam.


" Aku akan mengantarkanmu pulang."


Vladimir mengantarkan Lizzie kembali ke mansion Romanov. Mereka sudah sampai di depan, tapi Lizzie hanya diam dan tidak mau keluar dari mobil. Ia meraih tangan Vladimir dan menggengamnya dengan kedua tangan.


"Vladimir, terima kasih sudah mau menemuiku hari ini. Aku sangat senang."


Lizzie mencium bibir Vladimir.


"Selamat malam!"


"Malam!"


Selama dalam perjalanan ke rumahnya, Vladimir tersenyum-senyum sendiri dan tertawa. Akhirnya wanita yang diam-diam dicintainya dapat membalas perasaannya sekarang. Dulu Vladimir tidak berani memikirkan untuk dicintai oleh gadis itu dan sekarang dapat menikmati cinta yang diberikan untuknya.


🍀🍀🍀


Keesokan paginya Vladimir menelepon Lizzie.


"Lizzie, besok ada waktu? Aku ingin mengajakmu ke villaki di Belgorod.


Lizzie langsung berdiri dari sofa, karena senang Vladimir akan mengajaknya ke Villa pribadinya.


"Benarkah?Baiklah. Aku besok mempunyai banyak waktu."


"Aku akan menjemputmu besok siang."


"Baiklah, aku akan menunggumu di sini."


"Sampai jumpa besok!’’


"Sampai jumpa!”


Lizzie senang sekali, lalu ia cepat-cepat pergi ke kamarnya, menyiapkan beberapa pakaian untuk di bawa ke sana dan pakaian untuk dikenakannya untuk pergi ke sana. Lizzie mengaduk-aduk seisi lemari untuk mencari pakaian yang cocok untuk dikenakannya nanti.


Lizzie sudah tidak sabar menunggu hari esok, kemudian ia membayangkan perjalanannya ke villa bersama dengan Vladimir. Pipinya berubah merah, ketika menyadari akan berduaan dengan Vladimir di sana.


🍀🍀🍀


Keesokan paginya, Lizzie bangun sebelum matahari terbit. Ia tidak bisa tidur dengan nyenyak memikirkan perjalannya dengan Vladimir ke villa. Ia berganti pakaian dan berdandan secantik mungkin. Lizzie ingin terlihat cantik di depan Vladimir. Ia terus menatap jam berkali-kali. Kedatangan Vladimir masih masih ada 3 jam lagi.


"Kenapa waktu begitu lambat,’’keluh Lizzie

__ADS_1


Aleandra yang sudah bangun terkejut melihat Lizzie yang sudah berdandan rapi.


"Kamu mau kemana? Pagi-pagi sudah rapih."


"Aku mau pergi dengan Vladimir ke villa miliknya di Belgorod."


"Benarkah? Kamu harus hati-hati di sana.


"Aku tahu. Kami akan berhati-hati."


Mereka makan pagi dengan hening yang terdengar hanya dentingan sendok dan piring. Setelah selesai makan ayahnya pergi ke kantor, Ibunya ke dapur, sedangkan kakeknya kembali ke kamar. Sekarang hanya Lizzie sendirian di ruang keluarga menunggu kedatangan Vladimir.


"Kenapa Vladimir datangnnya lama sekali?’’


Tiba-tiba terdengar bunyi bel.


"Mungkin itu Vladimir."


Lizzie cepat-cepat membukakan pintu. Ia terkejut ketika melihat siapa yang datang.


"Dave."


"Lizzie, hari ini kamu terlihat cantik. Apa kamu akan pergi?’’


"Iya, hari ini aku akan pergi."


"Sendirian atau bersama dengan kekasihmu?’’


"Aku akan pergi dengan Vladimir."


Lizzie mempersilahkan Dave duduk.


"Aku datang ke sini mau berpamitan denganmu, karena aku akan pulang ke Amerika."


"Benarkah? Kapan kamu akan pergi?’’


"Aku pergi besok lusa. Lizzie, apa kamu mau masih berteman denganku?’’


"Tentu saja. Kita berteman selamanya. Semoga di sana kamu mendapat kebahagiaanmu."


"Kamu juga. Semoga kamu dapat hidup bahagia dengan kekasihmu itu."


Mereka berpelukan. Vladimir sudah tiba dan melihat pintu sedikit terbuka, lalu Vladimir masuk. Ia sangat terkejut melihat Lizzie dan Dave berpelukan. Lizzie pun sangat terkejut Vladimir sudah ada di sini.


"Vladimir."


Lizzie cepat-cepat melepaskan pelukannya dari Dave. Wajah Vladimir langsung berubah menjadi dingin dan penuh kemarahan. Ia cepat-cepat meninggalkan mansion dan Lizzie berusaha mengejarnya, tapi langkah Vladimir sangat cepat dan Lizzie tidak bisa mengejarnya untuk menjelaskannya supaya Lizzie tidak salah paham dengan apa yang dilihatnya tadi. Vladimir sudah naik ke mobilnya dan pergi.


"VLADIMIIIIIRR TUNGUUUUUUU!"


Lizzie berlari-lari untuk mengejar Vladimir dan Vladimir seakan tidak perduli terus menancap gas mobilnya. Lizzie sudah tidak bisa mengejarnya lagi dan kemudian terjatuh. Ia menangis dan wajahnya sudah di basahi oleh air matanya.


Lizzie menangis sejadi-jadinya. Dave mengejar Lizzie dan menemukannya sedang menangis. Dave baru menyadari kalau Lizzie sangat mencintai kekasihnya. Di dalam hatinya Dabe merasa bersalah sudah membuat hubungan mereka rusak dan sudah menimbulkan kesalah pahaman. Dave mendekati Lizzie dan membawanya masuk. Di sana Lizzie hanya menangis dan menangis.


"Maafkan aku. Ini salahku."


"Ini bukan salahmu. Jadi kamu jangan minta maaf. Bisakah kamu tinggalkan aku sendirian di sini. Aku sekarang ingin sendirian."


"Baiklah. Aku pergi dulu."


Lizzie masuk ke kamarnya dan menangis kembali. Vladimir terus mengemudi tanpa arah tujuan. Dirinya masih diliputi oleh kemarahan. Ia kemudian kembali terbayang Lizzie yang sedang memeluk Dave dengan mesra. Vladimir kemudian memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan memukul-mukul setir mobil.


"Aku begitu bodoh, karena mencintaimu, Lizzie. Kenapa kamu melakukan ini padaku? Aku sudah sangat senang akhirnya aku mendapatkan cintamu dan dapat menikmati cinta yang kamu berikan untukku, tapi sekarang kamu malah berpelukan dengan pria lain. Lizzie, kamu benar-benar keterlaluan dan kamu sudah membuatku sakit hati."


Vladimir kemudian menyalakan mesin mobilnya dan kembali mengemudi. Sementara itu, Lizzie masih menangis di kamarnya. Tidak lama kemudian Aleandra datang dan mendengar suara tangisan Lizzie, lalu Akeandra mengetuk pintu kamar Lizzie.


"Lizzie, kamu kenapa? Kenapa kamu menangis? Bukannya kamu akan pergi dengan Vladimit. Kenapa kamu masih ada di sini?’’


Lizzie membukakan pintu dan langsung memeluk ibunya dan menangis di pelukannya. Aleandra terkejut.


"Apa yang terjadi, Lizzie?’’katakan padaku.


Lizzie kemudian menceritakan kepada ibunya tentang kejadian tadi siang. Aleandra berusaha menenangkan dan menghibur Lizzie.


"Sudah Lizzie jangan menangis lagi. Sebaiknya kamu temui Vladimir sekarang dan jelaskan semua kesalah pahaman ini."


"Tapi aju tidak tahu di mana dia sekarang?’’


"Coba kamu telepon saja dia."


Lizzue kemudian menelepon Vladimir, tapi ponselbya tidak aktif.


"Besok pergilah ke kantornya dan temui dia di sana."


"Baiklah. Aku akan menemui dia besok di sana."


Malam sudah tiba, Lizzie sama sekali tidak ada selera makan. Makan malamnya tidak disentuh sama sekali, lalu ia pergi ke kamarnya. Dimitri dan kakeknya bingung melihat sikap Lizzie sekarang, karena mereka baru saja melihat Lizzie tadi pagi sangat ceria, tapi sekarang mereka melihat kesedihan di wajahnya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi?’’tanya Dimitri


Dimitri dan Sergei menunggu jawaban dari Aleandra


"Dia sedang bertengkar dengan Vladimir."


"Vladimir,"ata mereka bersamaan.


Lalu Aleandra menceritakan apa yang terjadi, setelah mendengar cerita Aleandra, mereka sangat terkejut.


Keesokan harinya, Vladimir datang ke kantor dengan wajah sedih. Zoya merasa heran dengan sikap Vladimir hari ini, karena beberapa hari yang lalu dan sampai kemarin Vladimir terlihat sangat gembira, tapi sekarang dia kelihatan sangat sedih.


"Ini berkas-berkas kasus yang Anda minta."

__ADS_1


"Taruh saja di atas meja, aku akan memeriksanya nanti." [ ]


__ADS_2